Setiap tahun, umat Islam di seluruh dunia menantikan datangnya
bulan suci Ramadhan.. Di bulan ini, umat Islam diwajibkan berpuasa selama
sebulan penuh, menahan diri dari makan, minum, serta segala hal yang dapat
membatalkan puasa dari terbit fajar hingga terbenam matahari. Keutamaan Bulan Ramadhan sangatlah besar
karena bulan ini dipenuhi dengan rahmat dan ampunan dari Allah SWT. Karena itu,
Nabi SAW bersabda:
لَوْ يعْلَمُ العباد مَا فِيْ
رَمَضَانَ لَتَمَنَّت امتي أَنْ يكُوْنَ السَّنَة كُلُّهَا
Seandainya hamba-hamba Allah mengetahui apa
yang ada dalam Bulan Ramadhan, maka sungguh umatku akan bercita-cita Ramadhan
dalam semua tahunnya. (H.R. Khuzaimah)
Diantara alasan Ramadhan dinyatakan sebagai bulan yang
dicita-citakan adalah karena Ramadhan merupakan bulan ampunan Allah Ta’ala.
Sehingga tidak heran kalau Ibnu Rajab Al-Hambali mengatakan,
فَلَمَّا
كَثُرَتْ أَسْبَابُ المغْفِرَةِ فِي رَمَضَانَ كَانَ الَّذِي تَفُوْتُهُ
المغْفِرَةُ فِيْهِ مَحْرُوْمًا غَايَةَ الحِرْمَانِ
Tatkala semakin
banyak sebab mendapatkan pengampunan dosa di bulan Ramadhan, maka siapa saja
yang tidak mendapatkan pengampunan tersebut, sungguh dia benar-benar telah
bernasib buruk.(Lathaif al-Ma’arif: 211)
Karena itu, selain sebagai bulan puasa, keutamaan, Bulan Ramadhan
juga tercermin dalam banyaknya kesempatan untuk mendapatkan keampunan dari
Allah Ta’ala. Diantara nama-nama Allah Ta’ala
adalah al-Ghafur (Maha Pengampun) dengan sifat maghfirah-Nya (memberi ampunan).
Sesungguhnya para hamba Allah sangat membutuhkan ampunan Allah Ta’ala dari
dosa-dosa mereka, dan mereka rentan terjerumus dalam kubangan dosa. Rasulullah
SAW sabda:
لَوْ لَمْ تُذْنِبُوْا لَذَهَبَ اللَّهُ بِكُمْ
وَلَجَاءَ بِقَوْمٍ يُذْنِبُوْنَ فَيَسْتَغْفِرُوْنَ اللَّهَ فَيَغْفِرُ لَهُمْ
Seandainya kalian tidak berbuat dosa, niscaya Allah akan
melenyapkan kalian, dan Dia pasti akan menggantinya dengan mendatangkan suatu
kaum yang berbuat dosa, lalu mereka akan memohon ampun kepada Allah, lalu Dia
akan mengampuni mereka. (H.R. Muslim)
Bulan Ramadhan adalah momentum memperbanyak ibadah sekaligus
mendapat keampunan dari Allah Ta’ala dari dosa-dosa yang pernah kita lakukan
sebelum kita dipanggil ke pengadilan Allah yang Maha Adil. Karenanya, sudah
seharusnyalah kita memahami dengan benar alasan dan sebab-sebab Ramadhan
merupakan bulan ampunan sehingga amalan yang kita lakukan pada Bulan Ramadhan diharapkan
dapat menjadikan kita sebagai hamba Allah yang terampuni dosanya. Berikut ini
merupakan sebab-sebab Ramadhan merupakan bulan ampunan:
1. Ramadhan ke Ramadhan berikutnya diampuni dosanya selama menjauhi
dosa besar. Dari Abu Hurairah r.a, Nabi SAW bersabda,
الصَّلَوَاتُ
الْخَمْسُ وَالْجُمُعَةُ إِلَى الْجُمُعَةِ وَرَمَضَانُ إِلَى رَمَضَانَ
مُكَفِّرَاتٌ مَا بَيْنَهُنَّ إِذَا اجْتَنَبَ الْكَبَائِرَ
Antara shalat lima waktu, antara jum’at yang
satu dan jum’at berikutnya, antara Ramadhan yang satu dan Ramadhan berikutnya,
di antara amalan-amalan tersebut akan diampuni dosa-dosa selama seseorang
menjauhi dosa-dosa besar. (H.R. Muslim)
Sesuai dengan hadits ini, Ramadhan mempunyai
nilai tersendiri bagi umat yang mau mengimaninya. Ramadhan bukan hanya sekedar
ekspresi ketakwaan, tetapi juga tersimpan nilai-nilai spiritual dari Maha Pencipta
sebagai ungkapan rahmat-Nya dalam bentuk pengampunan dosa. Pengampunan dosa di
sini sebagaimana halnya pengampunan-pengampunan karena semata sebuah ibadah hanyalah
sebatas dosa-dosa kecil sebagaimana disebut diujung hadits “akan diampuni
dosa-dosa selama seseorang menjauhi dosa-dosa besar”.
2. Berpuasa di siang hari dan shalat malam karena iman, mengharapkan
balasan pahala dari Allah Taala , ikhlas serta dalam rangka taat kepada Allah.
Berpuasa bukan dengan niat mengikuti orang banyak, juga tidak untuk mendapatkan
sanjungan orang, tidak untuk semata melestarikan adat atau supaya sehat; juga
tidak berniat pamer serta. Melaksanakan ibadah puasa terdorong oleh niat
beriman kepada Allah Ta’ala, merealisasikan ketaatan kepada-Nya dan
mengharapkan pahala dari Allah Ta’ala. Dalam sebuah hadits dinyatakan :
مَنْ صَامَ رَمَضَانَ إِيمَانًا وَاحْتِسَابًا
غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ
Barangsiapa
yang berpuasa karena iman dan ingin mendapatkan pahala, maka diampuni semua
dosanya yang telah lewat. (H.R. Bukhari dan Muslim)
3. Qiyam Ramadhan (shalat Tarawih) pada malam Ramadhan
Dari Abu Hurairahr.a, Nabi SAW bersabda,
مَنْ قَامَ رَمَضَانَ إِيمَانًا وَاحْتِسَابًا
غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ
Barangsiapa melaksanakan shalat
malam pada bulan Ramadhan karena iman dan ingin mendapatkan pahala, maka dia
diampuni semua dosanya yang telah lewat.(Muttafaqun ‘alaihi)
Menurut
Imam Nawawi, yang dimaksud dengan qiyam Ramadhan dalam hadits ini adalah shalat
Tarawih. Ini juga sesuai dengan penempatan Imam Muslim hadits ini dalam Shahih
Muslim pada bab menggemarkan qiyam Ramadhan, yaitu Tarawih.
4. Melaksanakan shalat malam pada Lailatul Qadar karena iman dan ingin
mendapatkan pahala. Qadar adalah suatu malam yang Allah Ta’ala muliakan,
melebihi semua malam lainnya, suatu malam saat Allah menurunkan kitab-Nya.
Allah Azza wa Jalla berfirman :
إِنَّا أَنْزَلْنَاهُ فِي لَيْلَةِ الْقَدْرِ
Sesungguhnya Kami telah menurunkannya (al-Qur`ân) pada malam qadar(Q.S.
al-Qadr: 1)
Allah
Ta’ala menjadikan Lailatul Qadar ini lebih baik daripada seribu bulan. Pada
malam ini para malaikat turun dan menjadikannya malam keselamatan dari segala
keburukan dan dosa. Allah Ta’ala mengkhususkan satu surat dalam al-Qur’ân yang
membicarakan tentang malam ini. Siapa saja yang beribadah kepada Allah pada
malam Lailatul qadar, maka imbalannya adalah ampunan dari Allah Ta’ala. Nabi
SAW bersabda,
مَنْ قَامَ
لَيْلَةَ الْقَدْرِ إِيمَانًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ
ذَنْبِهِ
Barang siapa melaksanakan shalat
pada lailatul qadar karena iman dan mengharap pahala dari Allah, maka
dosa-dosanya yang telah lalu akan diampuni. (H.R. Bukhari)
Para ulama berbeda pendapat dalam menentukan malam lailatul qadar. Kebanyakan
ulama berpendapat malam lailatul qadar adalah satu malam dari malam sepuluh akhir Ramadhan. Sementara
pendapat lain mengatakan malam ke 27 Ramadhan.
5. Memberikan suguhan makan dan minum bagi orang yang berbuka puasa.
Nabi SAW bersabda:
مَنْ فَطَّرَ فيه صَائِمًا كَانَ مغفرة لذنوبه وعتق
رقبته من النار
Siapa saja yang memberikan suguhan makan dan minum pada bulan
Ramadhan bagi orang yang berpuasa, maka itu menjadi ampunan bagi dosanya dan
membebaskannya dari api neraka (H.R. al-Baihaqi dan Ibnu Khuzaimah)
6. Memperbanyak zikir dan mengingat Allah. Karena dengan banyak
berzikir kepada Allah akan mengampuni dosa-dosa yang telah lalu. Nabi SAW
bersabda:
ذَاكِرُ اللَّهِ فِي رَمَضَانَ مَغْفُورٌ
لَهُ، وَسَائِلُ اللَّهِ فِيهِ لَا يَخِيبُ
Orang yang berzikir kepada Allah pada bulan Ramadan akan diampunkan dosanya dan orang yang meminta
kepada-Nya tidak akan dikecewakan. (H.R. Baihaqi dan al-Thabraniy
Sebagai penutup tulisan pendek ini,
ingatlah Sebesar apa pun dosa seorang hamba, pintu
ampunan Allah selalu terbuka selama ia mau kembali dengan doa, istigfar, tobat
yang jujur, dan hati yang lapang untuk memaafkan sesama. Ramadan adalah
kesempatan emas untuk membersihkan diri dan meraih penghapusan dosa secara
sempurna, bukan sekadar penutupan semata.
اللَّهُمَّ إِنَّكَ عَفُوٌّ تُحِبُّ الْعَفْوَ
فَاعْفُ عَنَّا
Ya Allah, sesungguhnya Engkau Maha Pemaaf dan mencintai pemaafan,
maka maafkanlah kami.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar