Rabu, 21 September 2011

Hadits ; Aku dari Allah dan orang-orang mukmin dariku


Hadits ini lafazhnya adalah :
ﺍﻧﺎ ﻣﻥ ﺍﻟﻠﻪ ﻭﺍﻟﻣﺆﻣﻨﻭﻥ ﻣﻨﯥ
Hadits ini sering digunakan oleh sebagian orang yang mendakwakan dirinya sebagai sufi, padahal mereka ini sufi bohong-bohongan serta sesat dan menyesatkan, sebagai dalil bahwa Nabi Muhammad SAW seorang insan kamil yang merupakan pancaran dari zat Allah, artinya hakikat Muhammad tidak bisa dipisahkan dari zat Allah alias menyatu dengan zat Allah. Paham ini sering disebut dalam pembahasan akidah sebagai paham ittihad (penyatuan antara khaliq dan makhluq) dan hulul (khaliq menempatkan diri-Nya pada makhluq)
Al-Shakhawi, seorang ahli hadits murid dari Ibnu Hajar al-Asqalany mengatakan :
“Guru saya (Ibnu Hajar al-Asqalany) mengatakan, hadits tersebut dusta dan dibuat-buat. Sebagian Hufazh mengatakan, tidak dikenal lafazh ini secara marfu’. Bahkan telah tetap dalam al-Kitab dan al-Sunnah bahwa orang-orang mukmin, sebagian mereka dari sebagian yang lain dan dalam al-Sunnah, sabda Nabi SAW untuk kelompok al-Asy’ariun : “Mereka adalah dariku dan aku dari mereka” dan juga sabda Nabi SAW kepada Ali : “Engkau dariku dan aku darimu” serta sabda Nabi SAW tentang Husein : “Ini dariku dan aku darinya”. Semuanya adalah Shahih. ”. [1]
Perkataan Ibnu Hajar al-Asqalany di atas juga telah disebut oleh Abdurrahman al-Syaibani al-Syafi’i al-Atstsari dalam kitab beliau, Tamyiz al-Thaib min al-Khabiits.[2]


[1] Al-Shakhawi, al-Maqashid al-Hasanah, Dar al-Kutub al-Ilmiyah, Beirut, Hal. 98
[2] Abdurrahman al-Syaibani al-Syafi’i al-Atstsari, Tamyiz al-Thaib min al-Khabits, Dar al-Kitab al-Arabi, Beirut, Hal. 36

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar