Jumat, 04 Maret 2011

Jama'ah Tabligh (Agama Mimpi) (Bab I) (1) : oleh : oleh Tgk_Alizar_usman

BAB I.
JAMA’AH TABLIGH DAN LATAR BELAKANGNYA

A. Kelahiran Maulana Muhammad Ilyas, Pendiri Jama’ah Tabligh

Kandhla , sebuah desa Muzhafar Nagar dikawasan Utara Pradesh, India adalah tempat Maulana Muhammad Ilyas menghabiskan masa kecilnya, beliau lahir pada tahun 1303 H/1886 M dengan nama lengkap Maulana Muhammad Ilyas Al-Kandahlawi. Ayahnya bernama Syekh Muhammad Ismail, tinggal di Nizhamuddin, New Delhi, ibukota India. Syekh Muhammad Ismail adalah seorang rohaniwan besar, berasal dari lingkungan keluarga yang memiliki kedudukan tinggi dalam ilmu dan agama di tempat tinggalnya. Bahkan konon nasabnya sampai kepada Abubakar Siddiq r.a. Maulana Muhammad Ilyas merupakan tiga bersaudara, yaitu Syekh Muhammad, saudara tertua dari isteri pertama ayahnya, Syekh Muhammad Yahya dan Maulana Muhammad Ilyas, kedua-duanya dari isteri kedua.1
B. Masa Kecil dan Pendidikan Maulana Muhammad Ilyas
Maulana Muhammad Ilyas, sebagaimana biasanya anak-anak dilingkungan keluarganya, memulai pendidikannya di ibtida’ belajar Alqur’an dan menghafalnya. Kepeduliannya terhadap agama dan dakwah sangat tinggi. Saudara tuanya, Maulana Muhammad Yahya berguru kepada seorang alim dan pembaharu, Syekh Rasyid Ahmad Al-Gangohi, di desa Gangoh kawasan Saharanpur, Utar Predesh, India. Mengikuti ajakan saudaranya itu, Maulana Muhammad Ilyas turut berguru kepada Syekh Rasyid Ahmad menyerap ilmu-ilmu agama ketika berusia sepuluh tahun atau sebelas tahun. Dan ketika Syekh Rasyid al-Gangohi wafat pada tahun 1323 H, Maulana telah menjadi seorang pemuda berusia dua puluh tahun. Dengan demikian beliau telah menemani Syekh Rasyid selama sepuluh tahun. Maulana Muhammad Ilyas mempunyai hubungan khusus dan istimewa dengan gurunya itu sehingga ketika meninggal Syekh Rasyid Ahmad Al-Gangohi, beliau pernah berkata :
“Pada saat kematian guruku, Syekh Al-Gangohi, sungguh aku telah menangis sehingga habis air mataku”. Dan Syekh Al-Gangohi telah menerima bai’at Maulana Muhammad Ilyas sewaktu dia masih pelajar.2

Siapakah Syekh Rasyid Ahmad al-Gangohi ?
Syekh Sayed Ahmad Syihabuddin menjelaskan bahwa beliau merupakan salah seorang diantara sekian banyak pengikut Muhammad Abdul Wahab (pencetus ajaran Wahabi) yang mengkafirkan umat Islam karena bertawasul dengan Nabi dan hamba Allah SWT yang shalih. Sebagaimana ikutannya, Muhammad bin Abdul Wahab, Syekh Rasyid Ahmad al-Qangohi menganggap bahwa membaca Maulid dan berdiri disaat zikir Maulid Nabi SAW adalah bid’ah yang keji dan perilaku yang yang berlebihan dalam agama yang tidak dikerjakan kecuali orang-orang yang bodoh. Dan demikian juga Rasyid al-Gangohi berpendapat membaca al-Fatihah pada hari ketiga atau keempat hari kematian tidak ada dasar hukumnya dan tidak dibenarkan sama sekali 3
Apakah Maulana Muhammad Ilyas terpengaruhi dengan ajaran pengikut Jama’ah Wahabiyah ini ? jawabnya wallahu a’lam bishshawab. Tetapi menurut Syekh Syihabuddin di atas, Rasyid adalah orang yang pertama yang menjadi panutan Maulana Muhammad Ilyas serta mengklaim bahwa Rasyid adalah seorang mujaddid dan qutub al-irsyad (dua gelar yang sangat dihormati dan dikagumi dalam dunia Islam.4 Hubungan Maulana Muhammad Ilyas dengan Rasyid al-Qangohi juga dapat disimak dari penuturan Muhammad Ilyas ketika bertemu dengan menantu Rasyid al-Qangohi :
“ Telah kudapatkan nikmat agama melalui ahli keluarga anda. Aku adalah budak keluarga anda. Apabila seorang budak mendapatkan sesuatu yang baik, maka sepatutnyalah ia menghidangkannya kepada tuannya sebagai hadiah. Aku ini budak, telah mendapatkan warisan kenabian dari keluarga anda”5

C. Guru-Guru Maulana Muhammad Ilyas
Guru-guru Maulana Ilyas antara lain :
1. Syekh Muhammad Ismail, ayah beliau sendiri
2. Syekh Rasyid Ahmad Aa-Gangohi, seorang alim, pembaharu pengikut Wahabi berdomosili di Desa Gangoh, kawasan Shaharanpur Wilayah Utar Pradesh, India
3. Syekh Mahmud Hasan, terkenal sebagai Syekh Hindi, Ketua Pengajaran dan Guru Hadits Darul Ulum Deoband, India
4. Syekh Muhammad Yahya, saudara kandungnya
5. Maulana Ilyas juga pernah berbai’at kepada Syekh Khalil Ahmad As-Shaharunpuri, penulis Kitab Badzlul Majhud Fi Hili al-Fafazhi Abi Daud 6
D. Meninggal Dunia
Pada malam hari tanggal 13 Juli 1944 M Maulana Muhammad Ilyas telah besiap-siap untuk menempuh perjalannya terakhir. Ketika malam menjelang pagi, beliau mencari puteranya, Syekh Muhammad Yusuf . Ketika datang, Maulana berkata kepada puteranya itu :
“Kemarilah engkau, aku ingin memelukmu, tidak ada waktu setelah malam ini. Sesungguhnya aku akan pergi “.

Sebelum azan Shubuh, Maulana Muhammad Ilyas menhembus nafas terakhir. Setelah Shalat Shubuh orang-orang telah mengangkat Syekh Muhammad Yusuf sebagai pengganti Maulana dan mereka mengikat sorban Maulana di kepalanya.7
E. Kelahiran Jama’ah Tabligh
Pada Bulan Syawal Tahun 1344 H, Maulana menunai ibadah haji yang kedua kalinya. Pada kesempatan haji yang kedua inilah terbuka hatinya untuk memulai usaha dakwah dan pergerakan agama yang menyeluruh. Sepulang beliau dari haji di Makkah, dalam sebuah pertemuan di Nooh, kawasan Mewat, Maulana menawarkan kepada khalayak ramai agar jama’ah untuk keluar (Khuruj) di kampung-kampung tetangga dalam rangka menyampaikan dakwah. Pada saat itu banyak hadirin yang bersedia dan meminta waktu untuk persiapan. Setelah genap satu bulan terbentuklah jama’ah dan mereka menentukan rute kampung yang akan dikunjungi (Jaulah). Seterusnya jama’ah tersebut bergerak dari satu rute ke rute lainnya. Inilah awal berdirinya gerakan Jama’ah Tabligh.8
F. Jama’ah Tanpa Nama
Sebenarnya Maulana Muhammad Ilyas sewaktu memulai usaha jama’ah ini tidak memberi sebuah nama sebagaimana lazimnya sebuah jamaah. Karena jama’ah ini penekanannya lebih kepada tabligh, maka dunia Internasional menyebut dengan nama Jama’ah Tabligh. Namun di Indonesia nama jama’ah tabligh terjadi perbedaan menurut daerah. Di Nusa Tenggara Barat ada yang menyebut dengan nama Jama’ah Kompor karena sering menjinjing kompor dalam perjalanan khuruj. Di Aceh ada yang menyebutnya Awak Majeulih Taklem (Kelompok Majelis Taklim) karena sering mengajak masyarakat mendengar pembacaan taklim Kitab Fadhailul A’mal. Ada juga yang memanggil jamaah ini awak meukupiah puteh atau awak meujanggot. Penyebutan dengan nama dua terakhir ini karena para jama’ah menyenangi memakai peci putih (di Aceh sering disebut peci haji, karena biasanya orang yang baru pulang haji kerap memakai peci ini) dan memelihara jenggot sebagai usaha mengikuti Sunnah Nabi SAW. Untuk kawasan Medan, Jama’ah sering dipanggil dengan Jama’ah Jalan Gajah, karena markaz perhimpunan jama’ah terletak pada mesjid kecil di jalan Gajah Medan. Warga Jakarta dan Pulau Jawa menyebut jamaah ini dengan Jama’ah Mesjid Kebun Jeruk. Mesjid yang beralamat di Jalan Hayam Wuruk No. 83 Jakarta Pusat merupakan pusat Jama’ah Tabligh di Jakarta dan sekitarnya.9
Dari sekian banyak nama-nama yang menjadi panggilan para jamaah, nampaknya nama Jama’ah Tabligh merupakan nama yang terpopuler dan dianggap resmi baik oleh para jama’ah sendiri maupun orang luar jama’ah.
G. Enam Prinsip Yang Harus Digunakan Jama’ah Tabligh dalam Dakwahnya
Enam prinsip tersebut adalah :
Pertama :memasukkan hakikat kalimat thaiyibah Laa ilaha illallah Muhammadurrasulullah
Kedua : shalat kusyu’ dan khudhu’
Ketiga : ilmu dan zikir
Keempat : ikramul muslimin, yaitu memuliakan saudara muslim
Kelima : tashlihul niat, yakni meluruskan niat
Keenam :dakwah ilallah dan khuruj fiisabilillah, yakni menyeru manusia kepada Allah keluar di jalan Allah. 10
H. Kitab/Buku yang Sering Digunakan Sebagai Pedoman Ibadah dan Berdakwah Oleh Jama’ah Tabligh
Kitab/buku tersebut antara lain :
1. Malfudhat Hazhrat Maulana Muhammad Ilyas., susunan Manzhur Nu’many Buku ini sudah diterjemah dalam Bahasa Indonesia dengan judul Mutiara Hikmah Ulama Ahli Dakwah.
2. Fadhailul A’mal, karangan Maulana Muhammad Zakariyya Al-Kandahlawi, dengan berbagai terjemahannya dalam Bahasa Indonsia. Buku ini yang tebalnya sampai dengan 726 halaman lebih banyak menjelaskan kelebihan-kelebihan amal dan ibadah. Buku terdiri dari 7 bagian, yaitu : Fadhilah Shalat, Fadhilah Zikir, Fadhilah Qur’an, Fadhilah Tabligh, Fadhilah Ramadhan, Hikayat Para Shahabat dan Keruntuhan Ummat. Buku Fadhaillul A’mal ini sangat populer dikalangan Jama’ah Tabligh Indonesia dan Aceh khususnya.
3. Al-Hadits al-Muntakhabah, dihimpun oleh Maulana Muhammad Yusuf al-Kandahlawi. Beliau adalah putra sulung dari Maulana Muhammad Ilyas. Kitab ini disusun kembali dengan beberapa penambahan oleh Maulana Muhammad Sa’ad al-Kandahlawi. Terjemahan dalam Bahasa Indonesia oleh M.Q. al-Hakim dengan judul Hadits-Hadits Pilihan Dalil-Dalil Enam Sifat Para Sahabat
4. Fadhilah Sadaqah, karangan Maulana Muhammad Zakariyya Al-Kandahlawi dengan terjemahannya dalam Bahasa Indonesia. Buku ini terdiri dari tujuh pasal, yaitu Keutamaan Menginfak Harta, Celaanan Terhadap Kekikiran, Keutamaan Silaturrahmi, Penegasan Atas Zakat, Ancaman Atas Orang Yang Tidak Menunaikan Zakat, Anjuran Atas Zuhud, Qana’ah dan Tidak Meminta, dan Tujuh Puluh Cerita Tentang Ahli Zuhud dan Bersedeqah di Jalan Allah
5. Riwayat Hidup dan Usaha Dakwah Maulana Muhammad Ilyas, karangan Sayyed Abu Hasan Ali Nadwi, dengan terjemahannya dalam Bahasa Indonesia. Buku ini menceritakan riwayat hidup Syekh Maulana Muhammmad Ilyas, pendidikan dan perjalanan hidupnya dalam usaha membentuk dan mengembangkan Jama’ah Tabligh
6. Satu-satunya Cara Memperbaiki Kemerosotan Umat Islam di Zaman ini, karangan Syekh Maulana Istihyamulhasan (Dicetak Dalam Kitab dengan Himpunan Fadhailul A’mal karangan Syekh Zakariyya al-Kandahlawi)
7. Otobiografi Kisah-Kisah Kehidupan Syaikhul Hadits Maulana Zakariyya al- Kandhalawi, Karangan Maulana Zakariyya al- Kandhalawi,
8. Hayah Shahabah, karangan Maulana Muhammad yusuf
I. Tokoh-Tokoh Jama’ah Tabligh
Adapun tokoh-tokoh Jama’ah Tabligh adalah antara lain :
1. Maulana Muhammad Ilyas, beliau lahir pada tahun 1303 H/1886 M Kandhla, India, penggagas pertama berdirinya Jamaah Tabligh sekaligus pemimpin pertama Jamaah Tabligh
2. Maulana Muhammad Yusuf, putra Maulana Muhammad Ilyas, pengganti ayahnya setelah Muhammad Ilyas meninggal dunia. Beliau menyusun kitab antara lain al-Muntakhab al-Hadits, dan buku Khuruj fi Sabilillah Menurut Al-Qur’an dan Al-Hadits , yang menjadi buku rujukan bagi para pengikut Jama’ah Tabligh dalam berdakwah.
3. Maulana Istihyamul Hasan, pemimpin Jama’ah Tabligh setelah Maulana Muhammad Yusuf. Beliau mengarang buku antara lain : Satu-Satunya Cara Memperbaiki Kemerosotan Umat Islam di Zaman ini,
4. Maulana Zakariya al-Kandhalawi, lahir 11 Ramadhan 1315 H di kandla, India. Beliau ini adalah keponakan dari Maulana Muhammad Ilyas. Ayah Zakariya, Syekh Muhammad Yahya sauadara sekandung dengan Maulana Muhammad Ilyas. Maulana Zakariya ini seorang penulis buku aktif. Banyak bukunya yang menjadi pedoman bagi para Jama’ah Tabligh. Diantara buku-bukunya yang sangat terkenal di kalangan Jama’ah Tabligh adalah Himpunan Fadhailul Amal. Maulana Zakariya al-Kandhalawi, sebagaimana Maulana Ilyas, pamannya, juga punya hubungan yang sangat dekat dengan Syekh Rasyid Ahmad, seorang pembaharu pengikut Wahabi, bahkan menganggapnya sebagai mursyidnya. Berkata Maulana Zakariyya:
” …….dan teman akrab ayah saya, Syaikh mursyid saya, yaitu Syaikh Rasyid Ahmad rah.a., yang jika ditulis segala kebaikan dan keutamaannya, tentu memerlukan sebuah buku yang cukup tebal.11

5. Maulana Manzhur Nu’mani, Seorang tokoh Jama’ah Tabligh yang sangat dekat dengan Maulana Muhammad Ilyas. Beliau ini salah seorang anggota pengurus Rabithah Alam Islami, sering menyertai Maulana Muhammad Ilyas saat khuruj fisabilillah. Beliau menyusun buku Malfudhat Hazhrat Maulana Muhammad Ilyas. Buku sudah diterjemah dalam Bahasa Indonesia dengan judul Mutiara Hikmah Ulama Ahli Dakwah.
6. Abul Hasan Ali Nadwi, sering bersama Maulana Ilyas. Beliau mengarang buku antara lain Riwayat hidup Maulana Muhammad Ilyas. Menurut Manzhur Nu’mani, Abul Hasan Ali Nadwi mempunyai hubungan khusus dengan Maulana Muhammad Ilyas, karena ada hubungan yang erat dalam usaha agama dan dakwah antara keluarga Maulana Ilyas dengan keluarga Abul Hasan Ali Nadwi.
7. Syekh Muhammad Sa’ad al-Kandhalawi, cucu dari Maulana Muhammad Yusuf. Beliau telah melakukan penyempurnaan buku Khuruj fi Sabilillah Menurut Al-Qur’an dan Al-Hadits, karangan kakeknya, Maulana Muhamammad Yusuf






DAFTAR PUSTAKA
1. Ali Nadwi, Riwayat Hidup dan Usaha Dakwah Maulana Muhammad Ilyas, (Terj. oleh Masrokhan Ahmad) Ash-Shaff. Yogyakarta, Hal 5, 6 dan 8
2. Ibid, Hal 10, 11 dan 13
3. Muhammad Mahbuh al-Haq Anshari, Hujjah al-Qathi’ah ‘ala Munnkiri ad-Du’a wal Maulid wal Fatihah wa Syaiun Minashshalah wassalam, Hal 12-16
4. Syekh Sayed Ahmad Syihabuddin, Membuka Tabir Kesalahan Jamaah Tabligh (Terjemahan Tgk H. Hasanul Basri HG), Hal.19-20 dan lihat buku Mutiara Hikmah Ulama Ahli Dakwah, susunan Maulana Manzhur Nu’mani, Pustaka Ramadhan, Bandung, Hal. 70
5. Maulana Manzhur Nu’mani, Mutiara Hikmah Ulama Ahli Dakwah, Pustaka Ramadhan, Bandung, Hal. 70
6. Ali Nadwi, Riwayat Hidup dan Usaha Dakwah Maulana Muhammad Ilyas, (Terj. oleh Masrokhan Ahmad) Ash-Shaff. Yogyakarta, Hal 13-14
7. Ibid, Hal 128-130
8. Ibid, Hal. 42
9.H. Miswar Sulaiman, Menuju Jalan Sunnah Rasulullah SAW, Pengenalan Awal Jama’ah Tabligh, Yayasan PeNA, Banda Aceh, Hal. 7-10
10. Dr. Abdul Khaliq Pirzada, Maulana Muhammad Ilyas diantara pengikut dan penentangnya (Terj. oleh Masrokhan Ahmad), Ash-Shaff, Yogyakarta, Hal.25-27
11. Zakariya al-Kandahlawy, Otobiografi Kisah-Kisah Kehidupan Syaikhul Hadits Maulana Zakariyya al- Kandhalawi, (Terj. Abd Rahman Ahmad as-Sirbuny), Pustaka Nabawi, Cirebon, Hal. 139

238 komentar:

  1. buat tgk alizar usman supaya nggak dibilang bego harap anda tahu bahwa, maulana Ilyas ndak pernah membuat agama baru seperti yg anda sebutkan agama mimpi. mungkin anda harus belajar bagaimana adab adab tidur yg disunahkan rasulullah.supaya mimpi anda datangnya bukan dari setan.mau belajar ayo ikut khuruj 4 bulan. 40 hr, 3 hr, tinggal pilih

    BalasHapus
  2. buat amin,
    kok galak amat, kalau anda ingin mencari kebenaran, sebaiknya dialog aja secara ilmiyah, tidak perlu dengan marah2 gitu. bagaimana saya mencari kebenaran dengan mengikuti khuruj dulu, pada hal ajaran khuruj itu sendiri masih dipertanyakan. sebelum masuk dalam sesuatu, kita harus tahu sesuatu itu dulu, gak bisa dengan membenam diri aja, jangan-jangan nanti kita bisa masuk jurang. ingat kebenaran hanya diketahui dengan ilmu, bukan hanya dengan panatis belaka, apa lagi dengan ikuti khuruj dulu. ohya, saya tidak pernah menuduh muhd. Ilyas mendirikan agama baru, cuma karena muhd. Ilyas menafsir al-qur'an melalui mimpi, maka dinisbahlah sifat mimpi pada agama versi pemahaman Muhd Ilyas. dalam ilmu balaghah, hal itu disebut menamakan sesuatu dengan sebagian sifatnya (tasmiyah al-syai' bi washafihi. kalau agama Islam merupakan agama yg haq, lalu kita namakan Islam dengan agama haq, itu bukan berarti kita membuat agama baru yang namanya agama haq. mudah kan !, kok repot amat berpikirnya.
    satu lagi yg perlu dicamkan, bahwa selain mimpi rasulullah tidak dapat dijadikan pedoman dalam menafsirkan ajaran islam dan menetapkan hukum, apakah mimpi itu melalui ada adab2 tidur seperti kata anda atau tidak. apakah itu mimpi Muhd.ilyas atau lainnya, karena yang ada sifat 'ishmah (terpelihara dari salah) hanya Nabi Allah, lain tidak. saran saya, anda lebih banyak mempelajari ushul fiqh dan membaca tulisan saya lebih mendalam dengan tidak diikuti sikap panatis yang membabi buta.mempelajari agama tidak bisa hanya dengan khuruj, tetapi dengan belajar dan mencari ilmu.baru kemudian diamalkan.
    oke, terima kasih atas komentarnya, mudah2an kita semua mendapat hidayah dari Allah SWT

    =tgk Alizar usman=

    BalasHapus
    Balasan
    1. mau nanya tengku, tadi anda katakan mencari tahu dahulu sebelum membenamkan diri... alangkah baiknya mencari tahu sesuatu itu lebih mendalam... karna yang saya baca dari postingan tengku tadi hanyalah sebuah penulisan sebuah analisis tengku dari berbagai referensi yang juga tulisan dari berbagai media. apakah tengku pernah khuruj ataupun mengikuti kegiatan jamaah ini secara langsung ataupun pernah ke markaz dakwah di indonesia???
      apakah tengku pernah bertemu dan berdiskusi langsung dengan syurau ataupun ulama2 jamaah tabligh(jemaah yang anda sebutkan) biar informasi yang tengku peroleh lebih mendalam.....

      Hapus
  3. Assalamu'alaikum . tgk alizar Usman .
    setelah saya membaca tulisan di atas saya sedikit igin mengambil kesimpulan ,
    menurut saya , amalan tampa ilmu ,tetolak ( mardudh ) ilmu tampa 'amalan . pelit ...atu tapi walau pun demikian . saya teringat satu hadist ( al 'ulama u habibullah walauqana fasikan , Al jahlu 'aduwwullah walau qana 'abidan ) .jadi ...ilmu ibarat kayu ,yg rimbun ,amalan ibarat buah . tapi ...jahil ibarat pohon yg mati ...mungkin kah akan berbuah ??? kesimpulan nya " alangkah indah sedikit ilmu tapi dia 'amalkan . dan lebih indah banyak ilmu lebih di amal kan dan di sampaikan . ( setiap anak adam yg meninggal terputus segala amal nya kecuali 3 perkara )
    1 . ilmu yg meutafa'ub'eh .
    2 . sedekah jariah
    3 . Anak yg sholeh yg mendo'akan kedua Ortu nya . saya tidak paham mengambil kesimpulan lebih ....sebagai penutup adalah ( innamal 'akmalu binniat ) ...semua tergantung pada niat tiap tiap kelakuan buat .( kerja )
    wallahu 'aklam ...tolong no hp tgk ...kalau bisa trimakasih wasalam ....
    tgk H . Jafar siddiq St Ht ..
    dari Matang kuli . Aceh Utara

    BalasHapus
  4. Assalamu'alaikum . tgk alizar Usman .
    setelah saya membaca tulisan di atas saya sedikit igin mengambil kesimpulan ,
    menurut saya , amalan tampa ilmu ,tetolak ( mardudh ) ilmu tampa 'amalan . pelit ...atu tapi walau pun demikian . saya teringat satu hadist ( al 'ulama u habibullah walauqana fasikan , Al jahlu 'aduwwullah walau qana 'abidan ) .jadi ...ilmu ibarat kayu ,yg rimbun ,amalan ibarat buah . tapi ...jahil ibarat pohon yg mati ...mungkin kah akan berbuah ??? kesimpulan nya " alangkah indah sedikit ilmu tapi dia 'amalkan . dan lebih indah banyak ilmu lebih di amal kan dan di sampaikan . ( setiap anak adam yg meninggal terputus segala amal nya kecuali 3 perkara )
    1 . ilmu yg meutafa'ub'eh .
    2 . sedekah jariah
    3 . Anak yg sholeh yg mendo'akan kedua Ortu nya . saya tidak paham mengambil kesimpulan lebih ....sebagai penutup adalah ( innamal 'akmalu binniat ) ...semua tergantung pada niat tiap tiap kelakuan buat .( kerja )
    wallahu 'aklam ...tolong no hp tgk ...kalau bisa trimakasih wasalam ....
    tgk H . Jafar siddiq St Ht ..
    dari Matang kuli . Aceh Utara

    BalasHapus
  5. Asskum.. Terima kasih Tgk Alizar atas pencerahannya tentang asal usul majelis Tabligh yang mersahkan ini... Kami pernah berdiskusi dengan mereka, tentang mengapa harus berdakwah dikalagan muslim yang sudah taat.. jawab mereka : " seperti halnya Khalifah Abu bakar yang datang memerangi kaum Muslim yang bangkang tidak mau membayar zakat ".. intinya mereka menganggap Muslim yang tidak masuk golongan mereka adalah Bangkang..Salam kenal dari Wong Jombang

    BalasHapus
  6. terima kasih atas komentarnya, mudah2an bermanfa'at. ohya, salam kenal juga dari kami dari Aceh. mudah2an kita semua termasuk dalam golongan yang diredhai Allah SWT.

    BalasHapus
  7. untuk yth tgk H . Jafar siddiq St Ht ..,
    kami ucapkan terima kasih atas komentarnya dan ulasan yang kami kira cukup bagus utk di renungkan. kalau ingin berkomunikasi dengan kami, hub aja via email rusmanisafrin@yahoo.co.id

    BalasHapus
  8. Insya Allah . jazakallahukahir .
    atas Email nya ...

    BalasHapus
  9. trimakasih ...banyak hal yg ingin kita bahas di antara nya .........na trouk SMS keu lon dari Awak wabahi .....
    nyou SMS nya ..abi ? dalam Kitab Al Oum . halaman 179 ...berbunyi ( dan aku telah makruh kan / Haram kan ) makan yaitu berkumpul di rumah si mati Walau Bukan Untuk ( ratapan ) ..mohon Abi jelas kan .....jadi saya hanya menjawab ..semua kemabli .ke qur'an /Hadis / ijma' /kias ....tapi mereka seperti nya ..kias & ijma' tidak di pakai ....wallahu a'klam ..bagai mana menurut Tgk Alizar ....waslam

    BalasHapus
  10. untuk yth tgk H . Jafar siddiq St Ht

    Masalah hukum makan di rumah kematian dapat tgk baca pada blog kami ini, yaitu pada label “sadaqah dan lainnya” dengan judul “Makan bersama pada rumah kematian” dengan dilengkapi pendapat ulama beserta dalil-dalilnya. Untuk dimaklumi, orang yang tidak mau menggunakan dalil qiyas dalam penetapan hukum Islam diannggap syaz (ganjil/aneh). Oleh karena itu, khilaf golongan yang tidak mau menggunakan qiyas sebagai dalil tidak dihormati dalam fiqh, seperti kelompok Daud Dhahiri, Ibnu Hazm dan kelompok dhahiri lainnya. Dalam kitab al-Asybah wal-Nadhair halaman 64, al-Suyuthi mengatakan :
    “Tidak boleh dipertimbangkan pendapat Daud (maksudnya : Daud al-Dhahiri), karena tidak sah adanya.”

    Selanjutnya beliau mengutip perkataan Imam al-Haramain yang mengatakan :
    “Sesungguhnya, ulama yang tahqiq tidak menjadikan khilaf ahli dhahir sebagai pertimbangan.”

    Adapun pernyataan Imam Syafi’i sebagaimana dakwaan teman tgk tadi, kami tidak menemukannya dalam kitab al-Um. Setelah kami membuka kitab al-Um terbitan Maktabah Syamilah dengan kata kuncinya “al-Niyahah” (meratap), kami hanya menemukan pada Juz I, Halaman 279, bab al-Qiyam lil Janazah, berbunyi :
    قَالَ الشّاَفعيُّ : وَأَكْرَهُ النِّيَاحَةَ على الْمَيِّتِ بَعْدَ مَوْتِهِ وَأَنْ تَنْدُبَهُ النَّائِحَةُ على الاِنْفِرَادِ لَكِنْ يُعَزَّى بِمَا أَمَرَ اللَّهُ عز وجل من الصَّبْرِ وَالاِسْتِرْجَاعِ وَأَكْرَهُ الْمَأْتَمَ وَهِيَ الْجَمَاعَةُ وَإِنْ لم يَكُنْ لهم بُكَاءٌ فإن ذلك يُجَدِّدُ الْحُزْنَ

    Menurut hemat kami, terjemahannya dalam Bahasa Indonesia lebih kurang begini :
    “Syafi’i mengatakan, Aku makruhkan meratap atas mayat setelah dia meninggal dan menyebut-nyebut kebaikan simayat secara sendiri-sendiri, tetapi hendaknya dihibur dengan apa yang diperintah Allah ‘Azza wa Jalla berupa kesabaran dan muraja’ah kepada Allah SWT. Dan aku makruhkan duduk bersama-sama yaitu berjama’ah meskipun tanpa menangis, karena yang demikian itu, dapat menimbulkan kembali duka citanya”.

