Jumat, 10 April 2015

Hukum air percikan basuh najis berat (anjing dan babi)

abdullah: bagaimana hukum percikan air pertama setelah basuhan tanah pada menyucikan benda terkena anjing ?

Jawab :
Dalam kitab Syarh al-Mahalli ‘ala al-Minhaj disebutkan :
(وَالْأَظْهَرُ طَهَارَةُ غُسَالَةٍ تَنْفَصِلُ بِلَا تَغَيُّرٍ وَقَدْ طَهُرَ الْمَحَلُّ) لِأَنَّ الْمُنْفَصِلَ بَعْضُ مَا كَانَ مُتَّصِلًا بِهِ وَقَدْ فُرِضَ طُهْرُهُ
“Menurut pendapat yang lebih zhahir, suci air pembasuh najis yang sudah terpisah apabila tidak berubah dan sudah suci mahal (benda yang dibasuh), karena air yang sudah terpisah tersebut merupakan sebagian dari air yang masih bersambung dengan mahal. Sedangkan mahal itu memang sudah suci.”

Selanjutnya al-Mahalli menjelaskan dua pendapat lain yang berbeda dengan pendapat di atas, yakni pendapat yang mengatakan najis air pembasuh najis. Pendapat lain lagi yaitu qaul qadim yang mengatakan suci menyucikan.[1]
Berdasarkan pendapat yang dianggap lebih rajih oleh al-Nawawi di atas (pendapat yang lebih zhahir di atas), maka hukum air yang sudah dipakai untuk membasuh najis tergantung kepada kesucian benda yang sudah dibasuh dengan air itu sendiri. Karenanya, apabila benda yang sudah dibasuh dengan air tersebut sudah dihukum suci, maka air yang sudah digunakan untuk membasuhnya, hukumnya juga suci. Hal ini juga berlaku bagi air yang sudah digunakan untuk membasuh najis berat seperti anjing dan babi. Dengan demikian, air basuh najis berat seperti anjing dan babi yang pertama sampai dengan ke- enam, hukumnya adalah najis karena membasuh pertama sampai dengan ke-enam belum menyucikan najis. Sedangkan air basuh yang ketujuh adalah suci karena mahalnya sudah suci. Kesimpulan ini sesuai dengan pensyarahan dari ‘Amirah terhadap penjelasan al-Mahalli di atas, yakni sebagai berikut :
قَوْلُ الشَّارِحِ (وَفِي الْقَدِيمِ أَنَّهَا مَطْهَرَةٌ) يُعَبَّرُ عَنْ هَذَا بِأَنَّ لِلْغُسَالَةِ حُكْمَ نَفْسِهَا قَبْلَ الْوُرُودِ، وَعَنْ الثَّانِي بِأَنَّ لَهَا حُكْمَ الْمَحَلِّ قَبْلَ الْوُرُودِ وَعَنْ الْأَوَّلِ بِأَنَّ لَهَا حُكْمَ الْمَحَلِّ بَعْدَ الْوُرُودِ، وَعَلَى هَذِهِ الْأَقْوَالِ يَنْبَنِي حُكْمُ الْمُتَطَايِرِ مِنْ غَسَلَاتِ الْكَلْبِ، فَلَوْ تَطَايَرَ مِنْ الْأُولَى فَعَلَى الْأَظْهَرِ يُغْسَلُ سِتًّا، وَعَلَى الثَّانِي سَبْعًا، وَعَلَى الْقَدِيمِ لَا شَيْءَ.

“Perkataan pensyarah “Menurut pendapat qadim, air basuhan najis adalah suci menyucikan”, di’ibarat dari ini (qaul qadim) dengan “Bagi air basuhan najis adalah hukum dirinya sendiri sebelum datang kepada mahal”. Di’ibarat dari qaul kedua (qaul najis) dengan “Bagi air basuhan najis adalah hukum mahal sebelum datang air” dan  ‘ibarat dari qaul pertama (qaul azhhar/rajih di atas) dengan “Bagi air basuhan najis adalah hukum mahal sesudah datang air kepada mahal.” Berdasarkan pendapat-pendapat ini, maka dibangun pendapat-pendapat mengenai hukum percikan-percikan dari bekas basuhan anjing. Maka seandainya percikan air itu dari membasuh pertama kalinya, maka berdasarkan pendapat azhhar, hendaknya dibasuh enam kali,  berdasarkan pendapat kedua, maka dibasuh tujuh kali dan berdasarkan pendapat qadim tidak perlu dibasuh sama sekali.”[2]

Kesimpulan
1.      Berdasarkan pendapat yang kuat dalam mazhab Syafi’i, air percikan dari basuhan najis anjing adalah najis apabila percikan itu datang dari membasuh pertama, kedua, ketiga, keempat, kelima dan ke-enam. Najisnya ini karena mahalnya belum suci.
2.      Air basuhan najis anjing ketujuh adalah suci
3.      Air percikan dari basuhan najis anjing yang pertama wajib dibasuh enam kali, dan yang kedua wajib dibasuh lima kali, yang ketiga wajib dibasuh empat kali, yang keempat wajib dibasuh tiga kali, yang kelima wajib dibasuh dua kali dan yang ke-enam wajib dibasuh satu kali.




[1] Jalaluddin al-Mahalli, Syarh al-Mahalli ‘ala al-Minhaj, (dicetak pada hamisy Qalyubi wa ‘Amirah) Dar Ihya al-Kutub al-Arabiyah, Indonesia, Juz. I, Hal. 75
[2] ‘Amirah, Hasyiah Qalyubi wa ‘Amirah ‘ala Syarh al-Mahalli,  Dar Ihya al-Kutub al-Arabiyah, Indonesia, Juz. I, Hal. 75

36 komentar:

  1. Assalamu'alaikum ust. Jika kita mencuci najis anjing, pada basuha 1 sampai 6, tetesan bekas mencuci nya sudah terkena benda yang lain. Bagaimana cara mengetahui benda itu ikut tertular najis berat? Disini saya terkena was2 anjing. Walau saya tahu itu bukan terkena liur anjing, sy tetap menghukuminya liur anjing. Perasaan ini sangat menganggu. Mohon bimbingan ust.

    BalasHapus
    Balasan
    1. ustaz mohon balas soalan ini ustaz sya juga ingin tahu

      Hapus
    2. ustaz mohon balas soalan ini ustaz sya juga ingin tahu

      Hapus
    3. kalau tidak melihat tetesan itu kena benda lain, maka tidak hukum najis.
      mudah2an tulisan ini dpt meeenghilangkan was was sdr.http://kitab-kuneng.blogspot.co.id/2016/06/hukum-fiqh-apabila-bertentangan-antara.html
      wassalam

      Hapus
  2. Assalamualaikum pak ustad
    Saya pernah liat anjing tidur di teras saya setelah 1 bulanan sendal saya menginjak di bagian anjing tidur yg 1 bulan lalu terus alas sendal saya mengenai kaki kanan saya , di situ yang mengganggu perasaan saya , saya jadi was-was , jadi pak ustad gimana nih hukumnya alas sendal yang di lingkungan saya(tetangga) ada yang memelihara anjing

    BalasHapus
    Balasan
    1. 1. najis anjing atau najis lainnya bisa menjalar ke benda lain seperti sendal apabila salah satunya dalam keadaan basah.. jadi kalau saama2 kering, tidak menjalar najisnya.

      2. najis yang sukar dihindari dan sedangkan najis tersebut umum balwa (sering sekali muncul) seperti najis di lorong2 atau jalan, maka itu di maafkan. berdasarkan ini menurut hemat kami kasus sdr termasuk dlm katagori di maafkan.

      3. najis anjing apabila najisnya pada tanah, maka apabila turun hujan atas tanah tersebut, maka tanah terrsebut sdh dihukum suci.
      wassalam

      Hapus
  3. assalamualaikum ustaz. sy kurang mengerti apa maksudnya pada point kesimpulan tersebut. jadi sy inginkan bertanya tentang pemahaman sy berkaitan perkara tersebut. adakah jika kita membasuh najis anjing atau babi itu sebanyak 1 kali air campuran tanah dan 6 kali air mutlak. maka sudah dianggap suci termasuklah tempat dimana air tersebut mengalir juga dianggap suci(jika saya membasuhnya dikamar mandi)???ataupun tempat air basuhan yang mengalir tersebut perlu kita basuhkan lagi secara asing dengan 1 kali air tanah dan 6 kali air mutlak??mohon pencerahannya ustaz

    BalasHapus
  4. [11-12 9:05 AM] Kamarudin PBr.: Saya tak boleh nak jawab ada pertanyaan..

