Kamis, 13 Desember 2012

Fawatih al-Suwar (materi mata kuliah Pengantar Ilmu al-Qur'an di STAI Tapaktuan (pertemuan X))


Pengertian Fawatih As-suwar
Istilah Fawatih as-Suwar terdiri dari dua kata yaitu fawatih dan as-suwar. Fawatih merupakan jamak dari fatihah yang berarti pembuka. Sedangkan as-suwar adalah jamak dari surah, yang berarti surah, dan as-suwar bermakna surah-surah. Dengan demikian, istilah fawatih as-suwar secara harfiah berarti “pembuka surah-surah”. Berdasarkan makna harfiah tersebut, maka secara istilah fawatih as-suwar berarti suatu ilmu yang mengkaji tentang bentuk-bentuk huruf, kata, atau kalimat permulaan surah-surah al-Qur’an.
Dari segi makna bahasa, fawatih as-suwar berarti pembukaan-pembukaan surah karena posisinya yang mengawali perjalanan teks-teks setiap surah. Bila sebuah surah dimulai oleh huruf-huruf hijaiyah, huruf itu biasa dinamakan ahraf muqatta’ah (huruf-huruf yang terpisah) karena posisi huruf tersebut cenderung “menyendiri”, tidak bergabung untuk membentuk sebuah kalimat secara kebahasaan. Namun, segi pembacaannya tidak berbeda dari lafaz yang diucapkan pada huruf hijaiyah.
Fawatih as-suwar adalah kalimat-kalimat yang dipakai untuk pembukaan surah-surah, ia merupakan bagian dari ayat mutasyabihat. Karena ia bersifat mujmal, mu’awwal, dan musykil. Jadi dapat disimpulkan bahwa fawatih as-suwar adalah pembuka-pembuka surah yang mengawali sebuah surah dalam al-Qur’an.

B.     Macam-Macam Bentuk Fawatih As-suwar
Surah-surah al-Qur’an dimulai dengan berbagai bentuk. Ia dimulai dengan bentuk yang bervariasi, ada yang sama ada pula yang berbeda. As Suyuti, dalam al-Itqan fi ‘Ulum al-Qur’an[1] membagi bentuk-bentuk huruf, kata, atau kalimat pembukaan surah-surah al-Qur’an itu kepada sepuluh macam, yaitu sebagai berikut :
1.    Surah-surah yang dimulai dengan pujian (ats-tsanah). Terdapat 14 surah yang di awali dengan pujian, yaitu tahmid, tabaraka, dan tasbih. Yang menggunakan lafaz tahmid terdiri dari lima surah, menggunakan lafaz tabaraka dua surah, dan yang menggunakan lafaz tasbih berjumlah tujuh surat.
2.    Surah-surah yang dimulai huruf-huruf hija’iyah atau huruf muqaththa’ah (huruf potong) terdapat 29 surah yang dimulai dengan huruf potong tersebut.
3.    Surah yang dimulai dengan panggilan (an-nida) hal ini berjumlah 10 surah, 5 di antaranya panggilan kepada Nabi Muhammad dan 5 lainnya panggilan kepada umat.
4.   Surah yang mulai dengan jumlah khabariyah (kalimat berita). Hal itu berjumlah 23 surah.
5.   Surah yang dimulai dengan qasam (sumpah), yang berjumlah 15 surah.
6.   Surah yang dimulai dengan jumlah syarthiyah, yang berjumlah 7 surat
7.   Surah yang dimulai dengan kalimat perintah (al-amr), berjumlah 6 surat
8.   Surah yang dimulai dengan pertanyaan (istifham), berjumlah 6 surat
9.   Surah yang dimulai dengan do’a, berjumlah 3 surat
10.  Surah yang dimulai dengan ilat (ta’lil), berjumlah 1 surat

C.    Fungsi Fawatih as-Suwar dalam bentuk huruf-huruf Hijaiyah
Dari kesepuluh bentuk fawatih as-suwar, yang sering menimbulkan kontroversi di antara para ulama adalah pembuka surat yang berbentuk huruf. Hal ini terbukti dari berbagai pembahasan yang dilakukan oleh para ulama. Dalam persoalan ini terdapat dua kubu ulama yang mengomentari permasalahan tersebut. Zarkasyi dalam al-Burhan fi ‘Ulum al-Qur’an[2] menjelaskan kepada kita dua kubu pendapat tersebut, yaitu :
1.    Makna huruf-huruf pada awal surat merupakan rahasia Allah yang hanya Allah saja yang mengetahuinya. Al-Shadiq r.a. mengatakan :
Pada setiap al-Kitab ada rahasianya dan rahasianya pada al-Qur’an adalah pada pembuka surat-surat.”

Al-Sya’bi mengatakan :
“Huruf-huruf pada pembuka surat merupakan mutasyabihaat, kita beriman dengan dhahirnya dan kita serahkan pengetahuan tentangnya kepada Allah Azza wa Jalla.”

2.    Makna dari huruf-huruf pada awal surat dapat diketahui maksudnya. Telah terjadi perbedaan pendapat kelompok ini dalam memaknai huruf-huruf pada awal surat ini dalam dua puluh lebih pendapat, diantaranya ada mendekati dan ada yang jauh, yaitu :
a.       Diriwayat dari Ibnu Abbas, setiap huruf itu diambil dari nama-nama Allah. Misalnya Alif Lam Mim : Alif = Allah, Lam = Lathif, Mim = Maajid.
b.      Allah bersumpah dengan huruf-huruf pada awal surat tersebut
c.       Huruf-huruf tersebut berkisar antara huruf dua puluh Sembilan, maka tidak ada huruf tersebut kecuali merupakan kunci dari nama-nama Allah, tanda-tanda-Nya, tanda-tanda malapetaka, masa para kaum dan ajal mereka. Maka Alif adalah satu tahun, Lam : 30 tahun, Mim : 40 tahun
d.      Diriwayat dari Ibnu Abbas juga bahwa Alif Lam Mim bermakna Ana Allah A’lam, Alif Lam Mim Shad bermakna : Ana Allah Afshil, Alif Lam Ra bermakna : Ana Allah Araa.
e.       Huruf-huruf itu merupakan nama-nama surat
f.       Huruf-huruf itu merupakan rahasia yang hanya diketahui oleh Allah dan orang-orang yang rasikh ilmunya.
g.      Didatangkan huruf-huruf ini untuk ta’ajub bagi orang-orang Arab
h.      Huruf-huruf ini didatangkan untuk menunjukkan bahwa al-Qur’an tersusun dari huruf-huruf ini.
i.        Ibnu Faris dan lainnya menjadikan semua ta’wil menjadi satu ta’wil, maka dikatakan, Allah menjadikan huruf-huruf itu sebagai pembuka surah karena iradah setiap huruf itu mempunyai makna yang banyak, tidak hanya bermakna satu makna. Maka huruf-huruf itu mencakup sebagai pembuka surah, merupakan diambil dari nama-nama Allah, nama surah, setiap huruf itu merupakan isyarat kepada ajal dan rezki, dan diambil dari nama sifat Allah. Sehingga membuka surah dengannya menjadi mau mendengar al-Qur’an bagi siapa yang tidak mau mendengar,  memberitahu kepada bahwa al-Qur’an menjadi tanda nubuwah Nabi SAW dan menjadi mu’jizat baginya.
j.        Huruf-huruf itu seolah-olah merupakan pembangkit semangat bagi yang mendengarnya.
k.      Memberitahu bahwa datang huruf-huruf ini dari orang yang tidak terlatih menulis dan tidak menjalani jalan tersebut, sesuai dengan firman Allah Q.S. al-‘Ankabut : 48, berbunyi :
وَمَا كُنْتَ تَتْلُو مِنْ قَبْلِهِ مِنْ كِتَابٍ وَلَا تَخُطُّهُ بِيَمِينِكَ إِذًا لَارْتَابَ الْمُبْطِلُونَ
Artinya : Dan kamu tidak pernah membaca sebelumnya sesuatu kitabpun dan kamu tidak (pernah) menulis suatu kitab dengan tangan kananmu; andaikata (kamu pernah membaca dan menulis), benar-benar ragulah orang yang mengingkari(mu). (Q.S. al-‘Ankabut : 48)

l.        Huruf-huruf itu terdiri dari setengah dari nama-nama huruf mu’jam, karena huruf tersebut terdiri dari 14 huruf, sedangkan huruf mu’jam ada 28 huruf berdasarkan satu pendapat.
m.    Huruf-huruf itu datang pada 29 surah sesuai dengan jumlah huruf mu’jam, yaitu 29 huruf berdasarkan pendapat lain mengenai jumlah huruf mu’jam.

Dosen : Tgk Alizar Usman




[1] Al-Suyuthi, al-Itqan fi ‘Ulum al-Qur’an, al-Haramain, Juz. II, Hal. 105-106
[2]. Zarkasyi, Burhan fi Ulumul Qur’an, Juz. I, Hal. 172-177

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar