Senin, 04 Juli 2011

Asap dan bau najis, apakah bernajis ?

Untuk Menjawab masalah di atas, mari kita simak pernyataan Imam ar-Ramli yang ditanyai, apakah wajib membasuh tujuh kali beserta tanah dalam menghilangkan bau kemenyan yang ditaruh tahi, seperti tahi anjing atau tidak wajib sebagaimana tidak wajib yang demikian dalam mensucikan faraj dengan sebab keluar sesuatu najis mughakadhah ?. Beliau menjawab :

“Tidak bernajis sesuatu yang mengenai bau kemenyan itu, meskipun disertai basah-basah, karena asap najis tidak terangkat bersamanya sesuatu dari najis, sebagaimana kalau seseorang berhadats dengan keluar angin (kentut), sedangkan tempat hadats (sekitar anus/daerah buang air besar) basah, maka tidak bernajis dan tidak wajib istinja’ menurut pendapat yang lebih sahih”.1

Berdasarkan keterangan di atas, dapat disimpulkan bahwa asap dan bau najis adalah tidak najis.

DAFTAR PUSTAKA
1. Imam ar-Ramli, Fatawa Imam ar-Ramli, dicetak pada hamisy Fatawa al-Kubra al-Fiqhiah, Darul Fikri, Beirut, Juz.I, Hal.68

9 komentar:

  1. assalamu'alaikum.

    saya ingin bertanya tentang hukum sarang laba-laba.
    ada yg mengatakan bahwa sarang laba-laba adalah najis, adapula yg menyatakan suci, dan ada yg menyatakan najis yg dimaafkan.

    pertanyaannya:
    1.pendapat mana yg boleh kita amalkan?
    2.jika termasuk najis yg dimaafkan, apakah dimaafkan secara mutlak, atau hanya dimaafkan dlm kedaan tertentu saja.
    3.apakah dimaafkan jika menanggungnya dalam shalat seperti dimaafkannya darah yg sedikit?
    4.apakah dimaafkan jika jatuh atau kena dgn air yg sedikit (kurang 2 kulah) seprti dimaafkannya bangkai hewan yg tiada mengalir darahnya (misalnya semut)yg jatuh dlm air sedikit selama tidak mengubah sifat air ?

    Wassalam

    BalasHapus
  2. 1. Dikalangan ulama mazhab syafi’i terjadi khilaf mengenai hukum sarang laba-laba, menurut pendapat yang dipegang oleh Ibnu Hajar al-Haitami, hukumnya suci. Dalam Syarqawi ‘ala Tahrir, juz. I, Hal. 552 disebutkan :
    قوله : وهو ذو سم ) ومنه العناكب جمع عنكبوت فهي من ذاوات السموم كما قاله الاطباء وان كان نسجها طاهرا ذكره ابن حجر فى باب النجاسة
    Artinya : (perkataan pengarang “ia yang mempunyai racun), termasuk di dalamnya laba-laba, ‘anakib jamak dari ‘ankabut, maka laba-laba termasuk yang mempunyai racun sebagaimana dikatakan oleh para tabib, meskipun sarangnya adalah suci, telah disebut oleh Ibnu Hajar dalam bab al-Najasah.

    2. pendapat di atas daapat diamalkan

    BalasHapus
    Balasan
    1. maaf, yai berarti najis apa tidak?

      Hapus
    2. maaf, yai berarti sarang laba-laba najis apa tidak?

      Hapus
    3. di AtAs sudAH kAmi jAwAb bAhwA sarangnya adalah suci,

      Hapus
  3. جَزَاكَ اللهُ خَيْرًا كَثِيْرًا يا شيخي وَجَزَاكَ اللهُ اَحْسَنَ الْجَزَاء


    Teungku, saya ingin bertanya sedikit tentang persoalan nahwu. dalam Kitab Al-jurumiyah, Bab Al-Munada, ada disebutkan ttg isim yg diserupakan dengan mudhaf (al-musyabbah bil mudhaf).
    (soal) mengapa isim tersebut tidak sah dikatakan sebagai mudhaf, tetapi mesti dikatakan dgn isim yg diserupakan dgn mudhaf??

    saya juga ingin bertanya ttg hukum membuat foto dalam keadaan tidak menutup aurat baik di dunia nyata atau foto yg diposting di internet.
    soal:
    1.apakah org yg di foto dlm keadaan terbuka aurat itu berdosa terus-menerus hingga foto itu hancur ?
    2.apakah foto itu juga dihukum sebagai aurat, sehingga org yg melihat foto tersebut juga berdosa?

    Terima kasih banyak atas pencerahannya, saya juga memohon maaf krn sudah sangat merepotkan. Teungku boleh menjawabnya kapanpun Teungku memiliki kesempatan.
    Wassalam

    BalasHapus
    Balasan
    1. 1. jawabannya dapat tgk baca pada link berikut :
      http://kitab-kuneng.blogspot.com/2012/12/masalah-poto-tanpa-menutup-aurat.html

      2. kami sangat tersanjung dengan kepercayaan tgk mau bertanya sama kami

      3. wasalam

      Hapus
  4. na bcut prtanyaan pdup2 boh...
    1. egkit msen yg hn taplah nyan najis.. pukeuh wte tacroh yg minyak. mnyak nyan jg ikot mbjdi njis.. pna najis jaro ueg yg man ugjot masen....

    2. pkiban jika bj warong kupi. sulet tahindar kan bih manok poding na ek bk kulet ji. sdgkan wte taphoek jaro tnyo bulut.. nyo mmang btou mnajih. kbn nyan kide kupi ta boeh i kgop puna najih....

    trmksi tgk.. tlong jweb spy bek we weuh lam udep nyo..

    BalasHapus
    Balasan
    1. 1.kotoran ikan asen adalah najis. tetapi dalam ukuran kecil di maafkan, ukuran 2 jari manusia masih di hitung kecil menurut ali syibram al-malasi. (kitab I'anah I/91). jadi kalau ikan asin yg sdr sebut di atas dlm ukuran kecil, maka itu tdk apa2, karrena di maafkan. sebaliknya kalau ukurannya besar seperti ikan tongkol, maka itu tidak di maafkan. jadi semuanya menjadi najis, termasuk minyak

      2. adapun telur selama tidak ada tanda bahwa telur itu ada tahi (kotoran) pada kulitnya, maka itu tdk apa2, alias tdk bernajis. adapun cairan anus ayam waktu melahirkan telor itu di maafkan.(I'anah : I/86-87)
      qaidah fiqh : tidak dpt dihukum najis sesuatu kecuali ada dalilnya (tahqiq). jadi gak bisa di hukum najis hanya karena keragu2an.
      adapun apabila memang ada kotoran ayam pada telur tersebut, itu memang semua yang disentuhnya bisa menular najis.
      wasssalam

      Hapus