Kamis, 08 Agustus 2013

Imam Mahdi


Kaum Ahlussunnah wal Jama’ah mengi’tiqadkan bahwa Imam Mahdi akan muncul kelak pada akhir zaman. Di bawah ini keterangan para ulama mengenai kemunculan imam Mahdi, antara lain :
1.      Ibnu Hajar al-Haitamy mengatakan :
Sebagian Imam mengatakan, telah mutawatir dan masyhur kabar dengan sebab banyak riwayatnya dari Nabi Mustafaa SAW bahwa akan muncul Mahdi dari keturunan Nabi SAW, berkuasa selama tujuh tahun, memenuhi bumi ini dengan keadilan dan keluar bersama Isa saling membantu membunuh Dajjal di pintu gerbang Lad di bumi Palestina. Imam Mahdi mengimami shalat dan Isa dimengikuti  dibelakangnya.”[1]

2.      Muhammad Amin al-Kurdy mengatakan :
“Yang pertama dari tanda-tanda besar datangnya kiamat adalah munculnya Mahdi. Dia adalah laki-laki perkasa dari anak Fatimah r.a. yang memenuhi bumi dengan kearifan dan keadilan sebagaimana dipenuhi dengan kedhaliman dan kefasikan.”[2]

3.      As-Suyuthi mengutip dari gurunya, al-Iraqi bahwa Imam Mahdi telah lahir pada tahun 255 dan sepakat dengan pendapat itu Syaikh Ali al-Khawas. Maka umurnya saat sekarang pada tahun 958 adalah 703 tahun. Imam Ramli menyebutkan bahwa Imam Mahdi telah maujud demikian pula As-Sya’rani [3]
I’tiqad kemunculan Imam Mahdi ini berdasarkan hadits-hadits yang mencapai tingkat mutawatir sebagaimana dikutip oleh Ibnu Hajar al-Haitamy di atas. Di bawah ini pernyataan para ulama mengenai kedudukan hadits mengenai Imam Mahdi, antara lain :
1.      Ibnu Hajar al-Haitamy sebagai disebut di atas, mengatakan :
Sebagian al-Imam mengatakan, telah mutawatir dan masyhur kabar dengan sebab banyak riwayatnya dari Nabi Mustafaa SAW bahwa akan muncul Mahdi”

2.     Abu ‘Ali Muhammad al-Mubarakfury mengatakan bahwa hadits-hadits yang membicarakam kemunculan Imam Mahdi, jumlahnya mencapai derajat mutawatir yang diriwayat oleh imam-imam hadits diantaranya Abu Daud, Turmidzi, Ibnu Majah, al-Bazar, al-Hakim, Thabrany dan Abu Ya’la al-Mushily. Hadits-hadits tersebut diisnad kepada sejumlah sahabat Nab seperti Ali bin Abi Thalib, Ibnu Abbas, Ibnu Umar, Thalhah, Abdullah bin Mas’ud, Abu Hurairah, Anas, Abu Sa’id al-Khudry, Ummu Habibah, Ummu Salamah, Tsauban, Qurrah bin Ibas, Ali al-Hilaly dan Abdullah bin al-Harits bin Jaza’[4].

3. Menurut al-Syaukani jumlah hadits mengenai kemunculan Imam Mahdi telah mencapai derajat mutawatir, yaitu lima puluh hadits dan jumlah atsar mencapai dua puluh delapan.[5]
            Diantara hadits-hadits mengenai kemunculan Imam Mahdi adalah :
1. Dari Abdullah bin Mas’ud, Rasulullah SAW bersabda :  
لاتذهب الدنيا حتى يملك العرب رجل من اهل بيتي يواطئ اسمه اسمي
ِArtinya : Tidak hilang dunia ini sehingga mengusai Arab oleh seorang laiki-laki dari pada kerabatku, yang namanya sama dengan namaku. (H.R. Turmidzi)[6]

Al-Hafizh Abu ‘Ali Muhammad al-Mubarakfury dalam mengomentari hadits ini mengatakan :
Tidak diragukan lagi bahwa hadits Abdullah bin Mas’ud yang diriwayat oleh Turmidzi dalam bab ini tidak turun dari derajat hasan. Untuk hadits ini banyak pendukungnya, baik kualifikasinya hasan atau dha’if. Oleh karena itu, hadits Abdullah bin Mas’ud ini dengan pendukung-pendukung dan thawaabi’nya patut menjadi menjadi hujjah tanpa ragu. Maka pendapat keluar dan kemunculan Imam Mahdi adalah pendapat yang haq dan benar.”[7]

2. Dari Ummu Salamah, beliau berkata, aku mendengar Rasuluulah SAW bersabda :
المهدي من عترتي من ولد فاطمة
Artinya : Al-Mahdi adalah dari keturunanku dari anak Fatimah. (H.R. Abu Daud)[8]

3. Dari Abu Sa’id al-Khudry, Rasulullah SAW bersabda :
المهدي مني أجلى الجبهة أقنى الأنف يملأ الأرض قسطا وعدلا كما ملئت جورا وظلما ويملك سبع سنين
Artinya : Al-Mahdi adalah dariku, yang luas dahinya dan bungkuk hidungnya. Dia memenuhi bumi ini dengan kearifan dan keadilan sebagaimana dipenuhi dengan kefasikan dan kedzaliman. Al-Mahdi berkuasa selama tujuh tahun. (H.R. Abu Daud)[9]

Ada yang mengatakan bahwa imam Mahdi itu tidak lain adalah Nabi Isa yang akan turun di akhir zaman nanti dengan berpedoman kepada hadits :
لا مهدي إلا عيسى بن مريم
Artinya : Tidak ada Mahdi kecuali Isa bin Maryam (H.R. Ibnu Majah)

Al-Manawy menjelaskan bahwa hadits Mahdi tidak bertentangan dengan hadits “tidak ada mahdi kecuali Isa bin Maryam”,  karena maksud hadits ini sebagaimana pendapat al-Qurthubi adalah “tidak ada Mahdi yang sempurna dan ma’shum (terpelihara dari dosa) kecuali Isa.”[10] Lagi pula hadits ini, menurut Ibnu Hajar al-Haitamy adalah dha’if.[11]


[1] Ibnu Hajar al-Haitamy, al-Qaul al-Mukhtashar fii Alamaat al-Mahdi al-Muntadhar, Maktabah al-Quran, Kairo, Hal. 23
[2] Muhammad Amin al-Kurdy, Tanwir al-Qulub, Thaha Putra, Semarang, Hal. 62
[3] Sayyed Abdurrahman bin Muhammad A’lawy, Bughyatul Murtasyidin, Usaha Keluarga, Semarang, Hal. 296
[4] Abu ‘Ali Muhammad al-Mubarakfury, Tuhfah al-Ahwazi, Darul Fikri, Beirut, Juz. VI, Hal. 484
[5] Abu ‘Ali Muhammad al-Mubarakfury, Tuhfah al-Ahwazi, Darul Fikri, Beirut, Juz. VI, Hal. 485
[6] Turmidzi, Sunan al-Turmidzi, Thaha Putra, Semarang, Juz. III, Hal. 343, No. Hadits : 2331
[7] Abu ‘Ali Muhammad al-Mubarakfury, Tuhfah al-Ahwazi, Darul Fikri, Beirut, Juz. VI, Hal. 485
[8] Abu Daud, Sunan Abu Daud, Darul Fikri, Beirut, Juz. II, Hal. 509, No. Hadits : 4284
[9] Abu Daud, Sunan Abu Daud, Darul Fikri, Beirut, Juz. II, Hal. 509, No. Hadits : 4285
[10] Al-Manawi, Faidh al-Qadir, Mauqa’ al-Ya’sub, Juz. VI, Hal. 362
[11] Ibnu Hajar al-Haitamy, al-Qaul al-Mukhtashar fii Alamaat al-Mahdi al-Muntadhar, Maktabah al-Qur’an, Kairo,  Hal. 23

7 komentar:

  1. Komentar ini telah dihapus oleh administrator blog.

    BalasHapus
  2. Komentar ini telah dihapus oleh administrator blog.

    BalasHapus
    Balasan
    1. mAAf , komentAr di AtAs terhApus tAnpA sengAjA

      Hapus
  3. Aneh, disetiap menjelang habis shalat kita baca shalawat, lalu memperingati maulid di sana dan di sini, tapi di sisi lain kita masih menanti dan menunggu-nunggu tokoh yang lebih hebat lagi seperti Isa Al Masih akan berduet dengan Imam Mahdi. Isa Al Masih yang konon tidak wafat-wafatnya dan akan kembali ke dunia ini serta Imam Mahdi yang dari sunni kelak bakal lahir atau yang dari Syiahnya tokohnya kini sedang rahib entah kemana perginya lalu kelak akan muncul kembali???

    Jadi, apakah kita sudah benar menyapa, menghormati dan meyakini Nabi Muhammad SAW, jika masih percaya bahwa akan datang kedua tokoh pemungkas tsb. di akhir zaman nanti??

    ISLAM TIDAK MENGANUT PAHAM MESIANISME

    selama ini, paham sekuler kita takuti ternyata paham MESIANIS adopsi dari agama lain juga lebih berbahaya

    http://www.lampuislam.org/2015/07/apakah-islam-beriman-pada-kedatangan.html

    BalasHapus