Kamis, 01 Mei 2014

Nama-nama setan dalam Surat al-Fatihah ?

Pertanyaan dari :
faisal:  29 Apr 14, 09:20 PM
 as.wr wb.tgk,peu peu 7 nan syaitan dlm surah al fatihah,teukuedi salah baca.dan peu tugas syaitan nyan.lon bingong tengku.

Jawab :
Sejauh bahan bacaan yang ada, kami belum pernah menemukan keterangan para ulama mengenai ada tujuh nama setan dalam al-Fatihah apabila salah membacanya, kecuali dalam sebuah kitab Jawi, yaitu kitab Mau’idhah Linnas. Kitab Mau’idhah Linnas ini tidak disebut pengarangnya, dicetak bersama kitab-kitab lain dalam kitab Miftahul Jannah karangan seorang ulama dari negeri Banjar yang bernama Fadhil Muhammad Thaib Ibnu Mas’ud al-Banjary.
Adapun yang disebut dalam kitab tersebut adalah ada tujuh tempat nama setan apabila salah membaca al-Fatihah, yakni  sebagai berikut :
1.    DULILLAH apabila diperhubungkan huruf dal dengan huruf lam (semestinya “dal” merupakan bagian dari perkataan “ah-hamdu’
2.    HIRAB apabila diperhubungkan huruf ha dengan huruf ra (semestinya “ha” merupakan bagian dari perkataan “lillahi’
3.    KIYAUMI apabila diperhubungkan huruf ka dengan huruf ya (semestinya “ka” merupakan bagian dari perkataan “maaliki’
4.    KANAK apabila diperhubungkan huruf ka dengan huruf nun (semestinya “ka” merupakan bagian dari perkataan “iyyaaka’
5.    KANAS apabila diperhubungkan huruf ka dengan huruf nun (semestinya “ka” merupakan bagian dari perkataan “iyyaaka’
6.    TA’ALAI apabila diperhubungkan huruf ta dengan huruf ‘ain (semestinya “ta” merupakan bagian dari perkataan “an’amta’
7.    BI’ALAI apabila diperhubungkan huruf ba dengan huruf ‘ain (semestinya “ba” merupakan bagian dari perkataan “ghairil maghzhubi’
(Lihat kitab Miftahul Jannah, (Terbitan al-Haramain), Hal. 36

Setelah menjelaskan ketujuh tempat di atas, pengarang meminta membaikkan bacaan al-Fatihah supaya jangan terucap nama-nama setan tersebut. Namun sayangnya pengarang tidak menjelaskan kepada kita apakah ada dalil syara’ yang menerangkan nama-nama setan tersebut. Hal ini penting, karena nama-nama setan merupakan hal yang ghaib, tidak dapat diketahui kecuali melalui nash syara’ (al-Qur’an atau hadits), ia tidak dapat merupakan hasil dijtihad.



3 komentar:

  1. kami mengharapkan komentar dari tengku2 dan ustaz yang lebih ngerti masalah ni. mudah2an kita tidak terjebak dalam hal2 gaib tanpa dalil
    wassalam

    BalasHapus
  2. I like your website, it is good. Check my website too.
    You can gry from
    my website.
    I like your website, it is good. Check my website too.
    You can gry from my website.

    BalasHapus
  3. Coba baca situs berikut sbg referensi lain:
    https://groups.google.com/forum/#!topic/pengajian-puri/t6HjCAsukHw

    Perlu mencari hadits yg shoheh ...

    BalasHapus