Minggu, 31 Juli 2011

Ghayatul Wushul (terjemahan & penjelasannya), Pengertian hukum-hukum Islam, Hal. 11

( وَالأَصَحُّ تَرَادُفُ ) لفظى ( الْفَرْضِ وَالْوَاجِبِ ) أى مسماهما واحد وهو كما علم من حد الإيجاب الفعل غير الكف المطلوب طلبا جازما ولاينافى هذا ما ذكره ائمتنا من الفرق بينهما فى مسائل كما قالوا فيمن قال الطلاق واجب علىّ تطلق أوفرض علىّ لاتطلق اذ ذاك ليس للفرق بين حقيقتيهما بل لجريان العرف بذلك أولاصطلاح آخر كما بينته مع زيادة تحقيق فى الحاشية ونفت الحنفية ترادفهما فقالوا هذا الفعل ان ثبت بدليل قطعى كالقرآن فهو الفرض كقراءة القرآن فى الصلاة الثابتة بقوله تعالى" فاقرؤا ما تيسر من القرآن " أو بدليل ظنى كخبر الواحد فهو الواجب كقراءة الفاتحة فى الصلاة الثابتة بخبر الصحيحين "لاصلاة لمن لم يقرأ بفاتحة الكتاب" فيأثم بتركها ولا تفسد به صلاته بخلاف ترك القراءة

(Menurut pendapat yang lebih shahih taraduf (1)) kedua lafazh, (fardhu dan wajib) artinya makna keduanya adalah satu. Ia sebagaimana dimaklumi dari devinsi ijaab, adalah perbuatan yang bukan meninggalkan yang dituntut sebagai tuntutan yang mesti. Ini tidak menafikan apa yang telah disebut oleh imam-imam kita, yakni perbedaan diantara keduanya dalam beberapa masalah sebagaimana yang mereka katakan pada orang yang mengatakan : “Thalaq wajib atasku” bahwa itu terthalaq atau yang mengatakan : “Thalaq itu fardhu atasku” bahwa itu tidak terthalaq. Karena yang demikian itu bukan perbedaan diantara hakikat keduanya, tetapi karena berlaku ‘uruf (2) demikian atau karena istilah lain(3) sebagaimana telah saya jelaskan dengan tambahan tahqiq dalam al-Hasyiah. Kalangan Hanafiah menafikan taraduf keduanya. Mereka mengatakan, perbuatan ini jika ditetapkan dengan dalil qath’i seperti al-Qur’an, maka adalah fardhu, misalnya membaca al-Qur’an dalam shalat yang ditetapkan dengan firman Allah Ta’ala “Maka bacalah apa yang mudah dari al-Qur’an”(4) dan jika ditetapkan dengan dalil dhanni seperti seperti hadits ahad, maka adalah wajib, misalnya membaca Fatihah dalam shalat yang ditetapkan dengan hadits shahihain “Tidak ada shalat bagi orang yang tidak membaca Fatihah Kitab”.(5) Maka seseorang menjadi berdosa dengan sebab meninggalkan Fatihah, tetapi tidak memfasidkan shalat, berbeda dengan meninggalkan bacaan ayat.(6)

Penjelasannya

(1)Taraduf adalah lafazh yang lebih dari satu, tetapi hanya mempunyai satu makna 1 Dalam Bahasa Indonesia disebut sinonim.

(2)Menurut ‘uruf, makna wajib pada perkataan “Thalaq wajib atasku” akibat hukumnya jatuh thalaq dan makna fardhu pada perkataan “Thalaq itu fardhu atasku” akibat hukumnya tidak jatuh thalaq. Sedangkan yang dimaksud dalam pembahasan ushul fiqh adalah ‘uruf khas.2

(3)Dalam contoh di atas, yaitu masalah thalaq berlaku istilah khusus yang berbeda denga istilah yang berlaku di sini, dalam ushul fiqh. Dalam bab haji, wajib adalah kewajiban apabila ditinggalkan harus diganti dengan dam dan rukun adalah sebaliknya. Sedangkan fardhu mencakup keduanya.3

(4). Q.S. al-Muzammil : 20

(5). Lihat Bukhari, Shahih Bukhari, Dar Thauq al-Najh, Juz. I, Hal 151-152, No. Hadits : 756

(6).Meninggalkan membaca ayat dalam shalat menurut Hanafiah dapat membatalkan shalat.

DAFTAR PUSTAKA
1.Ahmad al-Malwy, Syarah al-Sulam, dicetak pada hamisy Hasyiah al-Shabban, al-Haramain, Singapura, Hal. 75.
2.Lihat Syarbaini, Taqrir al-Syarbaini, dicetak pada hamisy Hasyiah al-Banany ‘ala Syarah Jam’u al-Jawami’, Dar Ihya al-Kutub al-Arabiyah, Indonesia, Juz. I, Hal. 88
3.Al-Jauhari, Hasyiah al-Jauhari ‘ala Ghayatul Wushul, dicetak dalam Ghayatul Wushul, Usaha Keluarga, Semarang, Hal. 11

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar