Lafazh hadits ini :
الصلاة عماد الدين.
Shalat
adalah tiang agama
Terkait
hadits ini, al-Ajluniy menyampaikan kepada kita sebagai berikut :
1. Al-Shakhawi
mengatakan, hadits ini telah diriwayat oleh al-Baihaqi dalam Kitab Syu’b
al-Iman dengan sanad dha’if dari hadits Ikrimah dari Umar secara marfu’. Al-Baihaqi
mengutip dari gurunya, al-Hakim beliau berkata : “Ikrimah tidak mendengar
hadits dari Umar.” Yang sama dengan ini dalam Kitab Takhrij al-Iraqi li
Ahaditsi al-Ihya.
2. Dalam al-Jami’
al-Shaghir hadits ini dinisbahkan kepada al-Baihaqi dari Umar.
3. Lafazh al-Baihaqi
dalam Syu’b al-Iman sebagaimana pada awal syarah al-Muwatha’ karangan
al-Suyuthi berbunyi :
عن عمر رضي الله عنه قال جاء رجلٌ فقال يا رسول
الله أي شئ أحب عند الله في الإسلام؟ قال الصلاة لوقتها ومن ترك الصلاة فلا دين
له، والصلاة عماد الدين،
Dari
Umar r.a., beliau berkata : “Seseorang datang dan bertanya : “Ya Rasulullah,
apa yang sangat dicintai di sisi Allah dalam Islam?”. Rasulullah menjawab : “Shalat
dalam waktunya. Barangsiapa meninggalkan shalat, maka tidak ada agama baginya. Shalat
adalah tiang agama.”
4. Hadits ini telah
disebut dalam Ihya oleh Imam al-Ghazali dengan lafazh :
الصلاة
عماد الدين، فمن تركها فقد هدم الدين.
Shalat
adalah tiang agama, maka barangsiapa yang meninggalkannnya dia sungguh telah
menghancurkan agama
5. Pengarang al-Washith
telah menyebut hadits ini. Beliau berkata : “ Nabi SAW bersabda :
الصلاة عماد الدين،
Ibnu al-Shalah
tidak tahu hadits ini. Karena itu, dalam Musykil al-Washit beliau mengatakan
bahwa hadits ini tidak dikenal. Dalam al-Tanqih, Imam al-Nawawi mengatakan munkar
dan bathil. Namun al-Manawi mengatakan, Ibnu Hajar menolak pendapat al-Nawawi
ini, karena hadits ini hanya dha’if dan terputus sanad saja dan tidak bathil. Hal
ini juga telah diberitahukan oleh al-Iraqi dalam Hasyiah al-Kasyaf.
6. Al-Thabraniy dan
al-Dailamiy telah meriwayat dengan lafazh :
الصلاة عماد الدين والجهاد سنام العمل والزكاة بين ذلك.
Shalat adalah tiang agama, jihad adalah
puncak amal, sedangkan zakat di antara keduanya
7. Al-Tiimiy dalam
Targhibnya meriwayat dengan lafazh :
الصلاة عماد الإسلام
Shalat
adalah tiang Islam
8. Abu
Na’im meriwayat dari Bilal bin Yahya, beliau berkata :
جاء رجل إلى النبي صلى الله عليه وسلم يسأله عن الصلاة فقال الصلاة عمود الدين
Seseorang
menghampiri Nabi SAW menanyakan tentang shalat. Nabi SAW bersabda : “Shalat
adalah tiang agama”.
Hadits
ini mursal dan perawinya terpercaya.
9. Sebagian fuqaha
meriwayat dengan lafazh :
الصلاة
عماد الدين فمن أقامها فقد أقام الدين ومن هدمها فقد هدم الدين يعني دين نفسه.
Shalat
adalah tiang agama. Karena itu, barangsiapa mendirikan shalat, maka dia mendirikan
agama dan barangsiapa yang meruntuhkan shalat, maka dia meruntuhkan agama,
yakni agama dirinya.
10 . Al-Thabraniy
meriwayat dari Mu’az dengan lafazh :
رأس
هذا الأمر الإسلام ومن أسلم سلم وعموده الصلاة وذروة سنامه الجهاد ولا يناله إلا
أفضلهم
Pokok
perkara ini adalah agama dan barangsiapa yang Islam, maka selamat. Dan tiangnya
adalah shalat, puncaknya adalah jihad dan tidak akan mencapainya kecuali orang
yang utama dari mereka.[1]
Hadits
dengan lafazh pada point terakhir ini juga telah diriwayat oleh Turmidzi, namun tanpa perkataan " wa laa yanaaluhu illa afzhaluhum". Beliau
mengatakan, hadits ini hasan shahih.[2]
Tidak ada komentar:
Posting Komentar