Jumat, 14 Juni 2013

Rukun Khutbah wajib dalam Bahasa Arab


assl... tgk, saya ingin bertanya sedikit tentang surah kitab al bajuri hal.219.juz 1 mengenai khutbah jum'at...
ومحل اشتراط العربية ان كان في القوم عربي والا كفي كونها بالعجمية..........الخ...... 
trims...

Jawaban :
Teks lengkapnya adalah :
ومحل اشتراط العربية ان كان في القوم عربي والا كفي كونها بالعجمية  الا في الاية فلا بد فيها من العربية ويجب ان يتعلم واحد من القوم العربية فان لم يتعلم واحد منهم عصوا كلهم ولا تصح جمعتهم مع القدرة على التعلم
Artinya : Kedudukan disyaratkan (khutbah) bahasa Arab apabila dalam suatu kaum itu adalah yang mampu berbahasa Arab. Apabila tidak ada, maka memadai khutbah tersebut dengan bahasa ‘ajamiyah kecuali ayat al-Qur’an, maka tidak boleh tidak dari bahasa Arab. Wajib salah seorang dari kaum itu belajar bahasa Arab. Apabila salah satu dari mereka tidak belajar, maka semua mereka dihukum berbuat maksiat dan tidak sah jum’at mereka apabila mampu untuk belajar.
Penjelasan :
1.      Pada dasarnya khutbah wajib dalam bahasa Arab
2.      Apabila dalam suatu kelompok masyarakat tidak ada yang mampu mengucapkan khutbah dalam bahasa Arab, sedangkan dalam kelompok mereka tersebut tidak ada yang belajar bahasa Arab, padahal mampu untuk belajar, maka jum’at mereka tidak sah dan mereka semua berdosa.
3.      Apabila memang di antara mereka tidak ada yang mampu mengucapkan khutbah dalam bahasa Arab, sedang di antara mereka ada belajar bahasa Arab atau tidak belajar karena tidak mempunyai kemampuan, maka jum’at itu sah dibaca dengan bahasa ‘ajamiyah, namun membaca ayat al-Qur’an tetap wajib dibaca dengan bahasa Arab.

10 komentar:

  1. berarti tgk kata:
    ان كان في القوم عربي.......
    عربي disini bermakna org yg mampu atau bisa mengucapkan bhs arab... bukan orang arab ya tgk,?

    BalasHapus
    Balasan
    1. ya, untuk menyesuaikan dengan teks sesudahnya

      wassalam

      Hapus
  2. kiban surah qaidah fiqh
    العادة محكمة.......
    dan contohnya??
    trims skali lagi..

    BalasHapus
    Balasan
    1. 'adat adalah kebiasaan yang terjadi berulang2. dan itu menjadi patokan hukum dalam hal2 yang perlu penjelasannya (dhabith), sedangkan dhabitnya tidak ada keterangan dari syara'. seperti sebanyak2 haid, imam Syafi'i setelah melakukan penelitian dengan memperhatikan kebiasaan haid pada kaum wanita, maka beliau menetapkan bahwa sebanyak2nya haid adalah 15 hari,

      wassalam

      Hapus
  3. assalamualaikum Tgk.menurut pendapat Tgk2 di daerah loen khutbah shalat jum'at wajib ke ulang,apa maksutnya,

    BalasHapus
    Balasan
    1. 1. dalam mazhab syafi'i, rukun khutbah wajib dalam bahasa Arab dan juga wajib muwalat (beriringan/tidak diselangi oleh diam yg panjang atau diselangi oleh perbuatan lain)

      2. karena itu, apabila diucapkan wasiat dalam bahasa Indonesia/Aceh dalam waktu yang lama di antara rukun2 khutbah (setelah mengucapkan rukun wasiat dalam bahasa Arab), maka khutbah tidak sah, karena khutbah sudah diselangi dengan bahasa non Arab, jadi tidak muwalat lagi.

      3. karena tidak boleh rukun2 khutbah diselangi dgn bahasa non Arab dalam waktu yg lama , maka supaya jama'ah mengerti pengajaran yang disampaikan dalam khutbah, maka di Aceh dibuat solusi, yakni sebelum membaca dua khutbah (khutbah yang sebenarnya), maka dilakukan ceramah dulu dalam bahasa Indonesia/Aceh. jadi ceramah ini bukanlah khutbah yang sebenarnya. karena itu, wajib dilakukan khutbah yang sebenarnya dalam bahasa Arab setelah ceramah dalam bahasa Indonesia/Aceh. Inilah yang dimaksud dalam percakapan sehari2 di Aceh disebut wajib ulang khutbah.

      3. namun dalam mazhab Syafi'i ada pendapat lain selain pendapat yang kami kemukakan di atas, yaitu pendapat Ali syibran al-malasi, yakni apabila rukun2 khutbah itu diselangi dgn wasiat dalam bahasa non Arab meskipun dalam waktu lama, maka ini tidak merusak muwalatt khutbah

      4. lihat : http://kitab-kuneng.blogspot.com/2012/03/tata-laksana-shalat-jumat.html

      wassalam

      Hapus
  4. maaf Tgk...terlalu banyak bertanya..
    Jadi apa bila khutbah tidak di ulang khutbahnya tetap sah..
    Khutbah tidak di ulang tidak termasuk dalam sebab adanya i'aadah dhuhur.mohon di koreksi kalau ada kesalahan dalam memahami wassalam

    BalasHapus
    Balasan
    1. 1. apabila kita berpegang kepada pendapat pertama yg mengatakan wasiat dalam bahasa non arab menghilangkan muwalat, maka khutbah wajib diulang, kalau tidak diulang, maka khutbah tidak sah. saat itu kita wajib i'adah dhuhur.

      2, namun kalau kita berpegang kepada Ali syibran al-malasi di atas, maka tidak perlu i'adah dhuhur.

      wasalam

      Hapus
  5. assalamu'alaikum Tgk
    Ada Tgk di daerah saya mengatakan katanya di larang shalat tahyatul mesjid selagi khatib sedang khutbah,apakah emang betul ada dalilnya.
    Wassalam

    BalasHapus
    Balasan
    1. sudah pernah kami jawab pada :
      http://kitab-kuneng.blogspot.com/2013/04/masalah-sekitar-shalat-jumat-dan-hukum.html

      Hapus