Selasa, 26 Juli 2011

Hukum mengkikir gigi, menyambung rambut dan menipis alis

Bagi wanita, mempercantik diri adalah hal yang biasa bahkan menjadi kebutuhannya. Islam memandang jika tujuannya untuk menyenangkan hati suami maka itu akan dinilai sebagai ibadah. Mempercantik diri, selama dengan cara yang wajar dan tanpa merubah ciptaan Allah Ta’ala dalam diri kita, tidaklah mengapa. Namun, ketika sudah ada yang ditambah-tambahkan atau dikurang-kurangkan maka itu terlarang, sebab seakan dia tidak mensyukuri nikmat yang ada pada dirinya.
Berikut pendapat ulama mengenai hukum memotong gigi, meyambung rambut dan menipis alis, antara lain :
1.Berkata al-Bakri ad-Damyathi :
“Haram memperhalus dan menjarangkan gigi dengan alat kikir dan seumpamanya supaya nampak cantik ” 1

2.Berkata Zainuddin al-Malibary :
“Haram memperhalus gigi dan meyambung rambut dengan rambut lain yang bernajis atau rambut manusia dan mengikat dengannya,tidak haram mengikat dengan sutera atau wol”.2

3.Salah seorang ulama Aceh terkenal, Syekh Muda Wali al-Khalidy berkata :
“Haram memotong gigi kalau untuk hendak bagus, tetapi kalau karena ada hajad seperti untuk obat, boleh”. 3

Dalilnya adalah sebagai berikut :
1.Allah berfirman mengkisahkan tentang ucapan Iblis:
وَلَأُضِلَّنَّهُمْ وَلَأُمَنِّيَنَّهُمْ وَلَآَمُرَنَّهُمْ فَلَيُبَتِّكُنَّ آَذَانَ الْأَنْعَامِ وَلَآَمُرَنَّهُمْ فَلَيُغَيِّرُنَّ خَلْقَ اللَّهِ وَمَنْ يَتَّخِذِ الشَّيْطَانَ وَلِيًّا مِنْ دُونِ اللَّهِ فَقَدْ خَسِرَ خُسْرَانًا مُبِينًا
Artinya : Dan Aku benar-benar akan menyesatkan mereka, dan akan membangkitkan angan-angan kosong pada mereka dan menyuruh mereka (memotong telinga-telinga binatang ternak), lalu mereka benar-benar memotongnya, dan akan Aku suruh mereka (mengubah ciptaan Allah), lalu benar-benar mereka merubahnya. barangsiapa yang menjadikan syaitan menjadi pelindung selain Allah, maka sesungguhnya ia menderita kerugian yang nyata. (QS. An-Nisaa’: 119).

2.Hadits Nabi SAW :

أن جارية من الأنصار تزوجت، وأنها مرضت فتمعط شعرها، فأرادوا أن يصلوها، فسألوا النبي صلى الله عليه وسلم فقال: لعن الله الواصلة والمستوصلة
Artinya : Seorang wanita Anshar hendak menikah, dia dalam keadaan sakit dan rambutnya rontok, mereka hendak menyambungkan rambutnya, lalu mereka bertanya kepada Rasulullah SAW, Beliau menjawab: “Allah melaknat wanita penyambung rambut dan yang disambung rambutnya.” (HR. Bukhari 4 dan Muslim 5 )

Berkata Qadhi ‘Iyadh :

“Dipahami dari hadits tersebut bahwa meyambung rambut termasuk dosa besar yang laknat pelakunya dan yang membantu yang haram berserikat dalam dosa dengan pelakunya sebagaimana orang membantu perbuatan ta’at berserikat pada pahalanya”. 6

3.hadits Nabi SAW :

سألت امرأة النبي صلى الله عليه وسلم فقالت: يا رسول الله، إن ابنتي أصابتها الحصبة، فامرق شعرها، وإني زوجتها، أفأصل فيه؟ فقال: لعن الله الواصلة والمستوصلة
.Artinya : Ada seorang wanita bertanya kepada Rasulullah SAW : “Wahai Rasulullah, anak gadis saya terkena penyakit yang membuat rontok rambutnya dan saya hendak menikahkannya, apakah boleh saya sambung rambutnya?” Beliau bersabda: “Allah melaknat wanita penyambung rambut dan yang disambung rambutnya.” (HR. Bukhari )7

4.Hadits Nabi SAW :

لعن الله الواصلة والمستوصلة والواشمة والمستوشمة
Artinya : Allah melaknat wanita penyambung rambut dan yang disambung rambutnya, dan wanita pembuat tato dan yang bertato. (HR. Bukhari)8

5. Hadits dari Abdullah bin Mas’ud r.a., beliau berkata:
لعن الله الواشمات والمستوشمات والمتنمصات والمتفلجات للحسن المغيرات خلق الله
Artinya : Allah melaknat wanita pembuat tato dan yang bertato, wanita yang dicukur alis, dan dikikir giginya, dengan tujuan mempercantik diri mereka merubah ciptaan Allah Ta’ala.” (HR. Bukhari)9

6. Hadits Nabi SAW :
لعن الله الواشمات والمستوشمات والنامصات والمتنمصات والمتفلجات للحسن المغيرات خلق الله
Artinya : Allah melaknat wanita pembuat tato dan yang bertato, wanita yang mencukur alis dan yang dicukur alisnya, dan dikikir giginya, dengan tujuan mempercantik diri, mereka merubah ciptaan Allah Ta’ala.(H.R. Muslim)10

Berkata Ibnu Hajar al-Asqalany :
“Almutafalijat adalah jamak dari mutafalijah artinya membuat atau menciptakan belahan (pembagian). Alfalj dengan fa, lam, dan jim adalah membuat jarak antara dua hal, Altafalluj adalah membagi antara dua hal yang berdempetan dengan menggunakan alat kikir dan semisalnya, secara khusus biasanya pada gigi yang double dan bagian depan di antara taring”.11

Jadi, al-Mutafalijat adalah upaya merenggangkan gigi yang tadinya berdempetan, agar kelihatan lebih bagus.

Berkata Imam Nawawi dalam Syarah Muslim :
“Adapun namishah dengan shad muhmalah adalah perempuan yang menghilangkan bulu pada wajahnya dan muntamishah adalah yang meminta dilakukan menghilangkannya. Perbuatan ini adalah haram kecuali apabila tumbuh jenggot dan kumis pada perempuan, maka tidak haram menghilangkannya bahkan disunnatkan menurut mazhab kita. Ibnu Jarir mengatakan : “Tidak boleh mencukur jenggot, kumis dan rambut di bawah bibirnya, dan tidak boleh pula merubah bentuknya, baik dengan penambahan atau pengurangan.” Madzhab kita, sebagaimana yang telah kami kemukakan, menganjurkan menghilangkan jenggot, kumis, dan rambut di bawah bibir . Sesungguhnya larangan hanya berlaku untuk alis dan bagian tepi dari wajah.”

Seterusnya Imam Nawawi menjelaskan :

“Adapun sabda Nabi SAW muflijaat lil husn, maknanya adalah dilakukan itu untuk kelihatan cantik. Ini mengisyaratkan yang diharamkan adalah yang dilakukan untuk kelihatan cantik. Adapun kalau karena ada hajad seperti karena obat atau aib pada gigi dan seumpamanya, maka tidak mengapa”. 12
Ibnu Hajar al-Asqalany dalam Fathul Bary mengutip perkataan Imam Ath Thabari yaitu :
“Dikecualikan dari hal itu, yakni apa-apa yang bisa mendatangkan bahaya dan gangguan seperti wanita yang memiliki gigi yang lebih atau kepanjangan (tonggos) yang dapat menghalanginya ketika makan.”13

7. Dari Ibnu Abbas r.a, beliau berkata :
لعنت الواصلة والمستوصلة، والنامصة والمتنمصة، والواشمة والمستوشمة من غير داء.
Artinya : Dilaknat wanita yang menyambung rambut dan yang disambung rambutnya, wanita yang menipiskan alis dan yang ditipiskan alisnya serta wanita pembuat tato dan yang bertato, kecuali karena berobat.”(HR. Abu Daud) 14

Kesimpulan
1.Memperhalus atau merenggang gigi yang doeble agar kelihatan bagus, meyambung rambut dan menipis alis, hukumnya adalah haram.
2.menyambung rambut, hukumnya haram apabila disambung dengan rambut yang najis atau dengan rambut manusia.
3.bagi perempuan yang tumbuh kumis, jenggot dan bulu di bawah bibir, boleh mencukurkannya, bahkan hukumnya sunnat
4.memiliki gigi yang lebih atau panjang yang dapat menghalangi makan ataupun menjadi suatu aib, boleh dipotong.

DAFTAR PUSTAKA
1.Al-Bakri ad-Damyathi, I’anah at-Thalibin, Thaha Putra, Semarang, Juz. II, Hal. 340
2.Zainuddin al-Malibary, Fathul Muin, dicetak pada hamisy I’anah at-Thalibin, Thaha Putra, Semarang, Juz. II, Hal. 340
3.Syekh Muda Wali al-Khalidy, al-Fatawa, Nusantara, Bukit Tinggi, hal. 6
4.Bukhari, Shahih Bukhari, Dar Thauq an-Najh, Juz. VII, Hal. 165, No. Hadits : 5934
5.Imam Muslim, Shahih Muslim, Maktabah Dahlan, Indonesia, Juz. III, Hal. 1677, No. Hadits : 2123
6.Nawawi, Syarah Muslim, Dar Ihya al-Turatsi al-Araby, Beirut, Juz. XIV, Hal 105
7.Bukhari, Shahih Bukhari, Dar Thauq an-Najh, Juz. VII, Hal. 166, No. Hadits : 5941
8.Bukhari, Shahih Bukhari, Dar Thauq an-Najh, Juz. VII, Hal. 165, No. Hadits : 5937
9.Bukhari, Shahih Bukhari, Dar Thauq an-Najh, Juz. VII, Hal. 167, No. Hadits : 5948
10.Imam Muslim, Shahih Muslim, Maktabah Dahlan, Indonesia, Juz. III, Hal. 1678, No. Hadits : 2125
11.Ibnu Hajar Al-Asqalany, Fathul Bari, Darul Fikri, Beirut, Juz. X, Hal. 372
12.Nawawi, Syarah Muslim, Dar Ihya al-Turatsi al-Araby, Beirut, Juz. XIV, Hal 106-107
13.Ibnu Hajar Al-Asqalany, Fathul Bari, Darul Fikri, Beirut, Juz. X, Hal. 377
14.Abu Daud, Sunan Abu Daud, Darul Fikri, Beirut, Juz. II, Hal. 477, No. Hadits : 4170

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar