Minggu, 20 November 2011

Hadits Ahkam dan Penjelasannya (Pengantar)

Hadits Ahkam (hadits hukum) yang kami muat di sini adalah hadits-hadits yang terdapat Kitab “Bulughul Maram Min Adillatil Ahkam” karya Imam Abul Fadhl Ahmad bin ‘Ali bin Hajar Al-‘Asqalany yang masyhur dengan nama Al-Hafizh Ibnu Hajar (lahir di Mesir pada tahun 773 -852 H), merupakan kitab yang tidak asing lagi di kalangan para penuntut ilmu syariat. Kualitas kitab telah diakui oleh para ‘ulama setelah Al-Hafizh Ibnu Hajar. Walaupun ringkas dan hanya memuat pokok-pokok hadits hukum tetapi kitab ini telah menjadi salah satu rujukan penting di zaman ini dimana para ‘ulama memberikan perhatian khusus dalam men-syarah dan menguraikan hukum-hukum fiqh yang terkandung di dalamnya.


Dalam menjelaskan hadits-hadits hukum tersebut, penulis berusaha dengan mengikuti pemahaman-pemahaman yang dikemukakan oleh para pakar hukum Islam terkenal seperti Imam Nawawi, Ibnu Hajar al-Asqalany, al-Mawardy, al-Khuthabi dan lain-lain, karena penulis sendiri yang dha’if ini bukanlah seorang ahli ijtihad yang mampu menggali sendiri hukum-hukum secara mandiri dari al-Qur’an dan hadits.


Al-Hafizh Ibnu Hajar memakai beberapa istilah yang beliau gunakan dalam “Kitab Bulughul Maram” ini. Istilah-istilah itu beliau terangkan dalam Muqaddimah (pengantar) Kitab Bulughul Maram. Kesimpulannya sebagai berikut :

1. As-Sab’ah (yang tujuh) maksudnya dikeluarkan oleh Ahmad, Al-Bukhari, Muslim, Abu Daud, Ibnu Majah, At-Tirmidzy, dan al-Nisa-i.

2. As-Sittah (yang enam) maksudnya semua yang di atas kecuali Ahmad.

3. Al-Khamsah (yang lima) maksudnya semua dari As-Sab’ah kecuali Al-Bukhar dan Muslim

4. Al-Arba’ah (yang empat) maksudnya semua dari As-Sab’ah kecuali tiga orang yang pertama (Ahmad, Al-Bukhari, dan Muslim).

5. Ats-Tsalatsah (yang tiga) maksudnya semua dari As-Sab’ah kecuali tiga yang pertama dan yang terakhir atau dengan kata lain Ats-Tsalatsah adalah Abu Daud, Ibnu Majah dan At-Turmidzy.

6. Muttafaqun ‘alahi (disepakai atasnya) maksudnya riwayat Al-Bukhari dan Muslim.[1]



[1] Ibnu Hajar al-Asqalany, Bulughul Maram, Mathba’ah al-Salafiyah, Mesir, Hal. 22

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar