Selasa, 23 April 2013

Kata-Kata Bijak


Yahya bin Mu’az al-Razi mengatakan :
الليل طويل فلا تقصره بمنامك،
والنهار مضيئ فلا تكدره بآثامك.

Malam itu panjang, maka jangan kamu pendekkan dengan tidurmu,
dan siang itu bersinar cemerlang, maka jangan kamu kotori
dengan perbuatan dosamu.


Sumber : Kitab Ta’lim al-Muta’allim Thariq al-Ta’allum, karya Syekh al-Zarnudji, (dicetak bersama Syarahnya, karya Syekh Ibrahim bin Isma’il, Mathba’ah Ahmad bin Sa’id bin Nubhan wa Auladuhu, Hal. 38)


10 komentar:

  1. Munawar al khairi24 April 2013 05.34

    "Al kidzbu la ummati"
    nyan pu nyoe hadis tgk?

    Hadis "undhur ma qaala, la tandhur man qaala" pu hadis nyan jg berlaku bagi kata yg baik/nasehat yg keluar dari mulut org kafir tgk?

    BalasHapus
    Balasan
    1. 1. sejauh bacaan kami, kami belum menemukan keterangan ulama yang mengatakan ucapan tersebut hadits Nabi. namun dari sisi bahasa, kayaknya ucapan tersebut ada kerancuan, karena "al-kizbu" bermakna dusta, sehingga tidak cocok disandarkan dengan perkataan "la ummati" Perkataan "la ummati" cocok kalau dihubungkan kepada perkataan "al-Kazib" (pendusta). wallhua'lam

      2. انْظُرْ إِلَى مَا قَالَ وَلَا تَنْظُرْ إِلَى مَنْ قَالَ.dalam kitab Mirqat al-Mafatih,Juz. I, Hal. 300 (versi maktabah Syamilah) ucapan tersebut adalah ucapan Saidina Ali r.a.bukan perkataan Nabi SAW. Menurut hemat kami, perkataan tersebut juga berlaku bagi nasehat dari kaum kafir, namun tentunya kita diperintah melihat (memikirkan) apa yang dikatakannya tersebut apa benar atau justru menyesatkan. sehingga perkataan ini lebih tepat diamalkan oleh orang yang alim yang mampu menilai apakah perkataan seseoang benar atau salah. maka kalau benar, meskipun itu muncul dari mulut kaum kafir kita tentu harus menerimanya.

      wassalam

      Hapus
  2. Slm tgk..
    Pada akhir do'a iftitah trdpt kata "Wa ana minal muslimin.. Ada jg wa ana awwalul muslimin.. Mn yg benar?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Dalam majmu' syarah al-Muhazzab, Imam al-Nawawi mengatakan : Do'a iftitah sebagiannya berdasarkan sebagian riwayat baihaqi adalah dengan "wa ana awwalul muslimin" dan sebagian riwayat lain dengan "Wa ana minal muslimin"
      al-Syairazi dalam al-Muhazzab mengatakan, sesungguhnya nabi Muhammad SAW merupakan orang pertama dari kaum muslimin.karena itu, selain Nabi Muhammad tidak boleh mengatakan "wa ana awwalul muslimin" (lihat majmu' Syarh al-Muhazzab, Juz. III, Hal. 271-272 (cet. Maktabah al-Irsyad, Jeddah)

      berdasarkan keterangan di atas, maka kata2 "wa ana awwalul muslimin" hanya khusus untuk Nabi Muhammad SAW, kita tidak boleh mengatakannya, sedangkan pada kita diucapkan : "Wa ana minal muslimin"

      wassalam

      Hapus
  3. wa ana minal muslimin....
    boleh di baca wa ana awwalul muslimin tapi dengan syarat tidak diqasad pd waktu mmbaca kalimat trsbut yg bahwa kita lah awal2 orang islam.... wa illa, fala yajuz wa kafara
    hal ini berdasarkan teks albajuri juz 1 hal.166...
    او يقول وانااول المسلمين نظرا للفظا لاية ولايقصد بذلك انه اول المسلمين حقيقة والا كفر......

    dan juga nas dalam hasyiah qulyubi juz 1 hal.147...
    ويجوزالاتيان بنظم الاية وانا اول المسلمين علي ارادة معني ما قبله او مطلقا.........

    dan juga nas dalam kitab i'anatutthalibin juz 1 hal170......


    kiban kon nyoe meunan guree....?

    BalasHapus
    Balasan
    1. terima kasih atas infonya, dengan demikian penjelasan al-Syairazi tentang larangan tersebut di atas apabila diqashadkan maknanya. kaid ini sesuai dengan 'illah larangan yang dibawa al-Syairazy, yaitu "sesungguhnya nabi Muhammad SAW merupakan orang pertama dari kaum muslimin"

      wassalama

      Hapus
  4. QS Al-An'aam (6) ayat 162 dan 163 mengindikasikan petunjuk dari Allah agar kita senantiasa menjadi muslim yg paling awal diri yg selamat dan menyelamatkan orang sekelilingnya. Mohon membuka Al-Qur'an.
    Saya kurang setuju dengan terjemahan Al-Qur'an versi yg banyak keluar di pasaran : "saya adalah muslim yg pertama menyerahkan diri".
    Saya pun kurang setuju dengan kitab2 buatan manusia karena pernyataan yg mana khusus mengenai hal yg kita bicarakan ini adalah berkebalikan dengan kalam Al-Qur'an.

    Al-Qur'an menyuruh utk menjadi awalun / orang yg paling awal / pelopor yg menyelamatkan (awwalul muslimiin), mengingat kondisi kita sekarang pun Islam sedang lemah dan kebathilan di atas Islam pada hari ini.
    Untuk itu, pemuda Islam tidak boleh di dalam jiwanya hanya untuk menjadi pengikut (minal muslimiin), tetapi harus tampil mempelopori keselamatan dan kesejahteraan seluruh ummat.

    Bacaan do'a iftitah Anda kembalikan saja kepada "Wa ana Awwalul muslimiin" sesuai dengan QS 6 : 162-163 supaya Do'a Iftitah Anda dengan anda memahami Do'a tersebut isinya Anda sedang berjanji kepada Allah untuk me-......................... juga untuk menjadi seorang muslim2 yang paling awal menyelamatkan baik diri maupun lingkungannya. Karena hal lain utk mempertegas juga, minal muslimin tidak ada di dalam Al-Qur'an.

    BalasHapus
    Balasan
    1. 1. kami tidak tahu apa sdr juga gak percaya kepada hadits nabi mengingat nabi juga manusia, sedangkan sdr mengatakan : "Saya pun kurang setuju dengan kitab2 buatan manusia........"

      2. dalam shahih muslim I/534 (versi maktabah syamilah) disebutkan :
      عَنْ رَسُولِ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، أَنَّهُ كَانَ إِذَا قَامَ إِلَى الصَّلَاةِ، قَالَ: «وَجَّهْتُ وَجْهِيَ لِلَّذِي فَطَرَ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ حَنِيفًا، وَمَا أَنَا مِنَ الْمُشْرِكِينَ، إِنَّ صَلَاتِي، وَنُسُكِي، وَمَحْيَايَ، وَمَمَاتِي لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ، لَا شَرِيكَ لَهُ، وَبِذَلِكَ أُمِرْتُ وَأَنَا مِنَ الْمُسْلِمِينَ

      3. apa yang disebut dlm QS 6 : 162-163, tidak bertentangan dgn apa dlm hadits ini, karena dalam al-qur'an tidak disebut kata2 tersebut diperintah baca dlm shalat, cuma merupakan perintah baca kepada Nabi Muhammad secara mutlaq.

      4. namun kalaupun mau dibaca dgn "wa ana awwalul muslimin" boleh2 saja karena ada hadits riwayat lain dgn menggunakan "wa ana awwalul muslimin" namun dgn pemaknaan yang tidak bertentangan dgn akidah kita bahwa nabi Muhammad merupakan orang pertama yang muslim.

      wassalam

      Hapus
  5. Jazakumullah khairan atas penjelasan wa ana awwalul muslimin, searching2 akhirnya nemu juga. :)

    BalasHapus