Kamis, 11 April 2013

Menjawab Pertanyan, apakah binatang masuk surga dan apakah kematian menjadi domba pada hari kiamat ?


Salam tgk...
Tgk, dewi mo nanya, hewan2 pada hari kiamat tu kek mana? Pa masuk surga uga?

Trus, da orang yg bilang tgk, katanya di hari akhirat tak da lagi yg namanya MATI... Katanya MAUT/MATI tu pd hr akhirat di jadiin seekor kibas to kambing.. Trus disembelih deh.. Sehingga tak da lagi mati karna ia udah mati...
Pa bener kek gitu tgk?

Makasiiih...
Jawab :
1.      Qurthubi menjelaskan, menurut pendapat yang shahih binatang-binatang di dunia   itu dibangkit juga pada hari kiamat nanti. Pendapat ini diriwayat dari Ibnu Abbas berdasarkan satu riwayat, juga merupakan pendapat Abu Zar, Abu Hurairah, Amr bin ‘Ash, Hasan Bashri dan lain-lain.[1] Pendapat ini berdasarkan firman Allah Ta’ala berbunyi :
وَمَا مِنْ دَابَّةٍ فِي الْأَرْضِ وَلَا طَائِرٍ يَطِيرُ بِجَنَاحَيْهِ إِلَّا أُمَمٌ أَمْثَالُكُمْ مَا فَرَّطْنَا فِي الْكِتَابِ مِنْ شَيْءٍ ثُمَّ إِلَى رَبِّهِمْ يُحْشَرُونَ
Artinya : Dan tiadalah binatang-binatang yang ada di bumi dan burung-burung yang terbang dengan kedua sayapnya, melainkan umat (juga) seperti kamu. Tiadalah Kami alpakan sesuatupun dalam Al-Kitab, kemudian kepada Tuhanlah mereka dihimpunkan.(Q.S. al-An’am : 38)

Adapun apakah binatang-binatang itu masuk surga atau tidak ? Jawabnya adalah secara zhahir  binatang-binatang itu dikembalikan menjadi tanah. Dengan demikian binatang-binatang itu tidak masuk surga. Berdasarkan riwayat dari Abu Hurairah disebutkan[2] bahwa ketika itu Allah berfirman :”Jadikan kamu sekalian menjadi tanah”. Karena itu, Allah menceritakan bahwa kaum kafir ketika itu menginginkan menjadi seperti tanah, mengatakan :
يَا لَيْتَنِي كُنْتُ تُرَاباً
Artinya : Mudah-mudahan aku menjadi tanah (Q.S. al-Naba’ : 40)

Namun demikian ada sebuah riwayat disebut dalam kitab tafsir Ruh al-Bayan karya Isma’il Haqqi Mustafa al-Istambuli al-Hanafi al-Khaluti[3] bahwa ada sepuluh binatang di hari kiamat nanti, mereka ini masuk surga, yaitu :
روى- انه يدخل الجنة مع المؤمنين على ما قال مقاتل عشرة من الحيوانات تدخل الجنة ناقة صالح وعجل ابراهيم وكبش إسماعيل وبقرة موسى وحوت يونس وحمار عزير ونملة سليمان وهدهد بلقيس وكلب اصحاب الكهف وناقة محمد صلى الله عليه وسلم
Artinya : Diriwayatkan bahwasannya akan masuk kedalam surga bersama orang beriman sebagaimana yang disebutkan muqatil 10 hewan, yaitu :
1.unta Nabi Shaleh
2.anak sapi Nabi Ibrahim
3. domba Nabi Ismail
4.sapi Nabi Musa
5. ikan paus Nabi Yunus
6. keledainya Uzair as.
7.semut Nabi Sulaiman
8. burung Hud-Hud Ratu Balqis
9. anjing Ashabul Kahfi
10. untanya Nabi Muhammad SAW

Kami belum menemukan keterangan ulama hadits, apakah hadits ini shahih atau tidak, namun dilihat dari sisi hadits ini disebutkan dengan kata-kata : “ruwiya” (diriwayatkan), maka dhahirnya adalah dha’if.

2. Benar bahwa kematian itu menjadi domba pada hari kiamat kelak dan kemudian disembelih. Dalam Shahih Muslim disebutkan :
قَالَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: " يُجَاءُ بِالْمَوْتِ يَوْمَ الْقِيَامَةِ، كَأَنَّهُ كَبْشٌ أَمْلَحُ فَيُقَالُ: يَا أَهْلَ الْجَنَّةِ هَلْ تَعْرِفُونَ هَذَا؟ فَيَشْرَئِبُّونَ وَيَنْظُرُونَ وَيَقُولُونَ: نَعَمْ، هَذَا الْمَوْتُ، قَالَ: وَيُقَالُ: يَا أَهْلَ النَّارِ هَلْ تَعْرِفُونَ هَذَا؟ قَالَ فَيَشْرَئِبُّونَ وَيَنْظُرُونَ وَيَقُولُونَ: نَعَمْ، هَذَا الْمَوْتُ، قَالَ فَيُؤْمَرُ بِهِ فَيُذْبَحُ، قَالَ: ثُمَّ يُقَالُ: يَا أَهْلَ الْجَنَّةِ خُلُودٌ فَلَا مَوْتَ، وَيَا أَهْلَ النَّارِ خُلُودٌ فَلَا مَوْتَ
Artinya : Rasulullah SAW bersabda : “Hari kiamat nanti datanglah kematian seperti seekor domba, maka dikatakan, “Hai ahli surga apakah kalian tahu ini ?”, maka merekapun mendongak dan melihat. Kemudian mereka mengatakan, “Ya, ini adalah kematian”. Kemudian dikatakan, “Hai ahli neraka apakah kalian tahu ini ?”, maka merekapun mendongak dan melihat. Kemudian mereka mengatakan, “Ya, ini adalah kematian”. Kemudian domba itu diperintah mendekat dan kemudian disembelih, kemudian dikatakan, “Hai ahli surga, kekal !, maka tidak ada kematian lagi dan Hai ahli neraka, kekal !, maka tidak ada kematian lagi. (H.R. Muslim) [4]




[1] Al-Qurthubi, al-Tazkirah, Dar al-Minhaj, Riyadh, Hal. 652
[2] Al-Qurthubi, al-Tazkirah, Dar al-Minhaj, Riyadh, Hal. 652
[3] Isma’il Haqqi Mustafa al-Istambuli al-Hanafi al-Khaluti, Ruh al-Bayan, Maktabah Syamilah, Juz. V, Hal. 226
[4] Imam Muslim, Shahih Muslim, Maktabah Syamilah, Juz. IV, Hal. 2188, No. Hadits :2849

6 komentar:

  1. Makasih ya tgk buat jawabannya..
    Moga blog kitab kuneng tgk terus aktif dan sllu menampilkan ilmu2 yg manfa'at buat kita2...
    Wassalam.

    BalasHapus
  2. Assalamu'alaikum wr.wb...
    Saya ingin bertanya pada guru yg terhormat:
    1. Jalan kaki ke mesjid dapat pahala sebanyak langkah kaki yg ditempuh... Namun bila kita pergi dgn honda/mobil, apakah kita jg dpt pahala sama sprti jalan kaki?
    2. Bgmn hukum memakai baju hitam saat menghadiri pemakaman jenazah?
    3. Haram sunat qabliyah jum'at sa'at khatib duduk di atas mimbar.. Duduk khatib yg mana yg di maksud? Apakah duduk antara 2 khutbah? atau duduk khatib waktu naik mimbar pertama?
    Dan bgmn dgn shalat tahiyatul mesjid?
    Mohon penjelasannya...
    Wassalam

    BalasHapus
    Balasan
    1. dapat diikuti pada :
      http://kitab-kuneng.blogspot.com/2013/04/masalah-sekitar-shalat-jumat-dan-hukum.html

      wassalam

      Hapus
  3. Maaf yg dimaksud "Mudah-mudahan aku menjadi tanah (Q.S. al-Naba’ : 40)"
    Dalam Al Quran sebenarnya al-Naba' itu surat yg ke berapa?

    BalasHapus
    Balasan
    1. sudAH kAMi jAwAb pAdA link :
      http://kitab-kuneng.blogspot.com/2015/01/penafsiran-qs-al-naba-40.html
      wAssALAM

      Hapus