Selasa, 27 September 2011

Kelebihan Meninggal Dunia pada Bulan Ramadhan dan hari Jum'at

TGK H JAFAR SIDDIQ ST HT mengatakan...
salam . Tolong penjelasan yg akurat tentang Orang yang meninggal . dalam bulan ramadhan .kemudahan apa saja yg di peroleh nya & Orang yang meninggal hari / malam jum'at apa kemudahannya

wasalam

Jawab :
I. Kemudahan Meninggal Dunia pada Bulan Ramadhan

Kami tidak/belum menemukan hadits yang secara khusus menjelaskan adanya kemudahan bagi orang yang meninggal dunia pada bulan Ramadhan. Apabila ada pembaca yang mengetahuinya, baik hadits shahih maupun dha’if, maka kami akan sangat berterima kasih apabila berkenan menyampaikan itu kepada kami. Namun demikian, secara umum dapat dijelakan bahwa sesungguhnya Allah yang Maha Pencipta semua makhluk Yang Maha Tinggi telah melebihkan sebagian makhluk atas yang lainnya, dan memuliakan golongan tertentu yang dikehendakinya. Dia telah menciptakan manusia dan memuliakan para Nabi dari golongan manusia, Dia telah menciptakan berbagai tempat dan memuliakan mesjid sebagai tempat yang terpilih, dan menciptakan bulan-bulan dan memuliakan Ramadhan dari bulan-bulan tersebut. Allah Ta'ala berfirman:

Artinya : (Beberapa hari yang ditentukan itu ialah) bulan Ramadhan, bulan yang di dalamnya diturunkan (permulaan) Al Quran sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda (antara yang hak dan yang bathil (Q.S.al-Baqarah : 185)

Berikut ini beberapa hadits shahih yang menjelaskan keutamaan bulan Ramadhan, antara lain :

1. Sabda Rasulullah SAW

إذا دخل شهر رمضان فتحت أبواب السماء، وغلقت أبواب جهنم، وسلسلت الشياطين

Artinya : Apabila bulan Ramadhan datang, maka dibukalah pintu-pintu surga dan ditutuplah pintu-pintu neraka serta dibelenggulah setan-setan. (H.R. Bukhari)[1]

2. Sabda Rasulullah SAW

ومن صام رمضان إيمانا واحتسابا غفر له ما تقدم من ذنبه

Artinya : Barangsiapa berpuasa Ramadhan dengan iman dan mengharap pahala kepada Allah, maka diampuni dosanya yang telah lampau.(H.R. Bukhari)[2]

Memperhatikan hadits-hadits di atas, diketahui bahwa secara umum bulan Ramadhan merupakan bulan rahmat dimana pintu syurga terbuka, syaithan terbelenggu dan keampunan terbuka lebar. Ini tentunya apabila ada amalan yang dikerjakan dengan sungguh-sungguh dan penuh harap hanya keridhaan Allah SWT. Dan tentunya apabila seorang muslim yang taqwa yang sedang beramal dalam bulan Ramadhan dengan keikhlasan dan mengharap keampunan dosa dari Allah, tiba-tiba meninggal dunia yang fana ini pada bulan ini, maka Insya Allah dia akan mendapat balasan yang berlimpah sesuai dengan janji-Nya.

II. Kemudahan meninggal dunia pada malam atau siang Jum'at

Adapun hadits yang menjelaskan keutamaan meninggal pada malam atau siang Jum’at antara lain telah sebut oleh al-Ghazali dalam al-Ihya, yaitu sabda Rasulullah SAW berbunyi :


من مات يوم الجمعة ﺍﻭﻟﻴﻟﺔ الجمعة ﻛﺘﺐ ﺍﷲ ﻟﻪ ﺃﺠﺭ ﺷﻬﻴﺩ وقي عذاب القبر

Artinya : Barangsiapa yang meninggal pada hari Jumat atau malamnya, niscaya dituliskan oleh Allah SWT baginya pahala syahid dan terpelihara dari fitnah kubur.[3]

Al-‘Iraqi memberitahukan bahwa hadits ini telah dikeluar oleh Abu Na’im dalam al-Haliyah dari hadits Jabir dengan kualiatas haditsnya dha’if.[4] Senada dengan hadits ini sabda Rasulullah SAW riwayat Turmidzi dari Rabi’ah bin Saif dari Ibnu Umar dengan lafazh :

ﻣﺎ ن ﻣﺴﻠﻡ ﻳﻣﻭﺖ يوم الجمعة ﺍﻭﻟﻴﻟﺔ الجمعة ﺇﻻ وﻗﺎﻩ ﺍﷲ ﻔﺘﻨﺔ القبر

Artinya : Tidak ada seorang muslim yang meninggal pada hari atau malam Jum’at kecuali Allah akan menjauhinya dari fitnah kubur (H.R. Turmidzi, beliau mengatakan, hadits ini gharib dan isnadnya tidak bersambung)[5]

Hadits riwayat Turmidzi di atas tidak bersambung sanadnya karena Rabi’ah bin Saif tidak mendengar hadits dari Ibnu Umar. Namun demikian, menurut keterangan al-‘Iraqi hadits ini telah di-washal (bersambung sanad) oleh Turmidzi al-Hakim dalam kitab al-Nawadir dengan menambah nama ‘Iyadh bin ‘Aqabah al-Fahry di antara keduanya (Rabi’ah bin Saif dan Ibnu Umar).[6]

Abu Ya’la juga ada meriwayat hadits yang senada dengan hadits di atas dari Anas bin Malik dengan lafazh Rasulullah SAW bersabda :

من مات يوم الجمعة وقي عذاب القبر

Artinya : Barangsiapa yang meninggal pada hari Jumat, niscaya terpelihara dari azab kubur (H.R. Abu Ya’la, menurut keterangan al-Haitsami, pada hadits ini ada Yazid al-Riqasyi dan dia diperkatakan)[7]

Menurut hemat kami, meskipun hadits-hadits di atas adalah dhaif, tetapi telah datang hadits-hadits tersebut dalam jalur yang berbeda sehingga satu sama lainnya saling menguatkan, apalagi hadits riwayat Turmidzi di atas telah datang pada jalur lain dengan jalan muttashil (bersambung) sebagaimana telah dijelakan di atas. Dengan demikian, boleh dijadikan pegangan dalam menjelaskan keutamaan hari atau malam Jum’at. Lebih-lebih lagi sebagaimana dimaklumi banyak hadits-hadits shahih yang secara umum menjelaskan bahwa hari Jum’at merupakan hari yang mempunyai keutamaan dibandingkan hari lain lainnya, antara lain :

خير يوم طلعت عليه الشمس يوم الجمعة. فيه خلق آدم. وفيه أدخل الجنة. وفيه أخرج منها

Artinya : Sebaik-baik hari yang terbit matahari padanya adalah hari Jum’at, hari Adam diciptakan, dimasukkan Surga dan dikeluarkan darinya.(H.R. Muslim)[8]



[1] Bukhari, Shahih al-Bukhari, Dar Thauq al-Najh, Juz. III, Hal. 25, No. hadits : 1899

[2] Bukhari, Shahih al-Bukhari, Dar Thauq al-Najh, Juz. III, Hal. 26, No. hadits : 1901

[3] Al-Ghazali, Ihya ‘Ulumuddin, Thaha Putra, Semarang, Juz. I, Hal. 179

[4] Al-Zabidi, Ittihaf Sadaatul Muttaqin bi Syarh Ihya Ulumuddin, Muassasah Tarikh al-Arabi< Beirut, Juz. III, Hal. 217

[5] Turmidzi, Sunan al-Turmidzi, Thaha Putra, Semarang, Juz. II, Hal. 268-269

[6] Al-Zabidi, Ittihaf Sadaatul Muttaqin bi Syarh Ihya Ulumuddin, Muassasah Tarikh al-Arabi< Beirut, Juz. III, Hal. 217

[7] Al-Haitsami, Majma’ al-Zawaid, Darul Fikri, Beirut, Juz. III, Hal. 58

[8] Imam Muslim, Shahih Muslim, Maktabah Dahlan, Indonesia, Juz. II, Hal. 585, No. Hadits : 854



6 komentar:

  1. Saya mau tanya.. Sudah 2 tahun saya taubat .. Bagaimana dengan sholat yg dulu saya tinggalkan . Apakah saya wajib mengkadha nya . Dan bagaimana caranya ? Mohon penjelasan .

    BalasHapus
    Balasan
    1. 1. masalah qadha shalat sudah pernah kami bahas pada :
      http://kitab-kuneng.blogspot.com/2013/07/qadha-shalat.html

      2. wajib qadha semua shalat yang pernah ditinggalkan. sebaiknya diqadha secara berurutan, tapi kalau gak bisa , boleh dilakukan secara acak

      3. semua waktu luang wajib digunakan untuk qadha shalat yang ditinggalkan tersebut, kecuali waktu yg tidak boleh tidak harus digunakan utk keperluan lain. misalnya untuk mencari nafkah, belajar yg fardhu 'ain, istirahat, tidur, dan lain nya yakni kewajiban2 lainnya


      wassalam

      Hapus
  2. ass.. pak ustad.. saya mau tanya..
    saya melihat d tv.. ada seorang anak yang bertanya kepada seorang ustad yg terkenal d tv. anak itu bertanya:"katanya pada bulan puasa setan2 d belenggu, namun kenapa masih banyak manusia yang melakukan perbuatan kejahatan pada bulan ramadhan?"..
    lantas ustad tsb menjawab :"benar bahwasannya setan dibelenggu pada bulan ramadhan, namun hanya kepala2 setan saja yang d belenggu,, anak buah setan tidak dibelenggu. itulah sebabnya masih banyak terjadi kejahatan.."

    saya masih bingung dengan pernyataan tersebut d atas..
    mohon penjelasannya ustad beserta dalilnya,,,
    wassalam..

    BalasHapus
    Balasan
    1. lihat dalam :
      http://kitab-kuneng.blogspot.com/2013/08/pada-bulan-ramadhan-setan-setan.html

      wassalam

      Hapus