    Assalamualaikum ust..
    Teman saya buat kerja lantai sekolah,,,pasir diangkut didalam kelas untuk dibuat esok paginya,,ternyata anjing tidur dan berak pada pasir tersebut yg basah,masa nak buat itu hanya buang tahinya sahaja,,
    Pertanyaan :
    Apakah pasir tersebut terkena najis?
    Apakah pekerja dan peratan tersebut terkena najis?
    Jika najis berat dibasuh tanpa 7x basuhan hanya basuk seperti biasa najiis berjangkit kepada yg dipegangnya tangan basah?
    Mohon jawaban ust,,,t kasih
    [11-12 9:07 AM] Kamarudin PBr.: Dalam kasus ini alami ini kerja tersebut terpaksa dilakukan juga ,tahi anjing memang dibuang tetapi yg jadi masalah tempat tidur anjing tersebut sedangkan pasir dalam keadaan basah (kerja sudah dilakukan)...
    lupa samak dan telah memegang benda lain dalam keadaan tangan basah ( hanya bersuci seperti biasa saja )

    BalasHapus
    Balasan
    1. 1. karena bersentuhan dalam keadaan basah, maka pasir itu dihukum bernajis

      2. apabila disaat bersentuhan pekerja atau peralatannya dengan pasir dlm keadaan basah, maka pekerja ddan peralatannya dihukum najis. adapun apabila tidak basah kedua pihak, maka tidak terjangkit najis pasir itu.

      3. jika najis anjing cuma di basuh tidak sebagaimana dlm syaariat (tidak basuh 7 x salah satunya dicampur dgn tanah), maka dpt terjangkit kepada benda lain apabila tangannya basah.

      4. dalam kasus no 3 di atas, apabila sudah terlalu banyak benda yg di sentuhh dan sukar utk mencuccinya kembali, maka wajib ddi succikan kembali sekadar yg mampu dilakukan. selebihnya di maaafkan karena sukar.
      wassalam

      Hapus
  5. Assalamu'alaikum ustadz saya mau nanya..saat saya mengayak pasir buat dijadikan semen ada seperti kotoran kucing tapi saya ragu2 dan saya biarkan tapi untuk memastikan saya cium ternyata kotoran kucing dan parahnya pasir sudah diaduk menjadi semen dan sudah menempel dibangunan..apakah seluruh bangunan najis?
    wassalamu'alaikum tong dijawab ustadz terimakasih

    BalasHapus
  6. Assalamu'alaikum ustadz saya mau nanya..saat saya mengayak pasir buat dijadikan semen ada seperti kotoran kucing tapi saya ragu2 dan saya biarkan tapi untuk memastikan saya cium ternyata kotoran kucing dan parahnya pasir sudah diaduk menjadi semen dan sudah menempel dibangunan..apakah seluruh bangunan najis?
    wassalamu'alaikum tong dijawab ustadz terimakasih

    BalasHapus
  7. assalamu'alaikum ustadz saya mau nanya..kemarin saat saya mau buat semen dan mengayak pasir ada semacam kotoran kucing dan saya biarkan untuk menghindari was2..tapi untuk memastikan saya lihat lagi dan saya cium baunya ternyata benar kotoran kucing..parahnya pasir tadi sudah jadi semen dan menempel dibangunan..apa hukumnya ustadz apakah seluruh bangunan najis?
    wassalamu'alaikum tolong dijawab ustadz terima kasih

    BalasHapus
  8. Assalamu'alaikum ustadz
    Apa hukumnya tempat (lantai) yang lantai tersebut digunakan untuk mencuci pakaian/kain yang terkena kotoran anjing (belum menggunakan tanah), lalu air bekas cucian dibuang ditempat tersebut, apakah lantai & ember bekas untuk mencuci najis anjing itu dihukumi najis?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Air bekas membasuh najis anjing atau babi sama hukumnya dgn benda yg di basuh. Klu air bekas basuh pertama, maka benda/l antai yg kena air sisa tsb wajib di basuh enam kali lagi. Dan klu air bekas basuh kedua, maka wajib dibasuh lantai tsb 5 kali lagi dstnya

      Hapus
  9. Assalamu'alaikum ustadz
    Apa hukumnya tempat (lantai) yang lantai tersebut digunakan untuk mencuci pakaian/kain yang terkena kotoran anjing (belum menggunakan tanah), lalu air bekas cucian dibuang ditempat tersebut, apakah lantai & ember bekas untuk mencuci najis anjing itu dihukumi najis?

    BalasHapus
  10. Assalamu'alaikum ustadz
    Apa hukumnya tempat (lantai) yang lantai tersebut digunakan untuk mencuci pakaian/kain yang terkena kotoran anjing (belum menggunakan tanah), lalu air bekas cucian dibuang ditempat tersebut, apakah lantai & ember bekas untuk mencuci najis anjing itu dihukumi najis?

    BalasHapus
  11. Assalamu'alaikum ustadz
    Saya mau bertannya
    Waktu itu saya ke dokter hewan untuk mengantarkan kucing teman saya yang sakit ke dokter hewan, kucing nya sudah 2 hari tidak mau makan dan dia hanya diam saja, saya takut kalau di biarkan berlama lama kucing itu akan mati waktu sampai di dokter hewan kucing itu di letakkan di sebuah meja tempat dokter melakukan pemeriksaan waktu itu saya liat di ekor si kucing ada bulu yang lembab, saya tidak tau kalau meja itu pernah di gunakan dokter untuk memeriksa anjing karena saya juga tidak pernah melihat nya jikalau meja itu di gunakan untuk memeriksa anjing saya juga tidak tau jikalau bulu anjing nya lembab atau mejanya yang lembab jadi ustads jikalau memang saya terkena najis apakah najis nya itu termasuk di maafkan karena tanpa sepengetahuan saya?

    BalasHapus
  12. Assalamu'alaikum ustadz
    Saya mau bertannya
    Waktu itu saya ke dokter hewan untuk mengantarkan kucing teman saya yang sakit ke dokter hewan, kucing nya sudah 2 hari tidak mau makan dan dia hanya diam saja, saya takut kalau di biarkan berlama lama kucing itu akan mati waktu sampai di dokter hewan kucing itu di letakkan di sebuah meja tempat dokter melakukan pemeriksaan waktu itu saya liat di ekor si kucing ada bulu yang lembab, saya tidak tau kalau meja itu pernah di gunakan dokter untuk memeriksa anjing karena saya juga tidak pernah melihat nya jikalau meja itu di gunakan untuk memeriksa anjing saya juga tidak tau jikalau bulu anjing nya lembab atau mejanya yang lembab jadi ustads jikalau memang saya terkena najis apakah najis nya itu termasuk di maafkan karena tanpa sepengetahuan saya?

    BalasHapus
  13. Assalamu'alaikum ustadz
    Saya mau bertannya
    Waktu itu saya ke dokter hewan untuk mengantarkan kucing teman saya yang sakit ke dokter hewan, kucing nya sudah 2 hari tidak mau makan dan dia hanya diam saja, saya takut kalau di biarkan berlama lama kucing itu akan mati waktu sampai di dokter hewan kucing itu di letakkan di sebuah meja tempat dokter melakukan pemeriksaan waktu itu saya liat di ekor si kucing ada bulu yang lembab, saya tidak tau kalau meja itu pernah di gunakan dokter untuk memeriksa anjing karena saya juga tidak pernah melihat nya jikalau meja itu di gunakan untuk memeriksa anjing saya juga tidak tau jikalau bulu anjing nya lembab atau mejanya yang lembab jadi ustads jikalau memang saya terkena najis apakah najis nya itu termasuk di maafkan karena tanpa sepengetahuan saya?

    BalasHapus
    Balasan
    1. qaidah fiqh mengatakan tidak dihukum najis kecuali ada dalilnya. jadi itu masih dihukum suci karena kesucian kucing tidak hilang hanya dgn prasangka saja, meskipuun pada kebiasaannya dokter itu mengurus anjing, karena asal (kucing pd dasarnya suci) lebih dihahulukan dari kebiasaan (ghalib)
      wasssalam

      Hapus
    2. Kalau dokter yang nonmuslim memegang ekor kucing yang lembab itu bagaimana ustads

      Hapus
  14. Assalamu'alaikum ustads
    Terhadap kasus saya yang tadi saya juga melihat dokternya megang bulu kucing yang lembab itu

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ustads mohon balasan untuk yang ini ustads karena dokternya nonmuslim dan memelihara anjing

      Hapus
    2. Apakah tetap di hukumi suci dari kucing nya ustads

      Hapus
    3. selama tidak ada dalil yang pasti yang menyebabkan najis kucing tsb , maka tidak dpt dihukun najis. meskipun itu seorangg dokter non muslim.
      sebagai perbandingan baca ini :
      http://kitab-kuneng.blogspot.co.id/2011/11/menggunakan-bejana-orang-musyrik-atau.html
      wasslam

      Hapus
    4. Tapi ustads maaf sebelum nya jika saya salah mohon di koreksi bukankah jika sesuatu yang najis bersentuhan dengan sesuatu yang tidak najis apa bilah salah satu nya basah bisa menularkan najis itu
      Lalu hukum bulu kucing lembab yang di sentuh dokter itu bagai mana ustads kan dokter itu sudah memelihara anjing dan pasti perna memegang anjing, dan juga tempat pemeriksaan hewan yang sudah di gunakan anjing itu bersentuhan dengan bulu kucing yang lembab itu?

      Hapus
    5. kalau sdr meyakini ada bersentuhan, ya bernajis. tapi tapi apaka sdr meyakini dokter itu ada bersentuhan dgn anjing dimana salah satu nya(tangan dokter atau anjingg ituu dalam keadaan basah) dan apakah saudara meyakini kalauu tangan dookter itu bernajis tidak pernah hilangg najis itu?? misalnya tangan dokter itu pernah kena air yang berampur tanah dan terbasuh 7 kali???? meskipun dia lakukan tanpa sengaja karena basuh najis tdk perlu niat???
      kalau sdr tidak meyakininya, maka masih dihukum suci. perhatikan kembali link yg pernah kirim di atas.
      wassalam

      Hapus
    6. Iya ustads terima kasih
      Tetapi jika tangan dokter itu bersih dan tidak terdapat tanda tanda najis tetapi di memelihara anjing sudah pasti pernah memegang anjing atau memandikan nya tetapi apakah saya tetap bisa beranggapan itu suci karena saya tidak melihat secara kasat mata ada bulu atau noda bekas anjing yang menempel pada dokter itu ?

      Hapus
    7. Ya bisa, karena asal tangan dokter itu suci,jadi bertentangan asal dgn kebiasaan didahulukan asal. Saya katakan kebiasaan,karena anggapan tangan dokter bernajis berdasarkan dokter itu biasa memegang anjing

      Hapus
  15. Assalamualaikum wr wb
    Ustad, Saya mau menanyakan bila air cipratan bekas mencuci najis itu terkena gayung , kemudian sebelum di basuh dengan air 6 kali sudah di gunakan mengambil air oleh orang lain di bak. Najiskah air yang ada di bak tersebut?

    BalasHapus
  16. Assalamualaikum wr wb
    Ustad, saya mau menanyakan cipratan bekas mencuci najis itu terkena gayung dan belum dicuci dengan air sebanyak 6 kali tapi sudah dipakai untuk mengambil air di bak. Apakah air bak tersebut terkena najis? Mohon penjelasan nya

    BalasHapus
    Balasan
    1. sebagaimana dijelaskan di posting di atas, air dlm bak najis kecuali air dlm bak itu sampai dua qulah, maka tidak bernajis.
      wassalam

      Hapus
  17. Lalu bagaimana bila air bak tersebut digunakan untuk mencuci dan menyiram tanaman, apakah keduanya najis ?
    Kemudian , apakah sandal yang terinjak anjing dihukumi najis?

    BalasHapus
    Balasan
    1. 1.ya tanaman itu bernajis.
      2. kalau sandal kering dan anjing juga kering, maka najis anjing tdk menular kepada sandal. sebaliknya, najis anjing menular kpd sandal apabila salah satunya basah atau keduanya basah.
      3. cuma perlu diingat. apabila kasusnya sering terjadi dan sukar dihindari, maka dimaafkan seandainya tersentuh dgn najjis

      Hapus
  18. Lalu bagaimana anjing yang melewati jalan aspal yang basah kemudian kita melewati tempat tersebut menggunakan kendaraan?
    Kemudian bagaimana dengan orang yang menggunakan aksesoris dari taring babi yang disamak, apakah dia terkena najis ? Karena di tempat saya banyak yang menggunakan aksesoris tersebut?

    BalasHapus
    Balasan
    1. 1. najis anjing di jalan di maafkan. karena jalan tmp umum diggunakan manusia dan anjingg dan ssh mengghindarinya
      2. menyentuh akseoris tsb bila salah satu yg menyentuh atau y tersentuh basah, maka najisnya menular kpd yg menyentuh
      wassalam

      Hapus