    Kalau memang teks ini yang dimaksud teman tgk tersebut, dengan gamblang dan jelas, kita tidak menemukan perkataan ”makan” pada teks tersebut.
    Kalau kita simpulkan teks di atas, dapat dirincikan sebagai berikut :
    1.makruh meratapi mayat
    2.makruh menyebut-nyebut kebaikan mayat secara sendiri-sendiri
    3.makruh berkumpul , meskipun tanpa menangis, karena hal itu dapat menimbulkan kembali duka cita.
    Mungkin yang dimaksud teman tgk tersebut adalah point yang ketiga ini. Kalau dugaan kami ini benar, maka jawabannya sebagai berikut :
    1.tidak ada perkataan ”makan” pada teks tersebut sebagaimana diperhatikan pada teks di atas
    2.makruh berkumpul adalah dalam konteks dapat menimbulkan kembali duka cita, meskipun tidak ada tangisan atau ratapan dalam majelis berkumpul tersebut. Hal ini dipahami dari ’illat hukum makruh yang dikemukakan Imam Syafi’i. Oleh karena itu, kalau tidak ada hal-hal yang dapat menimbulkan kembali duka cita, maka tidak terlarang. Makan di rumah kematian, tidak pernah terdengar ada kasus yang pernah menimbulkan kembali duka cita dengan sebab adanya acara makan. Bahkan biasanya keluarga simayat merasa terhibur dengan sebab adanya hadiah pahala sadaqah makanan kepada kaum muslimin yang insya Allah sampai kepada simayat menurut ijmak ulama. Apalagi acara makan di rumah kematian, biasanya diikuti dengan pembaca do’a untuk keselamatan simayat di alam barzakh dan di akhirat kelak.

    BalasHapus
  11. untuk yth tgk H . Jafar siddiq St Ht

    Setelah membuka email yang tgk kirim kepada kami, rasanya perlu kami tambah penjelasannya sbb :
    1. ada 3 point (kalau tidak salah) yang menjadi persoalan dalam tulisan yg tgk kirim itu, yaitu
    a. masalah makan pada rumah kematian.
    b. masalah hadiah pahala kepada mayat
    c. masalah bid'ah hasanah

    2.Penjelasannya:
    a.(masalah a).semua kutipan ulama Syafi'iyah yang tgk sebutkan itu , semuanya adalah dalam konteks dapat menimbulkan kembali duka cita sebagaimana sudah kami jelaskan dalam komentar sebelum ini dan sekali lagi, silahkan tgk baca pada blog kami ini, yaitu pada label “sadaqah dan lainnya” dengan judul “Makan bersama pada rumah kematian”

    b. (masalah b),silahkan tgk baca jawabannya pada blog kami ini, yaitu pada label “sadaqah dan lainnya” dengan judul,Hadiah pahala untuk orang yang sudah meninggal

    c. (masalah c). jumhur ulama mengakui adanya bid'ah hasanah. hal ini berdasarkan mafhum mukhalafah hadits Nabi SAW , berbunyi :
    من أحدث في أمرنا هذا ماليس منه فهو رد
    Artinya : Barang siapa yang mengada-adakan sesuatu (amalan) dalam urusan (agama) kami yang bukan dari agama kami, maka (amalan) itu tertolak.(H.R. Bukhari dan Muslim )

    perhatikan hadits di atas, yang ditolak tersebut adalah amalan yang diada2kan yang bukan dari agama. maka mafhum sebaliknya, adapun amalan yang diada2kan yang bersumber dari agama dapat diterima.yg terakhir ini, ulama menyebutnya sebagai bid'ah hasanah. disebut bersumber dari agama, karena bid'ah hasanah haruslah didukung oleh dalil2 agama yang bersifat umum, meskipun detilnya tidak ada contoh dari Nabi SAW

    BalasHapus
  12. untuk yth tgk H . Jafar siddiq St Ht

    insya Allah, masalah bid'ah hasanah akan kami muat dalam blog ini secara panjang lebar dengan menyertakan pendapat2 ulama serta dalil2nya

    BalasHapus
  13. Alhamdulillah .... semoga semua nya Terpetunjuk ....karena tajuk yg saya kirem adalah ( mencari kebenaran - Bukan mencari kebenaran ) se ingat saya Orang Orang yg mencari Ilmu dan hadir dalam majelis Ilmu ..mereka Di ganjar fahala bagai sembahyang sunat sepanjang malam ...masya ALLAH ...juga Allah berhujjah ( siapa yg memiliki ilmu agama Allah mereka akan di tinggikan derajat nya ) wallahu'aklam .....
    Syukran wasalam

    BalasHapus
  14. untuk yth tgk H . Jafar siddiq St Ht

    mudah2an kita semua selalu dalam hidayah Allah SWT. Hanya Allah yang lebih tahu tentang semuanya

    BalasHapus
  15. ( mencari kebenaran - Bukan mencari kemenangan )

    korexi tulisan semalam /
    wasalam ...

    BalasHapus
  16. tuan ustaz:

    saya dari malaysia. dakwaan tuan ada beberapa yang tidak benar. ini mungkin kerana tuan mencari dari sumber-sumber luar yang kurang arif tentang jamaah tabligh.

    tabligh ini ialah sifat nabi saw. ianya sebahagian daripada amalan agama. satu-satunya kelompok manusia yang menjalankan kerja tabligh cara nabi saw. ini ialah jamaah tabligh. ianya ialah kerja seluruh ummat nabi saw. sebenarnya.

    untuk tuan memahami usaha dakwah tabligh ini tidak cukup dengan mendengar dari mulut manusia atau melihat dengan mata. atau mengkaji dari buku2.

    jika benar tuan ingin tahu kebenaran. jika benar-benar! maka lapangkanlah masa tuan untuk khuruj bersama jamaah tabligh.

    imam ghazali rah. berkata "kalau kamu mahu benar kenal seseorang maka duduk bersamanya selama 3 hari"

    semoga Allah merahmati tuan yang inginkan kebenaran.

    BalasHapus
  17. Untuk yth penchacaiz,

    terima kasih atas komentarnya, semoga kita selalu dalam hidayah Allah SWT.
    Menanggapi komentar sdr, dapat kami tanggapi sbb :
    1. sebaiknya tunjuk saja yg mana informasi tentang Jama'ah Tabligh dari tulisan kami yg gak benar itu, supaya kita dapat mengetahui hakikat yg sebenarnya. Jadi tidak hanya sekedar teriak gak bener, tapi tidak berani menjelaskannya
    2. rujukan tulisan kami tersebut berdasarkan pernyataan-pernyataan Muhammad Ilyas sendiri yang kami kutip dari kitab/buku yang dikarang oleh orang-orang dekat dengan Muhammad Ilyas, pendiri Jama'ah Tabligh dan pendukung jama'ah tabligh seperti Mansur Nu'mani, Ali Nadwy, zakariya al-kandahlawy dan lain-lain. Jadi kami kira itu sudah cukup valid untuk menilai siapa jama'ah tabligh
    3. kalau sdr katakan untuk mengetahui kebenaran ttg jama'ah tabligh tidak cukup dengan mendengar, melihat dengan mata atau mengkaji kitab2, lalu bagaimana kita memahami agama Islam hari ini ?bukankah agama Islam hari ini kita terima dengan mendengar hadits Rasulullah SAW dari mulut kemulut yg dalam ilmu hadits di sebut dg sanad? bukan kah kemungkaran kita tahu dengan melihat dengan mata? bukankah ilmu pengetahuan agama kita warisi dari ulama melalui membaca kitab2 beliau? Aneh , aneh sdr ku, kalau dikatakan utk mencari kebenaran tidak dengan mendengar, melihat dan mengkaji kitab.

    Lebih aneh lagi kalau saudara mengatakan mencari kebenaran ttg jama'ah tabligh harus dengan khuruj dulu.
    perlu dicatat, bahwa sebelum kita masuk sesuatu, kita harus tahu dulu sesuatu itu. masuk sebuah bangunan aja, kita harus melihat dulu apakah bangunan itu ada pemiliknya atau tidak, apakah ada bahaya didalam atau tidak, apakah ada sesuatu yg haram atau tidak. tidak boleh utk mengetahui haram suatu minuman dengan mencoba minum dulu, tetapi cari tahu dulu melalui informasi lain, sehingga kita tidak terjebak dalam suatu haram, padahal kita tidak mengetahuinya.

    Kalau sdr katakan jama'ah tabligh merupakan satu-satunya usaha dakwah dengan cara Nabi SAW, Lalu bagaimana dengan usaha2 dakwah yang dilakukan oleh imam2 besar seperti Syafi'i, Malik, al-Ghazali dan lain-lain yg melakukan dakwah tidak seperti ala jama'ah tabligh?
    apakah mereka menurut sdr termasuk dalam kesesatan? dan apakah hanya jama'ah tabligh saja yang benar di dunia ini?
    sdrku, cari ilmu sebelum beramal supaya kita tdk termasuk dalam golongan beramal dgn sia2

    wallahua'lam

    BalasHapus
  18. saya ingin sedikit nimbrung dengan tulisan tulisan saudara ku di Atas ....saya sedikit ingin berbagie ....teringat saya ..

    Jama'ah tabligh pertama kali didirikann oleh Maulana Muhammad Ilyas di utara pradesh, India. Salah satu penyimpangan dr jama'ah tabligh ini mrk sangat mengkultuskan Maulana Muhammad Ilyas ini. Bahkan para pengikut beliau menganggap beliau seorng mujadid. Maulana Muhammad Ilyas dalam menetapkan metode gerakan Jama’ah Tabligh menggunakan dalil al-Qur’an dengan penafsirannya berdasarkan mimpi. Hal ini dikeahui sebagaimana pernyataannya dalam kitabnya, Malfudhat :
    “ Ketahuilah ! Aku menemukan jalan bertabligh ini melalui mimpi dan Allah SWT juga mengajariku dalam mimpi penafsiran ayat :
    كُنْتُمْ خَيْرَ أُمَّةٍ أُخْرِجَتْ لِلنَّاسِ تَأْمُرُونَ بِالْمَعْرُوفِ وَتَنْهَوْنَ عَنِ الْمُنْكَرِ وَتُؤْمِنُونَ بِاللَّهِ
    Artinya : “Kamu sekalian merupakan sebaik-baik ummat yang diutuskan untuk manusia. Engkau menyuruh kepada kebaikan dan melarang segala kemungkaran dan beriman kepada Allah”(Q.S. Ali Imran :110)
    Para ulama besar ahlussunnah sepakat bahwa mimpi tidak dapat dijadikan hujjah dalam penetapan hukum. Oleh karena itu, dalam kalangan Kaum Ahlussunnah wal Jama’ah, kita hanya mengenal sumber – sumber hukum, yaitu : Al-Qur’an, Sunnah, Ijma’, Qiyas, Qaulul Shahaby, Ishtishhab, Maslahah Murshalah, Istihsan, Saddul Zara-i’, Mengenai ilham, telah berkata Syekh Zakaria Al-Anshary :
    “Ilham yang terjadi pada manusia yang tidak ma’shum tidak dapat dijadikan sebagai hujjah, karena tidak aman dari tipu daya syaithan”. Inilah salah satu penyimpangan dr jamaah tabligh ini, mrk byk menafsirkan ayat atau hadist berdasarkan mimpi atau ilham dr sang maulana ini.

    dan imam malik juga pernah berfatwa ..amalan tampa ilmu kafir dindeq .... ilmu tampa amalan pasi'k ...yg tahqih adalah ....ilmu & amalan .......sejalan .....walluhu 'aklam .

    BalasHapus
  19. untuk yth tgk H . Jafar siddiq St Ht

    syukran and terima kasih
    ohya, tulisan di atas bersambung sampai 4 bagian (sudah dimuat semua dlm blog ini), silahkan baca semua nya
    wassalam

    BalasHapus
  20. Assalamualaikum wr wb.Dengan hormat saya ingin beri komentar atas tulisan tgk yang mulia.
    Untuk kajian dalam memahami jamaah tabligh diatas saya tidak membantah apa dalil yang sudah tgk tulis.Tetapi saya hanya menyarankan apabila kita ingin melakukan penelitian maka kita harus terjun ke lapangan langsung.Yah seperti snouck dulu beberapa masa di aceh sudah bisa buat kesimpulan tentang aceh.Tetapi yang paling mudah kita memahami kalau kita sbagai mahasiswa mau buat skripsi tetapi tidak praktek lapangan jadinya skripsi abal-abalan alias nyiplak sana nyiplak sini.Jadi saya usul kepada tgk yang mulia agar tulisannya menjadi objektif sebaiknya turun ke lapangan.InsyaALLAH.ini sekadar usulan lho..Terima kasih.

    BalasHapus
  21. terima kasih atas komentar dan saran tgk,
    khusus mengenai saran tgk kami jawab sbb ;

    1.sebuah kajian ilmiyah tidak mesti harus ada kajian lapangan, sehingga dalam dunia penelitian ada penelitian lapangan dan ada juga penelitian perpustakaan. ini kami kira banyak diketahui orang, hanya orang-orang yg tidak terbiasa dengan dunia ilmiyah saja yang tidak tahu. tulisan kami di atas termasuk dlm katagori kedua yaitu penelitian perpustakaan

    2.saran tgk untuk mengikuti langkah snouck kafir dari Belanda, kami mohon maaf tidak terbiasa mengikuti langkah kafir, snouck pendusta dan banyak bohong mengenai Aceh. coba baca pendapat para ahli sejarah mengenai snouck ini sehingga mudah2an tgk tidak terperdaya dengan pemikiran snouck penjajah tersebut

    3. tulisan kami mengenai Jama'ah Tabligh adalah berdasarkan informasi yg kami kutip dari kitab/buku karangan tokoh2 Jama'ah tabligh sendiri yang merupakan ikutan para jama'ah tabligh bahkan tulisan dari pendiri jama'ah tabligh, muhammad Ilyas.
    kitab/buku tersebut antara lain Fadhailul Amal, malfudhat, Riwayat Hidup dan Usaha Dakwah Maulana Muhammad Ilyas, Otobiografi Kisah-Kisah Kehidupan Syaikhul Hadits Maulana Zakariyya al- Kandhalawi, Mutiara Hikmah Ulama Ahli Dakwah dan lain2. silahkan baca kembali semua rujukan kami mengenai Jama'ah tabligh

    4. kitab/buku 2 tsb merupakan pedoman para Jama'ah Tabligh dalam melakukan usaha dakwah mereka di lapangan

    5, dalam menulis tulisan di atas, kami tidak pernah menjiplak karya orang, kami hanya menjadikan rujukan di atas sebagai bahan informasi mengenai Jama'ah tabligh, kemudian membahasnya dengan merujuk kepada dalil2 alqur'an dan hadits. kalau dalam memahami al-qur'an dan hadits, kami merujuk kepada pendapat ulama2 muktabar dalam Islam, sep. ibnu katsir, al-thabary, al-Nawawi dan lainnya kami kira itu memang suatu keharusan, karena mereka lebih tahu mengenai agama di bandingkan kita yang hidup jauh dari masa kehidupan Nabi SAW

    6. berdasarkan uraian di atas, maka dapat kami katakan bahwa tulisan kami di atas sudah memadai untuk menilai siapa jama'ah tabligh itu

    7. wassalam. mudah2an bermanfaat

    BalasHapus
  22. ASSALAMU'ALAIKUM .
    MOHON SEDIKIT PENJELASAN .
    MASALAH .RUKYAH . HILAL & HISAB . BANYAK DI KALANGAN UMMAT BERBEDA PANDANGAN .MASALAH INI .PUASA & LEBARAN ....HARAM PUASA DI HARI RAYA .& GENAB KAN 30 HARI BILA BULAN TIDAK TAMPAK ..
    MAKASIH Wasalam

    BalasHapus
  23. terima kasih atas kunjungannya. insya Allah permintaan saudara akan kami coba membahasnya dalam blog ini.
    sambil menunggu pembahasan tersebut, mungkin ada baiknya saudara ikut membaca sedikit pembahasan yang bersentuhan dengan masalah saudara tsb, yaitu "Berpuasa dengan sebab ru’yatul hilal di wilayah lain". Dapat saudara cari pada label "Puasa" pada blog ini. terima kasih

    BalasHapus
  24. saya yang tanya masalah di atas ...blogger saya ada masalah sudah 2 minggu . trimakasih wasalam saya lupa kata sandi masya ALLAH .....

    BalasHapus
  25. Assalamu'alaikum wrwb Selamat Hari Raya Idul Fitri 1423 H, Taqaballallahu Minna wa Minkum... Buat Semua saudara –Saudari ku se iman & Se Agama ,Semoga amal puasa kita diterima Allah Swt..dan Mendapat Titel TAQWA ..
    TGK H JAFAR SIDDIQ ST HT
    & KELUARGA

    BalasHapus
  26. Asslamulaikum WrWB
    Tgk Alizar Usman . YTH
    selain blog ini di mana ada blog yg membahas tuntas ( habis di kupas masalah Hukum fiQih )
    makasih Wasalam

    BalasHapus
  27. Asslamulaikum WrWB
    Tgk Alizar Usman . YTH
    selain blog ini di mana ada blog yg membahas tuntas ( habis di kupas masalah Hukum fiQih )
    makasih Wasalam

    BalasHapus
  28. untuk yth tgk H . Jafar siddiq St Ht dan umat Islam semuanya.
    kami juga mengucapkan Selamat Hari Raya Idul Fitri 1423 H, mohon maaf lahir batin. mudah2an amal kita selama ini diterima Allah SWT.
    ohya blog yang membahas fiqh, mungkin tgk bisa mencoba antara lain :
    Abu Salafy, BAHRUS SHOFA, Direktori Pesantren Indonesia, Dr. Wahbah Zuhaili . mudah2an bermanfaat

    BalasHapus
  29. untuk yth tgk H . Jafar siddiq St Ht
    untuk memahami kenapa di Aceh dan Indonesia pada umumnya berbeda dalam menentukan awal Ramadhan dan lebaran, dapat tgk baca tulisan kami pada blog ini dengan judul "Memahami Terjadi Perbedaan dalam Menentukan Awal Ramadhan dan Hari Raya ‘Aidil Fitri di Aceh" pada label "Puasa"
    wassalam

    BalasHapus
  30. Trimakasih atas semua imformasi & kerja sama da'kwah yang baik mudah mudahan ada mamfa'at nya & lagi di rizoi Allah .swt ..salam juga buat semua .....Amin wasalam

    BalasHapus
  31. Tgk Alizar Usman . Anas bin Malik r.a. berkata, "Nabi bersabda, 'Tidak ada seorang muslim yang ditinggal mati oleh tiga orang anak nya yang belum balig kecuali Allah akan memasukkannya ke surga karena anugerah rahmat Nya kepada mereka.'"
    berkenaan dengan hadis di atas ...bagai mana jika sekiranya si ayah .jarang solat bahkan nyaris tampa sholat ....apa berlaku hadis di atas ? .mohon penjelasan wasalam .

    BalasHapus
  32. untuk yth tgk H . Jafar siddiq St Ht
    menjawab pertanyaan tgk di atas, dapat tgk baca tulisan kami pada blog ini dengan judul "Orangtua yang meninggal anaknya, namun tetap dalam kesabaran" pada label "umum" namun kalau tgk mempunyai pendapat lain, bisa tgk sampaikan di sini.
    terima kasih , wassalam.

    BalasHapus
  33. Assalamu'alaikum .
    Barangsiapa mengawini seorang wanita karena memandang kedudukannya maka Allah akan menambah baginya kerendahan, dan barangsiapa mengawini wanita karena memandang harta-bendanya maka Allah akan menambah baginya kemelaratan, dan barangsiapa mengawininya karena memandang keturunannya maka Allah akan menambah baginya kehinaan, tetapi barangsiapa mengawini seorang wanita karena bermaksud ingin meredam gejolak mata dan menjaga kesucian seksualnya atau ingin mendekatkan ikatan kekeluargaan maka Allah akan memberkahinya bagi isterinya dan memberkahi isterinya baginya. (HR. Bukhari)

    lalu bagai mana dengan hadis kebalikan nya ? tidak bertentangan ??

    kawinin wanita dengan 4 perkara
    kecantikan
    keturunan
    kekayaan
    agama ,,,,lalu di lihat dari segi hadis ..hampir berlawanan ...satu sisi di larang . pada sisi lain di anjurkan

    mohon penjelasan ..Wasalam

    BalasHapus
  34. untuk yth tgk H . Jafar siddiq St Ht
    untuk pertanyaan tgk di atas, sudah kami jawab dalam blog kami ini dengan judul "Hadits perempuan dinikahi karena empat hal" pada label "Tafsir hadits"

    wassalam

    BalasHapus
  35. salam . menyikapi masalah ribonding ( HARAM ) karena nerobah cipta'an ......lalu bagai mana memasang kawat gigi (BEHEL ) dan memancungkan hidung ...lalu berhias seperti hiasan pengantin apa kah ini juga termasuk merobah cipta'an atau memang di harus kan berhias ...lalu behel gigi termasukkah berhias ?? trimakasih wasalam

    BalasHapus
  36. memahami dari tulisan kami dalam blog ini pada label "mu'amalah" antara lain masalah rebonding dan mengikir gigi dan lainnya, maka menurut hemat kami, pertanyaan saudara dpt dijawab sbb :
    1. memasang kawat pada gigi kalau untuk merobah letak atau bentuk gigi hanya utk mempercantik, maka itu haram, kecuali ada keperluan lain seperti keadaan gigi tidak normal sehingga dianggap aib, maka ini menjadi boleh atau karena sakit.
    2. memancungkan hidung juga haram, karena hidung pesek bukan aib
    3. menghias pengantin selama tidak ada dengan cara merobah ciptaan Allah dan perbuatan yang diharam lainnya tidak dilarang

    wassalam, mudah2an Allah memberi kita hidayah-Nya

    BalasHapus
  37. trimakasih dengan jawaban di Atas . barakallah .

    BalasHapus
  38. salam . Tolong penjelasan yg akurat tentang Orang yang meninggal . dalam bulan ramadhan .kemudaha apa saja yg di peroleh nya

    & Orang yang meninggal hari / malam jum'at apa kemudaha nya
    wasalam

    BalasHapus
  39. TGK H JAFAR SIDDIQ ST HT YTH
    menjawab pertanyaan tgk di atas, dapat dibaca tulisan kami pada blog ini dengan judul "Kelebihan Meninggal Dunia pada Bulan Ramadhan dan hari Jum'at" pada Label "Jenazah dan Kuburan".

    wassalam

    BalasHapus
  40. .bagai mana hukum memakai mix krovon yg berkabel panjang oleh imam sembah yang.kabel itu bersambung ke ampli dari ampli kabel ke lasfiker dilasfiker ada najis

    wasalam

    BalasHapus
  41. jawaban pertanyaan tgk di atas sudah kami jawab pada blog ini dengan judul "Menanggung najis dalam shalat" pada Label "shalat"

    terima kasih

    BalasHapus
  42. salam .
    Bagai mana hukum .Air tdak mencapai 2 kulah lalu berwudhuk ...tapi pakai gayung ..air yg bekas udhuk jatuh kedalam nya ...& air bekas mandi jatuh kedalam nya ( kulah ) boleh kah berudhuk ???

    adakah sama seperti hukum di atas ( masalah tali mikrofon bersambung dengan imam & najis ??
    wasalam .

    & bagai mana jika kita berhadas lalu buang air besar ...nah dikala kita membersih kan air besar kita niat ..sahaja saya mandi buang hadas besar .....lalu kita cebok sampai memasukkan air ke ANUS ...lalu tidak di sempur nakan mandi nya ..kita berjalan ..nakan ..& lain lain ..berselang 2 jam kita lanjut kan mandi tapi tidak di niat kan mandi hadas cuma hanya meratakan kesegenab anggota badan sahaj ..apakah sah mandi wajib kita /? makasi WASALAM

    BalasHapus
  43. untuk TGK H JAFAR SIDDIQ ST HT YTH :
    jawabannya dapat tgk baca dalam blog ini dengan judul "Air Musta’mal, Niat dan Muwaalat pada Mandi" pada label "Bersuci"

    wassalam, mudah2an bermanfaat

    BalasHapus
  44. اَلسَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ
    bagai mana hukum , seseorang yang punya harta lalu hanya punya seorang anak perempuan ,lalu dia juga punya cucu ,,,sah kah hukum di hibbah kan harta nya kepada cucu nya selagi dia msih hidup ???
    atau seandai dia tidak hibbahkan , berapakah hak warisan untuk wali nya , ? dari perwalian nya oleh si nenek tadi yg hanya punya satu anak perempuan ....

    salah seseorang membagi kan harta nya kepada cucu nya sementara wali nya masih hidup ???

    wasalam

    BalasHapus
  45. utk YTh TGK H JAFAR SIDDIQ ST HT

    jawaban dari pertanyaan tgk dapat dibaca pada tulisan kami pada blog ini dengan judul : menghibah harta untuk cucu pada label "Mua'malah"

    syukran jazila

    BalasHapus
  46. اَلسَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ
    berapa ukuran 2 kulah ....baik meter atau sipatan tangan ( siku ) tangan atau Cm ....atau sekira kira meter CM ...
    makasih wasalam karena jaman kini banyak kulah di buat bak dalam kamar mandi + Wc . di dalam kamar atau HOTEL ...

    BalasHapus
  47. Ukuran dua qullah air menurut kajian Tgk Muhammad Yusuf H. A. Wahab dan Tgk tarmizi H. Daud al-Yusufi dari Dayah Mudi Mesra Samalanga, Kabupaten Bireun dalam makalahnya "Miqdar al-Syar'i" adalah sebagai berikut :
    1. Luas : 60cm X 60cm X 60cm.
    2. Volume (kubik) : 216.000 cm3
    3. Volume (liter) : 216 liter
    4. Berat (kg) : 216 Kg
    5. Berat (rithal) : 500 Rithal Baghdad

    wassalam

    BalasHapus
  48. klu ingin tau ttg jamaah tabligh ,coba kunjungi dan tny di link ini:

    1.http://tengkuzulkarnain.net/
    2.http://www.jamaahtabligh.tk/
    3.http://salafytobat.wordpress.com/
    4.http://usahadawah.com

    BalasHapus
  49. salam .
    tgk ? ada se ekor kera sangat mmenganggu masuk desa , masuk rumah , malah sudah tingkat mengaggu menerkam anak ayam dan mengkotori pakayan yg di jemur ,lalu masuk kekamar anak anak lalu makan makanan seperti pisang dan lain lain ...juga mengkotori kulah ( bak air ) ...tindakan apa yg harus saya lakukan ...apa saya biar kan ....tapi saya terganggu ..atau saya tembak ( bunuh dia ) apa saya berdousa membunuh makluk ALLAH yg tidak memiliki pikiran ??? mohon penjelasan nya wasalam .........

    BalasHapus
  50. YTH : TGK H JAFAR SIDDIQ ST HT

    binatang yang menganggu dan merugikan kehidupan manusia sudah dianggap hama yang harus disingkirkan. jadi menurut hemat kami, kera tersebut boleh dibunuh. bukankah ada hadits yang menyuruh kita membunuh binatang-binatang pengganggu sebagimana hadist riwayat Muslim :
    خمس فواسق يقتلن في الحل والحرم: الحية، والغراب الأبقع، والفارة، والكلب العقور، والحديا

    Artinya : Lima hewan fasiq yang hendaknya dibunuh, baik di tanah halal maupun haram yaitu ular, burung gagak warna belang, tikus, anjing tidak terlatih, burung elang. (HR. Muslim)

    sedangkan kera sebagaimana cerita tgk, sudah melakukan hal-hal yang sangat merugikan kehidupan manusia. jadi hukum kebolehan membunuh kera lebih patut. dalam ushul fiqh, ini disebut dengan qiyas aulawi

    terima kasih

    BalasHapus
  51. Jaza kallah . semula saya punya juga fikiran seperti tengku ,,,saya mengaggab ia HAMA . tapi saya punya hati ....punya rasa terkadang tidak tega , saya teringat , sebuah hadist .
    seorang wanita jahat memberi minum anjing lalu se izin ALLAH di di masukkan kesyurga .....
    ...wasalam .

    BalasHapus
  52. YTH : TGK H JAFAR SIDDIQ ST HT

    itu adalah anjing terlatih yang berguna bagi manusia. sedang kan anjing tidak terlatih (kalb 'uqur)termasuk binatang fawasiq yang lima yang diperintah bunuh sebagaimana hadits di atas.

    wassalam

    BalasHapus
  53. salam .
    saya tidak menemukan hadist , bahwa membayar ongkos kepada pekerja farzu kifayah ( ceneuhit mayyit ) seperti mensalati , mengkafani @ menanamkan nya .....tapi realita sekarang kita di aceh banyak yang mengupah semua itu ....mensalati , mengkafani ,menanam nya ....tampa dibayar kadang tak ada yg mengurus jenazahh tsbt : .....padahal itu farzu kifayah bila tidak di kerjakan maka berdosa satu kampung .....maka apakah hukum mengupah itu berdosa ...karean tidak memiliki nas atau ayat ??? atau itu di boleh kan ...karena di anggab bid'ah hasanah ...lalu juga ada berpendapat tidak ada istilah bi'd'ah hasanah dalam islam ,semua bid'ah mungkar konon kata yg berkata , wallahu'aklam mohn penjelasan .

    BalasHapus
  54. menjawab pertanyaan tgk mengenai mengongkoskan orang melakukan tajhiz mayat, insya Allah kami mencoba membahas secara khusus. mudah2an Allah memberi kekuatan pada kita semua. Amin !

    BalasHapus
  55. YTH : TGK H JAFAR SIDDIQ ST HT
    untuk jawaban pertanyaan tgk, dapat tgk membaca tulisan kami dalam blog ini dengan judul "mengongkoskan tajhiz mayat" pada label "Mu'amalah"

    wassalam

    BalasHapus
  56. salam
    6 golongan perempuan yang jangan di jadikan istri
    1 - al ananah ( berkeluh kesah ) perempuan banyak keluh kesah
    2 - al mananah ( almananah ) perempuan yang banyak berungkit pada suami
    3 _ Al hunanah ( perempuan yang ber keinginan pada lelaki lain )
    4 _ Alhudaqah ( perempuan bergemar pada sesuatu sehingga memaksa suami nya
    5 _ al buraqah ( perempuan yg sibuk bersolek lupa beribadah
    6 - Assalaqah ( perempuan yang banyak bercakab ...
    bermula seorang lelaki yang jahat ada tiga sifat ...sementara perempuan bersifat dengan sifat ini BAGUS
    1 - kedekut ( pelit ) suami . tidak bagus / istri bagus . kalau pelit selamat
    2 - azzuhu ( membesarkan diri sombong ) suami tidak bagus / istri kalau sombong bagus
    3 - Aljubnu ( penakut ) suami tak bagus / istri bagus
    6 katagori di atas yg saya sebut kan apa kah ada dasar hadis .nya . mohon penjelasan Wasalam .

    BalasHapus
  57. dalam kitab hasyiah bujairumi 'ala al-khatib,juz x, hal. 38, (versi maktabah Syamilah) karangan syeikh bujairumi di sebutkan, Dari sebagian orang Arab membeci pernikahan perempuan yang ada lima sifat; anaanah, hanaanah, hadaaqah, syadaaqah dan baraaqah. bunyi dalam bahasa arabnya adalah :

    وَعَنْ بَعْضِ الْعَرَبِ أَنَّهُ يُكْرَهُ نِكَاحُ خَمْسَةٍ : أَنَّانَةٌ وَحَنَّانَةٌ وَحَدَّاقَةٌ وَشَدَّاقَةٌ وَبَرَّاقَةٌ

    kami belum menemukan perkataan tersebut sebagai hadits. berdasarkan yang ditulis dalam kitab di atas, ucapan tersebut hanya perkataan yang biasa di ucapkan oleh sebagian Arab.
    kepada pembaca yang mengetahui tentang ini, kami mengucapkan terima kasih kalau ada keterangan yang lebih bagus dari ini.
    wallahua'lam dan terima kasih

    BalasHapus
  58. Tgk Alizar Usman .
    salam .
    niat badal haji sama dengan niat kerja haji sendiri . yang saya temukan , hanya sekali niat .bagai niat shalat pada takbir ula .....tidak perlu ada niat per kelakuan .rukun ke rukun ..tapi ....ada juga yang berpendapat bahwa , harus di niat rukun ke rukun . se umpama . ihram , lalu tawah .lalu safa marwah cukur . & wukuf ......semua harus di niat kan setiap kelakuan rukun ke rukun apa benar tgk ? bila benar tolong imfo ..dasar hukum nya ...baik hadist atau ijma'ak . wasalam .

    BalasHapus
  59. rukun-rukun shalat merupakan satu kesatuan, buktinya antara rukun-rukun tersebut tidak boleh diselangi oleh perbuatan lain yang bukan perbuatan shalat. karena itu tidak diperlukan niat pada setiap rukun tersebut. hal ini berbeda dengan rukun-rukun haji dimana antara rukun-rukunnya dapat diselangi dengan perbuatan yang bukan perbuatan haji.

    BalasHapus
  60. Assalamu ‘alaikum Wr. Wb.

    Status Ayah dan Ibu Rasulullah, Muslim atau Kafir?


    Beberapa hari lalu ada seorang kawan yang ikut satu jama’ah dakwah mendatangi saya. Dia membawakan keterangan bahwa Ayah dan Ibu Nabi Muhammad shallallahu 'alaihi wasallam adalah muslim. Bahkan ia mengatakan, orang yang meyakini keduanya meninggal sebagai musyrik dan kafir terancam akidahnya, dia bisa kafir. Mohon penjelasan tentang status kedua orang tua Nabi shallallahu 'alaihi wasallam?

    BalasHapus
  61. YTH : TGK H JAFAR SIDDIQ ST HT

    karena ini, memerlukan pembahasan yang konverehensif, maka insya Allah akan kami bahas dalam pembahasan khusus

    wassalam

    BalasHapus
  62. YTH : TGK H JAFAR SIDDIQ ST HT
    masalah keimanan orangtua Nabi SAW dapat tgk baca pada tulisan pada blog ini dengan judul "Keimanan Ayah dan Ibu Nabi Muhammad`SAW" pada label "Akidah"

    syukran
    wassalam

    BalasHapus
  63. السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ

    sebagai mana kita ketahui . bahwa umat islam terpecah kepda 73 golongan ,semua masuk neraka kecuali ~ ASWAJA .

    dan .....seseorang akan di bangkit kan dari neraka asal mempunyai iman walau sebiji sawi ....lalu di masukkan ke syurga .....

    pertanyaan nya adalah : 72 golongan selain ASWAJA . yg masuk neraka apakaha mereka kekal ? di neraka atau mereka ada ampunan lalu masuk syurga . sebagai mana poin ke dua di atas , menyangkut ada iman walau sedikit .
    makasih wasalam

    BalasHapus
  64. ahli bid'ah yang menyesatkan ada dua katagori besar, yaitu
    1.menyesatkan tapi tidak mengakibatkan kafir seperti syiah imamiyah, mu'tazilah dan lain-lain
    2. menyesatkan dan lagi mengakibatkan kafir seperti syiah ghuluw yang mengi'tiqad Ali sebagai tuhan, atau mengi'tiqad jibril tersalah menurunkan wahyu kepada Muhammad dimana menurut mereka semestinya diturunkan kepada Ali dll

    wassalam

    BalasHapus
  65. ahli bid'ah yang menyesatkan ada dua katagori besar, yaitu
    1.menyesatkan tapi tidak mengakibatkan kafir seperti syiah imamiyah, mu'tazilah dan lain-lain
    2. menyesatkan dan lagi mengakibatkan kafir seperti syiah ghuluw yang mengi'tiqad Ali sebagai tuhan, atau mengi'tiqad jibril tersalah menurunkan wahyu kepada Muhammad dimana menurut mereka semestinya diturunkan kepada Ali dll

    kelompok yang kedua kekal dalam neraka dan tidak pernah merasa surga.

    catatan
    iman adalah percaya kepada Allah dan rasulnya dan apa yang datang dari Allah dan Rasulnya.
    jadi mengingkari sesuatu yang dipastikan secara mudah dan qath'i datang Allah dan Rasulnya menjadikan batal iman seseorang. ini berbeda halnya kalau seseorang mengingkari sesuatu yang tidak qath'i dan tidak mudah dipahami datang dari Allah dan rasulnya, maka tidak mengakibatkan dia kafir, meskipun kadang2 dapat mengakibatkan dianggap sebagai sesat menyesatkan seperti i'tiqad ibnu taimiyah menolak tawasul, karena i'tiqad tersebut berlawanan dgn ijmak ulama. tidak mengakibatkan kafir karena i'tiqadnya itu dengan ada ta'wil, meskipun ta'wilnya itu tidak dapat diterima karena bertentangan dgn ijmak

    wasssalam

    BalasHapus
  66. salam Tgk Alizar Usman

    Saya dari Malaysia...bagus sekali isinya...

    mohon copy boleh...?

    BalasHapus
  67. semua tulisan yg dimuat dalam blog ini boleh dicopi utk dakwah islamiyah
    terima kasih atas kunjungannya

    wassalam

    BalasHapus
  68. Kayaknya tgk alizar usman ini sudah membuat perpecahan umat, seharusnya menyatukan umat, saya tidak membela yang mana pun akan tetapi betapa bijaksananya apabila tidak merendahkan golongan mana pun seolah-olah dirinya sudah benar,"janganlah kamu memperolok-olok suatu kaum, boleh jadi kaum yang kamu olok lebih baik daripada kamu".
    Terima kasih.

    Wassalam.

    BalasHapus
  69. menyatukan ummat bukanlah berarti membiarkan kesesatan merajalela, ingat menyatakan yg benar merupakan perdhu kifayah atas setiap orang yang berakidah islam yg benar. ini sudah dilakukan ulama-ulama besar yang sudah mendahului kita seperti asy'ary, al-ghazali, al-haitamy dan lain-lain

    wassalam

    BalasHapus
  70. Tgk Alizar . trimakasih . atas penjelasan nya >

    barakallahu fiqum

    BalasHapus
  71. السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ

    TAUHID

    SEGALA SESUATU HANA LEPAS DARI TAKGLOK KUDRAH IRADAH ALLAH pada barang yg mungken
    Meposisikan (peunyata but kerja tanyou (kasbon ) na dali - pakon gata dalam neraka sakar ? kamou hana hana meupubut seumayang ini dalil pertama lalu dalil yg kedua { Allah hana neu ubah nikmat saboh kaum kecuali kaum tersebut mengubah nikmat tsbt kepada kufur - 2 boh dali nyou -----menandakan na (kasbon ) kerja tanyou - namun ????? grak but kasbon nyou juga iradah Allah -

    lalu taposisikan na but kerja Allah ……….sikin han putoh takue nabi ismail & juga apue han tutong nabi Ibrahim .. menandakan kasbon manusia hana ek jibi beukass …. Nah ter nyata kedua but kasbon & takser merupakan Allah po but …………..dalam kata yg lain ( allah cipta tanyou juga Allah cipta but tanyou ) .

    pertanyaan pertama 1 - pat cit beda jabbariah ngen ahli sunnah ?
    sebab ahlisunnah . di antara kedua but takser & kasbon -

    pertanyaan ke dua 2 - kiban tata cara takglok kudrah iradah pada barang yg mungken

    Pertanyaan kedua 3 { kiban cara tapisah but taksir (iradah ) dengan (kasbon ) iktiar mangat meuri ….
    sebab :
    . takalen jinow – asai rahmat tapeu bangsa keu but Allah – contoh Alhamdulillah Allah kaneu taksir iradah ta’at bak tanyou -
    lalu contoh pada maksiat -
    masya Allah lon ka roh lon pubut but dasya ….sang nyou but kerja mutlak tanyou ….sementara kedua but nya Allah yg takser ( iradah ) …..tapeugah Allah po kehendak tanyou juga nabut ……jadi kiban cara ata kedua nya ta implementasikan nak meuri taksir & iktiar ….sementara bak ujong ujong bamdum pekara …wou ke taksir ( iradah )

    watei jatoh khitab Allah bak Abu lahab hana geu me iman . pue jeut geu peusalah Allah . karena Allah hana geu khitab iman bak abu lahab nyan …….sabab iktiar (kasbon ) hana di beribekas ….tampa takser (iradah ) ……

    sekian
    ma'af dengan bahasa aceh .

    BalasHapus
  72. Jawab :

    1. Beda jabariah dengan ahlussunah
    - Ahlussunnah : manusia merasai mempunyai keinginan dalam suatu perbuatan yang diperbuatkannya. Karena itu, sah dinisbahkan perbuatan itu kepadanya, sehingga disebutlah seorang yang memukul (misalnya), karena dia merasa mempunyai keinginan dalam memukul, meskipun keinginan memukul itu merupakan iradah Allah.
    - Jabariyah : manusia tidak merasai mempunyai keinginan melakukan suatu perbuatan. Manusia hanya seperti kapas diterpa angin, tidak ada perasaan berkeinginan melakukan suatu perbuatan sama sekali, sehingga tidak sah dinisbahkan suatu perbuatan kepadanya.

    2. Ta’luq qudrah dan iradah Allah pada yang mungkin, bermakna bahwa Allah hanya mungkin menghendaki dan mencipta sesuatu yang mungkin atau yang tidak mustahil dan tidak wajib pada akal (al-mumkinaat). Allah tidak mungkin menghendaki dan menciptakan anaknya, karena Allah mustahil beranak, karena kalau Allah mungkin menciptakan anak, maka beranak bagi Allah menjadi tidak mustahil, padahal Allah mustahil beranak dan demikian juga Allah tidak mungkin menghendaki dan mencipta dirinya sendiri, karena wujud Allah wajib pada akal, karena kalau Allah mungkin menciptakan dirinya sendiri, maka wujud Allah tidaklah wajib pada akal, padahal wujud Allah wajib pada akal.

    3. Perbedaan iradah dengan kasab (usaha) :
    Allah menghendaki (iradah) dan menciptakan suatu perbuatan yang dilakukan manusia, dan pada saat yang bersamaan, manusia mempunyai keinginan melakukan perbuatan yang menjadi kehendak dan ciptaan Allah tersebut. Inilah yang disebut dengan usaha, misalnya Allah menghendaki dan menciptakan perbuatan memukul pada seseorang dan pada saat bersamaan, orang itu mempunyai keinginan memukul, sehingga muncullah perbuatan memukul yang sesuai dengan keinginannya itu. Pada kali lain (misalnya), Allah menghendaki dan menciptakan perbuatan memukul pada seseorang, tetapi pada saat itu orang itu tidak mempunyai keinginan memukul, maka perbuatan itu muncul tanpa dibaringi dengan keinginan orang tersebut, misalnya terjadi pemukulan tersebut dengan sebab latah karena terkejut. Perbuatan ini tidak disebut sebagai usaha (kasab), tetapi iththirari (perbuatan bukan usaha). Contoh lain adalah orang yang terjatuh dari pohon, perbuatan jatuh tentu bukan keinginan dari orang yang jatuh tersebut, tetapi jatuh tersebut terjadi dari kehendak dan ciptaan Allah tanpa ada keinginan dari yang bersangkutan

    4. Semua perbuatan datang dari iradah dan qudrah Allah, baik yang baik maupun yang jahat. Menisbahkan (bangsakan) yang baik saja kepada Allah dan menisbahkan yang buruk/jahat kepada diri sendiri (manusia) adalah karena adab dengan Allah, bukan karena i’tiqad.

    5. Masalah Abu Lahab :
    Allah Maha Mutlaq bebas berbuat apa yang dikendakinya, tidak ada mengarah-Nya, dan memaksa-Nya. Allah yang menghendaki dan menciptakan Abu Lahab, jadi Allah pun bebas menghendaki bagaimana nasib Abu Lahab. Karena Allah menghendaki Abu Lahab tidak beriman, maka Allah juga menghendaki ada sifat-sifat/perbuatan tidak beriman pada Abu Lahab.

    Terima kasih, wassalam

    BalasHapus
  73. Heran juga sih, komentar dengan judul kok banyak gak nyambungnya, mas admin tolong dibuatin halaman khusus untuk tanya jawab seputar aqidah, fiqih, Hadist, Akhlak dan lainnya, salam dari www.fikir.comule.com

    BalasHapus
  74. terima kasih atas sarannya, kalau ada komentar yang gak nyambung dengan judulnya, ya itu karena pembacanya yang berkomentar tidak menyesuaikan dengan topik judulnya. kami sendiri terpaksa menjawab dibawah komentar tersebut. mohon maklum

    BalasHapus
  75. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus
  76. TGK H JAFAR SIDDIQ ST HT

    kami mohon maaf kepada akhi, karena komentar akhi terhapus secara tidak sengaja. kekeliruan terjadi karena kelalaian kami. terima kasih

    tgk alizar

    BalasHapus
  77. bismillah -
    boleh kah se orang istri meninggal kan suami ( minta cerai / fasah ) atau kabur dari rumah karena suami sudah jadi musrik ( budha ) karena beda keyakinan ( agama ?
    makasih

    BalasHapus
    Balasan
    1. apabila suaminya pindah kepada agama lain (non muslim) alias murtad, maka dgn sendirinya perkawinan mereka terfasakh sejak suaminya murtad, ini apabila mereka belum pernah bersetubuh dalam perkwinannya itu dan apabila sudah pernah bersetubuh, maka hukumnya tawaquf (pending dulu), artinya apabila suami kembali dalam Islam dalam masa iddah, maka ikatan perkawinan kembali seperti semula, tetapi apabila sudah lewat iddah suaminya tetap dalam murtad, maka perkawinannya terpasakh, karena itu tidak perlu minta cerai, karena memang sudah tidak punya hubungan perkawinan. dalam kasus pending ini mereka tidak boleh lagi tinggal serumah, karena status perkawinan mereka dalam penantian masa iddah dan apabila agamanya terancam dengan sebab murtad suami, boleh untuk kabur meninggalkan rumah.
      catatan;
      dalam masa iddah, nafaqah isteri tetap wajib ditanggung oleh suami yg murtad.

      kesimpulan ini dgn merujuk kepada kitab syarah al-mahalli juz. III, hal. 253-254 dan hal. 261

      terima kasih, mudah2an bermanfaat

      Hapus
  78. salam .
    tgk apa hukum azan di dalam kubur di ketika menurun kan jenazah keliang lahat ?
    sunat ?
    makhruh ?
    atau bid 'ah ?

    *** makasih wasalam

    BalasHapus
    Balasan
    1. masalah azan ketika menurunkan jenazah sudah pernah dibahas dalam blog ini, silahkan baca kembali pada judul "Azan pada saat menurunkan jenazah pada liang kubur " pada label "Jenazah dan Kuburan".

      syukran jazila

      Hapus
  79. makasi .

    Tgk ada yg minta fatwa , nikah lari ( karena tidak di setuju i oleh wali ) maka mereka lari jauh lebih dari dua marhalah . dam mentahkim kan diri di negri rantau pada wali hakim ( khadi ) atau KUA atau Iman di tempat tersebut ... apakah sah nikah nya ?

    sementara syarat sah nikah ada 5
    - waniat
    - pria
    - Wali
    - maskawin
    - saksi yg adil

    tapi mereka di atas cuman wali nya di tahkim sendiri .
    sahkah ?

    tapi bila di lihat dari pendapat ke 4 mashab ada yg memboleh kan . bila umaur lebih dari 21 tahun bagi wanit untuk menkahkan diri nya

    tapi bila umur di bawah 21 tahun maka wali sangat berhaq menikahkan putri nya .
    makasih wasalam

    BalasHapus
    Balasan
    1. menjawab masalah ini, perlu pembahasan yg panjang, dan masalah ini termasuk masalah yang sering terjadi polemik dikalangan abu2 dayah dan para ulama di Aceh, karena itu insya Allah, kita mencoba membahasnya menurut kemampuan yg ada pada kami dalam pembahasan secara khusus dan konverehensif.

      wassalam

      Hapus
    2. yth :TGK H JAFAR SIDDIQ ST HT
      jawabannya sudah dimuat dalam blog ini pada label "Nikah" dengan judul "Tahkim dalam pernikahan"
      mudah2an bermanfaat

      wassalam

      Hapus
  80. salam tgk Alizar di tempat .
    ada yg mendhaifkan { maudhu'ek ) lafat do'a berbuka puasa { Allahummalakasumtu wabika amantu wa'alarizkika abtartu birahmatika ya arhamrrahimin } apa pendapat tgk , apa ada do'a lain yg warit lagi shahih ?
    wasalam

    BalasHapus
    Balasan
    1. jawabannya dapat tgk baca pada label "do'a dan zikir" dengan judul : "Do’a ketika berbuka puasa"

      wassalam

      Hapus
  81. Assalamu'alaikum

    cerita di bawah ini

    Seoarang anak umur sedang meranjak 16 tahun .
    selayak nya anak anak yg lain ,di didik dan di beri sandang dan pangan . dan di sekolah kan pada SD . dan mengaji pada TPA ....dan anak ini tergolaong bandel dia mulai aneh aneh . dalm kehidupan kecil nya ...dia sering ambil uang dalm jumlah besar 100 ribu di kantong orang tua nya , sementara makan dan minuman nya layak dan memadai untuk kebutuhan jasmani nya seperti 4 sehat 5 sempurna .tapi dia dari kecil sudah menampakkan ke inginan besar . lalu dia di beri fasilitas ( sepeda ) baju dan lain lain untuk keperluan hidup . toh anak ini juga sering mencuri celengan adik nya .mencuri ayam di rumah dan mencuri padi . pahal uang selalu di kasih jajan nya baik waktu kesekolah maupun sedang dia pergi mengaji ,lalu anak ini meranjak usia 12 tahun tepat nya mulai sekolah SMP di usia SMP dia udah sangat nampak membandel . sekolah mualai bolos , dan orang tua nya sering mengantar nya kesekolah walau kadang dia sering juga pergi sendiri hari hari sudah sangat mengawatir kan dia sudah mulai merokok , dan ayah nya coba menyerah kan nya ke pondok pesantren namun hanya bertahan tidak lebih dari 5 bulan lalu di pindah kan kepesantren lain juga di pesan tern dia sering BOLOS jarang masuk mengaji dia sering berkeluyuran keluar tampa sepengatahuan sang GURU . lalu di sekolah pun sudah mulai kacau balau dia jarang masuksekolah ...dan akhir nya dia tinggal kelas ,,,kenakalan nya mulai meninggkat . nasehat demi nasehat pelajaran macam di berikan tentang akhlaq dan cara cara pengunaan uang saku dia tetap membandel .
    semua kebutuhan nya semua di penuhi oleh ortu nya . sandang pangan kesehatan uang jajan fasilitas juga kasih sayang .

    BalasHapus
  82. sambunag


    tapi belakangan apa yg terjadi . anak ini telah tumbuh menjadi pencuri . dia pertama menjual honda kawan nya hasil curian ...lalu bermasalah dengan polisi . setelah keuar sel tahanan di selesai kan oleh orang tua nya . lalu terjadi lagi selang beberapa bulan dia mencuri honda ibu nya di rumah .dalam hal ini dia jual dengan harga sangat murah karena dia jual tampa BPKB . sementara BPKAB nya di rumah . dan honda tersebut pun hilang enatah kemana .
    Akhir nya hidup nya kian parah dan susah di atasi . lalu berulang lagi kasus yg sama samapai 5 kali sudah dia berurusan dengan pihak berwajib . ayah nya hampir kehilangan akal nya . ayah nya tergolaong keluarga miskin , tapi bayang kan 5 kali berurusan dengan pihak berwajib . mungkin dia sudah sekian juta'an mengeluarkan biaya untuk menebus anak nya dari penajara . akhir nya dia mulai tidak mau sekolah lagi . nasehat demi nasehat di berikan namun dia anak tetap masih membandel . dan dia akhir nya di masukkan ke pondok pesantren yg tinggi lagi belajar dengan tampa sekolah lagi ,,,biaya semua di tanggung ayah nya seperti sandang pangan . dan biaya lain nya seperti pemondokan ..apa yang terjadi . anak ini keluar malam jam 4 pai untuk mencuri honda orang di pajak pajak . lalu di sembunyikan ingin di jual nya . dan semasa di pesantren tsbt, dia selalu di nasehati dengan bermacam cara . akhir nya dia di pecat dari dayah nya .

    lelah sudah ayah nya , anak ini enatah bagai mana mau nya , semua nasehat tak di dengar nya . dia telah tumbuh menjadi seoarang pencuri . mualai dari rumah dulu . mencuri uang dan padi dan ternak , dan pinag dan padi , perhiasan adik nya , calengan adik nya ..masya Allah hingga honda oarang laian juga honda mamak nya . padahal ayah nya sanat sayang pada nya juga ibu nya kini harapan orang tua nya PUPUS sudah untuk menjadikan anak ini menajadi anak yg berguna padahal ayah dan ibu nya selalu mendidik nya menagarah nya pada jalan lurus lagi benar dan selalu berdo'a untuk nya untuk kebaikan nya tapi hidayah ini belum samapai . kini ayah nya hampir putus asa , sudah bermacam cara yg di tempuhi nya , kini dia sudah pergi dari rumah . dengan setatus tampa sekolah dan tampa mengaji lagi . umur nya sudah beranjak 16 tahun .

    PERTANYA AN NYA ADALAH :
    1 ) SEBATAS MANA TANGGUNG JAWAB SEOARANG AYAH TERHADAP ANAK NYA
    2 ) BILA SEPERTI CERITA DI ATAS APAKAH AYAH NYA MASIH BERDOSA DAN AKAN DI SOAL KAN KELAK DI MIZAN TENTANG TANGGUNG JAWAB NYA DALAM MENDIDIK ?


    wasalam -

    BalasHapus
    Balasan
    1. 1. tanggung jawab seorang ayah terhadap anaknya adalah mengasuh, membesarkan, memberi bekal ilmu untuk mengarungi hidup di dunia dan bekal di akhirat dan itu berlaku sampai ia baligh (usia dewasa dalam islam adalah baligh)

      2. namun bila sudah dewasa, si anak juga belum mandiri dalam bidang materi (, tanggung jawabnya masih juga pada pundak ayahnya atau walinya. sebaliknya ayah yg jatuh miskin, maka tanggung jawab materi dipundakkan kepada anaknya yang mampu. ini tidak berlaku dalam bidang non materi seperti akhlaq, ibadah, akidah, pergaulan dan lainnya, ini semua tanggung jawab masing2. ingat tidak berdosa seseorang karena dosa orang lain (firman Allah)

      3. tanggung jawab seorang ayah kepada anaknya sebatas memberikan bimbingan dan pembinaan, sedangkan masalah berhasil atau tidak berhasil itu urusan hidayah tuhan. manusia tidak diberi kewenangan memberi hidayah kepada sesamanya. itu ranah Tuhan. Rasul dan Nabi sendiri tidak punya kewenangan memberi hidayah kepada seseorang. ingatkisah Nuh dengan anaknya, kisah nabi SAW dengan pamannya Abu Lahab.

      4. berdasarkan penjelasan di atas, maka si ayah tidak berdosa lagi dalam kasus di atas dan terlepaslah ia dari tanggungjawabnya di akhirat kelak.

      5. terima kasih, syukran jazila

      Hapus
  83. TGK H JAFAR SIDDIQ ST HT

    karena kolom komentar ini, sudah terlalu panjang, kami menyaran kepada saudara,dengan segala hormat supaya komentarnya atau pertanyaan dimuat dalam kolom lain, kecuali komentarnya berkaitan dengan tulisan jama'ah tabligh.
    terima kasih

    BalasHapus
  84. Alhamdulillah> Berkat usaha Tabligh. Anak-anak muda dikampung kami dimedan terperbaiki..Segal puji bagi Allah yg telah mengirimkan rombongan dakwah jemaah tabligh ke kampung kami...

    BalasHapus
    Balasan
    1. baik dari satu sisi itu, tetapi dari sisi lain akidah mereka menurut kami dapat membahayakan akidah islam yg sebenarnya
      terima kasih

      Hapus
    2. Akidah mereka yang mana yg membahayakan Ust.?

      Hapus
    3. salah satunya menafsirkan al-qur'an berdasarkan mimpi sebagaimana dilakukan oleh muhammad Ilyas, pendiri JT
      sebaiknya saudara baca saja secara lengkap tulisan ini. (tulisan ini terdiri dari 4 bagian).

      Hapus
    4. itulah yang disebut ilmu ladunni, ilmu yang didapat secara langsung dari Allah,

      Hapus
    5. ilmu laduni atau apa yang disebut dikalangan sufi dengan kasyaf atau ilham tidak dapat menjadi hujjah dalam Islam, (kalau saudara ada belajar sedikit ilmu ushul fiqh atau ilmu tafsir, pasti saudara mengerti tentang ini). Sesuatu yang didakwa sebagai ilham tidak ada jaminan selamat dari bisikan setan, kecuali ilham dari para nabi, karena itu, kalau saudara menyebut itu sebagai ilmu laduni Muhammad Ilyas, maka hal itu tidak dapat menjadi hujjah dalam menetapkan suatu hukum atau menafsirlan suatu ayat al-Qur'an. tafsir al-qur'an hanya dengan al-qur'an atau hadits, pendapat sahabat atau tabi'in, dengan berpedoman kepada lughat Arab, tidak bisa ditafsirkan dengan ilmu laduni Muhammad Ilyas.

      (penjelasan ini sebenarnya secara panjang lebar sudah kami bahas, pada tulisan Jama'ah Tabligh (Agama Mimpi) (Bab II) (2), tinggal saudara mau membacanya secara seksama atau gak)

      wassalam

      Hapus
  85. Dari Ibnu Abbas ra Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda…”Barangsiapa yg berkata mengenai Al-Qur’an tanpa ilmu maka ia menyediakan tempatnya sendiri di dalam neraka” (HR.Tirmidzi)

    Imam Syafi’i ~rahimahullah mengatakan “tiada ilmu tanpa sanad”.

    Al-Hafidh Imam Attsauri ~rahimullah mengatakan “Penuntut ilmu tanpa sanad adalah bagaikan orang yang ingin naik ke atap rumah tanpa tangga”

    Ibnul Mubarak berkata :”Sanad merupakan bagian dari agama, kalaulah bukan karena sanad, maka pasti akan bisa berkata siapa saja yang mau dengan apa saja yang diinginkannya (dengan akal pikirannya sendiri).” (Diriwayatkan oleh Imam Muslim dalam Muqoddimah kitab Shahihnya 1/47 no:32 )

    Imam Malik ra berkata: “Janganlah engkau membawa ilmu (yang kau pelajari) dari orang yang tidak engkau ketahui catatan (riwayat) pendidikannya (sanad ilmu)”

    Bahkan Al-Imam Abu Yazid Al-Bustamiy , quddisa sirruh (Makna tafsir QS.Al-Kahfi 60) ; “Barangsiapa tidak memiliki susunan guru dalam bimbingan agamanya, tidak ragu lagi niscaya gurunya syetan” Tafsir Ruhul-Bayan Juz 5 hal. 203

    Sanad anda sampai ga tengku??

    BalasHapus
  86. Dari Ibnu Abbas ra Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda…”Barangsiapa yg berkata mengenai Al-Qur’an tanpa ilmu maka ia menyediakan tempatnya sendiri di dalam neraka” (HR.Tirmidzi)

    Imam Syafi’i ~rahimahullah mengatakan “tiada ilmu tanpa sanad”.

    Al-Hafidh Imam Attsauri ~rahimullah mengatakan “Penuntut ilmu tanpa sanad adalah bagaikan orang yang ingin naik ke atap rumah tanpa tangga”

    Ibnul Mubarak berkata :”Sanad merupakan bagian dari agama, kalaulah bukan karena sanad, maka pasti akan bisa berkata siapa saja yang mau dengan apa saja yang diinginkannya (dengan akal pikirannya sendiri).” (Diriwayatkan oleh Imam Muslim dalam Muqoddimah kitab Shahihnya 1/47 no:32 )

    Imam Malik ra berkata: “Janganlah engkau membawa ilmu (yang kau pelajari) dari orang yang tidak engkau ketahui catatan (riwayat) pendidikannya (sanad ilmu)”

    Bahkan Al-Imam Abu Yazid Al-Bustamiy , quddisa sirruh (Makna tafsir QS.Al-Kahfi 60) ; “Barangsiapa tidak memiliki susunan guru dalam bimbingan agamanya, tidak ragu lagi niscaya gurunya syetan” Tafsir Ruhul-Bayan Juz 5 hal. 203

    Maaf tengku, saya hanya mau nanya, sanad anda dalam belajar agama ada ga? coba anda paparkan disini ya tengku, wassalam

    BalasHapus
    Balasan
    1. ini kayak KPK mengintrograsi tersangka aja, kalau memang ada yang gak benar dalam tulisan di blog ini, ya dikoreksi aja dan dibuktikan dengan argumentasi yang valid. gitu lho, sikap seorang muslim yg baik

      wassalam

      Hapus
  87. Assalamualaikum Tengku, lon mau nanya...

    1. Bagaimana hukumnya bila mengajak orang lain untuk memakmurkan masjid. Misalnya mengajak mereka untuk dapat melakukan sholat 5 waktu, tepat waktu dan berjamaah dimasjid. Dan apakah ganjarannya bagi orang tersebut?

    2. Apakah untuk dapat mengajak orang kemasjid itu harus tahu ilmunya atau dalilnya dulu atau beguru atau mondok dipesantren? Apakah bila kita tidak tau dalilnya maka akan menjadi bid'ah?

    3. Bagaimana hukumnya bila membaca kitab hadits, belajar mengaji, belajar menjadi dai atau belajar agama dimasjid, apakah bid'ah atau tidak?

    4. Apakah berdosa bila ada orang yang paham ilmu agama, tapi tidak mau mengajak orang lain untuk memakmurkan masjid Allah? atau itu kembali pada kemampuan dan kemauan individu masing2?

    5. Apakah berdosa atau bid'ah bila kita mengamalkan suatu amalan bila hanya mengetahui ilmunya melalui ucapan seseorang tanpa membaca kitab rujukannya? misalnya kebanyakan orang belajar sholat bukan dari kitab hadits. tapi belajar dari orang yang sudah paham, seperti orang tua kita yang mengajarkannya ataupun sahabat lainnya.

    6. Adakah syarat2 utama untuk menjadi seorang dai Allah? maksudnya seperti yang dilakukan oleh Jemaah Tabligh yang mengajak orang untuk sholat dimasjid bagi laki2. Apakah harus paham semua tentang bab sholat saja atau harus paham semua perihal agama termasuk bab Tauhid,Fiqih, Tafsir dll? bolehkah Tengku memberikan masukan untuk kami yang bodoh ini?

    Mohon bimbingannya.. Wassalam

    BalasHapus
    Balasan
    1. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

      Hapus
    2. Jawab :
      1.Mengajak orang lain untuk beribadah termasuk melakukan shalat 5 waktu, tepat waktu dan berjamaah dimasjid merupakan salah satu ibadah yang diridhai Allah sebagaimana firman Allah :
      يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِنْ تَنْصُرُوا اللَّهَ يَنْصُرْكُمْ وَيُثَبِّتْ أَقْدَامَكُمْ
      Artinya : Hai orang-orang yang beriman, jika kalian membantu agama Allah, pasti Allah akan membantu kalian, dan akan mengakkan kaki-kaki kalian (Q.S. Muhammad : 7)

      2.Untuk sekedar mengajak orang kemesjid, tidak mesti harus punya dalil segala macam, apalagi harus pernah mondok dipesantren, karena hokum pergi ke mesjid termasuk pengetahuan yang umum diketahui umat islam, ini sama halnya seperti hokum shalat 5 kali sehari semalam, puasa ramadhan dll. Tetapi yang menjadi masalah ketika orang yang tidak berilmu menyampaikan /memfatwa hukum-hukum agama yang pelik yang dia sendiri nggak ngerti atau tidak mempunyai kemampuan keilmuan sama sekali. Masalah 2 seperti ini gak bisa hanya dipecah melalui diskusi2 sesama orang bodoh sebagaimana biasa dilakukan oleh jama’ah tabligh dalam halaqahnya, tetapi harus ada satu orang alim yang membimbingnya.

      3.Hukum membaca kitab hadits, belajar mengaji, belajar menjadi dai atau belajar agama dimasjid tentu bukan bid’ah. Kayaknya gak ada umat Islam yang mengatakan ini bid’ah, kecuali kalau belajar tersebut itu pada orang-orang bodoh yang sama bodohnya dengan orang yang belajar. Bahkan zaman salafulshaleh belajar agama banyak dilakukan di mesjid.

      4.Mengajak orang memakmur mesjid adalah fardhu kifayah, tidak diwajibkan pada semua orang sama halnya dengan fardhu kifayah lainnya seperti tajhiz mayat, jihad, membangun pesantren, baik itu dia seorang alim atau awam. Apabila syi’ar jama’ah hidup dalam suatu masjid, maka semua umat Islam di kawasan mesjid itu terlepas dari kewajiban mengajak memakmurkannya /mengajak berjama’ah. Allah berfirman :
      وَلْتَكُنْ مِنْكُمْ أُمَّةٌ يَدْعُونَ إِلَى الْخَيْرِ وَيَأْمُرُونَ بِالْمَعْرُوفِ وَيَنْهَوْنَ عَنِ الْمُنْكَرِ
      Artinya : Hendaklah ada sebagian dari kalian segolongan umat yang menyeru kepada kebajikan dan menyuruh kepada yang ma’ruf dan mencegah dari yang mungkar (Q.S. Ali Imran : 104)

      5.Tidak berdosa atau bid'ah bila kita mengamalkan suatu amalan bila hanya mengetahui ilmunya melalui ucapan seseorang tanpa membaca kitab rujukannya, yang berdosa apabila kita menerima ilmu agama dari orang yang kita tahu dia bodoh atau gak ngerti agama, dia bukan orang yang berkompenten tentang ilmu agama. Firman Allah :
      فَاسْأَلُوا أَهْلَ الذِّكْرِ إِنْ كُنْتُمْ لَا تَعْلَمُونَ
      Artinya : Tanyailah kepada ahli ilmu apabila kamu tidak mengetahuinya (Q.S. al-Nahl : 43)

      6.Syarat-syarat da’i adalah mempunyai ilmu apa yang disampaikannya dan dapat dipercaya oleh umat serta memberikan contoh tauladan yang baik. Dengan ilmu yang pas-pasan, kadang2 membuat orang tidak percaya terhadap ajakannya, karena itu sebaiknya da’i itu membekali ilmunya yang memadai untuk itu. Banyak kasus, orang justru menjauhi dari agama karena diajak oleh orang yang dia tidak percaya kepada keilmuan yang mengajak tersebut seperti banyak terjadi pada da’i jama’ah tabligh.

      wassalam, mudah2an bermanfaat

      Hapus
  88. Subhanallah, tulisannya sungguh bagus mengenai Agama Mimpi.
    Bila saya baca tulisan ini dari awal saya bisa menarik kesimpulan bahwa JT ini menggunakan dalil da'wahnya melalui mimpi ya tengku?
    saya mau nanya tengku
    JT itu menjalankan dak'wahnya melalui mimpinya, sehinggga banyak orang awam yg bodoh tergerak hatinya untuk sholat 5 waktu dan belajar menjadi orang beriman.

    Namun adanya Ustad yang bermimpi bahwa dakwah itu sebaiknya dari internet saja ataupun dari kantor ataupun rumah, sehingga setiap orang yg membacanya dapat menjalankan perintah Allah SWT. Kan sekarang jaman sudah maju, jadi tidak perlu lagi dakwah langsung dari pintu kepintu seperti jaman Rosulullah SAW.

    kira2 apa bisa dengan mimpi kita menggerakkan/mengajak Umat untuk taat kepada Allah SWT dgn metode dakwah internet saja?

    BalasHapus
  89. 1.anda kayaknya terlalu emosional, sehingga banyak nggak ngerti lagi apa yang anda baca, ini mungkin sikap fanatic anda kepada Jama’ah tabligh yg berlebihan.

    2.kami hanya mengatakan Jama'ah tabligh menafsirkan al-qur'an dengan mimpi. bayangkan gimaana jadinya agama ini kalau nash2 syara' ditafsirkan dengan menggunakan dalilnya adalah mimpi. Sebagaimana dilakukan oleh Muh Ilyas pendiri Jama’ah Tabligh

    3.dakwah boleh dilakukan dengan mendatangi rumah2 , atau dimesjid, lewat internet atau kitab2 dan buku.kami tidak mengatakan dakwah lebih bagusnya lewat internet.

    4.Di sini kami sampaikan beberapa keanehan lain dalam dakwah ala khuruj Jama’ah tabligh, yang diklaim oleh pengikutnya sebagai mengikuti sunnah Nabi, seperti anonym di atas, antara lain sebagaimana disebut oleh tokoh jama’ah tabligh, Sa’ad bin Ibrahim Syilbi dalam bukunya : “Dalil-dalil dakwah dan tabligh” antara lain :
    a.Tidak boleh menggantikan orang lain untuk dakwah (dalilnya apa ? dakwah aja hukumnya fardhu kifayah, kenapa gak bisa digantikan orang lain, lagian kalau dia uzur gimana?)
    b.Tidak boleh khuruj dengan biaya orang lain ? (dalam Islam kita boleh menerima bantuan/sadaqah orang lain, apalagi ini untuk dakwah, aneh ?)
    c.Tidak berbicara masalah politik (JT , kayak nya berpaham sekuler , sahabat nabi mengurus Negara, politik , masalah pemerintahan, siapa yg berhak menjadi pemimpin), kalau begini apakah sah kalau JT mengklaim sebagai mengikuti dakwah ala sahabat Nabi ?
    d.Sedang khuruj dikurangi berbicara lewat telpon dengan keluarga. (ini lebih aneh lagi, mengurus keluarga hukumnya fardhu ain, sedangkan dakwah fardhu kifayah. Kok didahulukan fardhu kifayah atas fardhu ain?)
    e.Tidak boleh berbicara masalah khilafiyah. (ini juga aneh, para salaful shaleh sering mendiskusikan masalah khilafiyah sesame mereka, kok JT melarangnya? Baca riwayat hidup Imam syafi’i)


    wassalam

    BalasHapus
    Balasan
    1. Jawaban Untuk pertnyaan:
      wahai tgku peraturan2 yg dibuat oleh oleh JT dalam metude da'wahnya, itu sama halnya dengan peraturan2 yg dilakukan oleh organisasi islam lainnya. itu bukan masalah akidah tapi dalam rangka tarbiyah (mendidik) dan nizhamyah (mengatur). Contoh: di sekolah tidak boleh menyontek saat ujian, tidak boleh digantikan saat ujian, dst. sekali Lagi ini adalah metode Da'wah.

      Hapus
    2. peraturan boleh saja, tetapi tentu tidak boleh bertentangan dgn syara'

      Hapus
  90. satu lagi kami tekan di sini dakwah ala Jama'ah tabligh, sebagaimana disebut oleh tokoh jama’ah tabligh, Sa’ad bin Ibrahim Syilbi dalam bukunya : “Dalil-dalil dakwah dan tabligh” tidak mengenal pengingkaran terhadap kemungkaran, bayangkan bid'ah sesat yang dilakukan jama'ah tabligh, seakan2 itu menghilang separoh agama. padahal kita diperintah kan dalam al-qur'an dan hadits untuk amar ma'ruf dan nahi mungkar, ini kok amar ma'ruf saja ?

    wassalam

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sekiranya tengku mempelajari langsung ke orangnya, maka tgku tidak akan salah faham, JT tidak menghilangkan Nahi Mungkar, Namun mereka mencegah kemungkaran dengan cara yg ma'ruf yang baik, mereka tidak mengingkari pelaku kemungkaran, karena dia adalah ciptaan allah swt (membenci ciptaan Allah sama dengan membenci Allah), tetapi JT mengingkari perbuatannya ( Kemungkaran yg diperbuatnya ) " apa saja yg baik itu dari Allah dan yg tidak baik itu dari diri kalain " al ayat. ini adalah bagian adab kepada Allah. Wallahu a'lam Bisshawab. dan banyak lagi sebenarnya pemahaman tengku terhadap teks ulama JT yg keliru karena hanya memahami secara Tekstual. bukan dari talaqqi. ( langsung mendengar dan berhadapan dengan guru).

      Hapus
    2. Menurut JT, kemungkaran bisa hilang dengan amar ma'ruf. jadi tidak perlu nahi mungkar menurut mereka,teks2 orang2 JT yang kami kutip, jelas2 menyebutkan bahwa JT tidak mengenal pengingkaran terhadap kemungkaran, contohnya
      Sa’ad bin Ibrahim Syilbi dalam bukunya : “Dalil-dalil dakwah dan tabligh.
      Kesimpulan anda "membenci ciptaan Allah sama dengan membenci Allah" ini sangat keliru dan aneh, bukankah kita sering membaca "ta'awwuz (a'uzu billahi minasyaithanirrajim : aku berlindung dengan Allah dari syaithan yang terkutuk), lalu dgn membenci syaithan (ciptaan Allah) berarti membenci Allah ???.
      mencari ilmu memang harus lewat guru, tetapi kita harus seleksi gurunya, jgn gurunya bodoh sama dengan muridnya
      wassalam

      Hapus
    3. tgku,, "Ta'awwuz" itu tidak mesti berarti benci dengan syetannya, Coba anda baca tafsir dari "ta'awwuz" . mufassirin manfsirkan berlindung dari perbuatan syetan seperti ( syar=kejahatan, was-was=bisikan, hamazah=bisikan) PERBUATANNYA. dan sekali lagi ini masalah adab kepada Allah SWT, Coba Tgk pelajari tentang adab2 kepada Allah swt. kemudian yg ke 2, jangan anggap orang2 JT itu bodoh/tidak tahu agama, saya punya guru Doktor dari timur tengah dibidang hadist, nama lengkap beliau DR, Saberan Lc. hafal 30 Juz alqur'an. dan semua anak beliau juga hafal 30 Juz alqur'an, sangat Tawadhu'. Orang alim yg mengamalkan Ilmunya, melihat muka beliau saja sudah bisa menyejukkan hati. dan banyak lagi guru2 JT yg lain yg seperti beliau.

      Hapus
    4. sayangnya saudara tidak meneruskan ta'awwuz secara lengkap, karena ujungnya ada perkataan al-rajiim yang bermakna terkutuk. al-rajim ini merupakan sifat syaithan, bukan sifat perbuatannya. (kalau saudara ngerti bahasa arab sedikit saja, pasti ngerti) kalau saudara mengatakan berlindung dari perbuatan syetan, itu tidak saya bantah, masa kita berlindung dari zat setan, yg gak melakukan apa2.
      saya pikir semua orang akan mengatakan bahwa kutukan merupakan ungkapan kebencian kepada sesuatu, nah kalau syari'at mengajar kita untuk selalu mengatakan setan terkutuk, itu artinya kita diajarkan untuk memahami bahwa setan merupakan makhluq yang harus di benci.
      Dalam Al Quran Q.S. al-baqarah : 168 disebutkan :
      وَلَا تَتَّبِعُوا خُطُوَاتِ الشَّيْطَانِ إِنَّهُ لَكُمْ عَدُوٌّ مُبِينٌ (168
      artinya : jangan kamu ikuti langkah2 setan , sesungguhnya setan itu merupakan musuh yang nyata bagi kamu.
      seseorang dikatakan musuh pasti dia merupakan orang dibenci. masa musuh orang yang disayangi ?, lalu apakah saudara mau mengingkari ayat ini?
      saudaraku, coba pahamilah ini secara baik, jgn terburu2.

      wasssalam

      Hapus
    5. Tgk, Coba baca sejarah Da'wah Nabi Muhammad SAW, Cntoh: Ketika beliau datang ke thaif untuk da'wah, namun beliau di sambut dgn hinaan bahkan dilempari dan diusir, Namun bagaimana sikap beliau, malah beliau mendo'akan mereka dan anak cucu mereka supaya mendapat hidayah Allah. Cara dan pemahaman Nabi Muhammad SAW yg seperti inilah yang digunakan Oleh JT, , , memang banyak metode Da'wah dlm Islam, Dan JT tidak pernah mencela Metode2 yg digunakan oleh kelompok lain selama masih sesuai syari'at. Namun yg dipakai Oleh JT "Basysyiru wala tunaffiruu",,,"Innama buistum Muyassirin", , ,

      Hapus
    6. Tgku, Bukankah yg menyebabkan Syetan itu terkutuk adalah perbuatannya? apakah Allah menciptakan Iblis dan Syetan kemudian langsung mengutuknya????

      Hapus
    7. itu artinya saudara mengakui bahwa yang dikutuk tetap zat setan, meskipun sebabnya adalah perbuatannya, sama halnya Allah mengazab orang kafir, yang diazab tetap zat/tubuh kafir, maasa diazab perbuatannya?.., meskipun sebab azab itu adalah perebuatannya. jadi kita disuruh membenci setan, sebabnya karena perbuatannya.gitu saudara ku.
      mendo'akan orang-orang kafir supaya mau beriman, memang ajaran syari'at, bahkan kita tidak cukup dengan berdo'a saja, tetapi mengajak mereka supaya beriman, tetapi bukan berarti kita tidak boleh membenci mereka karena kekufuran mereka. bukankah abu bakar memerangi orang-orang yang tidak mau membayar zakat?
      sebenar nya ini sudah jelas dengan saudara mau merujuk kepada firman Allah di atas :
      Q.S. al-baqarah : 168 disebutkan :
      وَلَا تَتَّبِعُوا خُطُوَاتِ الشَّيْطَانِ إِنَّهُ لَكُمْ عَدُوٌّ مُبِينٌ (168

      wassalam

      Hapus
    8. Tengku, yang jelas metode yang digunakan oleh JT adalah metode Rahmat, Kasih sayang, Bukan kebencian, , , Dan JT tidak menyalahkan dan menapikan metode2 yg lain, Nabi Musa saja Allah perintahkan berkata lembut untuk menda'wahi Firaun.

      Hapus
    9. berdakwah dengan lemah lembut bukan berarti dengan menghilangkan nahi mungkar saudaraku

      Hapus
    10. kan sudah dikatakan tadi,JT tidak menghilangkan nahi mungkar,, tapi step by step tengku dengan orang sudah paham agama dan imannya kuat maka dia sendiri akan mencegah kemungkaran itu setidaknya untuk dia sendiri... jangan cepat memvonis

      Hapus
  91. Assaamualaikum Tengku.. sory baru sempat balas lagi.. saya sedikit paparkan mengenai Bab Jemaah Tabligh.. ya kurang lebih seperti dibawah ini. Mohon maaf atas kekurangan ilmu yg saya miliki untuk dapat menjelaskan secara detail

    Usaha dakwah adalah sarana tarbiya umat untuk mencapai kesempurnaan sifat umat di seluruh alam yang dikerjakan secara bertahap-tahap sehingga umat ini layak untuk meneruskan risalah kenabian.

    Tarbiyah bagi umat untuk mencapai sifat-sifat :
    Iman dan yakin seperti iman dan yakinnya Rasulullah saw
    Fikir dan risau seperti fikir dan risau Rasulullah saw
    Maksud hidup seperti maksud hidup Rasulullah saw
    Kecintaan seperti kecintaan Rasulullah saw
    Tertib hidup seperti tertib hidup Rasulullah saw

    Tahapan-tahapan dalam Usaha Dakwah :
    Tahap dasar ( 10% nishab umur )
    Tahap menengah ( 1/3 nishab umur)
    Tahap tinggi ( harta, diri, waktu siap dimusyawarahkan)

    Fase-fase dalam dakwah :
    Fase jahiliyyah (sebelum kenal usaha dakwah)
    Fase Hidayah (dikenalkan dalam usaha dakwah)
    Fase Tarbiyah (dididik dan digembleng dalam usaha dakwah)
    Fase Nushroh (ditolong Allah dan manusia berbondong-bondong masuk Islam)
    Usaha dakwah adalah usaha atas hati-hati manusia yang hasilnya berupa hidayah.

    Niat Dakwah :
    Ishlah Diri
    Dakwah sebagai maksud hidup
    Siap dihantar ke seluruh alam
    Mengharap ridho Allah

    Ghiroh Dalam Dakwah :
    Kalah untuk menang
    Lembut tapi tembus
    Keras tapi tidak kurang ajar

    13 Asas Usaha Dakwah :
    Individu dan jamaah bukan pertemuan besar-besaran
    Kerisauan hati bukan fikir yang tinggi
    Musyawarah bukan perintah
    Diri bukan harta
    Tawadhu bukan sombong
    Senyap-senyap bukan propaganda
    Perdamaian bukan peperangan
    Kesatuan hati bukan perpecahan
    Amar makruf bukan nahi mungkar
    Gerak bukan bicara
    Ringkas bukan detail
    Ushul bukan furu’
    Berita gembira bukan menakutkan

    Usaha Dakwah dibuat dengan 4 perkara :
    Hikmah
    Bashirah
    Husnul Tadbir
    Akhlaq

    lanjutan dibawah

    BalasHapus
  92. 4 Pengorbanan dalam usaha dakwah :
    Korban Nishob
    Korban Nishob ditambah Takaza
    Korban perasaan
    Korban menunda kesenangan dunia untuk akhirat

    4 Halangan dalam Usaha Dakwah :
    Ilmu
    Keluarga
    Pekerjaan
    Dapat Ujian

    4 Ujian dalan Usaha Dakwah :
    Dimuliakan
    Dihinakan
    Ditambah rezeki
    Dikurangi rezeki

    4 Penyakit dalam Usaha Dakwah :
    Terlalu bersemangat
    Putus asa
    Niat tidak betul
    Melihat hasil

    3 Perkaran yang menbuat maju Usaha Dakwah :
    Kesatuan hati
    Kesatuan fikir
    Kesatuan kerja

    3 Perkara uang membuat mundur Usaha Dakwah, apbila mengandalkan :
    Bayan (Ceramah-ceramah)
    Tulisan
    Cara Sendiri dengan mengikuti hawa nafsu

    2 Perkara ujung tombak Usaha Dakwah :
    Jemaah Jalan Kaki
    Jemaah Masturoh

    5 Perkara supaya dikekalkan dalam Usaha Dakwah :
    Niat Ishlah diri
    Menjadikan dakwah sebagai maksud hidup
    Jangan lihat / membicarakan dan mencari-cari kesalahan orang lain
    Jangan lihat hasil
    Bersabar terhadap segala ujian yang datang

    5 Perkara yang merusakkan Usaha Dakwah :
    Buruk Sangka
    Berdebat / berbantah-bantahan
    Menyalahi sunnah
    Ujub
    Takabbur

    Lihatlah kelapangan, berkat Agama mimpi yg dibawa oleh Maulana Ilyas, maka orang bodoh seperti saya, orang ahli maksiat seperti saya, orang awam seperti saya bisa berubah untuk mencari keridhoan Allah.
    Orang di JT bukan kelompok para ulama dan ustad saja, tetapi lebih didominasi orang yg bertaubat dari maksiat, bertaubat dari dosa dll.
    DiJT melakukan nahi mungkar bukan dengan kekerasan ataupun dengan paksaan, tapi dgn mengajak orang tersebut/orang yg ahli maksiat untuk kembali ke fitrahnya sebagai manusia yg butuh pertolongan dan kasih sayang dari Allah SWT.
    Itulah kehebatan Agama Mimpi beliau...karena berkat Agama mimpi beliau, saya hari ini bisa untuk taat kepada Allah SWT dan takut akan azab dan ancaman dari Allah SWT.

    Mohon maaf bila kata2 saya kurang berkenan,

    BalasHapus
  93. tapi kenapa nahi mungkar yang merupakan sunnah rasul dibuang sobat, bukankah Allah berfirman :
    وَلْتَكُنْ مِنْكُمْ أُمَّةٌ يَدْعُونَ إِلَى الْخَيْرِ وَيَأْمُرُونَ بِالْمَعْرُوفِ وَيَنْهَوْنَ عَنِ الْمُنْكَرِ
    artinya : hendaklah diantara kamu sekelompok ummat yang menyeru kepada kebaikan, memerintah yang ma'ruf dan mencegah kemungkaran (Q.S Ali Imran : 104)

    kalau anda tidak berbuat jahat lagi kepada manusia, bukan berarti anda tidak berbuat jahat kepada Allah dan Rsul-Nya, ingat lho, membuang sebagian ajaran Islam termasuk berbuat jahat kepada Allah dan rasul-Nya seperti membuang ajaran nahi mungkar dalam Islam

    wassalam

    BalasHapus
    Balasan
    1. Assalmu'alaikum, tuan-tuan yang mulia, sesungguhnya masih banyk hal-hal penting yg harus kita kerjakan untuk agama ini dan saya yakin tuan-tuan sdh lebih faham akan hal ini daripada saya. untk yang mulia Tgk Alizar Usman, mohon yang mulia sudi meluangkan waktu seraya memanjatkan do'a pada Allah Swt, agar sudara2 kita yg menjadi pengikut Jama'ah Tabligh, diberi petujuk oleh Allah swt dan kembali pada ajaran Islam yg benar jika menurut yg mulia Tgk Alizar Usman mereka berada dlm kesesatan, dan saya yakin do'a org alim seperti anda yg mulia akan di ijabah oleh Allah Swt cepat atau lambat, amin. Dan kpd saudara2 para pengikut jama'ah Tabligh' bukankah hari-hari, bahkan tidak jarang dlm sholat tahjjud kita senantiasa memohon hidayah (petujuk) dari Allah Swt?, bukankah tidak sedikit juga orang2 berilmu dan faham akan ajaran agama Islam ini turut ambil bagian dlm usaha atas iman?, mohon saudara2 tinggalkan perdebatan ini, memang benar tidak boleh ada pengkultusan terhadap para ulama di dlm agama Islam, dan tampaknya hal ini juga telah menjadi perhatian khusus para syeikh yang ada di Nizamuddin untuk melakukan evaluasi terhadap tertib-tertib yang telah mereka jalankan. Kpd yang mulia Tgk Alizar Usman saya mohon sudi kiranya mengganti pernyataan Jamaah Tabligh adalah agama Mimpi, karena tuduhan yang anda lemparkan blm tentu benar adanya, sungguh saya tdk bermaksud mengajari tuan, tuanlah yg lebih berhak memberi pelajaran kpd saya, saran untuk tuan dari saya hanya satu, jika tuan punya kelapangan waktu sudilah kiranya tuan berdialog dgn para ulama yg ada di Nizamuddin, atau silahkan tuan cari sarana apapun yg dpt mempertemukan tuan dgn para ulama yg ada disana, sehingga tuan dpt mengetahui secara benar tentang Jamaah ini, karena buku-buku yg tuan baca tentang jamaah ini blm tentu benar redaksi maupun cara penulisannya, maklumlah buku-buku tersebut jg hasil tulisan penerbit yg bisa saja terjadi kesalahan pada penulisan kalimat yg dimaksud, saya hanya meluruskan bahwa Maulana Ilyas bukanlah 'Ulama tafsir yg suka menafsirkan al qur'an dari mimpi beliau, juga sangat tdk mungkin orng yg ingin agama ini berada pada kejayaan seperti masa Rasulullah Saw dan para Sahabat R.hum. berbuat diluar batas-batas yg telah digariskan Allah Swt dan Rosul-Nya, dan jika Jama'ah ini dpt membawa ummat Islam pada kesesatan, tentulah orang2 yg menginginkan kebenaran dlm agama Islam terutama para Ulama yg telah ikut dlm Jama'ah ini akan Allah keluarkan dari Jama'ah tabligh dan kembali dlm ajaran agama yg benar. Wa afwu minkum. Asslamu'alaikum.

      Hapus
  94. Ijin copas ya Ustad..thks

    BalasHapus
  95. 1. kalau mereka menafsirkan alqur'an berdasarkan mimpi-mimpinya, ya berarti udah menjadikan mimpinya sebagai ajaran agamanya

    2. buktikan aja kalau kutipan itu bohong alias gak benar. bukan kah ada qaidah "al-mutsbit muqaddam 'ala al-munfi" (yang mengatakan ada didahulukan dari yang mengatakan tidak ada"

    3, kami siap ruju' apabila yang kami kutip itu gak benar.

    wassalam

    BalasHapus
  96. Assalamualaikum Tengku...

    Wahai Tengku, ketahuilah bahwa setiap perbuatan akan diminta pertanggung jawabannya kelak diakhirat.
    Anda adalah seorang ulama yg dipahamkan ilmu oleh Allah SWT. Seharusnya ilmu yg anda miliki bisa bermanfaat untuk seluruh umat manusia, bukan untuk mencari kesalahan suatu kelompok.
    Anda pernah berkata:

    tapi kenapa nahi mungkar yang merupakan sunnah rasul dibuang sobat, bukankah Allah berfirman :
    وَلْتَكُنْ مِنْكُمْ أُمَّةٌ يَدْعُونَ إِلَى الْخَيْرِ وَيَأْمُرُونَ بِالْمَعْرُوفِ وَيَنْهَوْنَ عَنِ الْمُنْكَرِ
    artinya : hendaklah diantara kamu sekelompok ummat yang menyeru kepada kebaikan, memerintah yang ma'ruf dan mencegah kemungkaran (Q.S Ali Imran : 104)

    kalau anda tidak berbuat jahat lagi kepada manusia, bukan berarti anda tidak berbuat jahat kepada Allah dan Rsul-Nya, ingat lho, membuang sebagian ajaran Islam termasuk berbuat jahat kepada Allah dan rasul-Nya seperti membuang ajaran nahi mungkar dalam Islam

    ----
    Namun ketika saya bertanya apa yang sudah anda lakukan untuk agama, apa anda sudah melakukan Amar Ma'ruf dan Nahi Mungkar ? Tapi postingan saya tidak anda tampilkan.
    Disitulah kelihatan bahwa anda hanyalah Ulama yang suka mencari kesalahan kelompok lain, tapi anda sendiri enggan untuk melakukan apa yang telah diperintahkan oleh Allah SWT.

    Ingatlah wahai Tengku, bahwa suatu hari kelak, tulisan ini kelak akan dapat membuat anda tersendat untuk masuk kedalam surga-Nya.
    Tampilkan tulisan saya jika anda seorang Ulama yang berjiwa besar dan siap dikritik. Bukankah anda juga berani mengkritik Ulama kami?

    Mohon maaf apabila ada kata2 yg tidak berkenan.
    Wassalam.

    BalasHapus
  97. kepada anonim (tanpa nama)
    1. mengatakan yang benar adalah benar dan mengatakan yang salah adalah salah merupakan penjelmaan dari amar ma'ruf nahu munkar.
    2. kami tidak menampilkan posting komentar anda mengenai apa yang sudah kami lakukan untuk agama, melakukan Amar Ma'ruf dan Nahi Mungkar,? hal itu karena blog ini bukan tempat memamerkan amalan, lagi pula pertanyaan tersebut tidak ilmiyah, bukan membicarakan konsep, emosional, menjurus kepada masalah pribadi yang tidak menyangkut dengan persoalan dan hanya pamer2 amalan
    3. dari beberapa komentar anda, memang tidak terlihat anda membantah tulisan kami dengan argumentasi ilmiyah, tetapi lebih dengan sikap emosi serta membahas hal2 yang tidak menyangkut dengan persoalan.
    4. kalau memang apa yang ada dalam tulisan kami gak benar, bantah aja dengan argumentasi, bukan dengan pamer2 amalan
    5. pernyataan anda "tulisan ini kelak akan dapat membuat anda tersendat untuk masuk kedalam surga-Nya" heran juga ini, anda kayaknya dapat memfonis siapa yang masuk syurga dengan aman dan siapa yang nggak, hehe, aneh !

    wassalam

    BalasHapus
  98. setuju ...he he sangat Alot dan seknifikan

    BalasHapus
  99. Assalamu'alaikum Teungku yang Mulya, ada baiknya blog ini jadi website aja jadi lebih berkesan ilmiyah, jazakallah..

    BalasHapus
  100. terima kasih atas saran dan masukannya
    jazakallah ajrahu

    wassalam

    BalasHapus
  101. Assalamu alaikum...
    Semoga Allah memuliakan, memberikan rahmat dan Hidayah NYA kepada saudara2ku disini semua.

    Sedikit mengingatkan tentang kebanaran bahwa sesungguhnya ilmu Allah sangat luas, dan ilmu manusia paling alim di dunia sekalipun bagaikan setetes air di lautan ilmu Allah, dan Allah memberi rizki kepahaman ilmu kepada siapa saja yang Allah kehendaki.

    Sedikit kesimpulan awam dariku, hamba Allah yg bodoh ini:
    bahwa kemungkinan pemahaman ilmu yang dimiliki oleh saudaraku Tengku Alizar Usman dan saudaraku dari JT adalah sama benarnya, karna kita sama2 berniat mencari Ridho Allah...

    Tapi satu hal yang membuat aku sedih...
    kenapa kita saling terpecah dan membedakan satu sama lain...?
    Bukankah Allah Berfirman dlm Surat Ash-Shura (12-15):
    ( 12 ) Kepunyaan-Nya-lah perbendaharaan langit dan bumi; Dia melapangkan rezeki bagi siapa yang dikehendaki-Nya dan menyempitkan(nya). Sesungguhnya Dia Maha Mengetahui segala sesuatu.
    ( 13 ) Dia telah mensyari'atkan bagi kamu tentang agama apa yang telah diwasiatkan-Nya kepada Nuh dan apa yang telah Kami wahyukan kepadamu dan apa yang telah Kami wasiatkan kepada Ibrahim, Musa dan Isa yaitu: Tegakkanlah agama dan janganlah kamu berpecah belah tentangnya. Amat berat bagi orang-orang musyrik agama yang kamu seru mereka kepadanya. Allah menarik kepada agama itu orang yang dikehendaki-Nya dan memberi petunjuk kepada (agama)-Nya orang yang kembali (kepada-Nya).
    ( 14 ) Dan mereka (ahli kitab) tidak berpecah belah, kecuali setelah datang pada mereka ilmu pengetahuan, karena kedengkian di antara mereka. Kalau tidaklah karena sesuatu ketetapan yang telah ada dari Tuhanmu dahulunya (untuk menangguhkan azab) sampai kepada waktu yang ditentukan, pastilah mereka telah dibinasakan. Dan sesungguhnya orang-orang yang diwariskan kepada mereka Al-Kitab (Taurat dan Injil) sesudah mereka, benar-benar berada dalam keraguan yang menggoncangkan tentang kitab itu.
    ( 15 ) Maka karena itu serulah (mereka kepada agama ini) dan tetaplah sebagai mana diperintahkan kepadamu dan janganlah mengikuti hawa nafsu mereka dan katakanlah: "Aku beriman kepada semua Kitab yang diturunkan Allah dan aku diperintahkan supaya berlaku adil diantara kamu. Allah-lah Tuhan kami dan Tuhan kamu. Bagi kami amal-amal kami dan bagi kamu amal-amal kamu. Tidak ada pertengkaran antara kami dan kamu, Allah mengumpulkan antara kita dan kepada-Nya-lah kembali (kita)".

    BalasHapus
  102. Dan Firman Allah dlm Surat Al-Hujuraat (9-12):
    ( 9 ) Dan kalau ada dua golongan dari mereka yang beriman itu berperang hendaklah kamu damaikan antara keduanya! Tapi kalau yang satu melanggar perjanjian terhadap yang lain, hendaklah yang melanggar perjanjian itu kamu perangi sampai surut kembali pada perintah Allah. Kalau dia telah surut, damaikanlah antara keduanya menurut keadilan, dan hendaklah kamu berlaku adil; sesungguhnya Allah mencintai orang-orang yang berlaku adil.
    ( 10 ) Orang-orang beriman itu sesungguhnya bersaudara. Sebab itu damaikanlah (perbaikilah hubungan) antara kedua saudaramu itu dan takutlah terhadap Allah, supaya kamu mendapat rahmat.
    ( 11 ) Hai orang-orang yang beriman, janganlah sekumpulan orang laki-laki merendahkan kumpulan yang lain, boleh jadi yang ditertawakan itu lebih baik dari mereka. Dan jangan pula sekumpulan perempuan merendahkan kumpulan lainnya, boleh jadi yang direndahkan itu lebih baik. Dan janganlah suka mencela dirimu sendiri dan jangan memanggil dengan gelaran yang mengandung ejekan. Seburuk-buruk panggilan adalah (panggilan) yang buruk sesudah iman dan barangsiapa yang tidak bertobat, maka mereka itulah orang-orang yang zalim.
    (12 ) Hai orang-orang yang beriman, jauhilah kebanyakan purba-sangka (kecurigaan), karena sebagian dari purba-sangka itu dosa. Dan janganlah mencari-cari keburukan orang dan janganlah menggunjingkan satu sama lain. Adakah seorang diantara kamu yang suka memakan daging saudaranya yang sudah mati? Maka tentulah kamu merasa jijik kepadanya. Dan bertakwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Penerima Taubat lagi Maha Penyayang.

    Wahai saudara2ku... sesungguhnya aku berlindung dan memohon ampun kepada Allah dari kesalahan dan kebodohan atas apa yg sudah aku tulis ini, dan aku memohon maaf yang sebesar2nya jika ada kata dan khilaf yang menyakiti hati kalian. sesungguhnya aku menyayangi dan mencintai kalian semua sebagaimana aku mencintai keluargaku...

    BalasHapus
    Balasan
    1. kepada saudara anonim (tanpa nama)
      1. terima kasih atas nasehat saudara di atas yang banyak menyitir firman Allah
      2. saudara menasehati sesama muslim, tentu karena saudara melihat ada permasalahan pada saudara muslim saudara.demikian juga kami, tentu menasehati, memberi pencerahan, mengatakan yang ini benar dan yang ini adalah salah karena melihat ada masalah pada kelompok yang dinasehati.
      3. saling menasehati, mengkritik, bukan berarti saling berpecah, ada perbedaan bukan berarti saling berperang.
      4. dengan ada tulisan di atas, kami mengharap ada jawaban-jawaban ilmiyah dari kelompok yang tidak setuju dengan isinya, sehingga dapat mencapai kepada kebenaran yang diidam2kan setiap muslim, tetapi sayang, jawaban2 itu tidak muncul2, yang ada hanya komentar2 yang tidak relevan dengan isi bolg ini.
      5. kalau saudara menganggap benar JT, mestinya saudara memberi argumentasi dan menolak argumentasi2 kami dalam tulisan di atas. bukan dengan melarang orang mencari kebenaran
      6 terima kasih

      Hapus
    2. Maafkan aku saudaraku Tgk Alizar Usman, karna kemarin menggunakan anonim. perkenalkan namaku aryo.
      aku mengucapkan terima kasih atas kebaikan saudaraku Tgk Alizar Usman mau membaca dan membalas komentarku dg sangat santun.
      aku hamba yg bodoh ini mencoba memahami kembali Surat Al-Hujuraat ayat 11:
      ( 11 ) Hai orang-orang yang beriman, janganlah sekumpulan orang laki-laki merendahkan kumpulan yang lain, boleh jadi yang ditertawakan itu lebih baik dari mereka. Dan jangan pula sekumpulan perempuan merendahkan kumpulan lainnya, boleh jadi yang direndahkan itu lebih baik. Dan janganlah suka mencela dirimu sendiri dan jangan memanggil dengan gelaran yang mengandung ejekan. Seburuk-buruk panggilan adalah (panggilan) yang buruk sesudah iman dan barangsiapa yang tidak bertobat, maka mereka itulah orang-orang yang zalim.

      Membaca ayat itu aku berfikir mungkinkah tulisan saudaraku Tgk Alizar Usman (semoga dimuliakan oleh Allah dg kepahaman ilmunya) telah menyakiti saudaraku di JT...? mungkinkah karena tertulis "agama mimpi" saudaraku di JT (semoga Allah muliakan dengan kesabarannya) merasa dipanggil dengan gelaran yg mengandung ejekan...?
      bukankan Rasulullah telah bersabda:

      Telah menceritakan kepada kami Adam bin Abu Iyas berkata, Telah menceritakan kepada
      kami Syu'bah dari Abdullah bin Abu As Safar dan Isma'il bin Abu Khalid dari Asy Sya'bi dari
      Abdullah bin 'Amru dari Nabi shallallahu 'alaihi wasallam, bersabda: "Seorang muslim adalah
      orang yang Kaum Muslimin selamat dari lisan dan tangannya, dan seorang Muhajir adalah
      orang yang meninggalkan apa yang dilarang oleh Allah "
      Sabda Rasulullah yang lain:
      Telah menceritakan kepada kami Musaddad berkata, telah menceritakan kepada kami
      Yahya dari Syu'bah dari Qotadah dari Anas dari Nabi shallallahu 'alaihi wasallam Dan dari
      Husain Al Mu'alim berkata, telah menceritakan kepada kami Qotadah dari Anas dari Nabi
      shallallahu 'alaihi wasallam, beliau bersabda: "Tidaklah beriman seseorang dari kalian
      sehingga dia mencintai untuk saudaranya sebagaimana dia mencintai untuk dirinya sendiri".

      Hapus
  103. mari sibuk mncari ksalahan sndri, sembari mamahamkan apa yang kita pahami.... adapun jika kita tdk sependapat coba kta mnelaah/mmkirkan pndapat orang lain dan mnghubungkan trhadap apa yg kt pahami bgtpun dr pihak sbaliknya.... mau ikut atau tdk trhadap apa yg kt pahami msing2 yg pntng kwajiban kt mmhamkan.. bgtpun saranku trhadap orng yg dberi kpahaman yg berbeda, jk kt ttp YAKIN trhadap apa kt jalankan (pahami) mk jalankanlah... jgn sampai prkataan orng mnyurutkan semangat Anda.. insya Allah, Allahlh yg mmberi kpahamn, Dialah pmilik ilmu, Dialah pmilik hidayah, dan kkuatan... mdh2n Allah swt memberi kpahaman buat kt smua..
    sy ingin mengutip sebuah hadits....



    :عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ مَسْعُودٍ رَضِيَ اللهُ تَعَالَى عَنهُ قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَى اللهُ عَلَيهِ وَسَّلَم

    .لاَ يَدْخُلُ الْجَنَّةَ مَنْ كَانَ فِي قَلْبِهِ مِثْقَالُ ذَرَّةٍ مِنْ كِبْرٍ

    قَفَالَ رَجُلٌ: إِنَّ الرَّجُلَ يُحِبُّ أَنْ يَكُونَ ثَوْبُهُ حَسَنًا وَنَعْلُهُ حَسَنَةً

    .قَالَ: إِنَّ اللَّهَ جَمِيلٌ يُحِبُّ الْجَمَالَ، الْكِبْرُ بَطَرُ الْحَقِّ وَغَمْطُ النَّاسِ

    Dari ‘Abdullah ibnu Mas’ud Radhiyallahu Ta’ala ‘anhu berkata: bersabda Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wassalam: “Tidak akan masuk surga orang-orang yang di dalam hatinya ada kesombongan, walaupun sekecil biji dzarah”. Kemudian berkata seorang laki-laki: ”Sesungguhnya ada seseorang yang menyukai supaya bajunya bagus dan sandalnya bagus.” (maksud lelaki ini mempertanyakan apakah yang demikian termasuk sombong). Maka bersabda Nabi Shalallahu ‘alaihi wassalam: “Sesungguhnya Allah Ta’ala Maha Indah dan mencintai keindahan. Yang sombong itu adalah menentang kebenaran serta merendahkan manusia.” (HR.Muslim).

    BalasHapus
    Balasan
    1. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

      Hapus
    2. meyakini sesuatu adalah benar tidak cukup dengan meyakini-meyakini saja, tanpa harus bersumber dari ilmu pengetahuan. Allah berfirman :
      وَلَا تَقْفُ مَا لَيْسَ لَكَ بِهِ عِلْمٌ إِنَّ السَّمْعَ وَالْبَصَرَ وَالْفُؤَادَ كُلُّ أُولَئِكَ كَانَ
      عَنْهُ مَسْئُولًا

      Dan janganlah kamu mengikuti apa yang kamu tidak mempunyai pengetahuan tentangnya. Sesungguhnya pendengaran, penglihatan dan hati, semuanya itu akan diminta pertanggungan jawabnya. (Q.S al-Isra' : 36)

      wassalam

      Hapus
    3. Dari Abu Darda’ r.a., ia berkata, “Saya telah mendengar Abul-Qasim saw. bersabda, ‘Sesungguhnya Allah berfirman, ‘Hai ‘Isa, sesungguhnya Aku akan membangkitkan satu umat sesudahmu. Jika mereka mendapatkan apa yang mereka sukai, mereka memuji Allah. Dan jika ditimpa hal-hal yang tidak mereka inginkan, mereka mengharapkan pahala dan bersabar, padahal mereka bukan penyantun dan tidak mempunyai ilmu tentang urusan itu. Maka ‘Isa bertanya, ‘Wahai Tuhanku, lalu bagaimana bisa mereka bersikap demikian, padahal tidak mempunyai sifat penyantun dan ilmu?’ Allah swt. berfirman, Aku berikan mereka sifat santun-Ku dan ilmu-Ku.” (H.r. Hakim).

      Hapus
  104. ada 6 pilar dalam dakwahnya jamaah tablig ini :
    Pertama :memasukkan hakikat kalimat thaiyibah Laa ilaha illallah Muhammadurrasulullah
    Kedua : shalat kusyu’ dan khudhu’
    Ketiga : ilmu dan zikir
    Keempat : ikramul muslimin, yaitu memuliakan saudara muslim
    Kelima : tashlihul niat, yakni meluruskan niat
    Keenam :dakwah ilallah dan khuruj fiisabilillah, yakni menyeru manusia kepada Allah keluar di jalan Allah.
    yg saya tanyakan kok bisa menaruh Ilmu di urutan no 3 berarti mengucapkan kalimat talbiyah atau sahadat tanpa belajar lebih dulu ilmunya gimana jadinya....
    ?????
    sungguh jama'ah yg g bisa di jadiin contoh ntuk di ikuti karna mereka menaruh ilmu di no 3....
    inilah salah satu kebodohan mereka dalam beragama sudah di jelaskan dalam Quran dan sunnah bahwa menuntut ilmu dulu baru berdakwah dan beribadah itu baru yg benar...!!!

    BalasHapus
    Balasan
    1. ini biar orang jamaah tabligh yag jawab

      Hapus
    2. Astagfirullah, janganlah beburuk sangka kepada hamba Allah, 6 pilar/asas/dasar/apalah namanya yg anda sebutkan tadi, itu ditak ada kehendak me no 3 kan ilmu, itu cuman sebagai urutan, tidak ada pemahaman me no 3 kan ilmu dikalangan JT, semua harus serasi dan seimbang berjalan seiring. saudaraku hilangkan mintalah kepada Allah supaya dihilangkan Ghill (kebencian, kecemburuan) dari dalam hati kita terhadap orang2 yg beriman. Amin

      Hapus
    3. betul yhuri harus hati-hati.. karena ada riwayat sbb:
      Dari Abu Darda’ r.a., ia berkata, “Saya telah mendengar Abul-Qasim saw. bersabda, ‘Sesungguhnya Allah berfirman, ‘Hai ‘Isa, sesungguhnya Aku akan membangkitkan satu umat sesudahmu. Jika mereka mendapatkan apa yang mereka sukai, mereka memuji Allah. Dan jika ditimpa hal-hal yang tidak mereka inginkan, mereka mengharapkan pahala dan bersabar, padahal mereka bukan penyantun dan tidak mempunyai ilmu tentang urusan itu. Maka ‘Isa bertanya, ‘Wahai Tuhanku, lalu bagaimana bisa mereka bersikap demikian, padahal tidak mempunyai sifat penyantun dan ilmu?’ Allah swt. berfirman, Aku berikan mereka sifat santun-Ku dan ilmu-Ku.” (H.r. Hakim)... mdh2n Allah memberikan kita semua kepahaman.. @al-jundi

      Hapus
  105. subhanallah apa yg diuraikan pd literatur diatas , wallahi demikianlah sebenarnya jamaah tablig
    Dengan berharap dapat mengetahui bagaimana beribadah yang benar sesuai Sunnah Rasulullah, kami ikut JT.
    Suami tiap th khuruj 4 bln IPB (7 kali) ,hidmat di Nizamudin , 4 bln negri jauh (Amerika). Masturoh 2 bln ke IP , dibai’at di Nizamudin (oleh maulana Inamul Hasan). Makin banyak syubhat yg saya dapatkan ,saya tanya disurat apa atau dihadist mana perintah khuruj itu ? bukannya jawaban yg kami dapatkan tapi kemarahan (pasti tidak dapat menyebutkan dalil krn memang ini adl da’wah ala maulana Ilyas).
    Alhamdulillah, Allah tunjukkan Agama yang haq , yang jelas yang tidak ada keraguan didalamnya .
    Niat baik dan semangat saja tidaklah cukup, tapi harus dimulai dengan mencari ilmunya sebelum kita beramal.
    Seyogianya seorang mu’min itu tidak sekedar berbicara , berpendapat tanpa dasar , apalagi urusan AGAMA .
    Take time untuk membaca , belajar merenungi , ukur capasitas diri .Kalau tidak paham , lebih baik bertanya , lebih banyak lagi mengkaji kitab-kitab para ulama salaf (para sahabat Rasulullah ,tabi’in , tabi’ut tabi’in dan yang mengikuti mereka) menelaah bagaimana pemahaman mereka , bagaimana praktek mereka , sehingga kita tidak tergelicir dalam memberikan pandangan yang menyesatkan dan berlepas diri dari apa yang mereka amalkan.
    Allah berfirman :”…. Diantara hamba-hamba Allah yang paling takut kepada-Nya hanyalah para ulama…. (Al Fathir 28) .
    Semakin berilmu…mereka akan semakin takut pada Allah…..mereka akan semakin tawadhu…..mereka akan semakin berhati-hati dalam menggunakan lisannya….menjaga tangannya menjaga hatinya…semoga Allah memasukkan kita menjadi seorang diantaranya , amin .
    Terkadang….bila membaca dan menganalisa perkataan ulama, tulisan para ulama, fatwa ulama, ulasan para tholabul ilmi yang sangat jelas (clear like crytal clear) jadi bertanya-tanya…..Kalaulah mereka saja tidak mampu meyakinkan dan memberikan penjelasan yang memuaskan ….apalagi artinya hamba yg dhoif ini dibanding dengan mereka.
    Hendaklah kita bertaqwa kepada Allah, wahai saudaraku. Jangan mengkhianati Allah, Rasulullah, Al-Qur’an dan kaum muslimin. Jangan kita menipu orang awam. Jangan mengukur urusan apapun semata-mata hanya dengan perasaan kita, sebab dienullah sangat terang benderang, malamnya sebagaimana siangnya, tidak akan ada yang menyimpang darinya sepeninggal beliau shalallalahu ‘alaihi wa sallam melainkan orang yang pasti binasa.
    Allah telah menyempurnakan dien-Nya, termasuk dalam hal ini ialah jalan dakwah. Ini merupakan perkara tauqifi, harus atas petunjuk Al-Qur’an dan As-Sunnah berdasarkan pemahaman salafush shalih. Sedangkan apa yang tidak sesuai dengannya, maka ia adalah bid’ah dan kesesatan, sekalipun namanya dipoles dengan apa saja dan biarpun memamerkan berjuta dalih. Apakah kita tega untuk menyatakan sesat orang yg memang telah disesatkan oleh para ulama kaum muslimin ?? apakah kita tetap lebih mendahulukan “perasaan kita” dr pd “ilmu” yg menerangkan siapa mereka sebenarnya??.Apakah kita ragu untuk membela Agama Allah dari kerusakkan yg mereka lakukan??Ataukah kita malah menyalahkan orang yg menerangkan tentang kesesatan mereka??
    Yuuuu belajar masalah agama,masalah tauhid,syirik,sunnah ,bid’ah ,sirah nabawiyah yg shahih dst .
    semoga Allah memberikan hidayah kepada kita .semoga Allah mengampuni kita dan menuntun kita diatas Al-Haq
    Wallahi tidak ada niat kami selain mengingatkan kami dan juga anda sekalian jangan sampai sesat dan menyesatkan

    BalasHapus
  106. maaf buat ummi hanif hal apa yg belum di mengerti di JT??: mengenai dalil khuruj: kami dapatkan dalil sbb..

    وَالَّذِينَ آمَنُوا وَهَاجَرُوا وَجَاهَدُوا فِي سَبِيلِ اللَّهِ وَالَّذِينَ آوَوْا وَنَصَرُوا أُولَٰئِكَ هُمُ الْمُؤْمِنُونَ حَقًّا ۚ لَهُمْ مَغْفِرَةٌ وَرِزْقٌ كَرِيمٌ

    "Dan orang-orang yang beriman dan berhijrah serta berjihad pada jalan Allah, dan orang-orang yang memberi tempat kediaman dan memberi pertolongan (kepada orang-orang mujairin), mereka itulah orang-orang yang benar-benar beriman. Mereka memperoleh ampunan dan rezki (ni;mat) yang mulia. (Qs. Al-An'fal,(8):74)

    وَلْتَكُنْ مِنْكُمْ أُمَّةٌ يَدْعُونَ إِلَى الْخَيْرِ وَيَأْمُرُونَ بِالْمَعْرُوفِ وَيَنْهَوْنَ عَنِ الْمُنْكَرِ وَأُولَئِكَ هُمُ الْمُفْلِحُونَ

    “Dan hendaklah ada di antara kalian sebuah umat yang menyeru kepada kebaikan, menyuruh kepada yang ma’ruf dan mencegah dari yang munkar, merekalah orang-orang yang beruntung.” (Ali ‘Ilmran 104)

    كُنْتُمْ خَيْرَ أُمَّةٍ أُخْرِجَتْ لِلنَّاسِ تَأْمُرُونَ بِالْمَعْرُوفِ وَتَنْهَوْنَ عَنِ الْمُنْكَرِ وَتُؤْمِنُونَ بِاللَّهِ وَلَوْ آَمَنَ أَهْلُ الْكِتَابِ لَكَانَ خَيْرًا لَهُمْ مِنْهُمُ الْمُؤْمِنُونَ وَأَكْثَرُهُمُ الْفَاسِقُون
    “Kamu adalah umat yang terbaik yang dilahirkan untuk manusia, menyuruh kepada yang ma’ruf, dan mencegah dari yang mungkar, dan beriman kepada Allah. ”(Ali Imran / 3 : 110)

    "Orang-orang yang beriman dan berhijrah serta berjihad di jalan Allah dengan harta benda dan diri mereka adalah lebih tinggi derajatnya di sisi Allah; dan itulah orang-orang yang mendapat kemenangan." (At-Taubah (9):20)

    selain diatas masih banyak dalil-dalil yang lain.

    selain itu syarat brdakwah itu simple sj (wlau 1 ayat).. apa yang kita tahu dapat disampaikan (ini artinya orang2 yg khuruj tidak berarti tahu akan semua, selama ini jamaah ttap blajar dan mrnghrgai ulama bhkan pada markas2 dakwah selain fadilah amal, muntakhab hadits, hayatus sahabah (yg dpakai slm ini di JT) dpljari jg kitab2 rujukan sperti kutubus sittah :

    بَلِّغُوْا عَنيِّ وَلَوْ آيَةٍ

    “Sampaikanlah dariku walaupun satu ayat.” (HR. Bukhari)

    Wallahu 'alam bish shawab.. kalau kurang jelas atau ada hal hal lain mengenai JT mungkin bs ditanyakan kembali.. (Al-jundi)

    BalasHapus
  107. dalil2 yang tersebut oleh anonim (al-Jundi)di atas adalah dakwah dengan metode amar ma'ruf nahi mungkar. sedangkan JT, metode dakwahnya hanya mengkhususkan kepada amar ma'ruf, tidak ada dakwah nahi mungkar. ini mana dalilnya saudaraku...!bahkan mengkhususkan dakwah hanya dengan amar ma'ruf tanpa nahi mungkar bertentangan dengan dalil2 yang disebut di atas.

    wassalam

    BalasHapus
    Balasan
    1. tengku kebetulan saya orang aceh,, ada tempat maksiat ni di propinsi kita ni tapi kami gak bisa mencegahnya karena takut (maklum iman saya belum kuat) soalnya yang jaganya garang-garang... bisa gak tengku cegah mereka berbuat maksiat,,, kalo bisa nanti saya tunjukin tempatnya tolong tengku dakwahkan mereka ya..dengan cara tengku... kalo bisa kapan kita bisa ketemu di kota mana saja di aceh trus tengku ajarin cara mencegah mereka berbuat maksiat... terima kasih ya tengku

      Hapus
  108. BUAT TGK... dari Al-Jundi
    Amar = menyuruh, ma’ruf = kebaikan..... nahi = mencegah, munkar = kejahatan...
    subhanallah saudaraku.. mdh2n Allah memberikan kita semua kepahaman serta hidayah dan petunjuk tercurah kepada kita semua serta semangat untuk mndakwahkan agamanya... sepengalaman ana di JT banyak saudara2 kita mndatangi tempat2 yg digunakan u/ bermaksiat... sambil mncegah kejatahan mereka jg mngajak pda kbaikan... ulama katakan amar ma'ruf nahir mungkar merupakan satu rangkaian yang saling berkaitan... atau mngkin diri ana kurang mmhami yg antum katakan.. wallahu 'alam bish shawab... mdh2n Allah swt mngampuni sgala kslahan & kkhilafan.. "semakin luas kbaikan maka semakin kecil peluang kejahatan".. ibarat cahaya dikegelapan..

    BalasHapus
    Balasan
    1. untuk mengetahui bagaimana sesungguhnya JT, tidak cukup dengan hanya melihat di sekitar anda, tetapi perlu melihat pendapat tokoh2 rujukan JT dari india dan sekitarnya, karena di sana lahir JT. khusus mengenai larangan nahi mungkar dapat anda simak dari pengakuan Sa’ad bin Ibrahim Syilbi dalam bukunya,Dalil-Dalil Da’wah dan Tabligh, (terjemahan oleh Ust. Musthafa Sayani), Pustaka Ramadhan, Bandung, Hal. 155 : “Bahwa tidak termasuk dalam metode Jama’ah Tabligh pengingkaran terhadap pemilik atau pelaku kemungkaran."
      (Syekh Muhammad Sa’ad adalah cucu dari Maulana Muhammad Yusuf)

      wassalam

      Hapus
  109. JT : Jamaah tabligh : jamaah pendakwah....
    Mgkn anda kurang mmahami bhwa sbnarnya "jamaah pendakwah" bukan lahir di india tp pada hakikatnya lahir ketika nabi melakukan haji wada di makkah pasca peristiwa fathu makkah.... dari 124 ribu sahabat yang berkumpul di haji wada' stelah ada perintah bertebaran menyampaikan dakwah di muka bumi maka bertebaranlah sahabat, dari sejarah cuma sekitar 10 ribu yang di dapatkan kuburannya di pekuburan Baqi makkah.. terus kemana yg 114 ribu itu???.. sejarah mencatat diantaranya Saad bin Abi Waqqas dikubur di negeri China, kemudian sahabat Abu Ayyub Al Anshari telah meninggal di Istambul, Turki dan sahabat2 lainnya didaerah2 Bahkan dari sejarah di dapatkan jejaknya di Aceh..sebagian besar mereka berdakwah tidak pulang pulang.. oleh karena itu kurang tepat sejarah saat ini yg mengatakan islam dibawa oleh pedagang sambil berdakwah tp sebaliknya dibawa oleh sahabat yg btul2 pendakwah sedangkan berdagang dilakukan u/ bertahan hidup... saudara menukil stu pendapat sj tntang larangan nahi mungkar.. kalaupun anda tulis itu bnar (maaf blum sy dpt bukunya)tp pada kenyataanta jamaah tabligh tdk demikian (melarang hahi mungkar) bahkan pada Kitab "Fadhilah a'mal" terdapat satu Bab pentingnya Amar Ma'ruf Nahi Mungkar.. jngalh di interpretasikan jamaah tabligh lahir india, cm dsana di lkukan upaya usha mncontoh sbagaimn yg dilakukan nabi dulu ktika mengerakkan dakwah.. alhmdulillah usha dakwah ini berkembang pesat dmna2.. mulai dr kalangan bawah sampai atas ikut terlibat d dalamnya.. di indonesia sndiri POLRI/TNI, aparat pemerintah, kalangan ulama, akademis, artis, ikut bagian di dalamnya.. diantara mereka yg ikut usaha dakwah meniti jalan Allah : sakti (artis personel sheila on 7), almrhum gito rollis (artis), Anton bahrul alam (mantan kadiv humas POLRI), mantan Presiden Pakistan Rafiq Tarar, Menteri kepala Sindh Dr. Arbab Ghulam Rahim, mantan Perdana Menteri Pakistan Nawaz Sharif, dan mantan Jendral Pakistan Javed Nasir dll.. di beberapa daerah usaha dakwah melalui pertolongan Allah bnyak gereja dibeli di jadikan masjid di Melbourne, Australia sj dlm tahun 2012 ini 16 bangunan gereja dijadikan masjid, tinggal pilihan bg kt mau ikut atau tdk.. atau plng tdk mngikuti yg sesuai yg anda pahami sj/yg kt trima (jk kt mlihat kbaikannya yg ada d dalamnya)... umat skrg perlu banyak perhatian.. banyak di pelosok2 daerah masjid tdk hidup. Smbil mmperbaiki diri kt dakwahkan agama...
    saat ini dunia islam seperti singa yg dikurung di dalam kandang dimana badannya besar ,tp ktika biar anak kecil sj yg menjoloknya dia hanya bs meraung dan tertawalah anak kecil itu melihatnya, sdangkan singa itu tdk bs berbuat apa2 tp coba kalau singa diluar kandang/atau terlepas belenggu walaupun kurus tp akan disegani... artinya skrg ketika umat dihina, di cela atau lainnya kita hanya bs berteriak, berdemo ataupun lain semacamnya disisi lain pihak2 yg mnginginkan kt kacau akan tertwa mlihat kt,, tp coba kalau kt berani mndakwahkan agama ini mngajak stu dngn lain secara persuasif mk agama ini akn bangkit..
    wallahu ,alam bish shawab..
    Aljundi

    BalasHapus
    Balasan
    1. 1. jama'ah pendakwah memang bukan lahir di India, tapi kalau JT ya lahir di India dicetus oleh Muhammad Ilyas

      2. jama'ah pendakwah lahir mulai ketika nabi SAW masih di Makkah, waktu itu sudah ada jama'ah pendakwah seperti Abu bakar, Ali, Usman, Umar, abbas dll, jadi bukan seperti dakwaan saudara bahwa jama'ah pendakwah lahir ketika nabi melakukan haji wada' di makkah pasca peristiwa fathu makkah (fathu makkah terjadi setelah hijrah). kalau benar seperti dakwaan saudara itu, berarti saudara menuduh sahabat2 nabi sebelum hijrah tidak melakukan dakwah apa2. Aneh!

      3. kalau banyak orang2 penting seperti TNI/polri, aparat pemerintah, akademis, artis, di Indonesia ini yang sudah berhasil didakwahi oleh JT, tentu maksiat gak bakalan kayak sekarang ini. jangan2 yang didakwahi hanya suruh shalat, puasa dan lain2 saja, sedang maksiat jalan terus gak perlu dilarang


      Hapus
  110. point 1 anda sudah betul.. muhammad ilyas salah satu penggerak dakwah di india.. tp kurang tepat kalau saudara mngatakan JT:jamaah pendakwah, Muhammad ilyas adalah pencetus di india.. itu kurang tepat krn pncetusnya adalah sahabat Nabilah yg berdakwah ke india.. NU, Muhammadiyah dan ormas islam lainnya tdk boleh langsung kt katakan pencetus islam di indonesia, meraka pnerus2 dakwah... jngan interpretasikan dakwah yg dilakukan beliau menganggap jg tdk merujuk ke Rasulullah.. jgn anda mlihat krn india, berrti tdk merujuk ke Rasulullah,.. klau saudara brbicara bgt.. bs jd saudara samakn ulama2 lain.. siapa tdk knal Imam Bukhari mereka berasal dari Uzbekistan, Asia Tengah, Imam Muslim berasal dr Naisabur,Rusia., Imam Abu Dawud dari basrah Irak, Imam Tirmidzi dari Tirmizd sebelah utara Iran dan lainnya.. mereka itu bukn bersal dr Madinah dan Makkah.. mmng bnyak orang mnggap jamaah yg dblng "JT" sebagian orng ad/ cetusan india padahl tdk,. bs2 sorban yd dipake jamaah Ddikira inisiatif dr india padahal jamaah mncontoh Nabi.. imam bonjol, Kh hasyim asyari dan lainnya pun mmakai sorban..
    point 2 anda mgkn setengah2 memahami pembahasn diatas yg sy mksud bertebaran ke muka bumi adalah memperluas dakwah diluar jazirah arab.. anda sendiri mngkn tdk merasakannya bahwa pegorbanan mreka ke luar jazirah, serta tdk mmahami jejak & prjuangan mereka (sampai aceh).... anda mgkn hanya suka mencari kesalahan orang lain tp tdk tahu kslahan sndiri..
    point 3.. masya Allah betul betul mgkn antum belum mmhami dakwah saudaraku.. hidayah itu milik Allah saudaraku, kalau Allah mau dalam sekejap sj dgn "kun fayakun" mk hilanglah kemaksiatan di dunia ini, kalau Allah mau, jadi islamlah orang semua hari ini biar tanpa anda.. tp ketahuilah Allah mau melihat usaha maksimal hambaNYA.. manusia itu hanya dapat berperan sbagai asbab "pintu-pintu hidayah, petunjuk dan pertolongan Allah".. hati2 saudaraku klau antum katakan "Aneh" bs jd anda katakan aneh juga nabi2 terdahulu, dari dakwah Nabi Yunus a.s berapakah yg ikut padanya??, bgitupun nabi Nuh A.s?? Nabi Musa dan Nabi-nabi lainnya serta bgimana kmksiatan didalamnya... kalau melihat kemaksiatan yg masih merajalela disekitarnya dijamannya bukan berarti mereka gagal.. masya Allah mdh2n Allah mngampuni.. Ketahuilah, salah satu pertanyaan di alam kubur nnti bgi penghuni: Sudah adakah orang/umat mnyampaikan islam kepadamu.... kalau dia berkata “tdk ada” mk tunggulah kt semua akan mndapat pertanggung jawabannya.. dalam sebuah ayat disebut “wala tahanu wala tahzanu.. jngan kmu gundah gulana dan bersedih atas mereka (orang kafir) karena Akulah (kata Allah) yg membukakn pntu hati2 mereka,,, jd y tnggl tugas kt mnyampaikan rislah kpdanya..
    lanjut di coment berikutya...

    BalasHapus
  111. anjutan...
    O ya saudaraku.. tahukah Dakwah awal Rasulullah sebelum datangnya hijrah??,,yaitu dakwah sebelum datangya perintah shalat, memakai jilbab, puasa,dan hukum tata aturan dalam individu serta bermasyarakat lainnya.. selama 13 tahun nabi berdakwah mengajak kepada penghambaan kpda Allah swt, mnanamkan kyakinan akan adanya Allah yg Esa agar dpt beriman... makanya surat2 makkiyah (yg diturunkan di makkah sblm hijrah) tdk ada yg berbunyi "ya ayyuhal ladzina amanu" (hai orang beriman) tp bunyix "ya ayyuhannas" artinya “wahai manusia”... ini parameterya mrka belum beriman.. selanjutnya pada tahap stelah hijrah di madina (surat madaniah) ayat2nya berbunyi ” ya ayyuhal lazdina amanu” disinilah awal diterapkan tata aturan ummat (seperti: larangan minum khamar, berjudi, pembagian harta warisan dan hukum lainnya).. artinya ktika kyakinan dalam diri seorng hamba akan penghambaan pd Allah trtanam, mk slnjutnya mereka diarahkan pd aturan yg beradab (contoh penerapan ayatnya : “ya ayyuhal lazdina amanu innamak khamru wa maysiru...dst”).. artinya hai orng2 yg beriman sesungguhya meminum khamar mngundi nasib.. dst adalh ssuatu yg dilarang agama...
    Lain hal, suatu pelajaran yg perlu dipetik ketika turunnya ayat 2 di madinah, ayat2 waktu itu (utamanya ayat larangan) turun secara bertahap dan bijak... sebagai contoh ayat pelarangan khamar.. pd awalnya ayat yg turun hanya melarang meminum khamar ketika atau sementara melakukan shlat (...”jgnlah km shalat dalm keadaan mabuk”) setlah itu turun ayat lg mmbhas bhwa mmnum khamar ad/ prbuatan dosa... KETAHUILAH SAUDARAKU DI JT TTP MELAKUKAN AMAR MA’RUF NAHI MUNGKAR.. bnyak saudara2 kita awalnya mngenal agamapun tdk, lambat laun larangan2 Allahpun perlahan ditinggalkan ktika mengenal agama, ketika keimanan mereka tertanam diapun diajak menjauhi maksiat.... adalah sebuah fitnah ketika membicarakan sesuatu tidak berdasar knyataan dan melihat langsung objek yg diamati.. fitnah lebih kejam dari membunuh.. dan di akhirat nnti banyak orang heran melihat amal ibadahnya habis padahal dia dulunya ahli ibadah dikarenakan fitnah darinya..
    Sebagai penutup tulisan ini..
    Maaf, banyak hari ini orang berilmu ttpi tdk diberi kekuatan untuk mengamalkannya... banyak hari ini kuliah sampai S3 ilmu agama tp dibutakan oleh Allah mengamalkannya, justru krn ilmunya mereka dibingungkan.. mreka jg mngetahui dan mmhami tp tdk mmpu mngamalkan.. Dari 'Abdullah-yakni ibnu mas'ud-ra., ia berkata, Rasulullah saw bersabda"Apabila Allah kehendaki kebaikan kepada seseorang hamba, maka Allah pasti memberikan kepahaman kepadanya agama dan mengilhamkan petunjuk-NYA kepadanya." (H.R Bazzar dan Thabrani)
    Wallahu ‘alam BishSawab
    Mudh2n sj Allah melindungi kt, mmberikn kpahaman atas ilmuNYA serta kkuatan u/ mngamlkan dan mnyampaikannya.. barakallah.. astagfirullah..Astagfirullah.. astagfirullah..Astagfirullah..
    Al-Jundi...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Jawab :
      1.saya tidak pernah mengatakan muhammad ilyas salah satu penggerak dakwah di india, tetapi saya hanya mengatakan Muhammad ilyas pencetus JT (sekali lagi JT) di India. JT lahir berdasarkan tafsir yang datang dalam mimpi Muhammad Ilyas tentang ayat qur’an, (Q.S. Ali Imran :110)
      (lihat : Mansur Nu’mani, Malfudhat, (Terjemahan kedalam Bahasa Melayu oleh Humayun Chowdhury), Pustaka Timur, Trengganu, Malaysia, Hal. 40-42,)

      2.Nabi Muhammad menjadi rasul bagi orang arab dan lain arab dan itu menjadi keyakinan dakwah mulai waktu nabi berada di makkah (sebelum hijrah) . buktinya waktu hijrah sahabat ke habsyah,(peristiwa ini sebelum hijrah ke Madinah), ja’far bin abu thalib, sempat mendakwahi najasyi (raja habsyah. Habsyah adalah Etiopia sekarang) memperkenalkan agama Islam kepada raja tersebut. (lihat kitab al-Kamil, karya Ibu Atsir, juz. I, hal. 599). jadi kalau saudara katakana dakwah keluar Arab setelah fath makkah, menurut data di atas jelas keliru.

      3.Benar dakwah sebelum hijrah lebih banyak dakwah mengenai akidah, tetapi bukan berarti perintah2 ibadah belum ada sama sekali. Contohnya shalat dipardhukan pada malam israk dan mi’raj, yaitu satu setengah tahun sebelum hijrah (lihat qalyubi, juz. I, Hal. 110, kitab yang menjadi kurikulum di pesantren2 di Indonesia dan asia tenggara). Jadi kalau saudara mengatakan ‘Dakwah awal Rasulullah sebelum datangnya hijrah??,,yaitu dakwah sebelum datangya perintah shalat, memakai jilbab, puasa,dan hukum tata aturan dalam individu serta bermasyarakat lainnya..” ini sangat keliru, karena perintah shalat datang sebelum hijrah. Ini gimana saudaraku.........

      4.saudara mengatakan ; makanya surat2 makkiyah (yg diturunkan di makkah sblm hijrah) tdk ada yg berbunyi "ya ayyuhal ladzina amanu" (hai orang beriman) tp bunyix "ya ayyuhannas" artinya “wahai manusia”... ini parameterya mrka belum beriman.. selanjutnya pada tahap stelah hijrah di madina (surat madaniah) ayat2nya berbunyi ” ya ayyuhal lazdina amanu”
      jawab : penjelasan saudara itu tidak benar,
      1.karena ada juga ayat yang diturunkan di makkah, tetapi menyebut : “ya ayyuhal ladzina amanu” seperti : Q.S. al-Hajj : 77
      يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا ارْكَعُوا وَاسْجُدُوا وَاعْبُدُوا رَبَّكُمْ
      Ayat ini diturunkan di makkah, karena surah al-Hajj adalah makiyah.(Lihat : al-Burhan fi ulumul qur’an karya zarkasyi, hal. 190)
      2.ayat2 yang diturunkan di madinah juga ada yang berbunyi : ya ayyuhannas, seperti Q.S. al-Baqarah : 21
      يَا أَيُّهَا النَّاسُ اعْبُدُوا رَبَّكُمُ الَّذِي خَلَقَكُمْ
      dan al-baqarah : 168, berbunyi :
      يَا أَيُّهَا النَّاسُ كُلُوا مِمَّا فِي الْأَرْضِ حَلَالًا طَيِّبًا
      Ayat ini diturunkan di madinah, karena surah al-baqarah madiniyah.
      .(Lihat : al-Burhan fi ulumul qur’an karya zarkasyi, hal. 190)

      Jadi, karena itu, yang benar adalah pada kebiasaannya yang disebut "ya ayyuhal ladzina amanu’ maka biasanya itu diturunkan di madinah dan yang disebut “ya ayyuhannas” biasanya diturunkan di makkah, jadi bukan seperti klaim saudara secara mutlaq. Kalau saudara ada belajar sedikit ilmu al-qur’an, ini pasti tahu.!!!
      .(Lihat : al-Burhan fi ulumul qur’an karya zarkasyi, hal. 191)

      5.Harus diakui banyak orang berilmu sekarang tidak mengamalkan ilmunya, tetapi yang lebih miris lagi adalah banyak orang2 tanpa ilmu beramal meskipun dia tidak tahu apa yang diamalkankan, tidak tahu sah dan wajibnya bahkan tidak tahu siapa tuhan yang disembah dan lebih parah lagi orang2 ini sok berilmu, padahal dia tidak berilmu sama sekali. Kalau berpakaian dan berbicara seperti gaya ulama , mungkin ini untuk menipu ummat dengan gaya pura2 jadi ulama.


      wassalam

      Hapus
  112. jawab POINT 5 :
    Abu Darda’ r.a., ia berkata, “Saya telah mendengar Abul-Qasim saw. bersabda, ‘Sesungguhnya Allah berfirman, ‘Hai ‘Isa, sesungguhnya Aku akan membangkitkan satu umat sesudahmu. Jika mereka mendapatkan apa yang mereka sukai, mereka memuji Allah. Dan jika ditimpa hal-hal yang tidak mereka inginkan, mereka mengharapkan pahala dan bersabar, padahal mereka bukan penyantun dan tidak mempunyai ilmu tentang urusan itu. Maka ‘Isa bertanya, ‘Wahai Tuhanku, lalu bagaimana bisa mereka bersikap demikian, padahal tidak mempunyai sifat penyantun dan ilmu?’ Allah swt. berfirman, Aku berikan mereka sifat santun-Ku dan ilmu-Ku.” (H.r. Hakim)
    afwan kata-kata "sok berilmu" saudara dapat diartikan bahwa anda merendahkan orang lain sedangkan menurut hadis merendahkan orang lain itu termasuk sombong dan smbong itu tidak akan mencium bau surga. mdh2n Allah mengampuni kt semua... mdh2n Allah menjaga lisan2 kt..

    POINT 1: sekali lagi bukan muhammad ilyas pencetus JT : Jamaah pendakwah.. para sahabat yang ke aceh termasuk juga jamaah pendakwah.. jauh sebelum muhammad ilyas lahir, JT: jamaah pendakwah sudah lahir dibawa Nabi dan para sahabat,, awal tulisan sy sudah mengartikan JT : jamaah pendakwah.. jadi Judul tulisan saudara "Jamaah Tabligh (Agama Mimpi)" dapat berarti jamaah pendakwah (agama mimpi).. judul tulisan saudara dapat berdampak pada Nabi dan sahabat.. maaf, sebenarnya tulisan saudara masih perlu fakta-realita.. cukuplah seseorang dikatakan memfitnah tanpa berbicara fakta atau langsung melihatnya, terlebih kalau hanya mengutip perkataan orang lain... selain itu sebuah tulisan yang kritis perlu ditampilkan analisis SWOTnya (kelebihan dan kekurangan dari objek yang diamati) supaya dapat menjadi rekomendasi (studi perbandingan) bagi orang yang membacanya, justru jngan sebaliknya orang jd bingung.. wahai saudaraku yg saya cintai krn Allah bs jadi anggapan tulisan anda tentang "agama mimpi" berimplikasi pada vonis orang yang membacanya sedangkan sisi kbaikan (ilmu hikmah)tdk di terlalu ditonjolkan, ujungya adlah pertnggung jawaban di akhirat, ktika ada kbaikan dilihat, d dalamnya tp justru kt abaikan..

    POINT 4 syukron katsir atas koreksinya, mengenai terkait pengertian Makkiyah dan Madaniyah ana baru ingat pendapat ulama ahli tafsir dalam menetapkan pengertiannya sbb:
    (1).Didasarkan pada Tempat turunnya
    Maksudnya stiap ayat yg dturunkan d Makkah, mk akan disebut ayat atau surat makkiyah. bgtupun sbaliknya jdi sebutan trsebut brdasarkan TEMPAT dmna ayat atau surat tersbt dtrunkan
    (2) Didasarkan pd ahli keduanya (mukhathab)
    mukhathab yang berarti org kedua yg diajak bicara terkait dngn turunya ayat or surat trsebut,, apakh ditujukan kpda ahli makkah atau ahli madinah. jd apbla dtujukan kpd ahli makkah mk suratnya makkiyah bgtpn sbliknya
    (3) d dasarkan pd saat hijrah
    sprti diketahui bhwa Nabi mnerima wahyu sblum hijrah k madinah 13 tahun d mkkah, brdasarkan pmahaman ini, smua surt pr ayat yg dtrunkan sblm hijrah k madinah dsebut ayat makkiyah bgtn sbliknya..

    POINT 2. Beda filosopi alasan hijrah yang saudara maksud dengan yg saya maksud ke luar jazirah arab

    O Y SYUKRAN ATAS KOREKSINYA LAINNYA.. mdah2n Allah swt mmberikan kpahaman trhadap kt smua.. barakallah

    BalasHapus
  113. kalau gak punya argumentasi yang kuat, ya terima aja, jadi gak usah marah2 gitu. kecuali marah 2 utk menutupi kebodohan diri sendiri

    BalasHapus
  114. dari umpan balik saudara.. justru saudara yg kena perkataan saudara sendiri.. ketika tdk mmpu berargumen lg.. yg katakan sj saudara...
    aljundi..

    BalasHapus
  115. assalammualaikum wr. wb

    tengku ana mau tanya, kok bisa syeikh ahmad rasyid al ganggohi itu pengikut wahabi??? ( ciyuss emang ana gak tau )

    di Indonesia ini, setau saya Wahabi paling benci sama org2 islam yang kerja agama ( yang disebut JT ), tentunya tengku tidak memandang JT ini sama dgn Wahabi bukan?
    soalnya ada 1 santri nya Abu Mudi di samalanga, dia katakan bahwa syeikh Maulana Ilyas ini pendiri Wahabi...
    nah ini sangat aneh, berhubung yg mengatakan itu termasuk santri terbaik dan sudah jadi tengku asisten.
    terus saya juga mendengar dari santrinya Tgk. Abdurrauf dari syamtalira Aron, pernah bersilaturahmi pada Abu Mudi. dia mengatakan bahwa kitab2 kuning yang diajarkan di madrasah2 sekarang telah ada penyisipan2 aqidah2 wahabi. terhitung dari digunakannya kitab kuning terbitan turki, bukan baghdad. benarkah seperti itu tuanku tengku yang mulia?

    out of topic tengku, apa kerja tengku2 di aceh kok masjid2 di aceh makin banyak sekaligus makin kosong??
    demikian pertanyaan saya tengku, jgn dianggap komen saya bernada emosi ya tengku. atau jgn baca dengan emosi tengku, nanti naik tensi nya. :D ... wassalam...

    Ramadhan ad durungi

    BalasHapus
    Balasan
    1. 1. yang mengatakan syeikh ahmad rasyid al ganggohi pengikut wahabi adalah Syekh Sayed Ahmad Syihabuddin dalam kitab Membuka Tabir Kesalahan Jamaah Tabligh (Terjemahan Tgk H. Hasanul Basri HG). Ini didukung juga oleh fatwa2 al-Gangohi sebagaimana disebut dalam kitab Hujjah al-Qathi’ah ‘ala Munnkiri ad-Du’a wal Maulid wal Fatihah wa Syaiun Minashshalah wassalam, Hal 12-16, karya Muhammad Mahbuh al-Haq Anshari,

      2. syeikh ahmad rasyid al ganggohi hanyalah salah seorang guru Maulana Muhammad Ilyas yang dihormatinya.al-gangohi bukan pendiri JT dan tidak ada hubungan dengan JT. cuma ada orang menduga, maulana muhammad ilyas terpengaruh dengan cara berpikir al-gangohi, itu saja menurut kami.wallahua'lam

      3. saya lebih cenderung mengatakan JT tidak identik dengan wahabi. namun bisa saja terpengaruhi dengan sebagian cara berpikir wahabi,(wahabi tidak mau mengikuti pendapat ulama) misalnya muhammad ilyas berani menafsir (Q.S Ali Imran : 104)dengan tidak berpegang kepada penafsiran ulama 2 tafsir mu'tabar tetapi dengan penafsiran sendiri.bahkan lebih parah dari wahabi karena berpedoman kepada mimpi.

      4. bencinya wahabi kepada JT, bukan berarti JT tidak terpengaruhi dg sebagian ajaran wahabi. kebencian itu karena sebagian ajaran JT yang tidak disukai wahabi, seperti JT melakukan hal2 yang dianggap bid'ah oleh wahabi.(wahabi sangat anti bid'ah)

      5. memang ada sebagian kitab kuning yang dianggap oleh sebagian ahli sudah disisipi ajaran wahabi, seperti kitab ibanah karya imam asy'ari pada sebagian cetakan. wallahua'lam

      6. pada zaman sekarang, kosong masjid bukan hanya kelihatan di aceh. dijawa, dan daerah2 lain mungkin ada yang lebih parah. mari kita benah bersama2. namun di aceh kita belum pernah atau hampir tidak ada kedengaran ayah ibunya islam, tetapi anak2nya murtad jadi nasrani dan yahudi. di luar aceh itu dianggap sesuatu hal yang biasa saja.(ini masalah akidah lho)dan lebih parah lagi sudah murtad atau diketahui penzina tetapi masih jadi idola.

      wassalam

      Hapus
  116. ada beberapa komentar yang dikirim oleh anonim (tanpa nama)tidak kami terbitkan, karena menghina sebuah etnis/suku. harap maklum

    wassalam

    BalasHapus
  117. Hamba Alloh Ummat Nabi21 Februari 2013 19.32

    Khuruj 4bl,40h,3h bukan agama TGK .BEGO. tapi metode belajar untuk melatih diri (islah diri) dengan meluangkan waktu untuk usaha agama dalam diri sendiri dan ummat seluruh alam dengan mengorbankan harta, diri waktu di jalan Alloh...

    BalasHapus
  118. 1. kami tidak pernah menyebut Khuruj 4bl,40h,3h sebagai agama. bagusnya anda baca tulisan di atas secara lengkap

    2. katanya, dakwahnya mengikuti nabi, heran, apakah ucapan seperti BEGO, termasuk termasuk metode dakwah ?

    wassalam

    BalasHapus
    Balasan
    1. krn cara bapak yg tdk brdakwah,, sesungguhnya andalah pemilik kata itu

      Hapus
  119. DALAM Penilaian kami selama ini tentang JT ( jama'ah tabligh ) ada benarnya sperti yang sampeyan sampaikan, hanya saja saya ingin sedikit mengabarkan bahwa JT ( setiap anggota Jt di wajibkan berislam ahl sunnah wal jama'ah
    Islam Ahlussunnah wal Jama'ah adalah Islam dengan 4 ciri:
    1. berpedoman pada Qur'an, Hadits, Ijma' dan Qiyas.
    2. Di bidang Fiqih, bermadzhab kepada salah satu madzhab yang empat ( ImamHanafi, Imam Maliki, ImamSyafii dan Imam Hanbali).
    3. Di bidang Aqidah, mengikuti faham Asy'ariyah dan Maturidiyah.
    4. Di bidang Tasawuf, mengikuti Imam Abu Qosim al-Junaidi

    adapun dalam kesaharian di lapangan, ada sebagain anggota yang salah dalam bersikap.
    itu oknum bukan JT nya.
    kita sudah sepakat bahwa kemualiaan hanya dari Allah
    bgt juga dengan kehinaan.

    siapalah kita..
    sebaiknya kita cermati dari sudut pandang yang berbeda, jangan satu sudut sehingga kita akan salah dalam menilai,

    masalah Jt tidak akan di habis jika di bahas.
    hanya saja ,saya ingin memberi tahukan bahwa dakwah JT banyak yang benci ( tidak suka ) dan banyak juga yang suka bahkan ambil bagian dalam usaha dakwah Ini, dua penilaian itu saya lihat dr kalangan Ulama, ada yang pro dan ada yang kontra ( dan kedua Ulama tersebut dari golongan Ulama ahl sunnah wal jama'ah ) itu lebihnya JT jika di bandingan dengan wahaby salafy, ahmadiyah, syi'ah dan kaum ingkar sunnah walinnya. artinya JT masih ada di dalam hati Ulama ahl sunnah wal jama'ah, dapun ajaran2 ingkar sunnah lainnya tidak ada di dalam hati Ulama ahl sunnah wal jma'ah,

    dan Tengku salah satu Ulama ahl sunnah wal jama'ah yang tidak suka dengan JT. dan itu lumrah, sudah menjadi sunnatullah.
    hanya saja, masing masing kita akan mempertanggung jawabkan dengan apa yang telah kita ucappkan, tulis, baca dan lain sebagainya. kita akan bertanggung jawab di pengadilan Allah yang maha adil.

    mari kita dikir, istigfar dan memerbanyak bersholawat, agar kita mengakhiri hidup ini dengan Husnul Khatimah.
    Aamiin.

    اَللّهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدِ نالْفَاتِحِ لِمَا اُغْلِقَ وَالْخَاتِمِ لِمَا سَبَقَ نَاصِرِ الْحَقِّ بِالْحَقِّ وَالْهَادِى إِلَى صِرَاطِكَ الْمُسْتَقِيْم وَعَلَى آلِهِ حَقَّ قَدْرِهِ وَمِقْدَارِهِ الْعَظِيْم.
    اَللّهُمَّ اجْعَلْ وَأَوْصِلْ وَتَقَبَّلْ ثَوَابَ مَا قَرَأْنَاهُ مِنَ الْقُرْآنِ الْكَرِيْمِ وَمَا هَلَكْنَاهُ مِنْ قَوْلِ لاَ إِلهَ إِلاَّ اللهُ وَمَا سُبْحَانَهُ مِنْ قَوْلِ سُبْحَانَ اللهِ وَبِحَمْدِهِ وَمَا اسْتَغْفِرْنَاهُ مِنْ قَوْلِ اَسْتَغْفِرُ اللهَ الْعَظِيْمَ وَمَا صَلَّيْنَاهُ وَمَا سَلَّمْنَاهُ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فِى هذِهِ الْمَجْلِسِ هَدِيَّةً وَاصِلَةً وَرَحْمَةً نَازِلَةً وَبَرَكَةً شَاوِرَةً إِلَى حَضْرَةِ رُوْحِ سَيِّدِنَا وَشَفِيْعِنَا مُحَمَّدٍ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَإِلَى اَرْوَاحِ جَمِيْعِ الْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ وَالْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ خُصُوْصًا إِلَى رُوْحِ ......
    اَللّهُمَّ اغْفِرْ لَهُمْ وَارْحَمْهُمْ وَعَافِهِمْ وَاعْفُ عَنْهُمْ. اَللّهُمَّ أَنْزِلِ الرَّحْمَةَ وَالْمَغْفِرَ عَلَى أَهْلِ الْقُبُوْرِ مِنْ أَهْلِ لاَ إِلهَ إِلاَّ اللهَ مُحَمَّدٌ رَسُوْلُ اللهِ. رَبَّنَا اغْفِرْلَنَا وَلإِخْوَانِنَا الَّذِيْنَ سَبَقُوْنَا بِاْلإِيْمَانِ وَلاَ تَجْعَلْ فِى قُلُوْبِنَا غِلاًّ لِلَّذِيْنَ آمَنُوا رَبَّنَا إِنَّكَ رَؤُوْفٌ رَّحِيْم.
    رَبَّنَا آتِنَا فِى الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِى اْلآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ
    النَّارِ. سُبْحَانَ رَبِّكَ رَبِّ الْعِزَّةِ عَمَّا يَصِفُوْنَ وَسَلاَمٌ عَلَى الْمُرْسَلِيْنَ وَالْحَمْدُ لِلّهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ. اَلْفَاتِحَة

    بِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيْمِ. اَلْحَمْدُ لِلّهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ. اَلرَّحْمنِ الرَّحِيْمِ. مَالِكِ يَوْمِ الدِّيْنِ. إِيَّاكَ نَعْبُدُ وَإِيَّاكَ نَسْتَعِيْنُ. اِهْدِنَا الصِّرَاطَ الْمُسْتَقِيْمَ، صِرَاطَ الَّذِيْنَ أَنْعَمْتَ عَلَيْهِمْ غَيْرِ الْمَغْضُوْبِ عَلَيْهِمْ وَلاَ الضَّآلِّيْنَ. آمين

    BalasHapus
    Balasan
    1. terima kasih atas masukannya
      secara umum, kami setuju dengan pendapat anda bahwa JT beislam ahlussunnah wal jama'ah, namun dalam beberapa hal berdasarkan kutipan ucapan tokoh2 utama JT (seperti Muhammad ilyas, sa'ad al-alkandahlawy dll) dapat dikatakan JT ada masalah pemahaman agama yang berbahaya bagi akidah Islam sebagaimana anda baca dalam tulisan kami di atas.

      wassalam

      Hapus
  120. Maaf.. tengku, saya tidak menemukan pemahaman Ulama JT yg sampeyan tulis menyalahi pendapat Ulama muktabarah, bahkan saya menemukan hanya comentar dan tuisan yang mengaitkan JT dengan ajaran wahaby salafy. saya rasa ingin sangat tidak tepat. krn wahaby salafy sangat membenci dakwah JT. bahkan menghukumi JT kafir, Jt di samakan dengan JIL dan ahmadiyah, bahkan wahaby salafy dengan lantang mengatakan JT, asy'ariyah, maturidiyah sesat dan kafir, yang saya tau JT beraqidah Asy'ariyah dan maturiyah. jd wajar jika salafy wahaby sangat membenci aqidah JT dan dakwah yang di lakukan JT.
    selama ini setiap saya dengan dan saya baca ucapan atau tulisan dr Ulama ahl sunnah yang tdk suka dengan JT pasti mengaitkan dgn ajaran wahaby salafy, ahmadiyah, syi'ah dan kaum ingkar sunnah lainnya.

    atau dalam tulisan sampeyan saya tdk jeli akibat kebodohan saya atau kurang bs memahami dgn baik,
    mohon dengan sangat, sampeyan bersedia menuqilkan satu kerancuan dalam pemahaman Jt
    sehingga bis menemukan apa yg samoeyan sampaikan
    " namun dalam beberapa hal berdasarkan kutipan ucapan tokoh2 utama JT (seperti Muhammad ilyas, sa'ad al-alkandahlawy dll) dapat dikatakan JT ada masalah pemahaman agama yang berbahaya bagi akidah Islam "

    kira kira apa pemahaman Jt yang membahayakan aqidah umat islam dalam pemahaman sampeyan..

    satu saja ya ust..



    اللَّهُمَّ أَنْتَ رَبِّيْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ أَنْتَ خَلَقْتَنِيْ، وَأَنَا عَبْدُكَ وَأَنَا عَلَى عَهْدِكَ وَوَعْدِكَ مَا اسْتَطَعْتُ، أَعُوْذُ بِكَ مِنْ شَرِّمَا صَنَعْتُ، أَبُوْءُ لَكَ بِنِعْمَتِكَ عَلَيَّ وَأَبُوْءُ لَكَ بِذَنْبِيْ فَاغْفِرْلِيْ فَإِنَّهُ لاَ يَغْفِرُ الذُّنُوْبَ إِلاَّ أِنْتَ

    BalasHapus
    Balasan
    1. Tulisan kami di atas terdiri dari 4 bagian, kalau anda membaca semuanya, sebenarnya anda akan mendapatkan jawabannya, namun demikian kami mencoba kutip kembali yang telah kami ditulis tersebut (ini sebagian kekeliruan JT), yaitu :
      1. Muhammad ilyas menuduh para rasul yang ma’shum dapat dikotori dengan dosa masayrakat awam.
      Berkata Maulana Ilyas :
      “Para anbiya a.s. adalah ma’shum dan mahfuzh. Mereka menerima ilmu dan hidayah langsung dari Allah. Tetapi ketika mereka bercampur gaul dengan masyarakat awam menta’limkan dan mentablighkan usaha hidayah kepada mereka, maka hati mereka yang mubarok (penuh berkah) dan munawar (penuh cahaya) terpengaruh juga oleh kotoran masyarakat awam. Akhirnya mereka akan membersihkan kotoran-kotoran tersebut dengan menyibukkan diri dalam dzikir dan ibadah”
      (lihat Maulana Manzhur Nu’mani (salah seorang pendukung Muhammad ilyas yang hidup semasa dan sangat dekat dgn Muhammad ilyas), Mutiara Hikmah Ulama Ahli dakwah, (terjemahan oleh A. Abdurrahman Ahmad As-Sirbuny) Pustaka Nabawi, Hal. 48-49)

      2. Maulana Muhammad Ilyas dalam menetapkan metode gerakan Jama’ah Tabligh menggunakan dalil al-Qur’an dengan penafsirannya berdasarkan mimpi. Hal ini diketahui sebagaimana pernyataannya dalam kitab Malfudhat :
      “ Ketahuilah ! Aku menemukan jalan bertabligh ini melalui mimpi dan Allah SWT juga mengajariku dalam mimpi penafsiran ayat :
      كُنْتُمْ خَيْرَ أُمَّةٍ أُخْرِجَتْ لِلنَّاسِ تَأْمُرُونَ بِالْمَعْرُوفِ وَتَنْهَوْنَ عَنِ الْمُنْكَرِ وَتُؤْمِنُونَ بِاللَّهِ
      Artinya : “Kamu sekalian merupakan sebaik-baik ummat yang diutuskan untuk manusia. Engkau menyuruh kepada kebaikan dan melarang segala kemungkaran dan beriman kepada Allah”(Q.S. Ali Imran :110)

      Menurut Maulana Muhammad Ilyas firman Allah SWT lafadh ukhrijat menunjukkan bahwa dakwah ini tidak akan terlaksana dan sempurna apabila cara penyampaiannya hanya menetap pada suatu tempat saja, tetapi harus dilaksanakan keluar dari daerah sendiri. Kemudian Muhammad Ilyas menambahkan, bahwa yang dimaksud dengan sebaik-baik umat pada ayat tersebut adalah bangsa Arab, dan yang dimaksud dengan manusia yang menjadi sasaran dakwah adalah bangsa bukan Arab. Karena mengenai bangsa Arab sudah ada ayat
      ليس علبهم بمصيطر
      dan ayat
      وماأنت عليهم بوكيل
      yang maksudnya adalah mengenai hidayah orang Arab sudah ada kejelasannya dan tidak perlu menjadi beban pikiran bagimu. Sedangkan lafazh تؤمنون بالله menunjukan kepada bahwa keimanan itu akan terus bertambah dengan melaksanakan amar ma’ruf dan nahi mungkar.

      (lihat Mansur Nu’mani, Malfudhat, (Terjemahan kedalam Bahasa Melayu oleh Humayun Chowdhury), Pustaka Timur, Trengganu, Malaysia, Hal. 40-42, dan lihat Syaikh Ahmad Syihabuddin, Kasyf al- Syubhah,(terjemahan oleh Syaikh Hasanul Basry HG), Hal.4.

      Keterangan bahwa Muhammad Ilyas mendapatkan penafsiran al-Qur’an melalui mimpi juga dapat diketahui dari pengakuan salah seorang pembela Jama’ah Tabligh, Mulwi Ahmad Harun Al-Rasyid, yaitu :
      “Rasulullah SAW sendiri menjelaskan tentang pembagian mimpi yang hanya tiga. Maka, tidak mungkin mimpi Maulana Muhammad Ilyas yang berisi penjelasan tentang ayat al-Qur’an dan metode dakwah ini hanya sekedar bawaan dari apa yang beliau pikirkan, apalagi berasal dari setan”.

      (lihat Mulwi Ahmad Harun Al-Rasyid, Meluruskan kesalahpahaman Terhadap Jaulah (Jama’ah Tabligh), (Terjemahan oleh Mulwi Muhammad Makmun), Pustaka Haromain, Hal. 48)

      saran saya sama anda baca tulisan kami dalam 4 bagian itu dgn lengkap

      Hapus
    2. Tgk Alizar Usman26 Februari 2013 00.26
      Tulisan kami di atas terdiri dari 4 bagian, kalau anda membaca semuanya, sebenarnya anda akan mendapatkan jawabannya, namun demikian kami mencoba kutip kembali yang telah kami ditulis tersebut (ini sebagian kekeliruan JT), yaitu :
      1. Muhammad ilyas menuduh para rasul yang ma’shum dapat dikotori dengan dosa masayrakat awam.
      Berkata Maulana Ilyas :
      “Para anbiya a.s. adalah ma’shum dan mahfuzh. Mereka menerima ilmu dan hidayah langsung dari Allah. Tetapi ketika mereka bercampur gaul dengan masyarakat awam menta’limkan dan mentablighkan usaha hidayah kepada mereka, maka hati mereka yang mubarok (penuh berkah) dan munawar (penuh cahaya) terpengaruh juga oleh kotoran masyarakat awam. Akhirnya mereka akan membersihkan kotoran-kotoran tersebut dengan menyibukkan diri dalam dzikir dan ibadah”
      (lihat Maulana Manzhur Nu’mani (salah seorang pendukung Muhammad ilyas yang hidup semasa dan sangat dekat dgn Muhammad ilyas), Mutiara Hikmah Ulama Ahli dakwah, (terjemahan oleh A. Abdurrahman Ahmad As-Sirbuny) Pustaka Nabawi, Hal. 48-49)
      ===
      Dalam Kutipan tersebut saya tidak menemukan kata kata Maulana Ilyas ( jika benar ) menuduh para Rasul yang ma’shum dapat di kotori dengan dosa masyarakat awam
      Sesuai kutipan sampeyan “”Berkata Maulana Ilyas :
      “Para anbiya a.s. adalah ma’shum dan mahfuzh. Mereka menerima ilmu dan hidayah langsung dari Allah. Tetapi ketika mereka bercampur gaul dengan masyarakat awam menta’limkan dan mentablighkan usaha hidayah kepada mereka, maka hati mereka yang mubarok (penuh berkah) dan munawar (penuh cahaya) terpengaruh juga oleh kotoran masyarakat awam. Akhirnya mereka akan membersihkan kotoran-kotoran tersebut dengan menyibukkan diri dalam dzikir dan ibadah””
      Di dalam Kitab Mutiara Hikmah Ulama Ahli dakwah yang di tulis maulana Manzhur Nu’mani adalah
      Berkata Maulana Ilyas :
      “Para anbiya a.s. adalah ma’shum dan mahfuzh. Mereka menerima ilmu dan hidayah langsung dari Allah. Tetapi ketika mereka bercampur gaul dengan masyarakat awam menta’limkan dan mentablighkan usaha hidayah kepada mereka, selalu berdo’a dan menyerahkan Hidayah kepada Allah, karena Rasul rasul Allah hanya sebagai asbab turunnya Hidayah kepada ummat masyarakat awam dalam menta’limkan dan mentablighkan usaha hidayah kepada mereka karena Rasul Rasul Allah hati mereka yang mubarok (penuh berkah) dan munawar (penuh cahaya) tidak terpengaruh juga oleh kotoran masyarakat awam. Salah satu Usaha Rasul rasul Allah dalam berdo’a dan mengharap petunjuk dengan membersihkan kotoran-kotoran Hati dengan menyibukkan diri dalam dzikir dan ibadah agar Ridha dan Hidayah Allah menyertai Usaha ta’lim dan tabigh para Rasul Rasul Allah”
      Silakan sampeyan cek sendiri Kitab Mutiara Hikmah Ulama Ahli dakwah yang di tulis maulana Manzhur Nu’mani Madinah: Maktab as-Sidiq, 1412 H hal 171 Bab Hidayah

      Saya saya katakan, ini sebuah kesalahan yang sangat fatal, saya tidak tau kesalahannya bersumber dr penerjemah atau penerbit. Maka kita serahkan kepada Allah semata yang maha mengetahui dengan apa yang tidak kita ketahui, dari kesalahan kita baik di sengaja atau tidak sengaja..
      Mari kita sama sama beristigfar kepada Allah dengan Sayyidul istigfar
      اللَّهُمَّ أَنْتَ رَبِّيْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ أَنْتَ خَلَقْتَنِيْ، وَأَنَا عَبْدُكَ وَأَنَا عَلَى عَهْدِكَ وَوَعْدِكَ مَا اسْتَطَعْتُ، أَعُوْذُ بِكَ مِنْ شَرِّمَا صَنَعْتُ، أَبُوْءُ لَكَ بِنِعْمَتِكَ عَلَيَّ وَأَبُوْءُ لَكَ بِذَنْبِيْ فَاغْفِرْلِيْ فَإِنَّهُ لاَ يَغْفِرُ الذُّنُوْبَ إِلاَّ أِنْتَ.

      bersambung >>>>

      Hapus
    3. Sampeyan Juga mengutip

      2. Maulana Muhammad Ilyas dalam menetapkan metode gerakan Jama’ah Tabligh menggunakan dalil al-Qur’an dengan penafsirannya berdasarkan mimpi. Hal ini diketahui sebagaimana pernyataannya dalam kitab Malfudhat :
      “ Ketahuilah ! Aku menemukan jalan bertabligh ini melalui mimpi dan Allah SWT juga mengajariku dalam mimpi penafsiran ayat :
      كُنْتُمْ خَيْرَ أُمَّةٍ أُخْرِجَتْ لِلنَّاسِ تَأْمُرُونَ بِالْمَعْرُوفِ وَتَنْهَوْنَ عَنِ الْمُنْكَرِ وَتُؤْمِنُونَ بِاللَّهِ
      Artinya : “Kamu sekalian merupakan sebaik-baik ummat yang diutuskan untuk manusia. Engkau menyuruh kepada kebaikan dan melarang segala kemungkaran dan beriman kepada Allah”(Q.S. Ali Imran :110)

      Menurut Maulana Muhammad Ilyas firman Allah SWT lafadh ukhrijat menunjukkan bahwa dakwah ini tidak akan terlaksana dan sempurna apabila cara penyampaiannya hanya menetap pada suatu tempat saja, tetapi harus dilaksanakan keluar dari daerah sendiri. Kemudian Muhammad Ilyas menambahkan, bahwa yang dimaksud dengan sebaik-baik umat pada ayat tersebut adalah bangsa Arab, dan yang dimaksud dengan manusia yang menjadi sasaran dakwah adalah bangsa bukan Arab. Karena mengenai bangsa Arab sudah ada ayat
      ليس علبهم بمصيطر
      dan ayat
      وماأنت عليهم بوكيل
      yang maksudnya adalah mengenai hidayah orang Arab sudah ada kejelasannya dan tidak perlu menjadi beban pikiran bagimu. Sedangkan lafazh تؤمنون بالله menunjukan kepada bahwa keimanan itu akan terus bertambah dengan melaksanakan amar ma’ruf dan nahi mungkar.

      (lihat Mansur Nu’mani, Malfudhat, (Terjemahan kedalam Bahasa Melayu oleh Humayun Chowdhury), Pustaka Timur, Trengganu, Malaysia, Hal. 40-42, dan lihat Syaikh Ahmad Syihabuddin, Kasyf al- Syubhah,(terjemahan oleh Syaikh Hasanul Basry HG), Hal.4.

      Keterangan bahwa Muhammad Ilyas mendapatkan penafsiran al-Qur’an melalui mimpi juga dapat diketahui dari pengakuan salah seorang pembela Jama’ah Tabligh, Mulwi Ahmad Harun Al-Rasyid, yaitu :
      “Rasulullah SAW sendiri menjelaskan tentang pembagian mimpi yang hanya tiga. Maka, tidak mungkin mimpi Maulana Muhammad Ilyas yang berisi penjelasan tentang ayat al-Qur’an dan metode dakwah ini hanya sekedar bawaan dari apa yang beliau pikirkan, apalagi berasal dari setan”.

      (lihat Mulwi Ahmad Harun Al-Rasyid, Meluruskan kesalahpahaman Terhadap Jaulah (Jama’ah Tabligh), (Terjemahan oleh Mulwi Muhammad Makmun), Pustaka Haromain, Hal. 48)

      bersambung >>>

      Hapus
    4. Kata kata yang sampeyan Nuqilkan “”” Maulana Muhammad Ilyas dalam menetapkan metode gerakan Jama’ah Tabligh menggunakan dalil al-Qur’an dengan penafsirannya berdasarkan mimpi. Hal ini diketahui sebagaimana pernyataannya dalam kitab Malfudhat “” juga tidak di temukan dalam Kitab Malfudhat dalam teks Arab, dalam kitab Malfudhat menjelaskan tentang ayat tersebut sebagaimana yang di fahami Maulana ilyas , maulana menjelaskan yang di masud di dalam ayat tersebut
      Adalah Para Muhajir yang ikut serta Rasulallah shalallahu’alaihi wa ssalam sebagaimana yang di fahami oleh Ibn Abbas radhiallahu ‘anhu dan itu orang orang arab, maka sangat tidak tepat jika nuqilan sampeyan menyatakan bahwa Maulana Ilyas mengatakan demikian ( menafsirkan al qur’an melalui Mimpi ).
      هم الذين هاجروا مع رسول الله صلى الله عليه وسلم من مكة إلى المدينة
      Selengkapnya bisa sampeyan baca sendiri
      { كُنْتُمْ خَيْرَ أُمَّةٍ أُخْرِجَتْ لِلنَّاسِ } قال : خَيْرَ الناس للناس ، تأتون بهم في السلاسل في أعناقهم حتى يدخلوا في الإسلام.
      وهكذا قال ابن عباس ، ومُجاهد ، وعِكْرِمة ، وعَطاء ، والربيع بن أنس ، وعطية العَوْفيّ : { كُنْتُمْ خَيْرَ أُمَّةٍ أُخْرِجَتْ لِلنَّاسِ } يعني : خَيْرَ الناس للناس.
      والمعنى : أنهم خير الأمم وأنفع الناس للناس ؛ ولهذا قال : { تَأْمُرُونَ بِالْمَعْرُوفِ وَتَنْهَوْنَ عَنِ الْمُنْكَرِ وَتُؤْمِنُونَ بِاللَّهِ }
      قال الإمام أحمد : حدثنا أحمد بن عبد الملك ، حدثنا شريك ، عن سِماك ، عن عبد الله بن عُمَيرة عن زوج [ذُرّةَ] بنت أبي لَهَب ، [عن درة بنت أبي لهب] قالت : قام رجل إلى النبي صلى الله عليه وسلم وهو على المنبر ، فقال : يا رسول الله ، أيّ الناس خير ؟ فقال : "خَيْرُ النَّاسِ أقْرَؤهُمْ وأتقاهم للهِ ، وآمَرُهُمْ بِالمعروفِ ، وأنْهَاهُمْ عَنِ الْمُنْكَرِ ، وَأَوْصَلُهُمْ لِلرَّحِمِ".
      ورواه أحمد في مسنده ، والنسائي في سننه ، والحاكم في مستدركه ، من حديث سماك ، عن سعيد بن جُبَير عن ابن عباس في قوله : { كُنْتُمْ خَيْرَ أُمَّةٍ أُخْرِجَتْ لِلنَّاسِ } قال : هم الذين هاجروا مع رسول الله صلى الله عليه وسلم من مكة إلى المدينة
      Silakan sampeyan cek di dalam Kitab Malfudhat terbitan Beirut: Dar al-Kuttub al-‘Ilmiyah, 1990. Hal 128

      Sebenarnya Isu seperti in sudah Puluhan tahun berkembang di dalam Dunia Islam, hanya sangat di sayangkan, semua berkahir dengan Hujatan dan penistaan.

      bersambung >>>>

      Hapus
    5. Sampeyan Juga menuqilkan
      Kemudian Muhammad Ilyas menambahkan, bahwa yang dimaksud dengan sebaik-baik umat pada ayat tersebut adalah bangsa Arab, dan yang dimaksud dengan manusia yang menjadi sasaran dakwah adalah bangsa bukan Arab.
      >>>>>>
      Sebenarnya ayat tersebut sudah nyata kepada Ummat nabi Muhammad, dan saat itu yang mengimani Rasulallah adalah para sahabat, dan kebanyakan para sahabat berbangsa Arab, sebagaimana yang di sampaikan oleh Ulama tafsir mukhtabarah.
      Spt Ibnu Abbas mengatakan :
      ورواه أحمد في مسنده ، والنسائي في سننه ، والحاكم في مستدركه ، من حديث سماك ، عن سعيد بن جُبَير عن ابن عباس في قوله : { كُنْتُمْ خَيْرَ أُمَّةٍ أُخْرِجَتْ لِلنَّاسِ } قال : هم الذين هاجروا مع رسول الله صلى الله عليه وسلم من مكة إلى المدينة
      Silakan lihat di
      المسند (1/319) والنسائي في السنن الكبرى (11072) والمستدرك (2/294) وقال الحاكم : "صحيح الإسناد على شرط مسلم" ووافقه الذهبي.
      Maulana Ilyas juga menuqilkan pendapat Ulama Muktabarah tentang ayat tersebut di halaman 130
      : {كُنْتُـمْ خَيْرا أُمّةٍ أُخْرِجَتْ للنّاسِ} فقال بعضهم: هم الذين هاجروا مع رسول الله صلى الله عليه وسلم, من مكة إلـى الـمدينة, وخاصة من أصحاب رسول الله صلى الله عليه وسلم. ذكر من قال ذلك:
      حدثنا أبو كريب, قال: حدثنا عمرو بن حماد, قال: حدثنا أسبـاط, عن سماك, عن سعيد بن جبـير, عن ابن عبـاس, قال فـي: {كُنْتُـمْ خَيْرَ أُمّةٍ أُخْرِجَتْ للنّاسِ} قال: هم الذين خرجوا معه من مكة.
      حدثنا أبو كريب, قال: حدثنا ابن عطية, عن قـيس, عن سماك, عن عكرمة, عن ابن عبـاس: {كُنْتُـمْ خَيْرَ أُمّةٍ أُخْرِجَتْ للنّاسِ} قال: هم الذين هاجروا من مكة إلـى الـمدينة.

      bersambung >>>

      Hapus
    6. حدثنا مـحمد بن الـحسين, قال: حدثنا أحمد, قال: حدثنا أسبـاط, عن السدي: {كُنْتُـمْ خَيْرَ أُمّةٍ أُخْرِجَتْ للنّاسِ تَأْمُرُونَ بـالـمَعْرُوفِ وَتَنْهَوْنَ عَنِ الـمُنْكِرِ} قال عمر بن الـخطاب: لو شاء الله لقال «أنتـم», فكنا كلنا, ولكن قال: {كُنْتُـمْ} فـي خاصة من أصحاب رسول الله صلى الله عليه وسلم, ومن صنع مثل صنـيعهم, كانوا خير أمة أخرجت للناس, يأمرون بـالـمعروف, وينهون عن الـمنكر.

      Coba sampeyan Fokus pada perkataan sayyidna Ummat ibn khatab
      } قال عمر بن الـخطاب: لو شاء الله لقال «أنتـم», فكنا كلنا, ولكن قال: {كُنْتُـمْ} فـي خاصة من أصحاب رسول الله صلى الله عليه وسلم, ومن صنع مثل صنـيعهم, كانوا خير أمة أخرجت للناس, يأمرون بـالـمعروف, وينهون عن الـمنكر.
      Insyallah sangat banyak nuqilan 2 yang sampeyan sampaikan tdk sesuai dengan apa yang kami pelajari dan kami temui dr kitab2 Nuqilan sampeyan,
      Semoga bermanfaat. Adakah yang belum saya tanggapi ?? mohon bimbingannya dan masukannya Ulama Tgk Alizar Usman
      Semuanya qt serahkan kepada Allah.
      اَللَّهُمَّ صَلِّ صَلاَةً كَامِلَةً . وَسَلِّمْ سَلاَمًا تآمًّا عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدِنِالَّذِي تَنْحَلُّ بِهِ الْعُقَدُ . وَتَنْفَرِجُ بِهِ الْكُرَبُ . وَتُقْضَى بِهِ الْحَوَائِجُ . وَ تُنَالُ بِهِ الرَّغَائِبُ . وَحُسْنُ الْخَوَاتِيْمِ وَيُسْتَسْقَى الْغَمَامُ بِوَجْهِهِ الْكَرِيْمِ . وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ بِعَدَدِ كُلِّ مَعْلُوْمٍ لَكَ .

      Wassalam.

      Hapus
    7. jawab
      1. Hanya sebagai diketahui saja, buku2 rujukan tentang jama’ah tabligh saya dapatkan dari sebuah toko buku dekat masjid jalan Gajah, di Medan sumatera utara, yang dikelola oleh orang jama’ah tabligh. (disebut2 masjid ini merupakan markaz pertama jama’ah tabligh di kawasan sumatera, bahkan di Indonesia). Penjelasan ini saya kemukakan sebagai maklumat bahwa saya tidak mendapatkan buku2 itu dari orang yang benci Jama’ah tabligh, bahkan dari orang yang mencintainya, (meskipun ini bukan bukti bahwa buku tersebut valid/tidak salah)

      2. Masalah tuduhan terhadap para rasul berbuat dosa/kotor hati
      Kami sependapat dengan anda bahwa kesalahan dalam sebuah buku bisa saja terjadi pada penterjemahan atau dari pihak penerbit. (wallhua’lam bisshawab), karena menurut anda terdapat perbedaan isi buku yang sama dalam penerbitan yang berbeda. Lalu penerbitan yang mana benar? wallhua’lam bisshawab.
      Namun kami melihat kutipan anda sebenarnya secara tidak langsung juga mengakui bahwa Muhammad Ilyas menuduh para rasul mempunyai kotoran hati, alias dosa. Ini terlihat dalam perkataan , “membersihkan kotoran-kotoran Hati” dari kutipan anda :
      “Salah satu Usaha Rasul rasul Allah dalam berdo’a dan mengharap petunjuk dengan membersihkan kotoran-kotoran Hati dengan menyibukkan diri dalam dzikir dan ibadah agar Ridha dan Hidayah Allah menyertai Usaha ta’lim dan tabigh para Rasul Rasul Allah”

      Nah karena itu, kutipan ini akan bersesuaian, kalau ucapan sebelumnya disebut kata2 : “terpengaruh juga oleh kotoran masyarakat awam” bukan kata “tidak terpengaruh juga”, karena membersihkan kotoran-kotoran tentu didahului oleh ada kotoran, benar gak?

      3. Masalah penafsiran al-qur’an melalui mimpi.
      Malfuzhat dalam versi Arab yang ada sama anda tentu tidak ada jaminan juga ia valid, sebagaimana juga halnya malfuzhat dalam bahasa melayu yang ada di sisi kami. Namun ada penafsiran al-qur’an berdasarkan mimpi yang dilakukan Muhammad ilyas, juga telah diakui oleh Mulwi Ahmad Harun Al-Rasyid, salah seorang tokoh pembela jama’ah tabligh, sebagaimana telah kami sebutkan di atas kutipannya dan tentunya juga banyak disebut2 oleh orang2 anti jama’ah tabligh seperti syaikh sayyed ahmad syihabuddin dalam kitabnya, kasyf al-syubhah ‘an al-jama’ah tablighiyah dan lain2
      catatan
      (Buku Meluruskan kesalahpahaman Terhadap Jaulah (Jama’ah Tabligh), (Terjemahan oleh Mulwi Muhammad Makmun), Pustaka Haromain, kami dapat dari pemberian seorang tokoh jama’ah tabligh di Aceh kepada kami dalam rangka pembelaan tokoh tersebut terhadap jama’ah tabligh.

      4. Masalah penafsiran perkataan :
      كُنْتُمْ خَيْرَ أُمَّةٍ أُخْرِجَتْ لِلنَّاسِ تَأْمُرُونَ بِالْمَعْرُوفِ وَتَنْهَوْنَ عَنِ الْمُنْكَرِ وَتُؤْمِنُونَ بِاللَّهِ
      Pemaparan kami terkonsentrasi bukan pada kata2 “kuntum” tetapi pada kata2 “linnas”. Anda tidak menjelaskan dari mana sumber penafsiran “bagi manusia” bermakna orang ‘ajam (bukan bangsa Arab) sebagaimana ditafsirkan Muhammad ilyas.

      Hapus
    8. KEPADA SAUDARAKU SAYYIDUL..
      pemberitaan yang dilakukan ALIZAR USMAN tidak berimbang, dan tidak bijak sebagai ulama, begitu juga secara terburu2 memvonis sesuatu, bgi pembaca yg pintar mnganalisis tulisan beliau, hanya menimbulkan rasa keperihatinan para pembaca terhadap ulama seperti beliau..
      Bapak Alizar Usman baiknya mengirim surat saja ke Markas Jamaah tabligh.. Selain itu beliau harusnya juga mengirim surat ke lembaga2 terkait masalah tersbut(MUI atau dewan fatwa lainnya).. atau beliau juga dapat membuka forum2 dialog bersama..
      dari Safar

      Hapus
    9. berimbang dengan apa ?????
      kalau berita itu gak benar, bantah aja dengan argumentasi ilmiyah, jgn cuma bilang gak berimbang doang..
      kami gak memaksa orang utk menerima pendapat kami, persilakan pembaca menganalisa sendiri.
      wassalam

      Hapus
    10. sudah membaca kok nanya lagi ... hasil analisa bapak tidak berimbang, perlu belajar analisis swot pak.. kok saran kedua tidak ditanggapi??..

      Hapus
  121. 2. Masalah tuduhan terhadap para rasul berbuat dosa/kotor hati
    Kami sependapat dengan anda bahwa kesalahan dalam sebuah buku bisa saja terjadi pada penterjemahan atau dari pihak penerbit. (wallhua’lam bisshawab), karena menurut anda terdapat perbedaan isi buku yang sama dalam penerbitan yang berbeda. Lalu penerbitan yang mana benar? wallhua’lam bisshawab.
    Namun kami melihat kutipan anda sebenarnya secara tidak langsung juga mengakui bahwa Muhammad Ilyas menuduh para rasul mempunyai kotoran hati, alias dosa. Ini terlihat dalam perkataan , “membersihkan kotoran-kotoran Hati” dari kutipan anda :
    “Salah satu Usaha Rasul rasul Allah dalam berdo’a dan mengharap petunjuk dengan membersihkan kotoran-kotoran Hati dengan menyibukkan diri dalam dzikir dan ibadah agar Ridha dan Hidayah Allah menyertai Usaha ta’lim dan tabigh para Rasul Rasul Allah”

    Nah karena itu, kutipan ini akan bersesuaian, kalau ucapan sebelumnya disebut kata2 : “terpengaruh juga oleh kotoran masyarakat awam” bukan kata “tidak terpengaruh juga”, karena membersihkan kotoran-kotoran tentu didahului oleh ada kotoran, benar gak?
    ===
    SEBENARNYA pemahamannya bukan begitu ust, sebagaimana yang telah kita sepakati bahwa nabi adalah maksum, lantas bukan dalam artian Rasulullah beristigfar ( memohon ampunan dosa ) bukan dalam Artian Rasullah telah melakukan dosa.
    Rasulullah juga manusia, manusia yang paling Mulia di permukaan Bumi Ini. kemudian Sayyidina Abu bakar, sayyidina Umar, sayyidina Utsman dan sayyidina Ali, kesemuanya di zamin masuk Surga. dan mereka selalu beristigfar kepada Allah, bahkan rasululah dalam satu riwayat beristigfar sebanyak 100x. dan beliau juga mengajarkan keada sahabat sayyidul itigfar




    :عَنْ شَدَّادِ بْنِ أَوْسٍ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: سَيِّدُ الإِسْتِغْفَارِ أَنْ تَقُوْلَ
    اللَّهُمَّ أَنْتَ رَبِّيْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ أَنْتَ خَلَقْتَنِيْ، وَأَنَا عَبْدُكَ وَأَنَا عَلَى عَهْدِكَ وَوَعْدِكَ مَا اسْتَطَعْتُ، أَعُوْذُ بِكَ .مِنْ شَرِّمَا صَنَعْتُ، أَبُوْءُ لَكَ بِنِعْمَتِكَ عَلَيَّ وَأَبُوْءُ لَكَ بِذَنْبِيْ فَاغْفِرْلِيْ فَإِنَّهُ لاَ يَغْفِرُ الذُّنُوْبَ إِلاَّ أِنْت
    قَالَ: وَمَنْ قَالَهَا مِنَ النَّهَارِ مُوْقِنًا بِهَا فَمَاتَ مِنْ يَوْمِهِ قَبْلَ أَنْ يُمْسِيَ فَهُوَمِنْ أَهْلِ الْجَنَّةِ، وَمَنْ قَالَهَا مِنَ اللَّيْلِ وَهُوَ مُوْ قِنٌ بِهَا فَمَاتَ قَبْلَ أَنْ يُصْبِحَ فَهُوَ مِنْ أَهْلِ الْجَنَّة

    di diamalkan oleh nabi, sahabat dan Ulama bahkan sangat baik untuk kita amalkan.

    BalasHapus
    Balasan
    1. kami setuju, bahwa istighfar nabi SAW dari dosa bukan berarti ada dosa. memang seperti itu akidah ahlussunah wal jama'ah. namun yang menjadi persoalan disaat muhammad ilyas menganggap berdoa, berzikir dan ibadah nabi SAW tersebut sebagai upaya "membersihkan kotoran-kotoran Hati" ini lho saudaraku yang menjadi persoalan, sehingga argumentasi saudara di atas menjadi tidak relevan dengan persoalan dibahas sini.
      wassalam

      Hapus
  122. 4. Masalah penafsiran perkataan :
    كُنْتُمْ خَيْرَ أُمَّةٍ أُخْرِجَتْ لِلنَّاسِ تَأْمُرُونَ بِالْمَعْرُوفِ وَتَنْهَوْنَ عَنِ الْمُنْكَرِ وَتُؤْمِنُونَ بِاللَّهِ
    Pemaparan kami terkonsentrasi bukan pada kata2 “kuntum” tetapi pada kata2 “linnas”. Anda tidak menjelaskan dari mana sumber penafsiran “bagi manusia” bermakna orang ‘ajam (bukan bangsa Arab) sebagaimana ditafsirkan Muhammad ilyas.
    ===
    say kutip nuqilan sampeyan :
    Kemudian Muhammad Ilyas menambahkan, bahwa yang dimaksud dengan sebaik-baik umat pada ayat tersebut adalah bangsa Arab, dan yang dimaksud dengan manusia yang menjadi sasaran dakwah adalah bangsa bukan Arab.

    sangat jelas bahwa arahnya kepada kalimat
    كُنْتُمْ خَيْرَ أُمَّةٍ أُخْرِجَتْ
    adapun tujuan ( sasaran dakwah ) sudah sangat jelas saya paparkan.
    Sebenarnya ayat tersebut sudah nyata kepada Ummat nabi Muhammad, dan saat itu yang mengimani Rasulallah adalah para sahabat, dan kebanyakan para sahabat berbangsa Arab, sebagaimana yang di sampaikan oleh Ulama tafsir mukhtabarah.
    Spt Ibnu Abbas mengatakan :
    ورواه أحمد في مسنده ، والنسائي في سننه ، والحاكم في مستدركه ، من حديث سماك ، عن سعيد بن جُبَير عن ابن عباس في قوله : { كُنْتُمْ خَيْرَ أُمَّةٍ أُخْرِجَتْ لِلنَّاسِ } قال : هم الذين هاجروا مع رسول الله صلى الله عليه وسلم من مكة إلى المدينة
    Silakan lihat di
    المسند (1/319) والنسائي في السنن الكبرى (11072) والمستدرك (2/294) وقال الحاكم : "صحيح الإسناد على شرط مسلم" ووافقه الذهبي.
    Maulana Ilyas juga menuqilkan pendapat Ulama Muktabarah tentang ayat tersebut di halaman 130
    : {كُنْتُـمْ خَيْرا أُمّةٍ أُخْرِجَتْ للنّاسِ} فقال بعضهم: هم الذين هاجروا مع رسول الله صلى الله عليه وسلم, من مكة إلـى الـمدينة, وخاصة من أصحاب رسول الله صلى الله عليه وسلم. ذكر من قال ذلك:
    حدثنا أبو كريب, قال: حدثنا عمرو بن حماد, قال: حدثنا أسبـاط, عن سماك, عن سعيد بن جبـير, عن ابن عبـاس, قال فـي: {كُنْتُـمْ خَيْرَ أُمّةٍ أُخْرِجَتْ للنّاسِ} قال: هم الذين خرجوا معه من مكة.
    حدثنا أبو كريب, قال: حدثنا ابن عطية, عن قـيس, عن سماك, عن عكرمة, عن ابن عبـاس: {كُنْتُـمْ خَيْرَ أُمّةٍ أُخْرِجَتْ للنّاسِ} قال: هم الذين هاجروا من مكة إلـى الـمدينة.

    dan referensinya sudah sangat jelas.


    tapi sudahlah.. jalani aktifitas sampeyan, semoga mendapat barokah dari apa yang sampeyan usahakan,

    BalasHapus
    Balasan
    1. ini tidak menjawab persoalan tafsir muhammad ilyas yg diambil dari mimpinya
      wassalam

      Hapus
    2. anda masih menjawab itu 2juga, anda belum menjawab tafsir linnas pada ayat tersebut.

      Hapus
    3. BUAT SAUDARAKU SAYYIDUL..
      percuma kok hadapin bapak alizar.. maklumlah ulama saat ini sukanya hanya bilang salah itu salah sana dsbnya,.. kurang bijak dalam menanggapi sesuatu, penempatan katanya sj dalam judul "agama mimpi" sangat melukai orang2 yg bersusah payah mendakwahkan agama ini dmn mereka melewati gunung2, pulau2 dmna ddpatkan orng2 mengetahui rukun iman dan islam pun kdng tdk bs lg,. itulah susahnya pendapat ulama sekarang krn sudah sangat susah sekali didapatkan ulama yg betul2 terjaga mata, lisan, dan perbuatannya, disisi lain merasa berilmu,.. hanya pintar melihat sesuatu yg dianggap kekurangan orang lain..
      safar

      Hapus
    4. kata anda : "sudah sangat susah sekali didapatkan ulama yg betul2 terjaga mata, lisan, dan perbuatannya,"

      kalau ulama aja dah susah didapati seperti sifat2 tersebut, gimana lagi orang 2 bodoh bergaya berilmu, lalu dia bangga dengan kebodohan nya itu, lumpur menjijikan dianggap mutiara, betul gak pak safar....!!!!

      Hapus
    5. jangan emosi pak

      Hapus
  123. Semoga Allah merahmti bapak semua.
    Setiap Ibadah akan di balas sesuai niat. Luruskan niat kita atas Nama Allah maka akan kita temui keindahan dalam berdakwah. Hujung tombak para Da'i bukanlah berbahas buat menambah keliru tetapi memimpin anak-anak yang lagi nongkrong, Dugem dan ketagihan narkoba. Kapitalis sudah menyesatkan umat dengan cinta dunia. Kita harus bergandeng buat menyelamatkan saudara saudara kita dari terus di kawal kapitalis.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

      Hapus
    2. 1. niat aja tidak cukup, tetapi juga perlu ilmu sehingga ibadah kita menjadi benar sesuai dengan tuntunan Allah dan Rasul

      2. Tulisan ini bertujuan untuk saling nasehat menasehati, mudah2an kita tidak termasuk orang yang takut di nasehati.

      3. mudah2an dengan menambah ilmu dakwah kita tepat sasaran dan diredhai Allah SWT

      Hapus

      Hapus
    3. 1. niat aja tidak cukup, tetapi juga perlu ilmu sehingga ibadah kita menjadi benar sesuai dengan tuntunan Allah dan Rasul

      ==
      mari kita belajar sambil beribadah, karena menunggu sempurna Ilmu baru beribadah merupakan kesalahan yang sangat fatal.


      2. Tulisan ini bertujuan untuk saling nasehat menasehati, mudah2an kita tidak termasuk orang yang takut di nasehati.
      ==
      Amiin, hanya orang congkak dan sombong saja yang tidak mau menerima nasehat



      3. mudah2an dengan menambah ilmu dakwah kita tepat sasaran dan diredhai Allah SWT
      ==
      Amiiin.

      Hapus
    4. terima kasih bang sayyidul,semakin bnyaknya kritik k JT ana semakin kuat di JT.. itu artinya perhatian k JT semakin bagus... mdh2n mnjd lbh baik

      Hapus
  124. Kelemahan terbesar dari sebagain besar manusia(jt) adalah malas belajar dengan baik.
    sering membaca tulisan tulisan para tholabul ilmy ataupun artikel artikel dari para ulama . Biasanya kalau tulisan tersebut mengenai bantahan bantahan dan nasehat buat para mereka ahlul bid’ah dan ahlul ahwa.. pastilah ada komentar komentar menyertai tulisannya…Menelusuri komentar komentar tersebut….. Subhanallah terkadang tidak habis fikir mengapa manusia begitu mudahnya mengotori tangan tangan mereka hanya sekedar untuk berkomentar tanpa pemikiran ilmiah dan bermanfaat. Ini seperti membuka aib bagi dirinya sendiri, mempermalukan dirinya sendiri dan mengumumkan pada dunia alangkah jahil, bodoh dan naïf dirinya
    -Terkadang diri ini perlu berdiri di depan cermin dan merenungi diri, Apakah patut seorang hamba yang masih sangat lemah tidak menguasai ilmu ushool of deen, paham bahasa arab saja cuma satu dua … tapi merasa cukup pintar memberikan komentar terhadap para ulama kibar.. terhadap para tholabul ilmy…tanpa rasa sungkan dan malu.Melihat mereka yang berbicara tanpa ilmu di bandingkan mereka yang berbicara dengan ilmu seperti melihat jauhnya langit dan bumi, perbedaan yang sangat kontras
    Hawa nafsu telah membutakan sehingga menghalangi mereka dari mengikuti jejak generasi yang telah dipuji oleh Rasulullah dan dijadikan sebagai barometer kebenaran dalam memahami Al-Qur’an dan As-Sunnah. Sikap seperti itu menggiring mereka untuk terus lebih mengedepankan logika ,mereka memahami Al-Qur’an dan As-Sunnah tidak dengan apa yang diajarkan dan diamalkan oleh generasi salaf ,menggunakan nash-nash Al-Qur’an dan Al-Hadits sebagai tameng untuk melindungi penyimpangan dan kesesatan mereka. Dengan cara meletakkannya tidak pada tempatnya, tidak sesuai dengan apa yang telah dipahami, disampaikan dan diamalkan oleh generasi as-salafush shalih.
    Insya Allah bukan maksud kami mencela apalagi memvonis tapi ini hanya sekedar risau kami khususnya para karkun apalagi yg jos .waktu kita makin sempit padahal kita harus mempertanggung jawabkan semua yg telah kita lakukan kepada Allah .jadi alangkah bijaksananya jika sebelum beramal dan berkata kita cari ilmunya dulu .pastaskah kita berkata menurut saya ???lalu siapa saya ini????? takutlah pd Allah dan salah satu tandanya kita menuntut ilmu

    BalasHapus
    Balasan
    1. Perkataan ummi hanif.. "Kelemahan terbesar dari sebagain besar manusia(jt) adalah malas belajar dengan baik"... setahu ana tiap shubh dan taklimnya membaca hadis penjelasannya..

      Hapus
  125. alhamdulillah,, sekarang sudah banyak ulama dayah aceh yang mendukung JT, karena mereka sudah paham tentang dakwah yang dilakukan orang islam ini (mereka menyebutnya jamaa tabligh),, semoga tgk alizar juga bisa ikut,,
    saran buat tgk alizar seabgai guree lon bek neu emosi neu kalon sesuatu yang han droen galak tapi aci droen cermati, pelajari dan ikuti (bek neu kalon dari luar mantong)..insha Allah di bri peumahaman keu droen,,, amin

    BalasHapus
  126. tgk mencukur jenggot dan memelihara kumis mana dalilnya tgk ? bukannya sunnah nya memelihara jenggot ..

    BalasHapus
    Balasan
    1. sunnah memlihara jenggot, tetapi tidak haram menurut ulama syafi'iyah. lihat :

      http://kitab-kuneng.blogspot.com/2013/02/hukum-mencukur-jenggot-menurut-mazhab.html

      Hapus
  127. na'uzubillahhiminzalik....mari kita semua istighfar,,, sy yg awam merasa sangat bingung dengan orang-orang berilmu''... ingatlah kita masih 1 agama: buktinya kita semua syahadatnya sama kan,,, berarti kita semua adalah saudara.. hati-hatilah jngan sampe kita menjadi penghuni-penghuni neraka asbab blog ini,, YA ALLAH YG MAHA BENAR, tunjukilah kami jalan yg benar agar kami masuk k dlm SURGAMU

    BalasHapus
    Balasan
    1. 1. ngaku awam, tapi berlagak alim, lebih bloon lagi, dengan pengakuan awam mengklaim blog ini penyebab orang2 jadi penghuni neraka.

      2, saran kami, kalau ngaku awam, maka sebaiknya banyak2lah belajat agama, sehingga tahu mana yg benar dan mana yg salah. bagaimana nuduh orang saalah kalau diri sendiri masih awam.

      wassalam,

      Hapus
  128. Dulu di Yogyakarta ada orang Aceh sekitar tahun 1991 sudah ikut ambil bagian Usaha Dakwah Tabligh

    BalasHapus
  129. Juga pernah jumpa orang Aceh pegunungan sudah ikut usaha dakwah

    BalasHapus
  130. Perihal mimpi ini dibahas dengan baik dalam Syariat Islam. Kami mengajak kaum muslim untuk memperhatikan beberapa hadits di bawah ini bersama. Agar jangan sampai kita terjebak dalam penyampaian berbagai pandangan atau pernyataan yang dapat mengelirukan kaum muslimin sendiri, dikarenakan ketidaktahuan kita sendiri atau dikarenakan kesombongan kita sendiri.

    Anas RA menceritakan bahwa Rasulullah SAW berkata “Sesungguhnya kerasulan dan kenabian telah berakhir, maka tiada lagi rasul dan tiada lagi nabi sesudahku”. Selanjutnya Anas RA melanjutkan kisahnya “Maka hal itu dirasakan berat oleh orang-orang, lalu Nabi SAW bersabda “Tetapi hanya ada hal-hal yang membawa berita gembira”. Mereka (para Shahabat) bertanya: “Wahai Rasulullah, apakah hal-hal yang membawa berita gembira itu?”. Rasulullah SAW bersabda: “Mimpi baik yang dilihat oleh seorang muslim, hal ini merupakan satu bagian dari bagian-bagian Kenabian” (HR Tirmidzi dan Bukhari)

    Maulana Ilyas menyampaikan kembali mimpi beliau itu, maka sebenarnya beliau sudah mengikuti dari sunnah yang dijelaskan di atas. Mimpi beliau itu merupakan sesuatu yang beliau senangi, karena proses kerja da’wah yang telah dilakukannya telah mendapatkan sebuah proses kegembiraan yang dapat mendorong untuk lebih giat dan sungguh-sungguh. Dan itulah yang dicatat seorang Ulama, Maulana Manzoor Numani.

    Abu Hurairah RA menceritakan bahwa Rasulullah SAW bersabda:” Barangsiapa yang melihatku dalam tidurnya, sesungguhnya ia telah melihatku, karena sesungguhnya seta tidak dapat menyerupai diriku” (HR Syaikhain dan Tirmidzi)

    Abu Hurairah RA menceritakan bahwa Nabi SAM bersabda: “Apabila zaman berdekatan, maka mimpi orang muslim hampir-hampir tiada yang dusta, dan mimpi yang paling benar dari kalian adalah yang dialami oleh orang yang paling benar dalam pembicaraannya di antara kalian. Mimpi yang dialami oleh seorang muslim merupakan satu bagian dari empat puluh lima bagian kenabian.” (HR Muslim)

    Apakah mimpi Maulana Ilyas itu benar atau tidak? Pertama kali silahkan pelajari silsilah keluarga besar ini. Itulah yang pernah diajarkan oleh Nabi kita sendiri untuk mengetahui silsilah dari yang mengajarkan agama kepada kita sendiri. Dan selanjutnya perhatikan saja kerja-kerja da’wah yang dilakukan oleh beliau, dan juga murid-muridnya sampaikan sekarang ini. Apakah lebih memberikan manfaat atau kerugian bagi kaum muslimin sendiri. Sehingga kita dapat mengambil kesimpulan terhadap arti sebuah mimpi.

    7. Sebuah kesalahan besar dan cukup fatal bahwa usaha da’wah ini dianggap membuat Syariat baru, dikarenakan melaksanakan kerja da’wahnya melalui pendekatan khuruj dan nushrah yang lebih bersifat fisikal dengan harta dan jiwa mereka sendiri. Atau dikarenakan dibuatkan pola pengelolaan, seperti 3 hari, 2 kali jaulah, 40 hari dsb. Hal itu sepertinya dianggap sebagai Syariat baru dalam Ummat Islam. Pandangan seperti ini merupakan pandangan kerdil dan membingungkan. Karena sepertinya kaum muslimin ini tidak perlu mengelola hidupnya dengan baik dan sistematik. Oleh karena itu, kami perlu tegaskan bahwa pengelolaan itu bukan merupakan Syariat dalam Islam, dan merupakan hal yang wajar dalam hidup ini. Dan kami anjurkan untuk membaca Kitab 3 Jilid “Hayatush Shahabah” untuk lebih mempunyai wacana yang tidak kerdil dan membingungkan.

    8. Bagi kaum muslimin yang telah ikut serta dalam usaha da’wah ini, jangan terlalu berkecil hati dengan banyaknya pandangan dan pernyataan yang membingungkan, meskipun hal itu keluar dari tulisan-tulisan dan juga ucapan-ucapan sebagian Ulama dan juga murid-muridnya. Tetapi juga jangan berbangga hati karena telah ikut serta dalam kerja da’wah ini, dan juga jangan menghilangkan rasa hormat kita kepada para Ulama yang bersangkutan dan juga murid-muridnya. Perjalanan kerja Da’wah kita masih panjang, karena kesuksesan kita adalah sejauh mana kita mengikuti perintah Allah swt dan juga sunnah Rasulullah SAW.

    Terimakasih atas perhatiannya.

    Wassalamu ‘alaikum

    BalasHapus