Senin, 05 November 2012

Keutamaan Surat Yasin


Al-Qur’an meskipun semua ayatnya merupakan wahyu Allah yang mulia dan mempunyai kedudukan yang sama, karena sama-sama merupakan wahyu yang diturun Allah, namun masing-masing ayat itu mempunyai fadhilah-fadhilah tersendiri. Surat al-Fatihah mempunyai kedudukan yang sangat penting, yaitu wajib dalam shalat yang tidak dipunyai oleh ayat atau surat yang lain, dimana hanya sunat hukumnya dalam shalat. Membaca      لااله الا اللهyang merupakan bagian dari al-Qur’an tentu lebih utama dari ayat yang lain, karena kalimat ini merupakan kalimat tauhid.
Contoh lain adalah pada waktu Subuh Jum’at lebih utama membaca surat A-lam Tanzil pada raka’at pertama dan Hal Ataa pada raka’at kedua berdasarkan hadits riwayat Bukhari, yakni :
عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ ، رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ ، قَالَ كَانَ النَّبِيُّ صلى الله عليه وسلم يَقْرَأُ فِي الْجُمُعَةِ فِي صَلاَةِ الْفَجْرِ الم تَنْزِيلُ السَّجْدَةَ ، وَهَلْ أَتَى عَلَى الإِنْسَانِ
Artinya : Dari Abu Hurairah r.a. berkata, Nabi SAW sering membaca A-lam Tanzil al-Sajadah dan Hal Ataa ‘ala al-Insan pada shalat Subuh hari Jum’at (H.R.Bukhari)[1]

                          Surat Yasin juga mempunyai keutamaan tersendiri berdasarkan hadits-hadits di bawah ini, antara lain :
1. Kami diberitahu Qutaibah dan Sufyan bin Waki’ , kami diberitahu Humaid bin Abdurrahman al-Rausy dari Hasan bin Shalih dari Harun bin Abu Muhammad dari Muqatil bin Hayyan dari dari Qatadah dari Anas :     
قال النبي صلى الله عليه و سلم : إن لكل شيء قلبا وقلب القرآن يس ومن قرأ يس كتب الله له بقراءتها قراءة القرآن عشر مرات
Artinya : Dari Anas, Bersabda Nabi SAW : Sesungguhnya bagi setiap sesuatu ada hatinya. Hati al-Qur’an adalah Yasin. Barangsiapa membaca Yasin, maka  dengan sebab membacanya, Allah mewajibkan untuknya pahala sepuluh kali membaca al-Qur’an (H.R. Turmidzi [2])

Hadits ini juga telah diriwayat  al-Darimy[3] dan al-Bazar dari jalur ini.[4]
Turmidzi mengatakan :
Hadits ini gharib, kami tidak mengenalnya kecuali dari hadits Humaid bin Abdurrahman. Dengan penelitian, mereka tidak mengenal hadits Qatadah kecuali dari jalan ini. Harun Abu Muhammad adalah syekh yang dikenal.”[5]

2. Hadits Hasan, mendengar Abu Hurairah berkata :

 قال رسول الله ـ صلى الله عليه و سلم من قرأ  يس  في ليلة أصبح مغفورا له
Artinya : Bersabda Nabi SAW : Barangsiapa membaca Yasin pada malam harinya, maka paginya dia diampuni dosanya (H.R. Abu Ya’la)[6]

3. Hadits :
وَ يس قَلْبُ الْقُرْآنِ، لا يَقْرَؤُهَا رَجُلٌ يُرِيدُ اللَّهَ وَالدَّارَ الآخِرَةَ إِلا غَفَرَ اللَّهُ لَهُ
Artinya : Yasin adalah hati al-Qur’an. Tidak membaca oleh seseorang yang menginginkan Allah dan negeri akhirat kecuali Allah mengampuninya (H.R. Thabrani)[7]

4. Hadits dari Abu Hurairah :       

 قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ:"مَنْ قَرَأَ يس فِي يَوْمٍ أَوْ لَيْلَةٍ ابْتِغَاءَ وَجْهِ اللَّهِ غُفِرَ لَهُ"،
Artinya : Rasulullah SAW bersabda : Barangsiapa membaca Yasin pada siang dan malamnya karena mencari keridhaan Allah, maka diampuni dosanya (Thabrany)[8]

Dalam sanad hadits ini ada Aghlab bin Tamim, sedang dia ini dhaif. Demikian pernyataan al-Haitsamy[9]

5. Dari Itha’ bin Abu Ribaah, sesungguhnya Rasulullah SAW bersabda :

عن عطاء بن أبي رباح قال بلغني ان رسول الله صلى الله عليه و سلم قال : من قرأ يس في صدر النهار قضيت حوائجه
Artinya : Barangsiapa membaca Yasin pada awal hari, maka terpenuhi kebutuhannya(H.R. al-Darimy)[10]

6. Hadits :
من قرأ سورة يس وهو خائف أمن أو سقيم شفي أو جائع شبع
Artinya : Barangsiapa membaca Surat Yasin, sedangkan dia ketakutan, maka dia akan aman atau dia sakit, maka akan sembuh ataupun dia lapar, maka dia akan kenyang (H.R. al-Harits bin Abu Usamah dalam Musnadnya secara marfu’)[11]

7. Al-Manawi berkata :
وقد تواترت الآثار بجموم فضائل يس
Artinya : Atsar sahabat mengenai mutiara-mutiara keutamaan Yasin datang secara mutawatir[12]




[1] Bukhari, Shahih al-Bukhari, Maktabah Syamilah, Juz. II, Hal. 5, No. hadits : 891
[2] Turmidzi, Sunan Turmidzi, Maktabah Syamilah, Juz. V, Hal. 162, no.2887
[3] Al-Darimy, Sunan al-Darimy, Maktabah Syamilah, Juz. II, Hal. 548
[4]Al-Bazar, Musnad al-Bazar, Maktabah Syamilah, Juz.. XIII, Hal 479
[5] Turmidzi, Sunan Turmidzi, Maktabah Syamilah, Juz. V, Hal. 162
[6] Abu Ya’la, Musnad Abu Ya’la, Maktabah Syamilah, Juz. XI, Hal. 93, No. Hadits 6224
[7] Thabrany, al-Mu,jam al-Kabir Thabrani,  Maktabah Syamilah, Juz. XV, Hal. 166
[8] Thabrany, al-Mu,jam al-Kabir Thabrani,  Maktabah Syamilah, Juz 19, Hal 62
[9] Al-Haitsamy, Majma’ al-Zawaid, Maktabah Syamilah, Juz. VI, Hal. 477
[10] Al-Darimy, Sunan al-Darimy, Maktabah Syamilah, Juz. II, Hal. 549
[11] Al-Manawi, Faidhul Qadir, Maktabah Syamilah, Juz. II, hal. 650
[12] Al-Manawi, Faidhul Qadir, Maktabah Syamilah, Juz. II, hal. 650
Al-Manawi, Faidhul Qadir, Maktabah Syamilah, Juz. II, hal. 650

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar