Minggu, 16 Agustus 2015

Minta Bantuan kepada Jin Islam



6 Aug 15, 09:37 PM
Yusuf: Ust, mohon nanti jug ada pembahasan meminta pertolongan atau memanfaatkan bantuan jin islam menurut para ulama

Jawab :
Jin memiliki kesamaan dengan manusia dalam beberapa hal, antara lain :
1.    sama-sama berakal
2.    sama-sama mukallaf atau kewajiban untuk menjalankan hukum Islam
Dalam al-Qur’an, Allah berfirman :
 ومَا خَلَقْتُ الجِنَّ والإنسَ إلاَّ لِيَعْبُدُونِ
Artinya : Dan aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka mengabdi kepada-Ku.(Q.S. Az-Zariyaat : 56)

dan firman Allah berbunyi :

يَا مَعْشَرَ الْجِنِّ وَالْإِنسِ أَلَمْ يَأْتِكُمْ رُسُلٌ مِّنكُمْ يَقُصُّونَ عَلَيْكُمْ آيَاتِي وَيُنذِرُونَكُمْ لِقَاءَ يَوْمِكُمْ هَٰذَا ۚ قَالُوا شَهِدْنَا عَلَىٰ أَنفُسِنَا ۖ وَغَرَّتْهُمُ الْحَيَاةُ الدُّنْيَا وَشَهِدُوا عَلَىٰ أَنفُسِهِمْ أَنَّهُمْ كَانُوا كَافِرِينَ
Artinya : Hai golongan jin dan manusia, apakah belum datang kepadamu rasul-rasul dari golongan kamu sendiri, yang menyampaikan kepadamu ayat-ayatKu dan memberi peringatan kepadamu terhadap pertemuanmu dengan hari ini? Mereka berkata: "Kami menjadi saksi atas diri kami sendiri", kehidupan dunia telah menipu mereka, dan mereka menjadi saksi atas diri mereka sendiri, bahwa mereka adalah orang-orang yang kafir.(Q.S. al-An’am : 130)

Sesuai dengan firman Allah di atas, maka jin itu ada yang muslim dan ada yang kafir. Hal ini telah dijelaskan oleh Allah Ta'ala antara lain dalam Surat al-Jin : 1-2, berbunyi :
قُلْ أُوحِيَ إِلَيَّ أَنَّهُ اسْتَمَعَ نَفَرٌ مِنَ الْجِنِّ فَقَالُوا إِنَّا سَمِعْنَا قُرْآَنًا عَجَبًا (1) يَهْدِي إِلَى الرُّشْدِ فَآَمَنَّا بِهِ وَلَنْ نُشْرِكَ بِرَبِّنَا أَحَدًا (2)
Artinya : Katakanlah (hai Muhammad): "telah diwahyukan kepadamu bahwasanya: telah mendengarkan sekumpulan jin (akan al-Quran), lalu mereka berkata: Sesungguhnya kami telah mendengarkan al-Quran yang menakjubkan. (yang) memberi petunjuk kapada jalan yang benar, lalu kami beriman kepadanya. dan kami sekali-kali tidak akan mempersekutukan seseorangpun dengan tuhan kami (Q.S. al-Jin : 1-2)

dan Surat Al-Ahqaf : 29, berbunyi :
وَإِذْ صَرَفْنَا إِلَيْكَ نَفَرًا مِنَ الْجِنِّ يَسْتَمِعُونَ الْقُرْآَنَ فَلَمَّا حَضَرُوهُ قَالُوا أَنْصِتُوا فَلَمَّا قُضِيَ وَلَّوْا إِلَى قَوْمِهِمْ مُنْذِرِينَ
Artinya : Dan (ingatlah) ketika Kami hadapkan serombongan jin kepadamu yang mendengarkan al-Quran, maka tatkala mereka menghadiri pembacaan (nya) lalu mereka berkata: "Diamlah kamu (untuk mendengarkannya)". ketika pembacaan telah selesai mereka kembali kepada kaumnya (untuk) memberi peringatan.(Q.S. al-Ahqaf : 29)

Dan firman Allah Q.S. al-Jin : 11 menghikayahkan perkataan jin bahwa diantara mereka ada yang kafir dan ada juga yang muslim, yaitu :
وَأَنَّا مِنَّا الصَّالِحُونَ وَمِنَّا دُونَ ذَلِكَ كُنَّا طَرَائِقَ قِدَدًا
Artinya : Dan Sesungguhnya di antara kami ada orang-orang yang saleh dan di antara kami ada (pula) yang tidak demikian halnya. adalah kami menempuh jalan yang berbeda-beda.(Q.S. al-Jin : 11)

                Ibnu Hamid mentakhrij dari Mujahid tentang tafsir “tharaiq qidada” pada ayat di atas, beliau berkata : “muslim dan kafir[1] Dalam kitabnya, al-Furu’, Ibnu Muflih al-Hanbali mengatakan :
“Jin mukallaf secara jumlah. Karena itu, yang kafir dari mereka akan masuk neraka dan yang beriman masuk surge, mereka bukan menjadi tanah seperti binatang dan bukan juga pahala mereka terlepas dari api neraka..”[2]

Berdasarkan ini, maka jin merupakan makhluq Allah Ta’ala yang mempunyai kelebihan dan kekurangan, ada yang baik dan ada pula yang jahat sebagaimana halnya makhluq Allah yang lain. Dengan demikian, bergaul dan minta bantuan kepada kelompok jin sama hukumnya dengan bergaul dan minta bantuan kepada makhluq lainnya. Selama bergaul dan minta bantuan itu tidak mengandung syirik, maksiat atau hal-hal negatif lainnya, maka tentu diperbolehkan dalam agama. Sebaliknya kalau mengandung syirik, maksiat atau hal-hal negatif lainnya, maka tentu terlarang dalam agama.
Berikut perincian hukum meminta bantuan kepada jin, yakni :
1.    Meminta bantuan dalam perkara ketaatan kepada Allah Ta’ala. Misalnya apabila seseorang memiliki teman jin yang beriman dan jin tersebut menimba ilmu darinya. kemudian setelah itu menjadikan jin tersebut sebagai pendakwah untuk menyampaikan syariat Islam kepada kaumnya, maka hal ini tidak terlarang, bahkan terkadang menjadi sesuatu yang terpuji dan termasuk dakwah islamiyah. Sebagaimana telah terjadi sekumpulan jin menghadiri majelis Rasulullah SAW dan dibacakan kepada mereka al-Qur`an, selanjutnya, mereka kembali kepada kaumnya sebagai pemberi peringatan sebagaimana kisah yang disebut dalam dalam Q.S. al-Ahqaf : 29 di atas.
2.    Meminta bantuan kepada mereka dalam perkara yang mubah. Hal ini diperbolehkan, dengan syarat jalan untuk mendapatkan bantuan jin tersebut adalah sesuatu yang boleh dan bukan perkara yang haram. Sayyed Mustafa al-Zahabi al-Syafi’i menjelaskan, orang-orang yang minta bantuan kepada ruh-ruh yang baik dan maksudnya tidak menyalahi syara’ serta kekuatan kharq ‘adat yang muncul pada tangannya tidak memudharatkan atas seseorang, maka itu bukanlah sihir.[3] Ibnu Taimiyyah mengatakan, bahwa meminta bantuan pada jin dalam hal mubah, maka hukumnya mubah. Sebaliknya meminta bantuan jin kepada kufur, maka hukumnya kufur dan apabila meminta bantuan jin kepada maksiat, maka hukumnya maksiat.[4]
3.    Meminta bantuan kepada mereka dalam perkara yang diharamkan seperti mengambil harta orang lain, menakut-nakuti mereka dan lain-lain. Maka hal ini diharamkan di dalam agama. Kemudian bila caranya itu adalah syirik maka meminta tolong kepada mereka adalah syirik dan bila wasilah itu tidak syirik, maka akan menjadi perbuatan maksiat. Diantara yang terlarang minta bantuan kepada jin adalah menanyakan sesuatu yang ghaib, padahal hal itu hanya Allah yang tahu.
Catatan
Meskipun berhubungan dengan jin dibolehkan dengan syarat-syarat yang tersebut di atas, namun perlu diingat bahwa berhubungan dengan jin adalah berhubungan dengan makhluq ghaib yang kemungkinan tertipu sangat mungkin terjadi. Berhubungan dengan sesama manusia yang nyata saja, orang banyak tertipu, apalagi ini dengan makhluq yang tidak diketahui bagaimana wujudnya. Karena itu, menurut hemat kami sebaiknya menjauhi dari berhubungan dan bergaul dengan jin, meskipun menurut pengakuan jin tersebut dia adalah muslim. Ingat syaithan berbuat apa saja demi ambisinya menipu manusia.




[1] As-Suyuthi, Laqth al-Marjan fi Ahkam al-Jan, Maktabah al-Qur’an, Kairo, Hal. 62
[2] As-Suyuthi, Laqth al-Marjan fi Ahkam al-Jan, Maktabah al-Qur’an, Kairo, Hal. 59     
[3] Mustafa al-Zahabi al-Syafi’i, al-Rasail al-Zahabiyah, (dicetak pada hamisy Fathul Wahab), Juz. II, Hal. 151
[4] Ibnu Taimiyyah, Majmu’ah  al-Fatwa, Dar al-Wifa’, Juz. II, Hal. 169

12 komentar:

  1. Subhanallah ustadz...terima kasih atas jawabannya..

    BalasHapus
  2. Assalaamu'alaikum Tgk.Alizar Usman..
    Saya melihat di atas bahwa Tgk. Mengutip perkataan dr Ibnu Taimiyyah..bukankah Beliau d Luar Mazhab yg empat..?

    Dan apakah dr kalangan imam yg empat tidak ada tanggapan mengenai hal itu..?

    Wassalaamu'alaikum Warahmatullaahi Wabarakaatuh.

    BalasHapus
    Balasan
    1. kemungkinan pasti ada, namun referensi yg kita punya masih baru itu aja. ibnu taimiyah bermazhab hambali. meski dalam banyak hal beliau punya pendapat yg aneh2 (syaz), berbeda dgn mazhab 4

      Hapus
    2. Dalam islam, madzhab itu ada 13, bukan hanya 4. Jadi, ke-13 madzhab itu diakui dalam Islam. Hanya, madzhab yg 4 itu lebih banyak ulama yg mengikutinya. Tetapi aslinya, madxhab dalam Islam ada 13.

      Hapus
    3. Dalam islam, madzhab itu ada 13, bukan hanya 4. Jadi, ke-13 madzhab itu diakui dalam Islam. Hanya, madzhab yg 4 itu lebih banyak ulama yg mengikutinya. Tetapi aslinya, madxhab dalam Islam ada 13.

      Hapus
  3. Assalam pak ustad, bukan kah dalam islam sudah jelas derajat bapak lebih tinggi dari pada jin, jadi ngapain minta tolong sama jin ? Apa bapak ngak yakin dengan pertolongan rabb yang maha agung ? Sebaik baik mereka ( golongan jin ) itu tidak lebih baik dari manusia yang paling bejat di bumi ini ? Nabi ibrahim aja yang ditawari bantuan malaikat jibril untuk mendinginkan api dengan tegas menolak bantuan malaikat yang notabene mahluk yang mulia tanpa dosa, Dengan tegas saya katakan seandainya seorang jin bisa membuat saya menguasai bumi dan segala isinya niscaya pasti saya tolak begitu juga sebaliknya,Bapak punya jin / berkawan dgn jin ? Tauhid seperti apa yang bapak tanamkan dalam hati bapak ?

    BalasHapus
    Balasan
    1. apakah bpk gak pernah minta tolong kpd anak sendiri yg lebih rendah derajatnya dari bpk sendiri, minta tolong kepada orang kapir sehingga bpk bisa naik pesawat misalnya? apakah itu tdk boleh pak? minta tolong sama bawahan bpk kalau bpk pernah jadi atasan di sebuah kantor. apa itu gak boleh pak? kami gak ngerti tauhid apa yg bpk pakai sampai minta tolong sama yg di bawah bpk gak boleh?

      Hapus
    2. Mantaaap sekali jawabannya, telaak, setuju dengan tgk alizar

      Hapus
    3. Agar tidak terjadi kesalahpahaman diantara kita, mohon utk bapak menunjukkan hadits yg mengisahkan tentang nabi muhammad meminta bantuan kepada jin. Karena hakikatnya, meminta bantuan kepada jin adalah hal yg dilarang, dan sudah dijelaskandalam al quran dan hadits. Mohon pernyataan bapak disertai oleh nash yg kuat.

      Hapus
    4. Secara hukum bab ini masuk dlm muamalah bukan ibadah (mahdhoh) sehingga hukum asalnya adalah boleh sampai ada keterangan dalil yg melarangnya dengan jelas.
      Jadi, yg harus mendatangkan dalil itu adalah pihak yg menganggapnya terlarang.

      Menurut sy hal ini tdk apa².
      Sebagaimana "menggunakan" makhluk yg lbh rendah utk keperluan se-hari² spt kuda, kerbau, keledai. Atau berinteraksi dg org kafir yg di dalam surat Al-Anfal ayat 55 disebut sbg se-buruk² hewan/makhluk di didi ALLaah swt.

      Hapus
    5. Secara hukum bab ini masuk dlm muamalah bukan ibadah (mahdhoh) sehingga hukum asalnya adalah boleh sampai ada keterangan dalil yg melarangnya dengan jelas.
      Jadi, yg harus mendatangkan dalil itu adalah pihak yg menganggapnya terlarang.

      Menurut sy hal ini tdk apa².
      Sebagaimana "menggunakan" makhluk yg lbh rendah utk keperluan se-hari² spt kuda, kerbau, keledai. Atau berinteraksi dg org kafir yg di dalam surat Al-Anfal ayat 55 disebut sbg se-buruk² hewan/makhluk di didi ALLaah swt. Semuanya dg rambu yg ALLaah swt jelaskan di dalam surat Al-Maidah ayat 2. Kerjasama itu atas dasar kebaikan dsn ketaqwaan dan jngan atas dasar dosa dan permusuhan.
      Sedangkan dalil yg "dianggap" sbg larangan itu (surat Al-An'am ayat 128 dan surat Al-Jin ayat 6) itu adalah kerjasama atas dasar dosa dan permusuhan. Silakan lihat penjelasannya di tafsir.

      Hapus
    6. kisah nabi sulaiman dgn rratu balqis yg termaktub dlm al-quran surat al-namlu (38-40) sebenarnya juga menjadi dalil ttg ini. :
      Kemudian, Nabi Sulaiman berkata kepada para pembesar itu, “Hai pembesar-pembesar, siapakah di antara kamu sekalian yang sanggup membawa singgasananya kepadaku sebelum mereka datang kepadaku sebagai orang-orang yang berserah diri.
      Yang pertama menjawab pertanyaan Nabi Sulaiman adalah Ifrit dari kalangan. Jin Ifrit yang cerdik berkata, “Aku akan datang kepadamu dengan membawa singgasana itu kepadamu sebelum kamu berdiri dari tempat dudukmu. Sesungguhnya aku benar-benar kuat untuk membawanya dan dapat dipercaya.”
      Kemudian, seorang yang mempunyai ilmu dari Al-Kitab berkata, “Aku akan membawa singgasana itu kepadamu sebelum matamu berkedip.” Tatkala Sulaiman melihat singgasana itu terletak di hadapannya. Ia pun berkata, “Ini termasuk karunia Tuhanku untuk mencoba aku, apakah aku bersyukur atau mengingkari (akan nikmat-Nya). Dan barangsiapa yang bersyukur, maka sesungguhnya dia bersyukur untuk (kebaikan) dirinya sendiri dan barangsiapa yang ingkar, maka sesungguhnya Tuhanku Maha Kaya Lagi Maha Mulia.”
      .” (QS. An-Naml : 38-40).


      Hapus