Rabu, 20 Juni 2012

Takhrij Hadits dalam Syarah al-Mahalli ‘ala Minhaj al-Thalibin, Juz. I, Hal. 50


1. Hadits Muslim yang menunjuki kepada kewajiban membasuh kaki sampai mata kaki dan menunjukan kepada kewajiban tertib pada wudhu’ tersebut (Syarah al-Mahalli, Juz. I, Hal. 50), berbunyi :
أن اَبَا هُرَيْرَةَ رضي الله عنه  يَتَوَضَّأُ فَغَسَلَ وَجْهَهُ فَأَسْبَغَ الْوُضُوءَ ثُمَّ غَسَلَ يَدَهُ الْيُمْنَى حَتَّى أَشْرَعَ فِى الْعَضُدِ ثُمَّ الْيُسْرَى حَتَّى أَشْرَعَ فِى الْعَضُدِ ثُمَّ مَسَحَ برَأْسهُ ثُمَّ غَسَلَ رِجْلَهُ الْيُمْنَى حَتَّى أَشْرَعَ فِى السَّاقِ ثُمَّ غَسَلَ رِجْلَهُ الْيُسْرَى حَتَّى أَشْرَعَ فِى السَّاقِ ثُمَّ قَالَ هَكَذَا رَأَيْتُ رَسُولَ اللَّهِ –صلى الله عليه وسلم- يَتَوَضَّأُ
Artinya : Sesungguhnya Abu Hurairah r.a. berwudhu’, lalu ia mencuci mukanya kemudian iamenyempurnakan wudhu’nya,lalu ia mencuci tangan kanannya sehingga mengenai ke lengan, kemudian mencuci tangannya yang kiri sehingga mengenai lengan, kemudian mengusap kepalanya, kemudian mencuci kakinya yang kanan sehingga mengenai betis, kemudian mencuci kakinya yang kiri sehingga mengenai betis, kemudian berkata, “Demikianlah aku melihat Rasulullah SAW berwudhu’”.

Imam Muslim telah meriwayatkan hadits ini dalam Kitab Shahihnya. [1] Hadits lain yang menunjuki kepada kewajiban tertib pada wudhu’ antara lain :
َعَنْ حُمْرَانَ - أَنَّ عُثْمَانَ دَعَا بِوَضُوءٍ, فَغَسَلَ كَفَّيْهِ ثَلَاثَ مَرَّاتٍ, ثُمَّ تمَضْمَضَ, وَاسْتَنْشَقَ, وَاسْتَنْثَرَ, ثُمَّ غَسَلَ وَجْهَهُ ثَلَاثَ مَرَّاتٍ, ثُمَّ غَسَلَ يَدَهُ اَلْيُمْنَى إِلَى اَلْمِرْفَقِِ ثَلَاثَ مَرَّاتٍ, ثُمَّ اَلْيُسْرَى مِثْلَ ذَلِكَ, ثُمَّ مَسَحَ بِرَأْسِهِ, ثُمَّ غَسَلَ رِجْلَهُ اَلْيُمْنَى إِلَى اَلْكَعْبَيْنِ ثَلَاثَ مَرَّاتٍ, ثُمَّ اَلْيُسْرَى مِثْلَ ذَلِكَ, ثُمَّ قَالَ: رَأَيْتُ رَسُولَ اَللَّهِ صَلَّى عَلَيْهِ وَسَلَّمَ تَوَضَّأَ نَحْوَ وُضُوئِي هَذَا. - مُتَّفَقٌ عَلَيْه
Artinya : Dari Humran, sesungguhnya Utsman pernah meminta air wudhu’, lalu beliau mencuci dua telapak tangannya tiga kali, kemudian berkumur-kumur, menghirup air kehidung dan mengeluarkannya, kemudian mencuci wajahnya tiga kali, kemudian membasuh tangan kanannya sampai siku-siku tiga kali, kemudian yang kiri seperti itu juga, kemudian menyapu kepalanya, kemudian membasuh kaki kanannya sampai mata kaki tiga kali, kemudian yang kiri seperti itu juga. Kemudian berkata : “Seperti wudhu’ku ini aku melihat Rasulullah SAW berwudhu’. (Muttafaqun ‘alaihi)[2]

2. Hadits riwayat Ibnu Khuzaimah dan lainnya berbunyi :

لولا أن اشق على أمتي لأمرتهم بالسواك عند كل وضوء
Artinya : Kalau tidak aku kuatir kesukaran kepada umatku, maka sungguh aku perintah mereka bersiwak pada setiap berwudhu’. (Syarah al-Mahalli, Juz. I, Hal. 50),

Ibnu Hajar al-Asqalany mengatakan, hadits ini telah dikeluarkan oleh Malik, Ahmad, al-Nisa’i, dan telah menshahihkannya oleh Ibnu Khuzaimah. Imam Bukhari telah menyebutnya secara mu’allaq.[3] Imam al-Nawawi mengatakan, hadits ini, kualitasnya shahih telah diriwayat oleh Ibnu Khuzaimah dan al-Hakim dalam Shahihnya dan keduanya menshahihkannya dan sanadnya baik.[4]

3. Hadits riwayat Abu Daud dalam Marasil-nya, berbunyi :
إِذا استكتم فاسْتَاكُوا عَرْضًا
Artinya : Apabila kalian bersiwak, maka bersiwaklah dengan arah melebar. (Syarah al-Mahalli, Juz. I, Hal. 50),

Ibnu Mulaqqan mengatakan, hadits mursal ini disokong dengan beberapa hadits yang senada dengannya, meskipun semuanya adalah dha’if.[5]

4. Hadits riwayat Ibnu Hibban berbunyi :
كُنْتُ أَجْتَنِي لِرسول الله  صَلَّى الله علَيْهِ وَسلم  سِوَاكًا مِنْ أرَاك
Artinya : Aku sering mengambil siwak kayu arak untuk Rasulullah SAW (Syarah al-Mahalli, Juz. I, Hal. 50),

Ibnu Mulaqqan mengatakan, hadits ini telah diriwayat al-Thabarany dalam Mu’jamnya dan Abu Ya’la al-Mushily dan telah menshahihkannya oleh Ibnu Hibban. Al-Hafidh Dhiauddin al-Maqdisy dalam “Ahkam”nya mengatakan, rijalnya atas syarat Shahih.[6]

5. Hadits Syaikhaini yang menganjurkan bersiwak ketika mau shalat tersebut, (Syarah al-Mahalli, Juz. I, Hal. 50), berbunyi :
لَوْلاَ أَنْ أَشُقَّ عَلَى أُمَّتِي لأَمَرْتُهُمْ بِالسِّوَاكِ عِنْدَ كُلِّ صَلاَةٍ
Artinya : Kalau tidak aku kuatir kesukaran kepada umatku, maka sungguh aku perintah mereka bersiwak pada setiap shalat. (Muttafaqun ‘alaihi). [7]





[1]. Imam Muslim, Shahih Muslim, Maktabah Syamilah, Juz. I, Hal. 149, No. Hadits : 602
[2] Ibnu Hajar al-Asqalany, Bulughul Maram, al-Mathba’ah al-Salafiah, Mesir, Hal. 30
[3] Ibnu Hajar al-Asqalany, Bulughul Maram, al-Mathba’ah al-Salafiah, Mesir, Hal. 29
[4] Al-Nawawi, Majmu’ Syarah al-Muhazzab, Maktabah Syamilah, Juz. I, Hal. 273
[5] Ibnu Mulaqqan, Badrul Munir, Darul Hijrah, Juz. I, Hal. 723
[6] Ibnu Mulaqqan, Badrul Munir, Darul Hijrah, Juz. II, Hal. 62
[7] Ibnu Mulaqqan, Tuhfah al-Muhtaj ila Adallah al-Minhaj, Dar al-Hira, Juz. I, Hal. 175

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar