Kamis, 19 Februari 2026

Ramadhan bulan maghfirah

 

Setiap tahun, umat Islam di seluruh dunia menantikan datangnya bulan suci Ramadhan.. Di bulan ini, umat Islam diwajibkan berpuasa selama sebulan penuh, menahan diri dari makan, minum, serta segala hal yang dapat membatalkan puasa dari terbit fajar hingga terbenam matahari.  Keutamaan Bulan Ramadhan sangatlah besar karena bulan ini dipenuhi dengan rahmat dan ampunan dari Allah SWT. Karena itu, Nabi SAW bersabda:

لَوْ يعْلَمُ العباد مَا فِيْ رَمَضَانَ لَتَمَنَّت امتي أَنْ يكُوْنَ السَّنَة كُلُّهَا

Seandainya hamba-hamba Allah mengetahui apa yang ada dalam Bulan Ramadhan, maka sungguh umatku akan bercita-cita Ramadhan dalam semua tahunnya. (H.R. Khuzaimah)

 

Diantara alasan Ramadhan dinyatakan sebagai bulan yang dicita-citakan adalah karena Ramadhan merupakan bulan ampunan Allah Ta’ala. Sehingga tidak heran kalau Ibnu Rajab Al-Hambali mengatakan,

فَلَمَّا كَثُرَتْ أَسْبَابُ المغْفِرَةِ فِي رَمَضَانَ كَانَ الَّذِي تَفُوْتُهُ المغْفِرَةُ فِيْهِ مَحْرُوْمًا غَايَةَ الحِرْمَانِ

Tatkala semakin banyak sebab mendapatkan pengampunan dosa di bulan Ramadhan, maka siapa saja yang tidak mendapatkan pengampunan tersebut, sungguh dia benar-benar telah bernasib buruk.(Lathaif al-Ma’arif: 211)

 

Karena itu, selain sebagai bulan puasa, keutamaan, Bulan Ramadhan juga tercermin dalam banyaknya kesempatan untuk mendapatkan keampunan dari Allah Ta’ala. Diantara nama-nama  Allah Ta’ala adalah al-Ghafur (Maha Pengampun) dengan sifat maghfirah-Nya (memberi ampunan). Sesungguhnya para hamba Allah sangat membutuhkan ampunan Allah Ta’ala dari dosa-dosa mereka, dan mereka rentan terjerumus dalam kubangan dosa. Rasulullah SAW sabda:

لَوْ لَمْ تُذْنِبُوْا لَذَهَبَ اللَّهُ بِكُمْ وَلَجَاءَ بِقَوْمٍ يُذْنِبُوْنَ فَيَسْتَغْفِرُوْنَ اللَّهَ فَيَغْفِرُ لَهُمْ

Seandainya kalian tidak berbuat dosa, niscaya Allah akan melenyapkan kalian, dan Dia pasti akan menggantinya dengan mendatangkan suatu kaum yang berbuat dosa, lalu mereka akan memohon ampun kepada Allah, lalu Dia akan mengampuni mereka. (H.R. Muslim)

 

Bulan Ramadhan adalah momentum memperbanyak ibadah sekaligus mendapat keampunan dari Allah Ta’ala dari dosa-dosa yang pernah kita lakukan sebelum kita dipanggil ke pengadilan Allah yang Maha Adil. Karenanya, sudah seharusnyalah kita memahami dengan benar alasan dan sebab-sebab Ramadhan merupakan bulan ampunan sehingga amalan yang kita lakukan pada Bulan Ramadhan diharapkan dapat menjadikan kita sebagai hamba Allah yang terampuni dosanya. Berikut ini merupakan sebab-sebab Ramadhan merupakan bulan ampunan:

1.  Ramadhan ke Ramadhan berikutnya diampuni dosanya selama menjauhi dosa besar. Dari Abu Hurairah r.a, Nabi SAW bersabda,

الصَّلَوَاتُ الْخَمْسُ وَالْجُمُعَةُ إِلَى الْجُمُعَةِ وَرَمَضَانُ إِلَى رَمَضَانَ مُكَفِّرَاتٌ مَا بَيْنَهُنَّ إِذَا اجْتَنَبَ الْكَبَائِرَ

Antara shalat lima waktu, antara jum’at yang satu dan jum’at berikutnya, antara Ramadhan yang satu dan Ramadhan berikutnya, di antara amalan-amalan tersebut akan diampuni dosa-dosa selama seseorang menjauhi dosa-dosa besar. (H.R. Muslim)

 

Sesuai dengan hadits ini, Ramadhan mempunyai nilai tersendiri bagi umat yang mau mengimaninya. Ramadhan bukan hanya sekedar ekspresi ketakwaan, tetapi juga tersimpan nilai-nilai spiritual dari Maha Pencipta sebagai ungkapan rahmat-Nya dalam bentuk pengampunan dosa. Pengampunan dosa di sini sebagaimana halnya pengampunan-pengampunan karena semata sebuah ibadah hanyalah sebatas dosa-dosa kecil sebagaimana disebut diujung hadits “akan diampuni dosa-dosa selama seseorang menjauhi dosa-dosa besar”.

2.  Berpuasa di siang hari dan shalat malam karena iman, mengharapkan balasan pahala dari Allah Taala , ikhlas serta dalam rangka taat kepada Allah. Berpuasa bukan dengan niat mengikuti orang banyak, juga tidak untuk mendapatkan sanjungan orang, tidak untuk semata melestarikan adat atau supaya sehat; juga tidak berniat pamer serta. Melaksanakan ibadah puasa terdorong oleh niat beriman kepada Allah Ta’ala, merealisasikan ketaatan kepada-Nya dan mengharapkan pahala dari Allah Ta’ala. Dalam sebuah hadits dinyatakan :

مَنْ صَامَ رَمَضَانَ إِيمَانًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ

Barangsiapa yang berpuasa karena iman dan ingin mendapatkan pahala, maka diampuni semua dosanya yang telah lewat. (H.R. Bukhari dan Muslim)

3.  Qiyam Ramadhan (shalat Tarawih) pada malam Ramadhan

Dari Abu Hurairahr.a, Nabi SAW bersabda,

مَنْ قَامَ رَمَضَانَ إِيمَانًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ

Barangsiapa melaksanakan shalat malam pada bulan Ramadhan karena iman dan ingin mendapatkan pahala, maka dia diampuni semua dosanya yang telah lewat.(Muttafaqun ‘alaihi)

 

Menurut Imam Nawawi, yang dimaksud dengan qiyam Ramadhan dalam hadits ini adalah shalat Tarawih. Ini juga sesuai dengan penempatan Imam Muslim hadits ini dalam Shahih Muslim pada bab menggemarkan qiyam Ramadhan, yaitu Tarawih.

4.  Melaksanakan shalat malam pada Lailatul Qadar karena iman dan ingin mendapatkan pahala. Qadar adalah suatu malam yang Allah Ta’ala muliakan, melebihi semua malam lainnya, suatu malam saat Allah menurunkan kitab-Nya. Allah Azza wa Jalla berfirman :

إِنَّا أَنْزَلْنَاهُ فِي لَيْلَةِ الْقَدْرِ

Sesungguhnya Kami telah menurunkannya (al-Qur`ân) pada malam qadar(Q.S. al-Qadr: 1)

Allah Ta’ala menjadikan Lailatul Qadar ini lebih baik daripada seribu bulan. Pada malam ini para malaikat turun dan menjadikannya malam keselamatan dari segala keburukan dan dosa. Allah Ta’ala mengkhususkan satu surat dalam al-Qur’ân yang membicarakan tentang malam ini. Siapa saja yang beribadah kepada Allah pada malam Lailatul qadar, maka imbalannya adalah ampunan dari Allah Ta’ala. Nabi SAW bersabda,

مَنْ قَامَ لَيْلَةَ الْقَدْرِ إِيمَانًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ

Barang siapa melaksanakan shalat pada lailatul qadar karena iman dan mengharap pahala dari Allah, maka dosa-dosanya yang telah lalu akan diampuni. (H.R. Bukhari)

 

Para ulama berbeda pendapat dalam menentukan malam lailatul qadar. Kebanyakan ulama berpendapat malam lailatul qadar adalah satu malam dari  malam sepuluh akhir Ramadhan. Sementara pendapat lain mengatakan malam ke 27 Ramadhan.

5.  Memberikan suguhan makan dan minum bagi orang yang berbuka puasa. Nabi SAW bersabda:

مَنْ فَطَّرَ فيه صَائِمًا كَانَ مغفرة لذنوبه وعتق رقبته من النار

Siapa saja yang memberikan suguhan makan dan minum pada bulan Ramadhan bagi orang yang berpuasa, maka itu menjadi ampunan bagi dosanya dan membebaskannya dari api neraka (H.R. al-Baihaqi dan Ibnu Khuzaimah)

 

6.  Memperbanyak zikir dan mengingat Allah. Karena dengan banyak berzikir kepada Allah akan mengampuni dosa-dosa yang telah lalu. Nabi SAW bersabda:

ذَاكِرُ اللَّهِ فِي رَمَضَانَ مَغْفُورٌ لَهُ، وَسَائِلُ اللَّهِ فِيهِ لَا يَخِيبُ

Orang yang berzikir kepada Allah pada bulan Ramadan akan diampunkan dosanya dan orang yang meminta kepada-Nya tidak akan dikecewakan. (H.R. Baihaqi dan al-Thabraniy

Sebagai penutup tulisan pendek ini, ingatlah Sebesar apa pun dosa seorang hamba, pintu ampunan Allah selalu terbuka selama ia mau kembali dengan doa, istigfar, tobat yang jujur, dan hati yang lapang untuk memaafkan sesama. Ramadan adalah kesempatan emas untuk membersihkan diri dan meraih penghapusan dosa secara sempurna, bukan sekadar penutupan semata.

اللَّهُمَّ إِنَّكَ عَفُوٌّ تُحِبُّ الْعَفْوَ فَاعْفُ عَنَّا

Ya Allah, sesungguhnya Engkau Maha Pemaaf dan mencintai pemaafan, maka maafkanlah kami.

 

 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar