Sabtu, 25 Agustus 2012

Debat Terbuka Mengenai I'adah Dhuhur setelah shalat Jum'at


Kolom ini khusus diperuntukkan untuk debat terbuka mengenai masalah-masalah dalam Islam, akidah, fiqh dan tasauf. Semua pembaca, siapapun dia bebas berbicara, ya tentu dengan menggunakan etika islami, bebas mengemukakan pendapatnya , mengkritisi pendapat orang lain, berargumentasi mempertahankan pendapat yang dia yakini benar. Tidak perlu marah-marah, yang sangat penting argumentative, menerima kebenaran yang datang dari siapapun. Nah mudah kan!

Masalah yang kita coba angkat kali ini adalah masalah I’adah Dhuhur setelah shalat Jum’at. 

Berkata kelompok yang membid’ahkan I’adah Dhuhur :
I’adah Dhuhur adalah melakukan lagi shalat Dhuhur setelah Jum’at. I’adah dhuhur tersebut adalah haram alias bid’ah dengan argumentasi  bahwa shalat Jum’at itu sebagai pengganti shalat Dzuhur. Sedang Allah tidak mewajibakan kepada kita enam shalat dalam sehari semalam. Apabila ada yang membolehkan shalat Dzuhur setelah shalat Jum’at, maka hal itu termasuk bid’ah

Nah bagaimana komentar anda!

117 komentar:

  1. dikampung kami banyak ni, i'adah dhuhur setelah shalat Jum'at, bagaimana ni

    BalasHapus
    Balasan
    1. makanya belajatnya bro. bek le teungeut ngon jaga

      Hapus
    2. yang saya bingung iadah dhuhur banyak dilakukan di aceh besar bahkan hampir2 diwajibkan sehingga ada oknum abu/guree tidak mau shalat/menjdi khatib di mesjid yang tidak melakukan iadah dhuhur.

      sementara di daerah lain mulai aceh pidie, pidie jaya, bireuen, aceh utara, timur dan seterusnya sangat jarang saya jumpai mesjid yang melakukannya.

      pertanyaan saya yang bodoh ini adalah apakah ini pertanda ulama aceh besar lebih alim ? atau malah sebaliknya lebih jahil

      Hapus
    3. Perintah mendirikan sholat 5 waktu ingat cerita Rasulullah saw beserta kaum2 nya dinamakan dgan isra' mi'raj yg kita semua kaum islam tau bahwa perintah sholat 5 waktu adalah perintah langsung dari ALLAH SWT bertemu dengan Rasulullah saw, Betapa tinggi derajatnya sholat 5 waktu, ketimbang dgn sholat jum'at yg perintahnya dari wahyu dan hadist
      Jadi menurut saya sholat dhuhur tidak bisa digantikan dgn sholat jum'at menurut cara penyampaiannya sudah beda manusia sperti Rasulullah saw bertemu langsung dengan Tuhan nya yaitu ALLAH SWT adalah suatu anugrah yg tidak ada duanya
      Trima kasih

      Hapus
    4. kalau sdr mengakui adanya kewajiban shalat jum'at berdasarkan al-qur'an dan hadits , maka sdr tidak perlu mempertentangkannya dgn riwayat yang menceritakan nabi muhammad menerima 5 waktu shalat sehari semalam dalam kisah isra' mi'raj. karena adanya kewajiban shalat jum'at tidak menambahkan waktu shalat 5 kali sehari semalam. ingat metode pemahaman hukum Islam mengutamakan kompromkan dalil2 syara' (jama' wa taufiq) bukan mempertentangnya.

      wassalam

      Hapus
  2. menurut fiqh syafi'iyah yang menjadi rujukan kebanyakan orang Aceh, I'adah dhuhur dilakukan karena bilangan jum'at, yaitu 40 orang yang sah menjadi bilangan jum'at tidak terpenuhi dalam sebuah pemukiman, sehingga sebagai solusinya (supaya Jum'at tidak kosong pada suatu pemukiman), sebagian ulama bertaqlid kepada qaul qadim imam Syafi'i yang mengatakan sah jum'at dengan 4 orang. nah sebagai sikap kehati-hatian karena qaul qadim tersebut merupakan pendapat yang lemah dalam Mazhab Syafi'i, maka disunnatkan i'adah dhuhur, karena kekewatiran shalat jum'at tersebut tidak sah.
    I'adah dhuhur menjadi wajib pada ketika terjadi ta'adud jumat (ada dua jum'at atau lebih dalam suatu kawasan)bagi yang kemudian takbiratul ihram shalat jum'atnya, yang sah hanya yang lebih dahulu takbiratul ihramnya, dan wajib juga i'adah dhuhur bagi ragu2 mana yang lebih dahulu. atau takbiratul ihramnya datang secara bersamaan.

    BalasHapus
  3. konon katanya ga ada hadis ato ayat tntang i'adah ini,,, ya otomatis sodara kita yang "harus pake ayat ato hadis" gak terima alasan seperti itu (trmasuk dosen saya di kampus)...
    jadi saya mau tanya kalo ulama mana yang berpendapat demikian???
    paling tidak kita bisa blg dalil dr ulama kpada mrka,,,
    syukran tgk.

    BalasHapus
  4. diantara ulama syafi'iyah yang mengatakan adanya i'adah dhuhur adalah Ali syibran al-Malusi, Syams al-Ramli, disyariatkan karena ihtiyath (hati2), menghilangkan syubhat, berdasarkan hadits :

    فمن اتقى الشبهات فقد استبرأ لدينه وعرضه
    Artinya : Barang siapa menjauhkah syubhat, maka dia telah memelihara agama dan kehormatannya (H.R. Bukhari dan Muslim)

    dan hadits Nabi SAW, berbunyi :
    دع ما يريبك إلى ما لا يريبك
    Artinya: Tinggalkan hal-hal yang meragukan engkau kepada yang tidak meragukan (H.R. Nisa’i dan Turmidzi)

    pembahasan yang panjang lebar mengenai i'adah dhuhur dapat dilihat dalam kitab Tanwirul qulub Hal. 184-195 dan kitab I'anah Thalibin juz. II, hal. 59

    BalasHapus
  5. dan dapat juga dibaca dalam bughyatul mustarsyidin 80-81.

    BalasHapus
    Balasan
    1. masing2 kitab itu dalam bab apa??

      Hapus
    2. tanwir al-qulub : bab shalat al-dhuhri ba'd Jum'at
      i'anah : fashl fi shalat al-jum'at
      bughyatul mustarsyidin : masalah shalat Jum'at

      wasalam

      Hapus
    3. sangat bermanfaat sekali buat saya ilmu ini
      jazakallah khairun laka..

      Hapus
  6. syukran katsiraaan, jazakallah, tgk.

    BalasHapus
  7. saya pernah shalat jum'at di mesjid Imam Syafi'i (kuburan Imam Syafi'i dlm mesjid itu) di Mesir, tp saya tdk melihat adanya i'adah dhuhur berjamaah, kl sendiri2 krg tau, tp rata2 shalat sunnat 2 rakaat, apa mrk krg ilmu atau bagaimana? trus kalo alasannya hny krn ragu2 maka wajib shalat dhuhur, pantaskah keraguan dijadikan sbuah dalil, bagaimana dgn kaedah ushul الأصل بقاء ما كان على ما كان apakah kl org ragu2 dgn air wudhunya trus hrs diulang-ulang lg wudhunya, bknkah was-was itu dari syetan???

    BalasHapus
    Balasan
    1. pendapat adanya i'adah dhuhur adalah berdasarkan pendapat kalangan mazhab syafi'i, jadi karena itu persoalan yang saudara katakan di atas dijawab sbagai berikut :
      1. perbuatan orang-orang di mesir di mesjid imam syafi'i tidak menjadi hujjah untuk mengiyakan atau menafikan suatu pendapat dalam fiqh. karena masing2 orang punya argumentasi sendiri2. yang menjadi dalil hanya al-qur'an, hadits , qiyas dan ijmak atau dalil2 lainnya. apalagi bisa jadi mereka tidak bermazhab syafi'i.meskipun mereka orang yang berdomisili di sekitar makam syafi'i.
      2. amalan orang di mesjid tersebut tidak ada i'adah dhuhur, bisa jadi memang tidak diperlukan i'adah dhuhur.karena i'adah dhuhur muncul apabila jumlah bilangan jum'at tidak terpenuhi (40 orang menurut mazhab syafi'i) atau adanya ta'adud jum'at. apabila tidak ada ta'adud jum'at dan bilangan ahli jum'at 40 orang terpenuhi, maka tidak perlu adanya i'adah dhuhur.
      3. i'adah dhuhur bukan di dasarkan kepada keraguan menurut dakwaan saudara, tetapi justru untuk menghilangkan keraguan berdasarkan hadits :

      فمن اتقى الشبهات فقد استبرأ لدينه وعرضه
      Artinya : Barang siapa menjauhkah syubhat, maka dia telah memelihara agama dan kehormatannya (H.R. Bukhari dan Muslim)

      dan hadits Nabi SAW, berbunyi :
      دع ما يريبك إلى ما لا يريبك
      Artinya: Tinggalkan hal-hal yang meragukan engkau kepada yang tidak meragukan (H.R. Nisa’i dan Turmidzi)
      4. qaidah yang saudara kutip tidak relevan dg persoalan yang sedang kita bahas ini, karena hal itu apabila ada asal yang yakin, maka kita kembali kepada yakin yang sudah ada, yakni air apabila diyakini pernah suci, kemudian kita ragu2, maka kita kembali saja kepada yakin yang duluan ada yaitu suci, karena asal lebih rajih dari ragu2, sedang ragu2 datang kemudian. karena itu, kalau tidak asal yang suci sebelum datang ragu2, kita tetap tidak boleh menanganggap air itu suci hanya berdasarkan qaidah yang saudara kutip itu. (kalau saudara mau mempelajari kaidah tersebut lebih dalam silakan baca kitab asybah wan nadhair karya suyuthi dan fathul mu'in dalam bab thaharah karya zainuddin al-malibari)
      5. was2 tidak sama dengan ragu2. ragu2 datang tanpa dalil yang mengitsbatkan atau yang menafikan, sedangkan was2 sikap tidak mengikuti dalil. misalnya dalil menunjukan bahwa air tertentu adalah suci, tetapi hati tetap mengatakan tidak suci. ini yang dikatagorikan was2 dari setan
      6. wassalam

      Hapus
    2. Tgk, saya pernah sekali melakukan sholat dhuhur setelah sholat jum'at, pada waktu itu saya mudik dikampung istri di daerah wonogiri jateng, jumatan sama saudara istri yang mengikuti salah satu aliran, saya tdk tau ternyata orang kampung situ didak jumatan dimasjid yg saya pakai jumatan jadi jama'ahnya cuman sepuluh orang alias kurang dari 40, maka setelah selesai saya pun sholat dhuhur karna saya menganggap sholat jum'at saya tdk sah.

      Hapus
    3. saya bingung, kalo merasa tidak sah kenapa dilakukan??? kenapa gk langsung aja solat duhur???

      Hapus
    4. kalau bertaqlid kpd pendapat bilangan jumat wajib 40, maka memang tidak boleh melakukan shalat jum'at kalau bilangannya tdk cukup , karena jum'atnya tdk sah. tetapi langsung melakukan shalat dhuhur. namun karena itu dpt menghilangkan syiar jumatan di sebuah kampung, maka para ulama menganjurkan talqid saja kepada pendapat qaul qadim syafi'i yg mengatakan boleh dgn 4 orang. karena pendapat 4 orang ini lemah dlm mazhab syafi'i, maka di anjurkan ulang lagi dgn shalat dhuhur utk kehati2an. demikian.

      Hapus
    5. - iya mungkin seperti itu. di daerah saya walo lebih dari 40 orang juga tetap dilakukan solat duhur langsung sesudah solat jum'at.
      - pendapat saya, hal sprti itu termasuk "Ketidak Tegasan" dlm dirinya. dikhawatirkan dalam menjalankan kewajiban selain solat juga bisa jadi ditambah², dst... apalagi solat 5 waktu adalah Wajib (bukan Sunnah)
      - Hatur Nuhun...

      Hapus
    6. Asalamualaikum....mohon maaf yang saya tahu shalat dzuhur setelah shalat jumat itu bukan untuk menambal keragu-raguan syah atau tidaknya shalat jumat dan bukan juga dalih qodho solat dzuhur, kalau pun ragu tidak syah kenapa melaksanakan shalat jumat, dan tidak bisa juga di bilang fardzu...Yg melaksanakan shalat dzuhur setelah shalat jumat adalah Imam Thurmudzi, beliau sebelum wafatnya dan dalam khutbahnya memberi tahu "Bahwa sanya aku (Imam Turmudzi) tidak akan masuk surga sebelum murid-muridku yg melaksanakan amalan/ilmu (I'adah dzuhur, Fidyah, dan puas Ramadhan 30 hari) belum masuk surga. Jd beliau menunggu dl murid-muridnya masuk surga... Saking mau masuk surga dan merasa diri saya tidak bisa masuk surga, mudah-mudahan ada ucapan beliau saya diakui muridnya...Amiiiin (Fi Kitab Fathul Mu'in)...Wasalam

      Hapus
  8. Kalau tdk salah, dlm kitab i'anah membahas tentang sebuah tempat yang penduduknya tdk sampai 40 orang, apakah mereka melakukan shalat Jumat atau Dhuhur? Ini yg ditanyakan kpd Syaikh Bulqaini. Nyoe menan Tgk?

    BalasHapus
    Balasan
    1. itu bukan dalam I'anah tetapi dalam Fath al-mu'in (fath al-mu'in, yang dicetak pada hamisy I'anah, hal. 58). bulqaini menjawab, melaksanakan shalat dhuhur, artinya tidak melaksanakan shalat Jum'at. namun selanjutnya pengarang fath al-mu'in menganjurkan bagi penganut mazhab syafi'i supaya taqlid saja kepada pendapat yang membolehkan shalat Jum'at dengan bilangan di bawah 40, kemdian shalat dhuhur untuk ihtiyath (hati2)

      Hapus
    2. Berpegang kpd pendapat ini maka i'adah dhuhur setelah Jumat boleh bukan wajib. Bagaimana kesimpulan sy? Benar atau salah? Mohon koreksinya.
      Jadi, yg Tgk katakan dlm I'anah kira2 bagaimana kesimpulannya?
      Terakhir, ada tidak ketentuan/dhabit/ta'rif احتياطي spy dapat kita bedakan dengan الخروج من الخلاف مستحب atau sama? Terima kasih.
      Maaf Tgk, sy bertanya bukan utk menguji anda tp utk memperkuat keyakinan sy dengan mencari alasan2 dr berbagai sumber. Terima kasih.

      Hapus
    3. saya menunggu jawabannya. Syukran

      Hapus
    4. 1. berdasarkan mazhab syafi'i, i'adah dhuhur adakalanya sunat adakalanya wajib sebagaimana telah kami jelaskan dalam komentar ke 4 di atas.

      2. ihtiyath adalah sikap kehati2an, artinya mengambil salah satu dari yang ihtimal2 untuk lebih aman dan lebih terpelihara dalam agama. ihtiyath ada yang wajib seperti membasuh sebagian siku2 untuk memastikan terbasuh lengan pada wudhu'. ini wajib karena batas lengan pada anggota wudhu' sulit dpastikan. dan ada yang sunnat, seperti menghindari harta yang berasal dari orang yang bercampur harta halal dengan harta haram.
      adapun لخروج من الخلاف مستحب adalah salah satu hukum yang ditetapkan berdasarkan ihtiyath. misalnya ulama A menetapkan hukum haram sesuatu, sedangkan ulama B mengatakan mubah, maka bagi kita yang sependapat dengan ulama B, sunnah meninggalkan perbuatan tersebut untuk ihtiyath (siapa tahu pendapat ulama A itu betul)

      wassalam

      Hapus
    5. 1. I'adah Dhuhur hukumnya wajib dikarenakan ta'addud (banyak) mesjid dalam satu "kawasan". Yg jadi pertanyaan apa yg dimaksud dengan "kawasan" yg tgk jelaskan di atas?
      Sebab dalam al-majmu' syarhu al-muhazzab, jilid 4, hal 367, Imam Nawawi berkata: ولا تصح الجمعة إلا في أبنية يستوطنها من تنعقد بهم الجمعة من بلد أو قرية. Yang perlu digarisbawahi adalah kata abniyah, bisa kota atau desa. Jd, ta'addud tdk terjadi dewasa ini krn bisa dilaksanakan dimanapun, dan kalaupun terjadi itupun masih dalam kategori boleh krn sempitnya mesjid utk menampung semua jama'ah dan sukarnya jama'ah utk berkumpul di satu tempat.

      2. Apakah ihtiyath bisa dijadikan sumber hukum dalam mazhab syafi'i atau ihtiyath itu mrpkan salah satu bagian dari sumber hukum yang pokok (Al-Quran, As-Sunnah, Ijma', Qiyas, dan Istishab) dlm mazhab syafi'i?

      Hapus
    6. 1. abniyah adalah bentuk jamak, yang berarti bangunan2. jadi yang dimaksud dengan kawasan di atas adalah sekumpulan bangunan2 yang dihuni secara bertanah air oleh ahli jum'at dan itu boleh jadi kota, balad, atau qaryah.(dalam I'anah ditambah dgn kata "misr"/kota.

      2. kami kira perlu dilakukan penelitian di dunia ini dan sekarang ini, utk mengatakan "ta'addud tdk terjadi dewasa ini dan kalaupun terjadi itupun itu krn sempitnya mesjid utk menampung semua jama'ah dan sukarnya jama'ah utk berkumpul di satu tempat". kalau hasil penelitian mengatakan ya seperti saudara katakan, kami kira , kami sependapat dengan saudara bahwa tidak ada wajib i'adah dhuhur sekarang ini. kalau penelitian ini tidak ada, maka kemungkinan ada ta'adud jum'at pada satu qaryah tanpa ada faktor darurat bisa saja terjadi. kalaupun ini tidak terjadi, maka hukum wajib i'adah dhuhur itu kita kaidkan seandainya terjadi.

      3. menurut hemat kami, ihtiyath merupakan sebagian prinsip fiqh yang didasarkan kepada hadits :
      فمن اتقى الشبهات فقد استبرأ لدينه وعرضه
      Artinya : Barang siapa menjauhkah syubhat, maka dia telah memelihara agama dan kehormatannya (H.R. Bukhari dan Muslim)

      dan hadits Nabi SAW, berbunyi :
      دع ما يريبك إلى ما لا يريبك
      Artinya: Tinggalkan hal-hal yang meragukan engkau kepada yang tidak meragukan (H.R. Nisa’i dan Turmidzi)

      Hapus
    7. 1. Jadi, Jum'at mesti didirikan di suatu tempat yg ada bagunan2/rumah2 yg dihuni oleh penduduk yg tdk akan berpindah pada musim dingin atau hujan (مستوطن). Hal ini dipahami bahwa mesjid boleh dikerjakan di desa atau di kota. Berarti hal ini bertentangan dengan pemahaman sebagian kita bahwa Jum'at mesti didirikan di pemukiman (mukim dalam pemahaman org Aceh).
      2. Berbicara masalah penelitian, maka dalam hal ini tidak perlu dilakukan seperti dlm dunia pendidikan, cukup dengan mengambil beberapa sampel, misalnya mesjid Ateuk, Meulayoe, dan Bung Cala. Kami berkesimpulan dgn memperhatikan poin no. 1 bahwa ke-3 mesjid ini tdk dikategorikan dan dinamakan ta'addud. Maka tdk perlu mewajibkan i'adah Dhuhur di daerah ini.
      3. Hukum Islam tdk terlepas dr Ushul Fiqh dan kaedah2nya serta Fiqh dan kaedah2nya. Saya bingung dan tdk mengerti bhwa ihtiyath adalah salah satu prinsip Fiqh. Apa mksud dr kata prinsip tsb? Karena prinsip sendiri berarti asas atau pokok dan asas fiqh itu sendiri adalah Ushul Fiqh.
      وبالله التوفيق إلى أقوم الطريق

      Hapus
    8. 1.Tidak ta’adud bukan otomatis tidak perlu I’adah dhuhur, karena I’adah dhuhur bisa saja terjadi karena tidak cukup bilangan jum’at 40 orang atau ada 40 orang tetapi 40 orang tersebut tidak memenuhi criteria ahli jum’at.

      2.Ihtiyath banyak dan umum digunakan sebagai ‘illat hukum dalam fiqh,penggunaannya sebagai ‘illat berdasarkan hadits yang telah kami sebut di atas. karena itu atas dasar tersebut kami menyebutnya sebagai prinsip fiqh. Berikut beberapa kaidah fiqh yang di dasarkan kepada ihtiyath,antara lain :
      a. الخروج من الخلاف مستحب
      b. اذا اجتمع الحلال والحرام غلب الحرام
      c. الحدود تسقط بالشبهات
      d. الحريم له حكم ما هو حريم له

      Hapus
    9. Terima kasih Tgk atas jawabannya mdh2an Allah memberi taufiq kpd kita kpd pemahaman yg lurus dan benar serta mengamalkannya.
      Insya Allah lain kali kita berdiskusi lgi dengan judul yg baru.
      والسلام عليكم ورحمة الله وبركاته

      Hapus
    10. terima kasih. semoga Allah selalu bersama kita .Amin

      Hapus
  9. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus
  10. Assalam mualaikum
    Maaf saya hanya ingin mengirimkan komentar yang sudah saya baca di tempat yang lain.

    mohon tanggapannya!

    hukum Shallat Dzuhur setelah shalat jum'at adalah...

    Hukumnya tidak wajib bahkan tidak disyariatkan menurut ijmak ulama kecuali bagi orang yang tidak melaksanakan shalat dhuhur. Berdasarkan Hadits berikut ini: Dari Ibnu Abbas ra bawa Rasulullah SAW bersabda, "Apabila datang waktu siang hari Jum'at maka shalatlah dua rakaat." (HR Ad-Daruqutuny).

    Yang berarti, tidak perlu lagi melakukan shalat dzuhur. Selain itu, tidak ada riwayat di mana para Sahabat Nabi melakukan salat dzuhur setelah shalat Jum'at.

    Dalam sebuah hadits sahih riwayat Bukhari dan Muslim diceritakan seorang pedalaman (A'rabi) bertanya pada Nabi apakah ia harus melakuksan shalat lain selain Jum'at? Jawab Nabi: إلا أن تطوع شيئاً (Tidak, kecualu shalat sunnah). Ini adalah dasar ulama secara ijmak bahwa kewajiban shalat dhuhur itu gugur apabila sudah melaksanakan shalat Jum'at.

    Namun demikian, ada sejumlah ulama madzhab Syafi'i muta'akhirin (yang akhir) yang mewajibkan shalat dhuhur setelah Jum'at dengan alasan untuk berhati-hati (ihtiyath) apabila salah satu syarat shalat Jum'at tidak terpenuhi. Seperti shalat Jum'at di 2 tempat atau lebih dalam satu desa/kota. Bagi yang berpendapat shalat seperti ini tidak sah, maka mengulangi shalat Jum'at denan shalat dhuhur adalah sunnah.

    Namun, pendapat yang sahih dari ulama madzhab Syafi'i adalah bahwa shalat Jum'at di 2 (dua) tempat/masjid dalam desa/kota yang sama itu sah. Dengan demikian, maka shalat dhuhur setelah melakukan shalat Jum'at adalah tidak perlu dan tidak sunnah.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Jawab :
      1.Tidak disyari’atkan shalat dhuhur pada hari jum’at memang disepakati para ulama, termasuk ulama mutaakhirin syafi’iyah, namun itu tentu dengan syarat-syarat sebagai berikut ;
      a.Seseorang itu tidak dalam keadaan tidak melaksanakan shalat Jum’at, kalau seseorang dalam keadaan ada tidak melaksanakan shalat Jum’at, tentu atasnya wajib melaksanakan dhuhur
      b. Seseorang itu sah shalat jum’atnya, kalau tidak sah jum’at, tentu wajib atasnya shalat dhuhur, karena status shalat jum’at yang tidak sah sama dengan tidak melaksanakannya sama sekali, jadi hukumnya seperti hukum yang tersebut pada point “a”.
      c.Seseorang itu tidak ragu-ragu atas sah shalat jum’atnya, kalau ragu-ragu, maka wajib melakukan shalat dhuhur sebagai i’adah, ini karena sikap ragu-ragu belum melepaskan diri seseorang dari taklif suatu hukum atasnya,berarti dia itu seperti tidak melaksanakan shalat jum’at sama sekali
      d.Seseorang itu bukan dalam rangka mengambil sikap hati-hati (ihtiyath), karena ada kemungkinan shalat jum’at itu tidak sah, kalau untuk ihtiyath, maka sunnat (bukan wajib) melakukan shalat dhuhur sebagai i’adah.

      2.Berdasarkan penjelasan di atas, maka dalil-dalil yang saudara sampaikan tersebut diposisikan apabila tidak memenuhi syarat-syarat di atas.

      3.Kami tidak menemukan keterangan dari ulama syafi’iyah bahwa pendapat yang sahih dari ulama madzhab Syafi'i adalah bahwa shalat Jum'at di 2 (dua) tempat/masjid dalam desa/kota yang sama itu sah sebagaimana kutipan saudara di atas, yang ada justru sebaliknya.
      Berkata An-Nawawi dalam Minhaj at-Thalibin:
      “Syarat ketiga untuk sah jum’at adalah tidak ada jum’at lain yang lebih dahulu atau yang bersamaan dengannya dalam balad jum’atnya kecuali balad itu luas dan sukar berkumpul dalam satu tempat” .
      Selanjutnya Jalaluddin al-Mahalli dalam syarah Minhaj at-Thalibin menjelaskan dalil tidak boleh ta’adud Jum’at dalam satu balad adalah karena jum’at pada masa Nabi SAW dan Khulafaurrasyidin tidak pernah dilakukan kecuali pada satu tempat dari pada suatu balad.
      (An-Nawawi dan Jalaluddin al-Mahalli, Minhaj at-Thalibin dan Syarahnya, al-Mahalli, dicetak pada hamisy Qalyubi wa ‘Umairah, Dar Ihya al-Kutub al-Arabiyah, Indonesia, Juz. I, Hal. 272)

      Berkata Ibnu Hajar Haitamy :
      “Boleh membangun mesjid yang banyak dalam satu balad meskipun balad itu kecil dan tidak boleh melarangnya dengan mencukupi satu saja tetapi tidak boleh memperbanyak jum’at dalam satu balad kecuali mesjidnya sempit untuk jama’ahnya. Maka pada saat itu, boleh membangun mesjid yang lain dan mendirikan jum’at yang kedua padanya. Berbeda halnya kalau mesjid tersebut lapang, maka tidak boleh bagi seseorang membangun mesjid untuk mendirikan jum’at yang lain padanya karena terlarang mendirikan jum’at pada saat itu.
      (Ibnu Hajar Haitamy, Al-Fatawa al-Kubra al-Fiqhiah, Darul Fikri, Beirut, Juz. I, Hal. 234)

      Berdasarkan keterangan dua ulama besar syafi’iyah ini, maka ta’adud hanya dibolehkan kalau ada mudharat/ masyaqqah

      wassalam

      Hapus
    2. Asalamu'alaikum Wr. Wb. Kiyai saya mau ikutan komentar barangkali menambah ilmu.
      Kalau menurut saya bila melhiat keterangan دع ما يريبك إلى ما لا يريبك kenapa tidak langsung solat dzuhur aj tidak usah solat jum'at dulu, kan yang diragukan sahnya solat jum'at.

      Hapus
  11. Assalamu alaikum ustad. Ada teman ana tinggal di pedalaman kalimantan mereka berjumlah 4 orang. Setiap hari jum,at mereka melakukan solat ju, at, tetapi setelah solat jum,at mereka tidak melakukan solat zuhur. Pernah saya tanya kata mereka pernah di lakukan oleh rasulullah.

    BalasHapus
    Balasan
    1. memang ada pendapat ulama yang mengatakan sah shalat jum'at dgn 4 orang, bahkan ada yang mengatakan sah shalat jum'at dgn syarat sah jama'ah. yg mengatakan harus ada 40 adalah imam syafi'i. masing 2 pendapat tersebut tentunya di dasarkan kepada dalil yang tentunya berdasarkan pemahaman masing2. sekarang terserah kepada kita mengikuti yang mana. namun bagi masyarakat indonesia yang mayaoritas bermazhab syafi'i, seyogyanya mengikuti pendapat harus ada 40 saja, karena ibadah kita sehari2, shalat, wudhu' umumnya menggunakan mazhab syafi'i, kalau mengikuti mazhab lain dikuatirkan terjadi talfiq mazhab, apalagi bagi orang awam.

      wassalam

      Hapus
    2. Maaf saya ingin bertanya ... Mengapa tidak diperkenankan mengikti mahzab lain atau dikuatirkan Talfiq Mazhab?... apakah kita harus mengikuti salah satu mahzab ang belum tentu juga benar?

      Hapus
    3. 1. mengikuti mazhab lain dari mazhab2 yang mu'tabar boleh aja asal tidak talfiq. kewajiban memelihara dari talfiq ini karena sebuah ibadah yang merupakan kumpulan dari pendapat mazhab2 yg berbeda2 akan mewujudkan sebuah ibadah yang tidak diakui oleh masing mazhab2 tersebut, jadi kita ikut siapa? misalnya kita salat terus meskipun kena najis anjing dgn berpegang kpd mazhab maliki, sedangkan wudhu' kita menyapu sebagian kepala dgn berpegang kepada mazhab syafi'i, jadi shalat kita tidak sah berdasarkan maliki karena tidak menyapu semua kepala dan tidak menurut syafi'i karena kena najis anjing, jadi kita ikut mazhab mana?

      2. mazhab2 yang ada itu belum tentu benar, namun mazhab 2 tersebut sudah benar menggunakan metode istimbathnya. kalau anda sudah beristimbath seperti kemampuan imam syafi'i, malik dll, maka anda haram mengikuti mazhab yang ada, tetapi bahkan wajib istimbath sendiri dari al-qur'an dan hadits, tetapi kalau nggak mampu, solusinya tentu harus ikut mazhab orang lain. kalau sudah nggak mampu nekat juga, berarti mau masuk jurang ni. benar mazhab2 itu belum tentu benar, namun beristimbath sendiri , sedang kita tidak punya kemampuan utk itu, tentu lebih 2 lagi belum tentu benar, bahkan termasuk dalam kelompok bonek (bocah nekat), berbahaya kan ?

      Hapus
  12. Assalamualaikum ust.! ,sy punya pertanyaan yg saya copy dr As'ilah yg akan di bahas pd bahtsul masa'il di Bojonegoro tgl 04 juli 2013
    Deskripsi masalah : beberapa saat yg lalu saya bertemu dengan sorang kiai musolla. beliau bercerita bahwa beliau senantiasa melakukan sholat jama'ah, begitu pula istri beliau tidak pernah meninggalkan sholat berjamaah. mereka selalu berangkat ke musolla bersama. saat kebetulan tidak dapat pergi ke musolla karena suatu hal,mereka sholat berjamaah sendiri di rumah. ketika hari jumat, saat beliau pergi ke msjid utk sholat jumat, maka istinya akan sholat berjamaah dgn anak perempuannya di rumah.

    masalah muncul saat sang anak menikah dan akhirnya tingal serumah dengan suami. istri beliau pun kebingungan mencari mitra jamaah dzuhur saat hari jumat.
    Pertanyaan : 1. bolehkah suami i'adah dzuhur degan istri, padahal ia telah menjalankan sholat jumat?
    2. apa sajakah kriteria diperbolehkannya i'adah sholat fardu?
    terima kasih ats perhatiannya.

    BalasHapus
    Balasan
    1. menurut hemat kami boleh saja dilakukan dengan syarat :
      a. dilakukan dalam waktunya
      b. tidak lebih satu kali

      dalam fathul Mu'in (I'anah al-thalibin II/56) disebutkan :
      وتسن إعادة المكتوبة بشرط أن تكون في الوقت، وأن لا تزاد في إعادتها على مرة

      wassalam

      Hapus
  13. assalamu alaikum Apakah ada dalil yg mengatakan tidak boleh shalat dzuhur setelah shalat jum'at ataukah ayat (larangan) shalat dzuhur pada hari jum'at teroma kasih

    BalasHapus
    Balasan
    1. sejauh yang kami ketahui gak ada ayat atau hadits yang melarangnya,

      Hapus
    2. ulama2 syafi'iyah yang membolehkan ada i'adah dhuhur, tentu mereka tidak akan memfatwakan boleh i'adah dhuhur, kalau seandainya ada ayat atau hadits yg melarangnya.

      wassalam

      Hapus
  14. asslmwrwb..
    Alhmdulillah..Saya sdh nyimak dr awal.
    Maaf,jd salah satu intinya apabila ragu2 boleh melaksanakan shalat jumat..?
    Kalo menurut saya, Lakukan sesuai dg keyakinan anda,benar salah bkn manusia yg menilai.
    Saya pribadi,berkeyakinan boleh melakukan shalat dhuhur setelah shalat jumat meskipun tdk wajib.
    Trmksh
    wslm..

    BalasHapus
    Balasan
    1. mungkin anonim terburu2 baca sehingga salah paham yg dibaca, mungkin yg sdr maksud boleh shalat i'adah dhuhur.
      maksud ragu2 di situ2 bukan ragu2 shalat dhuhur, tetapi setelah seseorang shalat jum'at, dia masih ragu2 sahnya shalat tsb, maka dalam hal ini dia boleh i'adah shalat dhuhur.

      wasssalam

      Hapus
  15. assalamualaikum Tgk..jadi i'adah dhuhur fardhu kifayah atau fardhu a'in.karna ada mesjid yang ada i'adah dhuhurnya ada juga yang tidak.bolehkah kita shalat i'adah di rumah aja,karna saya orang awam kadang2 shalat di mesjid yg ada i'adah dhuhurnya kadang di mesjid yang tidak ada i'adah dhuhurnya..sahkah shalat jum'at saya?? Tlng penjelasannya

    BalasHapus
    Balasan
    1. 1. I'adah dhuhur menjadi wajib kalau shalat jum'at tidak sah, misalnya bilangan jum'at nya tidak cukup 40 orang atau ada 2 jum'at dalam satu kampung (sedangkan terjadi 2 jum'at tersebut bukan karena faktor mudharat seperti terjadi perselisihan antara 2 kelompok masyarakat), dan kita tidak tahu mana yang lebih duluan takbiratul ihramnya. kalau tahu mana yg lebih dahuluan takbiratul ihramnya, maka yg lebih dahulu adalah yg sah

      2. I'adah menjadi sunnah kalau utk menjadi ihtiyath (utk hati-hati) , karena kuatir jum'at tidak sah.

      3. kedua point di atas, makna wajib tersebut adalah fardhu/wajib ain.

      4. wassalam

      Hapus
    2. i'adah dhuhur dalam situasi apapun boleh dilakukan dirumah

      Hapus
    3. assalamu'alaikum
      Bagaimanakah hukumnya shalat i'aadah dhuhur apabila menurut keyakinan kita shalat jum'atnya sah cukup semua syarat2nya (tidak ragu2 lagi)
      karna ada pendapat sunnah i'aadah untuk sesudah untuk shalat fardhu yang lainnya
      wassalam

      Hapus
    4. dalam hal sebagaimana sdr sebutkan di atas, haram shalat dhuhur lagi, karena pada hari jum'at hanya di syari'atkan shalat jum'at sebagai pengganti shalat dhuhur. adapun i'adah shalat sebagaimana shalat selain jum'at berlaku utk shalat yg sama seperti subuh diulang subuh. sedangkan i'adah dhuhur pengertiannya adalah sesudah shalat jum'at di lakukan lagi shalat dhuhur, sedang dhuhur itu bukan jenis shalat jum'at
      wassalam.

      wassalam

      Hapus
  16. assalamu alaikum
    saya ingin bertanya ustad, mengapa kita harus meninggalkan sholat dhuhur pd hari jumat sementara tidak ada ayat ataupun hadist yang mengharamkan sholat dhuhur pada hari jumat

    BalasHapus
    Balasan
    1. 1. karena shalat dhuhur hari Jum'at sudah digantikan dengan shalat dua raka'at yakni shalat Jum'at dan itu merupakan ijmak ulama salaf dan khalaf

      wassalam

      Hapus
  17. assalamu'alaikum Tgk..
    Ukuran supaya tdk Ta'addud sampai di mana? Karna di daerah kami rata2 satu kemukiman ada 2 jum'at.
    Wassalam

    BalasHapus
    Balasan
    1. 1. jum'at wajib dilaksanakan dalam satu kawasan yang rumah2nya rata2 bersambung dan dihuni oleh penduduk yang bertanah air di situ dan jumlah mereka 40 orang, kawasan itu baik berupa suatu kota, atau kampung

      2,yang dimaksud bertanah air adalah seseorang yang tidak ada cita2 untuk pindah, baik musim kemarau ataupn musim hujan kecuali karena faktor darurat.

      3. berdasarkan kriteria di atas, maka apabila gampong tersebut memenuhi kriteria sebagaimana yang telah kami kemukakan di atas, maka boleh saja dilaksanakan jum'at

      4. wassalam

      Hapus
    2. baca masalah2 jum'at lainnya :
      http://kitab-kuneng.blogspot.com/2012/03/tata-laksana-shalat-jumat.html

      wassalam

      Hapus
    3. assalamu'alaikum Tgk
      Saya pernah dengar dari orang2 meskipun tidak ada dalilnya di bolehkan shalat i'adah untuk shalat fardhu yang lainnya seperti i'adah subuh,magrib,isya dan ashar.apakah ada pendapat yang demikian Tgk??
      mohon penjelasannya karna saya tidak ingin membenarkan/menyalahkan pendapat orang tampa dalil yang kuat maupun dhaif
      wassalam

      Hapus
    4. ya disunahkan berdasarkan hadits :
      عن جَابِر بْن يَزِيدَ بْنِ الْأَسْوَدِ الْعَامِرِيُّ عَنْ أَبِيهِ قَالَ شَهِدْتُ مَعَ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ حَجَّتَهُ فَصَلَّيْتُ مَعَهُ صَلَاةَ الصُّبْحِ فِي مَسْجِدِ الْخَيْفِ قَالَ فَلَمَّا قَضَى صَلَاتَهُ وَانْحَرَفَ إِذَا هُوَ بِرَجُلَيْنِ فِي أُخْرَى الْقَوْمِ لَمْ يُصَلِّيَا مَعَهُ فَقَالَ عَلَيَّ بِهِمَا فَجِيءَ بِهِمَا تُرْعَدُ فَرَائِصُهُمَا فَقَالَ مَا مَنَعَكُمَا أَنْ تُصَلِّيَا مَعَنَا فَقَالَا يَا رَسُولَ اللَّهِ إِنَّا كُنَّا قَدْ صَلَّيْنَا فِي رِحَالِنَا قَالَ فَلَا تَفْعَلَا إِذَا صَلَّيْتُمَا فِي رِحَالِكُمَا ثُمَّ أَتَيْتُمَا مَسْجِدَ جَمَاعَةٍ فَصَلِّيَا مَعَهُمْ فَإِنَّهَا لَكُمَا نَافِلَةٌ

      Dari Jabir bin Yazid bin Al Aswad Al 'Amiri dari Ayahnya ia berkata; "Aku pernah berhaji bersama Nabi shallallahu 'alaihi wasallam, lalu aku shalat subuh bersamanya di masjid Al Khaif." Ia berkata; "Ketika beliau selesai melaksanakan shalat subuh dan berpaling, tiba-tiba ada dua orang laki-laki dari kaum lain yang tidak ikut shalat berjama'ah bersama beliau. Maka beliau pun bersabda: "Bawalah dua orang itu kemari!" maka mereka pun dibawa ke hadapan Nabi sedang mereka gemetaran. Beliau bersabda: "Apa yang menghalangi kalian untuk shalat bersama kami?" mereka menjawab, "Wahai Rasulullah, kami telah shalat di tempat kami," beliau bersabda: "Janganlah kalian lakukan, jika kalian telah melaksanakannya di tempat kalian, lalu kalian datang ke masjid yang melaksanakan shalat berjama'ah maka shalatlah bersama mereka, karena hal itu akan menjadi pahala nafilah kalian berdua." (H.R. At-Tirmidzi)

      dan kunjungi juga link berikut : http://kitab-kuneng.blogspot.com/2012/03/ghayatul-wushul-terjemahan_28.html

      wassalam

      Hapus
    5. assalamu'alaikum
      menurut pemahaman saya dari hadist di atas,jadi sunat hukumnya melaksanakan i'aadah dhuhur sesudah shalat jum'at meskipun shalat jum'atnya sah karna sesuai dengan syarat dan rukunnya
      mohon di koreksi mungkin ada yang salah
      wassalam

      Hapus
    6. dalam hadits di atas pengertian i'adah adl melakukan ibadah wajib dalam waktu, yang sama (sejenis) dgn yang sudah dilakukan. seperti sudah melakukan shalat dhuhur secara sendiri, kemudian karena ada jama'ah diulang lagi shalat duhur itu , tetapi pengulangannya itu masih dalam waktu. sedangkan i'adah dhuhur awalnya melakukan shalat jum'at, karena jum'at ini diragukan keabsahannya atau karena faktor lain, maka dilakukan lah shalat dhuhur. (shalat dhuhur tidak sejenis dgn shalat jum'at) jadi hadits di atas tidak ada hubungan dgn masalah ia'dah dhuhur pada bab jum'at

      wassalam

      Hapus
    7. assalamu'alaikum Tgk
      Bagaimanakah ukuran rumah rata2 bersambung,apakah seperti perumahan(perumnas) atau komplek??
      Saya sering mendengar istilah tapi belum paham yaitu:Munfashilah abniyah,Muttashilah,dan mustaqillah
      tolong pemahamannya
      wassalam

      Hapus
    8. 1. bersambung dlm arti bersambung pada pandangan uruf (menurut pandangan orang kebanyakan). jdi tidak mesti seperti perumnas (kalau zaman sekarang).

      2. dalam fatawa al-kurdi (hal. 57) disebutkan masih dianggap satu qaryah (kampung wajib jum'at) apabila satu tempat bermain seperti tmp main anak2, satu tmp berkumpul dan satu tmp buang sampah dan juga biasanya antar penduduk itu saling pinjam meminjam.

      demikian

      Hapus
    9. Munfashilah abniyah artinya : rumah2 yg berjauhan dan tidak tidak bersambung. Muttashilah artinya bersambung sedangkn mustaqillah tersendiri.(terasing dari lain)

      Hapus
    10. assalamu'alaikum Tgk
      saya masih kurang faham??
      Apakah kawasan Munfashilah abniyah dan Muttashilah sudah boleh mendirikan shalat jum'at bila syarat2 yang lain terpenuhi.
      mohon penjelasannya
      wassalam

      Hapus
    11. maaf Tgk. mohon sedikit penjelasan
      jadi yang dinamakan Ta'addut atau tidak ta'addud cuma dalam satu abniyah bukan abniyah lainnya.meskipun abniyah2 tersebut berdekatan ukurannya suara orang azan terdengar antar abniyah.
      abniyah2 tersebut sah mendirikan shalat jum'at sesuai dengan syarat2 dan rukunnya
      mohon di koreksi bila ada yang salah dengan pemahaman saya
      wassalam

      Hapus
    12. kiban Tgk dengan pertanyaan saya di atas...
      apakah sunat atau wajib i'aadah dhuhur.soalnya di daerah saya jarak antar abniyah berdekatan. sedangkan rukun dan syarat2 lainnya sudah terpenuhi
      wassalam

      Hapus
    13. 1. disyarat kan ada kawasan rumah yg bersambung2. (abniah muttashilah). meskipun kawasan itu saling berdekatan. namun syaratnya kawasan itu ada pemisahnya pada 'uruf (pandangan orang banyak).
      2. dalam fatawa al-kurdi (hal. 57) disebutkan masih dianggap satu qaryah (kampung wajib jum'at) apabila satu tempat bermain seperti tmp main anak2, satu tmp berkumpul dan satu tmp buang sampah dan juga biasanya antar penduduk itu saling pinjam meminjam.

      3. meskipun didengar azan kampung lain pada kawasan itu.

      4. wassalam

      Hapus
  18. assalamu'alaikum wr .wb.

    berarti tidak ada dalil kalau sholat jum'at itu menggantikan sholat dhuhur??

    ada yang bilang kalau dhuhur dan jum'at itu dua waktu yang berbeda.

    ada juga yg bilang sholat jum'at itu hukumnya sunah bagi perempuan, dhuhur wajib laki/perempuan, nah ibadah yang wajib kok bisa digantikan ibadah sunah?
    Allah SWT lebih dulu menurunkan perintah sholat lima waktu, subuh, dhuhur, ashar, maghrib, isya.

    haduhh saya bingung tentang msalah ini.
    mohon pencerahanya ustadz.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

      Hapus
    2. alaikum salam wr wb
      1. shalat Jum'at memang merupakan pengganti shalat dhuhur dengan turun firman Allah :
      يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِذَا نُودِيَ لِلصَّلَاةِ مِنْ يَوْمِ الْجُمُعَةِ فَاسْعَوْا إِلَى ذِكْرِ اللَّهِ وَذَرُوا الْبَيْعَ ذَلِكُمْ خَيْرٌ لَكُمْ إِنْ كُنْتُمْ تَعْلَمُونَ
      Artinya : Hai orang-orang beriman, apabila diseru untuk menunaikan shalat Jum’at, Maka bersegeralah kamu kepada mengingat Allah dan tinggalkanlah jual beli, yang demikian itu lebih baik bagimu jika kamu mengetahui.(Q.S. al-Jum’at : 9)

      buktinya shalat dhuhur tidak wajib pada hari Jum'at secara ijmak ulama apabila shalat jum'at itu sah.

      2. shalat Jum'at pada dasarnya hanya wajib atas laki2, namun apabila dilaksanakan oleh perempuan, maka dapat menggantikan shalat dhuhurnya. jadi perempuan yang melaksanakan shalat Jum'at niatnya tetap niat shalat fardhu, meskipun atas perempuan sunnat melakukannya, karena diri ahalat jum'at adalah wajib, tidak ada yg sunnah. ini sama halnya shalat jum'at atas musafir. niat shalat jum'atnya tetap niat fardhu, meskipun shalat jum'at atasnya adalah sunnah. dengan demikian atas perempuan tetap shalat jum'atnya adalah shalat fardhu mengganti fardhu. adanya hukum sunnah melakukan shalat jum'at yang fardhu bagi perempuan dan musafir , karena keduanya boleh memilih antara shalat jum'at atau dhuhur

      wassalam

      Hapus
    3. يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِذَا نُودِيَ لِلصَّلَاةِ مِنْ يَوْمِ الْجُمُعَةِ فَاسْعَوْا إِلَى ذِكْرِ اللَّهِ وَذَرُوا الْبَيْعَ ذَلِكُمْ خَيْرٌ لَكُمْ إِنْ كُنْتُمْ تَعْلَمُونَ
      Artinya : Hai orang-orang beriman, apabila diseru untuk menunaikan shalat Jum’at, Maka bersegeralah kamu kepada mengingat Allah dan tinggalkanlah jual beli, yang demikian itu lebih baik bagimu jika kamu mengetahui.(Q.S. al-Jum’at : 9)

      dari ayat diatas saya gak menemukan kata2 sholat jum'at menggantikan sholat dhuhur,.
      adakah ayat atau dalil yang lebih spesifik,. dengan kata2 "sholat jum'at merupakan pengganti sholat dhuhur".?

      berarti yang menjadikan sholat dhuhur tidak wajib itu ijma' ulama?

      sukron

      Hapus
    4. kami belum menemukan dalil yang spesifik dgn kata 2 "sholat jum'at merupakan pengganti sholat dhuhur".

      wassalam

      Hapus
  19. menurut hemat saya sekarang ini di atjeh i'adah dhuhur itu sudah wajib,,,karena ka ta'addud msjid.dan kalou dulu misalnya di aceh rayeuk bek lebeh dr 3 mesjid ( indrapuri,indrapatra/kruengraya dan indrapura/lhokga..)dan karena lom ka geufatwa lee syaikhain atjeh ( ABUYA MUDA WALY & ABU HASAN KRUENG KALEE) WAJIB...rujukannya sama ABU DAUD ZAMZAMI AEH BESAR. Wasalam

    BalasHapus
    Balasan
    1. ketiga ulama tersebut merupakan ulama besar Aceh yang sangat kita hormati dan demikian juga pendapat 2 beliau, namun dalam I'anah al-thalibin dan kitab-kitab mu'tabar lainnya disebutkan wajib jum'at pada kawasan yang berhimpun rumah2 dari orang2 yang bertanah air, baik itu berbentuk qaryah, balad ataupun misr. dan tentu dengan syarat ada ahli jum'at 40 orang

      wassalam

      Hapus
  20. Asslm. mohon maaf, saya awam terhadap hal ini. namun kalo boleh sharing saya ingin menyampaikan:
    shalat jumat sudah ditentukan syarat sahnya...tetapi kita kerjakan meski kita ragu sahnya. kemudian kita shalat dzuhur.. Bukankah hadits untuk meninggalkan keraguan sudah jelas, tetapi kita tetap shalat jumat. kalo kita bersandar pada hadits tsb, seharusnya tidak boleh shalat jumat...tetapi wajib dzyhur. kecuali kita yakin shalat jumat sah, barulah kita kerjakan shalat jumat tanpa dzuhur lagi.

    BalasHapus
    Balasan
    1. 1. menurut hemat kami, kalau memang dari awal sebelum shalat kita dalam keadaan ragu keabsahan shalat tersebut, tentu kita tidak perlu melakukan shalat tersebut, karena ibadah minimal harus berdasarkan dhan atau yakin. namun perlu diingat ragu itu datang karena dua dalil yang berbeda yg sama 2 kuat, namun kalau ragu2 tanpa dalil, maka itu was2. was2 tidak mempengaruhi apa2 dalam hukum.

      2, yang menjadi persoalan kita dalam bidang i'adah dhuhur ini adalah apabila datang keraguan setelah shalat jum'at, apakah shalat jum'at yg telah kita lakukan itu sah atau tidak? jadi untuk ihtiyath (hati2) , maka dilakukan i'adah dhuhur dengan pertimbangan kalau shalat jum'at tsb tidak sah , maka sudah diganti dgn dengan shalat dhuhur.
      wassalam

      Hapus
  21. Afwan sekali lagi ustadz. bagaimana caranya kita bisa meyakini bahwa shalat jumat kita sah..terlebih bilamana imam dan bahkan jamaah masjid tsb, selesai shalat jumat tidak melakukan i'adah dzuhur. apakah keyakinan kita cukup hanya mengikuti prilaku jamaah suatu mesjid, ataukah kita sampai harus meneliti keberadaan mesjid tmp kita shalat jumat dan meneliti tempat tinggal dari tiap jamaah masjid tsb.

    BalasHapus
    Balasan
    1. ada qaidah fiqh "kita menghukum menurut dhahirnya", kalau dhahirnya sah dan ada 40 orang jama'ah yang sah shalat secara dhahir, maka itu sudah cukup bagi kita. kita tidak perlu mencari2 kesalahan orang dan meneliti hal2 yg tersembunyi . kalau ada jama'ah laki2 40 orang kemudian tentu kita tidak perlu bertanya apakah shalatnya sah atau tidak, cukup secara dhahir sah, itu sudah memadai. kemudian dalam ibadah tidak mesti yakin, tetapi cukup dhan saja

      wassalam

      Hapus
    2. Bagaimana apabila.terjadi sebaliknya ustadz, suatu jumat yg diikuti oleh lebih dari 40 orang namun sebagian jamaah beserta imamnya melaksanakan kembali shalat dzuhur setelah shalat jumat. Bagaimana sebaiknya kita lakukan?

      Hapus
    3. kita melakukan ibadah menurut dhan dan keyakinan masing2. seandainya kita dhan atau berkeyakinan shalat jum'atnya sudah sah, maka kita gak perlu lagi i'adah dhuhur. kemudian kalau ada jama'ah lain melakukan i'adah dhuhur, maka itu kemungkinan menurut mereka ada keraguan atau dhan pada mereka bahwa shalat jum'at tidak sah, misalnya kemungkinan 40 orang atau lebih tersebut tidak memenuhi kriteria ahli jum'at seperti diduga sebagian 40 itu tidak sah jum'at atau dua mesjid tmp shalat jum'at berdekatan (ta'addud) atau faktor2 lain.
      jadi kita lakukan saja menurut dhan kita sendiri. dan seterusnya berbaik sangka kepada orang.
      wassalam

      Hapus
  22. alhamdulillah sy disempatkan berkunjung ke blog ini,, sangat bermanfaat diskusinya.,.,.

    BalasHapus
  23. sholat 5 (subuh,dhuhur,ashar,maghrib,isya) wajib
    shalat jumat wajib

    sebelumnya saya mohon maaf tidak bermaksud menyakiti pihak manapun ini adalah ilmu yang saya pelajari
    alasan kenapa shalat jumat mengganti dhuhur
    1. Alloh hanya mewajibkan 5 KALI sholat
    - matan hadistnya bukan lima kali tapi LIMA SHOLAT
    - kalau di pahami KALI maka boleh dikatakan sholat jenazah pengganti solat subuh,atau dhuhur, atau ashar, atau maghrib, atau isya,
    - kalau ada jenazah disholati maka orang tersebut tdk dikatakan shalat 6 tapi sholat 5 + sholat ied
    - kalau sholat jumat wajib dhuhur juga wajib juga bkn berarti shalat 6 tapi sholat 5 + sholat Ied (jumat
    - kalau jumat pengganti dhuhur justru tdk sholat 5 tapi sholat 4 + sholat dhuhur)
    - dari segi jumlah sholat lima ya sholat lima (subuh dhuhur ashar maghrib isya)
    - tentang sholat lima adalah ketetapan Alloh dalam Mi'roj Rosululloh dan tdk akn di ganti

    2- knpa yg diganti jumat itu dhuhur kok bnukan ashar atau isya atau subuh atau maghrib
    -karena kurang memahami waktu sholat jumat, berdasarkan dalil2 yg ada waktu sholat jumat itu HARI jumat
    - jumat di waktu dhuhur sama halnya sholat menghadap arah barat (bukan kiblat)
    - ayat terakhir annisa 103 sholat didirikan atas waktunya MASINGMASING artinhya tdk mungkin sholat satu menempati sholat lain, yang mungkin bertepatan
    - sholat ibadahnya dhuhur waktunya
    - sholat ibadahnya jumat waktunya
    - sholat ibadahnya jenazah waktunya
    - setiap sholat pasti dinamakan berdasarkan waktu.
    - artinya alasan jumat pengganti dhuhur dari segi waktu itu tdk kuat atau terbantahkan

    3- meninggalkan sholat dhuhur karena tidak disyariatkan sholat dhuhur setelah jumat
    - itu karena berdasar dalil sholat lima tapi dari dalil sholat jumat
    - harusnya mencari dalil sholat dhuhur ya di dalil sholat lima bukan dari dalil sholat jumat
    - kenapa tdk ada hadist nabi yang tetap mewajibkan dhuhur, justru karena tidak ada hadist karena zaman rosululloh tidak ada masalah sholat jumat pengganti dhuhur muncul pada masa ulama madzhab menurut kitab tanwirul qulub fii muamalah alamil ghuyub

    4- menurut saya berdasarkan dalil2 dan setelah mempelajari keduanya (pengganti dan bukan pengganti):
    - lebih kuat bukan pengganti
    - yang mengeluarkan dalil serta alasan harus yang meninggalkan dhuhur bukan yang tetap wajib dhuhur
    - karena hukum asalnya sholat dhuhur dan jumat sama2 wajib
    - jika benar sholat jumat pengganti dhuhur akan bertabrakan dengan logika serta bertentangan denggan sholat2 lain artinya hukum islam hancur
    - insya Alloh jika kita tmenyampingkan emosi dan mau mempelajari lebih dalam, akan menemukan jalan
    - jangan ikuti pendapat saya tapi silakan diteliti sendiri dan diskusikan bersama ummat muslim lain dan yang terakhir
    - janganlah berTaklid dan mengikuti satu pendapat saja sesungguhnya dasar islam hanya Al Quran dan AS Sunnah

    BalasHapus
  24. kalau melakukan i'adah dzuhur dikarenakan ada kekurangan dr khatib,misalnya spt khutbahnya yg kurang syarat,atau terlalu banyak menggerakan tangan sedangkan mengangkat tangan sewaktu khutbah adalah makruh, apa dibolehkan i'adah dgn alasan spt itu? mohon penjelasannya ustadz. terimakasih

    BalasHapus
    Balasan
    1. 1. kalau khutbah kurang syaratnya, maka tentu jum''atnya tdk sah. ini tentu wajib i'adah dhuhur.
      2. tetapi kalau sekedar terlalu banyak menggerakan tangan hukumnya hanya makruh dan tidak membatalkan khutbah, maka jum'atnya sah, karena itu tidak boleh i'adah dhuhur dengan beralasan dgn alasan ini.
      wassalam

      Hapus
  25. Bagi yg mengatakan ulama aceh besar lebih ilmu atau apakah kurang ilmu, kami di aceh besar berpegang kepada fatwa abuya muda waly

    BalasHapus
    Balasan
    1. Alhamdulillah di Aceh besar masih sangat banyak dayah dan bertaburan di berbagai kecamatan, tentu saja ulama-ulama dan abu-abu terkenal di aceh besar pernah menuntut ilmu kepada abu krueng kalee dan abuya muda waly yg merupakan ulama besar Aceh, begitulah menurut sejarah yg kita baca.

      Semoga mesjid2 di aceh besar semuanya masih tetap melakukan iadah zuhur setelah jumat, hidup Aceh besar hehehe
      Saleum awak aceh rayeuk

      Hapus
  26. Assalamu alaikum,,,
    maaf Tgk:
    setelah sy mencoba membaca dialog diatas, sy juga mw bertanya bagaimana jika sebuah masjid sholat jumat n setelahnya sholat dhuhur berjamaah pula,, bagaimana pendapat anda berdasarkan dalilnya?

    BalasHapus
    Balasan
    1. shalat dhuhur yg dilakukan setelah shalat jum'at termasuk dlm bentuk (shurah) shalat fardhu meski pengulangan (i'adah) dgn shalat dhuhur itu ada yg hanya sunat dan ada juga yg wajib. karena ia juga sunaah di lakukan secara berjama'ah sebagaimana shalat fardhu lainnya.

      Hapus
  27. lanjut Tgk yg saya hormati:
    masalah dijaman sekarang ini,,, ada banyak jamaah sholat jumat tdk mengetahui syarat sahnya sholat jumat,,, karena mmg generasi sekarang cenderung malas belajar,,,, lebih mudah mengikuti saja,,,,
    apakah mudahnya sholat dhuhur saja,,, daripada harus memperhatikan syarat sahnya sholat jumat,,, bagaimana solusi generasi sekarang yang tidak tau seperti ini,,,,?

    BalasHapus
    Balasan
    1. 1. selama persyaratan shalat jum'at di penuhi, maka wajib melakukan shalat jum'at, dan apabila menurut dugaan yg kuat dari kita bahwa shalat jum'atnya tidk memenuhi syarat, maka wajib melakukan shalat dhuhur aja, tidak boleh melakukan shalat jum'at.

      2. apabila pada awalnya menurut dugaan kita terpenuhi syarat jum'at, maka wajib shalat jum'at dan kalau kenyataannya setelah shalat jum'at, syarat2 jum'at tidak terpenuhi, maka wajib i'adah dgn dhuhur.

      3. pada zaman sekarang kalau memang susah memenuhi bilangan jum'at 40 orang dgn syarat2nya, maka sebaiknya taqlid kepada pendapat qadim syafi'i (pendapat dhaif) yg membolehkan shalat jum'at dgn 4 orang, kemudian sebagai ikhtiyath (karena pendapat ini dhaif dalam mazhab), maka sunnat i'adah dhuhur. demikian penjelasan kitab 'Ianah althalibin dlm bab jum'at

      wassalam

      Hapus
    2. tambahan penjelasan point 1 :
      apabila suatu kampung tidak memenuhi syarat2 melakukan shalat jum'at, maka penduduk kampung tersebut wajib melakukan shalat jum'at di kampung sebelah yg memenuhi syarat2 jum'at apabila di kampungnya (kampung tidk ada jum'at) mendengar azan dari kampung ada jum'at. kalau tidak mendengar, maka shalat dhuhur saja di kampung sendiri.

      wassalam

      Hapus
  28. Assalammu'alaikum Warahmatullahi wabarakatuh......
    Yth. Bapak Tgk. Alizar Usman.....
    Saya butuh sedikit penjelasan dari Bapak ;
    1. Digampong saya setelah salam kedua dari shalat jum'at langsung dilanjutkan dgn iqamah dan berdiri dzuhur, apakah tatacaranya memang seperti itu....?
    2. Karena shalat dzuhur setelah jum'at itu memang dilakukan setiap waktu, yg berarti bahwa setiap jum'at digampong kami itu dianggap tidak sah, maka bolehkah setiap hari jum'at saya tidak perlu melaksanakan shalat jum'at tapi hanya melaksanakan shalat dzuhur saja.....?
    Sekian dulu dan saya mohon penjelasannya.

    BalasHapus
    Balasan
    1. alaikum salam wr.wb.
      tidak setiap orang melakukan i'adah dhuhur karena anggapan bahwa shalat jum'at tidak sah, tetapi ada kemungkinan juga hanya utk ikhtiyath saja (hati2) dalam arti i'adah itu sunnat saja dan jum'at sah. sesuai dengan komentar dan penjelasan2 kami di atas dpt kami ulangi lagi di sini, sbb:
      1. ada orang mengi'adah dhuhur karena faktor berbilang jum'at dalam satu kampung tanpa uzhur syara'. dalam kasus ini masjid yg duluan takbiratul ihram merekalah yg sah jum'ah, yg terlambat tidak sah dan wajib i'adah dhuhur. dalam kasus seperti ini tentu kejadian jum'at yg lalu tidak dapat menjadi pedoman jum'at kali ini dan seterusnya.....karena bisa saja jum'at yg lalu masjid A yang duluan takbirraul ihram tetapi jum'at kali ini masjid B yang duluan. dalam kasus seperti ini, maka jum'at tetap wajib dilakukan setiap jum'atnya dan kalau ternyata pada hari itu jum'at kita lebih duluan masjid lain takbiratul ihramnya, maka kita wajib iadah dhuhur.

      2. ada kemungkinan orang yg i'adah dhuhur karena bilangan jum'at tidak cukup 40 orang. para ulama syafi'iyah memberikan kita solusi utk memegang pendapat dhaif dalam mazhab syafi'i yang berpendapat boleh mendirikan jum'at dgn 4 orang. karena pendapat 4 orang ini dha'if, maka di sunnat kan i'adah dhuhur karena ihtiyath (hati2), siapa tahu pendapat ini memang tidak boleh diamalkan. dalam kasus ini jum'at wajib dan i'adah dhuhur sunnat saja. dalam kasus ini kita wajib selalu mendatangi mesjid melaksanakan jum'at.

      3. ada kemungkinan iadah dhuhur itu karena cacat salah satu rukun khutbah jum'at atau syarat2nya, yang dilakukan oleh khatib. maka jum'atnya tidak sah. dalam kasus ini wajib iadah dhuhur. cacat ini tentu tergantung khatibnya. karena itu, kalau jum'at yg lalu cacat khutbahnya, jum'at saat ini belum tentu cacat juga, bisa jadi khutbah nya bagus. karena itu kita tetap wajib selalu melakukan jum'at.

      4. kita tidak wajib melaksanakan jum'at di kampung sendri apabila memang tidak memenuhi syarat2 mendirikan jum'at. tetapi apabila dikampung tersebut bisa terdengar azan jum'at kampung lain yg mendirikan jum'at, maka penduduk kampung yg tidak mendirikan jum'at wajib pegi ke kampung lain yg mendirikan jum'at tsb. dan apabila tidak terdengar azan jum'at kampung lain karena jauh, maka boleh shalat dhuhur saja, tanpa shalat jum'at.

      wassalam

      Hapus
  29. Assalamu alaikum ustadz, maf sy hanya mau bertanya apakah ada ayat atau hadist yg menegaskan tentang digugurkannya shalat dhuhur dengan adanya kwajiban shalat jumat? Apa yg membuat umat saling bertentangan pendapat klu dalilnya jelas?

    BalasHapus
  30. assalamualaikum. ustad yg saya hormati saya orang bodoh ingin bertanya d tempat kerja saya didirikan sholat jum'at apakah sah shalat jum'atnya klo d laksanakan di mushola tmpat kerja melainkan bukan masjid.

    BalasHapus
  31. assalamualaikum. ustad yg saya hormati saya orang bodoh ingin bertanya d tempat kerja saya didirikan sholat jum'at apakah sah shalat jum'atnya klo d laksanakan di mushola tmpat kerja melainkan bukan masjid.

    BalasHapus
    Balasan
    1. syArAt shAlAt jum'At hArus di lAkukAn pAdA kAwAsAn tempAt tinggAl yAng sifATnyA tetAp, bukAn tempAt sementArA.kArenA itu tidAk sAh pAdA perkemAhAn, komplek tinggAl sementArA seperti bArAk2 tentArA kecuAli dAlAm komplek itu AdA orAng sebAnyAk 40 orAng yAng merencAnAkAn tinggAl di situ secArA permAnen. kArenA itu tidAK sAh jum'At pAdA komplek kerjA kecuAli komplek kerjA itu merupAkAn tmp tinggAl nyA Ahli jum'At secArA permAnen. jum'At boleh di kerjAkAn di mesjid dAn bukAN mesjid. silAkAn bAcA link A:

      http://kitab-kuneng.blogspot.com/2012/03/tata-laksana-shalat-jumat.html

      Hapus
  32. maksud iadah zuhur itu apa ust ?
    terus niatnya itu seperti shalat zuhur biasa atau harus ada tambahan lafaz iadah nya ?

    BalasHapus
    Balasan
    1. 1. istilah i'adah biasanya dalam fiqh bermakna mengulangi shalat wajib yAng sAma masih dalam waktunya. mengulangi itu karena mencari fadhilah yg belum di dpt pada shalat pertama, seperti shalat dhuhur yg pertma shalat sendiri, lalu datang orang shalat dhuhur juga, maka kita shalat dhuhur sekAli lagi secara berjamaah agAr bAnyAk dpt pahAla. shAlat dhuhur yg kedua ini disebut i'adAh. niatnyA sAma dgn shAlat pertamA tAnpa perlu adA niat i'adah.

      2. istilah i'adAh dhuhur yg sering kitA dengAr , pengertiannyA adAlAh orAng shAlat jum'at, tetApi shAlatnyA jum'at tersebut ternyAtA tdk sAh atAu adA kemungkinan tidAk sAh, mAka dilakukan lAgi shAlAt dhuhur (kAlau ternyata tdk sAh, maka wAjib shalat dhuhur lagi, dan kalau untuk ikhtiyath (kehAti2An)saja, mAka sunnat mengulanginya). contoh ihtiyath bilangan jum'at tdk sAmpai 40 orang, lalu supaya jum'at tersebut sAh, maka mengikuti pendApat lemah yg membolehkan jum'at dgn 4 orAng,. jadi karena mengikuti pendApat lemah ini, makA sunnAt melaKukan shAlat dhuhur lagi, kArenA siapa tAhu pendApat lemAh ini memAng tidAK boleh di amalkAn. ini nAmA nyA utk ihtiyAth.

      wAssAlAm

      Hapus
    2. melakukan shalat dhuhur lagi pada hari jum'at setelah shAlat jum'at ini dinAmakan dgn i'adAh dhuhur.niatnyA sama dgn shAlat dhuhur biasAnyA tanpa perlu niAt iadAh

      Hapus
  33. Assalamu`alaikum TNGK,

    Saya mau tanya untuk di kawsan pabrik atau sejenisnya yang tidak ad penduduk muqim, wajibkah mendirikan sholat jumat? bolehkah kalau saya sholat dhuhur aja tanpa melaksanakan sholat jumat?

    wassalamu`alaikum WR.WB

    BalasHapus
    Balasan
    1. tidAk wAjib melAksAnAkAn shAlAT jum'At di kawsan pabrik atau sejenisnya yang tidak adA penduduk muqim. dAn wAjib melAksAnAkAn shAlAt dhuhur sAjA

      Hapus
    2. bAcA jugA : http://kitab-kuneng.blogspot.com/2012/03/tata-laksana-shalat-jumat.html

      Hapus
    3. Assalamu'alaikum, mau tanya Ust. dalam sholat jum'at lafadz Niatnya memakai kata " ADA'AN atau tidak ?

      Hapus
    4. ya di pakai juga karena shalat jum'at shalat tunai . ada-an artinya tunai

      Hapus
  34. Ass. Ust, sy mau tanya klo dalam satu desa ada 2 mesjid. Lalu jamaahnya ada 40 org apa harus shalat zuhur juga.

    BalasHapus
    Balasan
    1. 1. pada dasarnya satu desa tidak boleh ada 2 jumat kecuali karena faktor darurat seperti bisa terjadi tumpah darah kalau dibuat satu jum'at.. (ada 2 masjid tidak meengapa asal salah satu masjid tidak dilakukan jum'atan)

      2. kalau terjadi 2 jum'at dlm 1 deesa, maka yg sah adalah yg duluan takbiratulihram, yg terlambat wajib i'adah dhuhur, demikian juga kalau tidak jelas mana yg duluan.
      wassalam

      Hapus
  35. klo bagi sy diri pribadi sy, gak ada sih salahnya klo kita buat kebaikan, apalagi yg kita kerjakan sama2 wajib, contoh ,shalat jumat dan dhuhur...semua itu cuma allah swt yg nilai..

    BalasHapus
  36. Pak ustad tgk alizar uwman ini saya copae dr blog sebelah bagaimana munurut anda?
    Perbedaan Sholat Dhuhur dengan Sholat Jum-at


    DUA DALIL CUKUP
    Untuk membuktikan kekeliruannya orang yang tidak mengerjakan Sholat Dhuhur pada hari Jum'at dengan alasan dia telah mengerjakan Sholat Jum'at.
    ~¤~ SATU ~¤~
    Qoola Rosululloh SAW: "Annalloha ta'aala qod iftarodho 'alaihim khomsa sholawaatin fii kulli yaumin wa lailatin." (An Ibnu Abbas Rowahul Bukhori/jilid I/bab Wujubuz Zakat hal 242)
    Bersabda Rosululloh SAW : "Sesungguhnya Alloh Ta'aala itu sungguh sungguh memfardhukan atas mereka lima kali sholat dalam tiap tiap hari dan malam,"
    KANDUNGAN DALIL INI
    Iftarodho 'alaihim (mewajibkan atas mereka)
    Maksud "mereka " adalah mereka orang orang Islam,hamba sahaya, sehat, sakit, tua, muda, musafir, mukim, bangun, tidur, lupa, ingat, dimana saja, keadaan bagaimanapun.
    Khomsa sholawatin
    (lima kali sholat)
    Mengandung ketetapan ketetapan yaitu:
    1. Tidak boleh lebih dari lima kali.
    2. Tidak boleh kurang dari lima kali.
    3. Tidak boleh diganti, baikpun namanya maupun tata caranya.
    4. Tidak akan dihapus meskipun satu kali, untuk selama lamanya.
    5. Tidak ada rukhshoh bagi sholat fardhu lima kali.
    Fikulli yaumin walailatin (dalam tiap tiap hari dan malam)
    Dalam kalimat kulli yaumin walailatin mengandung ketentuan:
    1. Sholat fardhu lima kali tersebut jelaslah maksudnya sholat fardhu Dzuhur, Ashar, Maghrib, Isya', Shubuh, sebab tidak ada sholat fardhu lima kali yang wajib dikerjakan tiap tiap hari kecuali sholat sholat tersebut.
    2. Lafadz: KULLI YAUMIN WALAILATIN, tidak menyebut nama hari: Ahad, Senin, Selasa, Rabu, Kamis, Jum'at, Sabtu, hanya disebut tiap tiap hari dan malam. Ini menunjukkan mutlak segala hari dari hari Ahad sampai hari Sabtu. Tidak boleh ada satu hari pun yg boleh kurang dari sholat fardhu lima kali tersebut, meskipun pada hari JUM'AT.

    BalasHapus
  37. ~¤~ DUA ~¤~
    "LISHSHOLAATI MIN YAUMIL JUMU'ATI"
    "Untuk mengerjakan sholat pada hari Jum'at." (QS. Jumu'ah 9)
    Ayat ini mengandung ketentuan ketentuan :
    1. Umat Islam di perintahkan mengerjakan sholat selain sholat fardhu yg lima kali yaitu tiap tiap 7 hari sekali.
    2. Dalam ayat ini namanya hari disebutkan yaitu yaumul Jum'at.
    3. Mengandung ketentuan, tidak boleh di lain hari Jum'at.
    4. Mengandung ketentuan, waktunya pada waktu yaumul Jum'at penuh, bukan di waktu pagi, bukan diwaktu tengah hari, bukan di waktu sore, bukan di waktu qoblaz zawal, bukan di waktu ba'daz zawal, atau ba'dadh Dhuhur bukan di waktu Ashar, melainkan waktunya di yaumil Jum'at.
    5. Mengandung ketentuan, bahwa sholat Jum'at itu bukan sholat KULLI YAUMIN WALAILATIN akan tetapi khusus YAUMIL JUM'AT, bukan sholat LAILATIL JUM'AT.
    PERTANYAAN PERTANYAAN
    1. Apakah pernah Rosululloh memerintahkan sholat Dhuhur setelah sholat Jum'at ?
    Jawab: Sholat Dhuhur tidak di syariatkan waktunya setelah sholat Jum'at.
    2. Apakah dalil dalam Al Qur_an maupun Hadits yg menerangkan sholat Dhuhur setelah sholat Jum'at ?
    Jawab: Sholat Jum'at tidak disyariatkan mengerjakan sekaligus sholat Dhuhur.
    3. Apakah pernah Rosululloh mengerjakan sholat Dhuhur setelah Jum'at ?
    Jawab: Oleh sebab itu tidak pernah Rosululloh atau para sahabatnya sholat Dhuhur setelah sholat Jum'at, dan pula tidak pernah memberikan contoh sholat Jum'at sekaligus sholat Dhuhur.
    4. Apakah pernah Rosululloh atau para sahabatnya mengerjakan sholat Jum'at sekaligus sholat Dhuhur ?
    Jawab: Yang ada, pernah dalam syariat Islam yaitu pernah sholat Dhuhur di tiap tiap waktu Dhuhur disegala hari. Dan pernah sholat Jum'at di tiap tiap hari Jum'at. Oleh sebab itu, yg ada contoh dari Rosululloh yaitu: Sholat Dhuhur di tiap tiap waktu Dhuhur, dan contoh sholat Jum'at di tiap tiap hari Jum'at.
    PERTANYAAN SEBALIKNYA
    1. Manakah dalil Al Qur'an maupun Hadits yg menerangkan, sholat Dhuhur terhapus pada tiap tiap hari Jum'at ?
    2. Manakah dalil Al Qur'an maupun Hadits yg menerangkan, sholat Jum'at itu gatinya sholat Dhuhur ?
    3. Manakah dalil Al Qur'an maupun Hadits yg menerangkan, gugur kewajiban sholat Dhuhur pada hari Jum'at itu bagi orang yg mengerjakan sholat Jum'at ?
    4. Manakah contoh dari Rosululloh / para sahabat Nabi, tidak mengerjakan sholat Dhuhur ?

    BalasHapus
  38. PERBEDAAN PERBEDAAN ANTARA SHOLAT DHUHUR DENGAN SHOLAT JUM'AT
    1. Sholat Dhuhur turun perintahnya waktu Rosululloh di Makkah.
    Sholat Jum'at perintahnya turun di Madinah.
    2. Sholat Dhuhur perintahnya di terima di Sidrotul Muntaha.
    Sholat Jum'at perintahnya di terima di bumi.
    3. Sholat Dhuhur wajib atas segala ummat Islam.
    Sholat Jum'at tidak wajib untuk seluruh ummat Islam.
    4. Sholat Dhuhur wajib atas kaum wanita.
    Sholat Jum'at tidak wajib atas kaum wanita.
    5. Sholat Dhuhur wajib atas kaum hamba sahaya.
    Sholat Jum'at tidak wajib atas hamba sahaya.
    6. Sholat Dhuhur wajib atas orang yang sakit.
    Sholat Jum'at tidak wajib atas orang sakit.
    7. Sholat Dhuhur wajib atas orang orang musafir.
    Sholat Jum'at tidak wajib atas orang musafir.
    8. Sholat Dhuhur wajib atas orang yg lupa.
    Sholat Jum'at tidak wajib bagi orang yg lupa.
    9. Sholat Dhuhur wajib atas orang yg 'udzur karena ketiduran.
    Sholat Jum'at tidak wajib bagi orang yg ketiduran.
    10. Sholat Dhuhur tetap wajib bagi orang yg 'udzur.
    Sholat Jum'at boleh ditinggalkan bila 'udzur.
    11. Sholat Dhuhur ditinggalkan dengan sengaja meskipun satu kali menjadi kufur.
    Sholat Jum'a t ditinggalkan satu/dua kali tidak jdai kufur.
    12. Sholat Dhuhur tidak ada rukhshoh bagi orang yg sholat idul Fithri dan idul Adlha.
    Sholat Jum'at ada rukhsoh bagi orang yg mengerjakan sholat idul Fithri dan Adlha.
    13. Sholat Dhuhur bisa di jama' dgn sholat ashar.
    Sholat Jum'at tdk ada jama' baginya.
    14. Sholat Dhuhur bisa di qoshor.
    Sholat Jum'at tdk ada qoshor baginya.
    15. Sholat Dhuhur tdk memakai khutbah.
    Sholat Jum'aj memakai khuthbah.
    16. Sholat Dhuhur bacaannya suratnya dgn samar.
    Sholat Jum'at bacaanya suratnya jelas/keras.
    17. Sholat Dhuhur wajib tiap tiap hari.
    Sholat Jum'at hanya 7 hari sekali.
    18. Sholat Dhuhur waktunya mulai gelincir matahari sampai bayangan sama dgn panjang badan orangnya.
    Sholat Jum'at waktunya 12 jam.
    19. Sholat Dhuhur kedudukannya sebagai tiang agama.
    Sholat Jum'at kedudukannya sebagai sholat ied tiap tiap 7 hari.
    20. Seluruh umat Islam tdk ada yg berselisihan mengenal hukumya sholat Dhuhur yaitu Fardhu 'Ain.
    Hukumnya sholat Jum'at umat Islam tdk sama pendapatnya ada yg mengatai : Fardhu 'ain, Fardhu kifayah dan Sunnah.
    21. Rosululloh tidak pernah meninggalkan sholat Dhuhur.
    Tapi beliau pernah meninggalkan sholat Jum'at di waktu haji Wada'.
    22. Meninggalkan sholat Dhuhur sekali jadi kufur.
    Meninggalkan sholat Jum'at satu kali tidak kufur.
    23. Meninggalkan sholat Dhuhur sekali jadi kufur.
    Meninggalkan sholat Jum'at dua kali tidak kufur.
    24. Meninggalkan sholat Dhuhur sekali jadi kufur.
    Meninggalkan sholat Jum'at tiga kali, bila ada udzur tidak munafiq.
    25. Meninggalkan sholat Dhuhur sekali jadi kufur.
    Meninggalkan sholat Jum'at tiga kali, tanpa udzur barulah di catat munafiq.
    26. Waktu Dhuhur bukan waktu Ied.
    Hari Jum'at disebut juga hari ied atau hari raya.
    27. Sholat Dhuhur 7 hari iya 7 kali.
    Sholat Jum'at 7 hari cukup sekali.
    Setelah mengetahui perbedaan perbedaan antara SHOLAT DHUHUR dengan SHOLAT JUM'AT yg begitu banyaknya dan begitu menyoloknya, kita mengetahui bahwa SHOLAT DHUHUR tidak ada hubungan apa apa dengan SHOLAT JUM'AT. Adapun lelucon yg tidak lucu, orang bilang SHOLAT JUM'AT itu dikatakan sebagai gantinya SHOLAT DHUHUR. Lebih lebih lagi orang mengatakan pada hari JUM'AT dikatakan SHOLAT DHUHUR tidak disyari'atkan lagi.

    BalasHapus
  39. Sholat dzuhur sendiri sholat jumat jg sendiri,
    Jika ada yg bilang bahwa rosululloh tidak pernah sholat dzuhur setelah sholat jumat itu jg benar, karena sholat dzuhur ya d waktu dzuhur sholat jumat ya d waktu jumat, sedang jumat itu waktunya 12 jam.
    Jika ada yg bilang bahwa tidak d perbolehkan jika ada sholat fardu lebih dari 5 waktu dlm sehari semalam itu jg benar, tp kita lihat konteksnya terlebih dahulu... Apkh jika pas d hari itu ada org mati terus kita solat jenazah itu bkn solat fardu? Fardu kan dan fardunya jd berapa? 6 kali kan?

    BalasHapus
  40. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus
  41. coba kita sejenak diam dan memikirkan ulang,
    1. sholat dhuhur wajib ada perintah setiap hari dikerjakan
    2. sholat jumat wajib ada perintah setiap hari jumat
    3. normal kalo dikerjakan semuanya jumat juga dhuhur
    4. pertanyaan yg tepat seharusnya apakah ada dalil (qs atau hadist) bahwa rosululloh meninggalkan dhuhur di hari jumat / bersabda bahwa jumat mengganti dhuhur / barang siapa yg mengerjakan jumat maka dhuhur tidak perlu di kerjakan ?
    5. dalilnya bukan sholat dhuhur stlh sholat jumat, tapi sholat dhuhur setiap hari sholat jumat di hari jumat
    6. pertanyaan buat saya di atas (mana dalilnya sholat dhuhur setelah jumat) sama saja dengan ” adakah dalil yang mengatakan perintah sholat dhuhur di hari senin?” tentu tdk ada kalau ada di lanjut saja hari selasa ada dalil tidak…. kalau ini di pahami maka terbukalah kenapa sih kok ada yang mengganggap sholat dhuhur tetap wajib di hari jumat, sbenarnya bukan anggapan karena dalilnya semua sudah tahu dan wajar kalau jumat dan dhuhur dikerjakan semuanya
    masalah sejarah periwayatan hadist, kita tdk perlu menerka nerka. karena hanya kemungkinan, mungkin bisa ada mungkin juga tidak. kalaupun ada dan terhapus kita tetap akan dimintai pertanggung jawaban kelak….( qs al isra’ 36 klo tdk slah)
    yg penting dimasa sekarang tidak ada dalil penghapusan sholat dhuhur karena sholat jumat… dan bagaimana kita menyikapinya
    1. mengerjakan jumat dan meninggalkan dhuhur tanpa dalil, atau
    2. mengerjakan dhuhur dan jumat karena sama2 perintah wajib

    BalasHapus