Kamis, 29 Agustus 2013

Iman kepada Qadha dan Qadar


Pengertian Qadha dan Qadar
Menurut bahasa qadha memiliki beberapa arti yaitu hukum, ketetapan, perintah, dan kehendak dan qadar berarti kepastian, kuasa, nasib dan ukuran. Sedangkan menurut istilah, golongan ulama dari kalangan mazhab al-Asy’ari memaknai qadha dengan iradah Allah SWT pada azali tentang segala sesuatu dengan segala keadaan-keadaannya. Sedangkan qadar adalah  penciptaan sesuatu oleh Allah sesuai dengan ukuran dan keadaan tertentu yang menjadi iradah Allah SWT. Dengan demikian qadha merupakan sifat zat dan sifat qadim, sedangkan qadar merupakan sifat perbuatan dan sifat baharu di sisi ulama dari kalangan mazhab al-Asy’ari. Sedangkan menurut ulama dari kalangan mazhab al-Maturidi, qadha adalah penciptaan sesuatu oleh Allah dengan pasti dan qadar adalah penentuan segala makhluq oleh Allah pada azali dengan ketentuan-ketentuan yang ada pada makhluq berupa baik dan buruk, manfaat dan mudharat dan lainnya. Dengan demikian qadha merupakan sifat perbuatan dan sifat baharu, sedangkan qadar merupakan sifat zat dan qadim, sebalik dari pendapat ulama dari kalangan mazhab al-Asy’ari.[1]
B. Pengertian Iman Kepada Qadha dan Qadar
Beriman kepada qada dan qadar adalah menyakini dengan sepenuh hati adanya ketentuan Allah SWT yang berlaku bagi semua mahluk hidup. Semua itu menjadi bukti kebesaran dan kekuasan Allah SWT. Jadi, segala sesuatu yang terjadi di alam fana ini telah ditetapkan oleh Allah SWT pada azali.

C. Dalil – Dalil Tentang Beriman Kepada Qadha dan Qadar
a. Q.S. al-Ra’d  : 11, berbunyi :
وَإِذَا أَرَادَ اللَّهُ بِقَوْمٍ سُوءًا فَلا مَرَدَّ لَهُ وَمَا لَهُمْ مِنْ دُونِهِ مِنْ وَالٍ
Artinya : Dan apabila Allah menghendaki keburukan terhadap sesuatu kaum, maka tak ada yang dapat menolaknya; dan sekali-kali tak ada pelindung bagi mereka selain-Nya. ( Q.S Al-Ra’d  : 11)

b. Q.S. al-A’laa  : 3, berbunyi :
وَالَّذِي قَدَّرَ فَهَدَى
ٰArtinya : Dan yang menentukan kadar (masing-masing) dan memberi petunjuk (Q.S. al-A’laa  : 3)

c. Dalam hadits Nabi SAW dijelaskan pengertian imam, yaitu :
الإيمان أن تؤمن بالله وملائكته وكتبه ورسله و باليوم الآخر وتؤمن بالقدر خيره وشره
Artinya : Iman adalah beriman kepada Allah, malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya, rasul-rasul-Nya, beriman dengan hari akhirat dan beriman dengan qadar baik dan buruk.(H.R. Muslim)[2]



[1] Ibrahim al-Bajuri, Hasyiah ‘ala Jauharah al-Tauhid, Darussalam, Kairo, Hal. 188-189
[2] Al-Manawi, Faidhul Qadir, Maktabah Syamilah, Juz. III, Hal. 184

17 komentar:

  1. Asslm.. Sy ingin tanya tgk,
    Pd shalat tasbeh, takbir waktu berdiri di bc sehabis ayat..
    Namun apabila tasbeh tsb di bc sesudah do'a iftitah seperti salat hari raya, bgmn tgk??

    BalasHapus
    Balasan
    1. 1. tasbih yang dibaca pada shalat tasbih adalah 75 kali tasbig, yaitu pada 15 x sesudah qiraah fatihah dan surat, 10 x pada setiap rukuk, i'tidal, 2 sujud, duduk antara 2 sujud, dan duduk istirahat.

      2. boleh membaca tasbih 15 kali sebelum qira'ah, namun dengan catatan tasbih 10 x yang dibaca pada duduk istirahat dibaca saja sesudah qiraah tanpa dibaca lagi pada duduk istirahat.

      lihat Fathul Muin dan hasyiahnya, I'anah al-thalibin, juz. I, Hal. 260

      wassalam

      Hapus
  2. assalamu'alaikum...Tgk
    Bagaimanakah tafsir surah Al ra'd ayat 11 dan surah Ash_shaffat ayat 96
    Apakah ke dua ayat ini tdk saling bertentangan.tolong penjelasannya...wassalam

    BalasHapus
    Balasan
    1. alaikumussalam wr wb
      mungkin yg tengku maksud adalah penggalan Q.S. Al ra'd ayat 11, yakni :
      إنَّ اللَّهَ لَا يُغَيِّرُ مَا بِقَوْمٍ حَتَّى يُغَيِّرُوا مَا بِأَنْفُسِهِمْ

      untuk itu kami persilakan baca link berikut :

      http://kitab-kuneng.blogspot.com/2011/03/tafsir-quran-surat-ar-rad-11-tentang.html

      mudah2an dgn memahami link di atas, kemungkinan bertentangan dua ayat tersebut dapat terjawab.

      wassalam

      Hapus
  3. asslm...
    tgk, saya ingin bertanya sedikit mengenai lailatul qadar..
    misalkan lailatul qadar jatuh pada 27 ramadhan, kita di indonesia sudah malam dan lailatul qadar terjadi pada malam tsb, jam 2 misalnya...
    lalu bgmn dengan negara yang suasananya masih siang?
    dan apakah lailatul qadar tsbut terjadinya serentak????
    mohon penjelasannya..
    trims..

    BalasHapus
    Balasan
    1. 1. malam lailatul qadar adalah malam yang penuh rahmat, jadi kalau jatuh malam lailatul misalnya pada 27 ramadhan,tentu 27 tujuh ramadhan di indonesia berbeda dgn 27 ramadhan di Amerika Serikat. jadi menurut hemat kami, malam lailatul qadar tersebut tidaklah serentak, tetapi menurut masing2 wilayah kapan jatuh 27 ramadhan di masing2 wilayahnya.

      2. ini sama halnya dengan dikatakan hari jum'at adalah hari yang penuh kebajikan dan keistimewaan, tentu kebajikan itu datang tidak serentak di dunia, tetapi datang menurut hari jum'at masing 2 wilayah yg berbeda jatuh hari jum'atnya.

      wassalam

      Hapus
  4. assalamu'alaikum Tgk
    Sebelumnya saya ucapkan terima kasih atas penjelasannya.
    Bagaimanakah pemahaman golongan JABARIYAH,QADARIYAH dan MU'TAZILAH,apakah mareka termasuk dalam golongan yg tdk di terima ibadahnya alias sesat.
    Wassalam

    BalasHapus
    Balasan
    1. 1. jabariyah adalah golongan yang mengatakan bahwa pada makluq tidak ada sama sekali usaha dan iktiyar. perbuatan manusia seperti kapas yang berterbangan di bawa angin, tidak ada keinginan dan usaha dari manusia itu sendiri. karena itu, menurut mereka, manusia tidak dapat diazab karena perbuatan mereka.

      2. sedangkan qadariyah adalah nama lain bagi mu'tazilah. mereka disebut dengan qadariyah karena pendapat mereka bahwa semua perbuatan yang bersifat usaha merupakan perbuatan ciptaan manusia sendiri, tidak ada pengaruh iradah dan qudarah Allah di situ. manusia di azab dan diberikan nikmat adalah karena perbuatan manusia yang diciptakan oleh manusia itu sendiri.

      3. kedua kelompok ini dinyatakan sesat oleh para ulama ahlussunah wal jama'ah. ahlussunnah wal jama'ah berkeyakinan bahwa semua makhluq dan perbuatan makhluq adalah ciptaan Allah, namun manusia ada usaha padanya, namun yang memberi bekas hanya qudrah dan iradah Allah. yang dimaksud dgn usaha menurut ahlussunnah wal jama'ah adalah perbuatan hamba yang diciptakan Allah yang disertai dengan keinginan dan kemampuan manusia yang baharu (qudrah haditsah). misalnya "si Umar berjalan" , perbuatan berjalan si umar adalah ciptaan Allah, namun pada saat itu si Umar ada keinginan dan kemampuan untuk berjalan (qudrah haditsah). kadang2 ada juga perbuatan ciptaan Allah yang tidak dsertai dgn keinginan seseorang seperti perbuatan jatuh dari pohon, maka perbuatan jatuh ini tidak disebut dgn usaha.

      wassalam

      Hapus
  5. Salam tgk!
    Kenapa seseorang itu dinisbahkan kpd bapaknya bukan ibunya? Sprti dlm do'a samadiyah misalnya di sebut sulaiman bin ishak, bukan sulaiman bin aminah, & bgmn bila dinisbah pd ibunya?
    Trims.

    BalasHapus
    Balasan
    1. karena yang menjadi anak itu adalah berasal dari sperma ayahnya, sedang ovum (indung telur) ibu hanya pelengkap saja. ini juga sudah dibuktikan oleh ilmu kedokteran sekarang ini

      wassalam

      Hapus
  6. Assalamu'alaikum Syaikhuna.
    Saya ingin bertanya tentang beberapa hal.

    1. Bagaimana definisi ad-din, agama, dan millah (sebagai contoh dlm Alquran "millata ibrahima")?
    2. apa yg membedakan ketiga istilah tsb?
    3. Islam itu sebagai ad-din atau millah?
    4. ada berapa ad-din yg Allah turunkan pada umat manusia/makhluk-NYA?
    5. adakah agama lain yg Allah turunkan selain Islam?
    6. ada berapa milllah yg allah turunkan kepada umat manusia/makhluk-NYA?
    7. bagaimana tanggapan Syaikhuna dengan ungkapan yg saya dapat dari twitter ini :

    "Semua agama itu sama, yg beda adalah syariatnya",

    salahkah ungkapan tersebut mengingat agama yg dirdhai Allah cuma satu yakni Islam. Jika salah, bagaimana seharusnya ungkapan itu dituliskan, karena ada yg mengatakan bahwa ungkapan itu berasal dari JIL (jaringan Islam Liberal)?

    BarakaLLah fikum Ajma'in.
    Wassalam

    BalasHapus
    Balasan
    1. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

      Hapus
    2. 1. untuk memahami pengertian millah, agama dan al-din, dapat dibaca pada link berikut : http://santri-ppmu.blogspot.com/2011/03/makna-simantik-din.html, mudah2an bermanfaat.

      2. banyak ayat yang menjelaskan bahwa millah dan al-din dengan makna yang sama. perbedaannya hanya makna secara bahasa. sedangkan istilah agama berasal dari bahasa sengsekerta tetapi dalam penggunaan istilah sama saja maknanya dgn millah atau al-din

      3. Allah hanya menurun al-din, millah atau agama Islam, tidak ada yg lain. Allah berfirman : "Sesungguhnya agama di sisi Allah hanyalah Islam"
      perbedaan antara ajaran nabi muhammad dgn nabi sebelumnya hanya sebatas syariatnya saja, sedangkan akidahnya tetap sama (semuanya agama Islam)

      4. ungkapan ""Semua agama itu sama, yg beda adalah syariatnya", merupakan ungkapan sesat menyesatkan serta penuh dgn kekufuran. ungkapan ini biasa ditiup oleh JIL. salah golongan kufur di dunia sekarang ini.


      wassalam

      Hapus
  7. Tulisan dalam link tersebut, sebagiannya merujuk pada pendapat Rasyid Ridha dan Muhammad Abduh. saya pernah mendengar mereka itu termasuk wahabi,
    -Apa benar demikian Teungku?
    -Lalu bisakah kah kita berpegang pada pendapat mereka?

    BalasHapus
    Balasan
    1. kedua tokoh tersebut memang terpengaruhi paham wahabi dan sebagian pemikirannya juga terpengaruhi pemikiran2 barat. namun dalam hal masalah yang sdr tanyakan tersebut, kami cenderung menyetujui pendapatnya tersebut.

      wassalam

      Hapus
  8. assalamu'alaikum....
    Mohon sedikit penjelasannya..
    Apakah yg di maksud dengan "kitab"
    Bagaimanakah yang di maksut dengan beriman kepada kitab,apakah kita wajib percaya kepada kitab2 yang di karang oleh ulama2 yang dulu sampai sekarang atau hanya kepada kitab yang di turunkan oleh allah seperti kitab zabur,taurad,injil dan al qu'an.
    Sebelumnya saya ucapkan terimakasih atas semua penjelasan Tgk
    wassalam

    BalasHapus
    Balasan
    1. 1. yang dimaksud dengan beriman kepada kitab adalah percaya bahwa al-qur'an, injil, taurat dan zabur datang dari Allah. kemudian percaya bahwa semua isi al-Qur'an adalah benar adanya, sedangkan selain al-qur'an sudah banyak terjadi penyelewangan oleh manusia.

      2. karangan2 ulama dari dlu sampai sekarang ada yg berisi kandungan al-quran secara gamblang dan terang dan ada yg merupakan hasil pemahaman beliau dari al-qur'an. yang berisi kandungan al-quran secara gamblang dan terang, maka wajib di imani seperti shalat wajib dll, sdangkan hanya berupa pemahaman beliau2, maka tidak wajib di imani, tetapi apabila kita tidak mampu memahami seperti beliau2 itu, maka kita wajib mengamalkan menurut salah seorang ulama2 itu seperti syafi'i, malik dll.

      wassalam

      Hapus